Iklan

Iklan

Pertanyaan

Bila kita memanaskan air dengan jumlah yang sama dalam wadah sama pula. Wadah pertama berisi air sebagai pelarut murni. Wadah kedua air yang ditambahkan garam. Jelaskan bagaimana titik didih wadah pertama dan wadah kedua sesuai dengan sifat koligatif larutan?

Bila kita memanaskan air dengan jumlah yang sama dalam wadah sama pula. Wadah pertama berisi air sebagai pelarut murni. Wadah kedua air yang ditambahkan garam. Jelaskan bagaimana titik didih wadah pertama dan wadah kedua sesuai dengan sifat koligatif larutan?space

Iklan

B. Rohmawati

Master Teacher

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Semarang

Jawaban terverifikasi

Iklan

Pembahasan

Wadah kedua akan mendidih pada suhu yang lebih tinggi daripada wadah pertama. Sifat koligatif larutan merupakan sifat yang tidak bergantung pada jenis zat terlarut namun hanya bergantung pada jumlah partikel terlarut dalam pelarut. Ketika suatu zat pelarut ditambahkan sedikit dengan zat terlarut maka akan diperoleh suatu larutan yang mengalami penurunan tekanan uap jenuh, kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan tekann osmotik. Pada wadah pertama hanya berisi air sedangkan wadah kedua berisi air yang ditambahkan garam. Ketika kedua wadah tersebut dipanaskan maka wadah pertama yang akan lebih cepat mendidih. Ini dikarenakan pada wadah kedua terjadi penambahan zat terlarut yang menyebabkan air menjadi lama mendidih. Garam merupakan zat non volatil sehingga saat garam ditambahkan ke dalam air akan tercipta interaksi baru yaitu antara pelarut dengan zat terlarut. Akibatnya molekul air akan sulit untuk mengalami transisi dari fase cair ke fase gas sehingga tekanan uap jenuh larutan yang terbentuk lebih rendah daripada tekanan uap jenuh pelarut murninya. Supaya wadah kedua dapat mendidih, diperlukan tambahan kalor untuk membuat tekanan uap jenuhnya sama dengan tekanan udara di luar.

Wadah kedua akan mendidih pada suhu yang lebih tinggi daripada wadah pertama.

Sifat koligatif larutan merupakan sifat yang tidak bergantung pada jenis zat terlarut namun hanya bergantung pada jumlah partikel terlarut dalam pelarut. Ketika suatu zat pelarut ditambahkan sedikit dengan zat terlarut maka akan diperoleh suatu larutan yang mengalami penurunan tekanan uap jenuh, kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan tekann osmotik.

Pada wadah pertama hanya berisi air sedangkan wadah kedua berisi air yang ditambahkan garam. Ketika kedua wadah tersebut dipanaskan maka wadah pertama yang akan lebih cepat mendidih. Ini dikarenakan pada wadah kedua terjadi penambahan zat terlarut yang menyebabkan air menjadi lama mendidih. Garam merupakan zat non volatil sehingga saat garam ditambahkan ke dalam air akan tercipta interaksi baru yaitu antara pelarut dengan zat terlarut. Akibatnya molekul air akan sulit untuk mengalami transisi dari fase cair ke fase gas sehingga tekanan uap jenuh larutan yang terbentuk lebih rendah daripada tekanan uap jenuh pelarut murninya. Supaya wadah kedua dapat mendidih, diperlukan tambahan kalor untuk membuat tekanan uap jenuhnya sama dengan tekanan udara di luar.space

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

3

Iklan

Iklan

Pertanyaan serupa

Gambar berikut merupakan model gambar partikel zat terlarut dan pelarut. Larutan manakah yang memiliki titik didih paling tinggi?

18

5.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02140008000

02140008000

Ikuti Kami

©2024 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia