Ikatan ion adalah hasil dari gaya elektrostatik antara atom yang tertarik satu sama lain karena memiliki muatan listrik yang berlawanan. Terbentuk ketika terjadi serah-terima elektron. Ikatan ion terjadi antara atom logam dan atom nonlogam.
Ikatan kovalen adalah hasil dari dimana elektron dibagi antara atom yang terlibat dalam formasi. Terbentuk ketika terjadi pemakaian elektron bersama. Ikatan ini terjadi antara atom nonlogam dan atom nonlogam lainnya.
Pertama kita dapat menentukan elektron valensi masing-masing unsur berdasarkan letaknya (golongan) dalam tabel tersebut, berikut kecenderungannya untuk stabil oktet, dan juga ion yang terbentuk berdasarkan jumlah elektron yang dilepas dan diterima masing-masing unsur, dalam hal ini unsur Q merupakan semi logam yang memiliki kecenderungan membentuk ion negatif yaitu:
| Unsur |
Golongan |
Kecendrungan (Stabil Oktet) |
Ion |
Logam/Nonlogam |
| P |
I A |
Lepas 1e− |
P+ |
Logam |
| Q |
III A |
Terima 3e− |
Q3− |
Logam |
| R |
VII A |
Terima 1e− |
R− |
Nonlogam |
| S |
II A |
Lepas 2e− |
S2+ |
Logam |
| T |
VI A |
Terima 2e− |
T2− |
Nonlogam |
Selanjutnya kita dapat menentukan rumus kimianya dengan cara menyilang muatan menjadi indeks, dan jenis ikatan yang terbentuk yakni ikatan ion jika terjadi serah-terima elektron, atau ikatan kovalen jika terjadi pemakaian bersama pasangan elektron (kedua atom terima elektron). Maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
| Unsur |
Ion |
Rumus Kimia |
Ikatan Kimia |
| P dan R |
P++R− |
PR |
Ionik |
| P dan T |
P++T2− |
P2T |
Ionik |
| S dan T |
S2++T2− |
ST |
Ionik |
| T dan R |
T2−+R− |
TR2 |
Kovalen |
| Q dan R |
Q3−+R− |
QR3 |
Ionik |
Dengan demikian senyawa yang tidak dapat dibentuk oleh pasangan unsur tersebut adalah unsur Q dan R. Unsur Q yang termasuk dalam semi logam membuat unsur tersebut tidak dapat berikatan dengan unsur R yang merupakan nonlogam.
Jadi, jawaban yang benar adalah E.