Iklan
Pertanyaan
Cermati gambar berikut!

Sumber: http://bit.ly/3uVNZPS, diunduh 17 Maret 2021
Bagian klimaks yang dapat disusun berdasarkan tokoh tersebut adalah ...
Perlahan-lahan tubuh Kapitan Pattimura ditarik dengan tali gantungan. Tubuhnya yang kekar berayun-ayun. Sedikit demi sedikit nyawanya berpisah dengan jasmani. Berangkatlah jiwa yang besar menghadap Sang Pencipta. Seorang pejuang telah gugur di tiang gantungan. Ia hadir di muka bumi sebagai panutan. Hidupnya tidak pernah sia-sia. Hidup berbakti, mati berbukti, semua penuh arti.
Sumber: Arsyad Siddik, Pattimura Pejuang yang Berakhir di Tiang Gantungan, Jakarta, Karya Unipress, 1984
Terjadilah peperangan antara pasukan Belanda dengan pasukan Pattimura. Mayor Beetjes makin panik. Darahnya makin naik karena anak buahnya banyak yang tewas. Ia berusaha menembakkan peluru meriam ke arah hutan bakau. Sayang peluru-peluru itu tidak mengenai sasarannya. Akhirnya, peluru kehabisan. Oleh sebab itu, ia memerintahkan anak buahnya yang masih hidup untuk mundur.
Sumber: Arsyad Siddik, Pattimura Pejuang yang Berakhir di Tiang Gantungan, Jakarta, Karya Unipress, 1984
"Marilah kita bersumpah untuk perjuangan ini. Tidak seorang pun yang menjadi pengkhianat," kata Kapitan Pattimura.
Hadirin bersumpah setia. Dengan mengucapkan nama Tuhan mereka berikrar. Mereka akan berjuang hingga tetes darah penghabisan. Kapitan Pattimura sebagai pemimpin gerakan. Tidak lama lagi api peperangan akan berkobar seperti berkobarnya semangat para pemuda.
Sumber: Arsyad Siddik, Pattimura Pejuang yang Berakhir di Tiang Gantungan, Jakarta, Karya Unipress, 1984
Hampir tujuh tahun lamanya pemuda Thomas Matulessi menjalani dinas ketentaraan. Akan tetapi, sayang seribu sayang, pada saat itu kekuasaan lnggris berakhir. Keadaan di Eropa telah berubah sehingga lnggris harus menyerahkan kembali Maluku kepada Belanda. Hal itu membuat rakyat Maluku menjadi resah, terutama pemuda Thomas Matulessi dengan anak buahnya.
Sumber: Arsyad Siddik, Pattimura Pejuang yang Berakhir di Tiang Gantungan, Jakarta, Karya Unipress, 1984
Thomas Matulessi selalu berkumpul dengan teman-teman sebayanya. Masalah kekejaman penjajah Belanda selalu menjadi pokok pembicaraan. Kadang-kadang ibunya melarangnya membicarakan hal itu. Ibunya takut kalau diketahui oleh Belanda. Siapa tahu, mungkin ada di antara teman sepembicaraannya yang akan melaporkan hal itu kepada Belanda. Tentulah Thomas Matulessi akan merasakan akibat buruk dari sikapnya itu.
Sumber: Arsyad Siddik, Pattimura Pejuang yang Berakhir di Tiang Gantungan, Jakarta, Karya Unipress, 1984
Iklan
E. Iga
Master Teacher
Mahasiswa/Alumni Universitas Sanata Dharma
3
5.0 (4 rating)
Iklan
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia