Iklan

Iklan

Pertanyaan

Asam sulfat 49% mempunyai massa jenis 1 , 4 kg L − 1 . Tentukan molaritas, molalitas, fraksi mol, titik beku, titik didih, serta tekanan osmotik larutan itu pada suhu 2 5 ∘ C . ( A r ​ H = 1 , O = 16 , dan S = 32 )

Asam sulfat 49% mempunyai massa jenis . Tentukan molaritas, molalitas, fraksi mol, titik beku, titik didih, serta tekanan osmotik larutan itu pada suhu . (, dan )

Iklan

S. Lubis

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Jawaban

molaritas larutan adalah 7 M; molalitasnya9,3 m;fraksi molnya0,15; titik bekunya ; titik didihnya ; dan tekanan osmotiknya bernilai513,2 atm.

molaritas larutan H subscript bold 2 S O subscript bold 4 adalah 7 M; molalitasnya 9,3 m; fraksi molnya 0,15; titik bekunya bold minus sign bold 54 bold comma bold 7 bold degree C; titik didihnya bold 115 bold comma bold 3 bold degree C; dan tekanan osmotiknya bernilai 513,2 atm.

Iklan

Pembahasan

Pembahasan

Molaritas, molalitas, dan fraksi mol merupakan ukuran kadar zat. Penurunan titik beku, kenaikan titik didih, dan tekanan osmotik merupakan sifat koligatif larutan. Molaritas Molaritas (M) menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam 1 liter larutan. Berdasarkan data yang diketahui pada soal, molaritas asam sulfat ( ) dapat ditentukan sebagai berikut. a. Menentukan b. Menentukan molaritas Molalitas Molalitas (m) menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam 1 kg pelarut. Penentuan molalitas larutan dapat mengikuti langkah: a. Menentukan massa larutan Apabila volume larutan dimisalkan 1 liter, maka: b. Menentukan massa (zat terlarut) c. Menentukan massa air (pelarut) d. Menentukan molalitas Fraksi mol Fraksi mol menyatakan perbandingan mol komponen dengan mol total larutan. Penentuan fraksi mol adalah sebagai berikut. Titik beku Titik beku adalah temperatur saat suatu zat cair tepat berubah menjadi bentuk padatnya. Penentuan titik beku larutan adalah sebagai berikut. a. Menentukan penurunan titik beku larutan b. Menentukan titik beku larutan Titik didih Titik didihadalah temperatur saat suatu zat cair tepat berubah menjadi bentuk gasnya. Penentuan titik didih larutan adalah sebagai berikut. a. Menentukan kenaikan titik didihlarutan b. Menentukan titik didih larutan Tekanan osmotik Tekanan osmotik adalah besarnya tekanan yang harus diberikan pada permukaan suatu larutan untuk mencegah terjadinya osmosis. Penentuan tekanan osmotik larutan adalah sebagai berikut. Jadi, molaritas larutan adalah 7 M; molalitasnya9,3 m;fraksi molnya0,15; titik bekunya ; titik didihnya ; dan tekanan osmotiknya bernilai513,2 atm.

Molaritas, molalitas, dan fraksi mol merupakan ukuran kadar zat. Penurunan titik beku, kenaikan titik didih, dan tekanan osmotik merupakan sifat koligatif larutan.

  1. Molaritas
    Molaritas (M) menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam 1 liter larutan. Berdasarkan data yang diketahui pada soal, molaritas asam sulfat (H subscript 2 S O subscript 4) dapat ditentukan sebagai berikut.
    a. Menentukan M subscript r space H subscript 2 S O subscript 4
    table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row cell M subscript r space H subscript 2 S O subscript 4 end cell equals cell left parenthesis 2 cross times A subscript r space H right parenthesis plus left parenthesis 1 cross times A subscript r space S right parenthesis plus left parenthesis 4 cross times A subscript r space O right parenthesis end cell row blank equals cell left parenthesis 2 cross times 1 right parenthesis plus left parenthesis 1 cross times 32 right parenthesis plus left parenthesis 4 cross times 16 right parenthesis end cell row blank equals cell 2 plus 32 plus 64 end cell row blank equals 98 end table

    b. Menentukan molaritas H subscript 2 S O subscript 4
    begin mathsize 14px style table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row italic M equals cell fraction numerator percent sign cross times italic rho cross times 10 over denominator italic M subscript r end fraction end cell row blank equals cell fraction numerator 49 cross times 1 comma 4 cross times 10 over denominator 98 end fraction end cell row blank equals cell 7 space M end cell end table end style 
     
  2. Molalitas
    Molalitas (m) menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam 1 kg pelarut. Penentuan molalitas larutan H subscript 2 S O subscript 4 dapat mengikuti langkah:
    a. Menentukan massa larutan H subscript 2 S O subscript 4
    Apabila volume larutan dimisalkan 1 liter, maka:
    table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row cell massa subscript larutan space H subscript 2 S O subscript 4 end subscript end cell equals cell italic rho cross times V end cell row blank equals cell 1 comma 4 space kg space L to the power of negative sign 1 end exponent cross times 1 space L end cell row blank equals cell 1 comma 4 space kg end cell row blank equals cell 1400 space g end cell end table

    b. Menentukan massa H subscript 2 S O subscript 4 (zat terlarut)
    table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row cell massa subscript H subscript 2 S O subscript 4 end subscript end cell equals cell percent sign cross times massa subscript larutan space H subscript 2 S O subscript 4 end subscript end cell row blank equals cell 49 percent sign cross times 1400 space g end cell row blank equals cell 686 space g end cell end table

    c. Menentukan massa air (pelarut) 
    table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row cell massa subscript air end cell equals cell massa subscript larutan space H subscript 2 S O subscript 4 end subscript bond massa subscript H subscript 2 S O subscript 4 end subscript end cell row blank equals cell 1400 space g minus sign 686 space g end cell row blank equals cell 714 space g end cell end table

    d. Menentukan molalitas  H subscript 2 S O subscript 4
    table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row m equals cell massa subscript H subscript 2 S O subscript 4 end subscript over M subscript r cross times 1000 over massa subscript air end cell row blank equals cell 686 over 98 cross times 1000 over 714 end cell row blank equals cell 9 comma 8 space m end cell end table
     
  3. Fraksi mol
    Fraksi mol menyatakan perbandingan mol komponen dengan mol total larutan. Penentuan fraksi mol H subscript 2 S O subscript 4 adalah sebagai berikut.
    table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row cell X subscript H subscript 2 S O subscript 4 end subscript end cell equals cell fraction numerator n subscript H subscript 2 S O subscript 4 end subscript over denominator n subscript H subscript 2 S O subscript 4 end subscript and n subscript air end fraction end cell row blank equals cell fraction numerator begin display style bevelled fraction numerator 686 space g over denominator 98 space g space mol to the power of negative sign 1 end exponent end fraction end style over denominator left parenthesis begin display style bevelled fraction numerator 686 space g over denominator 98 space g space mol to the power of negative sign 1 end exponent end fraction end style right parenthesis plus left parenthesis begin display style bevelled fraction numerator 714 space g over denominator 18 space g space mol to the power of negative sign 1 end exponent right parenthesis end fraction end style end fraction end cell row blank equals cell 0 comma 15 end cell end table
     
  4. Titik beku
    Titik beku adalah temperatur saat suatu zat cair tepat berubah menjadi bentuk padatnya. Penentuan titik beku larutan H subscript 2 S O subscript 4 adalah sebagai berikut.
    a. Menentukan penurunan titik beku larutan
    table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row cell increment T subscript f end cell equals cell K subscript f cross times m cross times i end cell row blank equals cell 1 comma 86 degree C space m to the power of negative sign 1 end exponent cross times 9 comma 8 space m cross times left curly bracket 1 plus left parenthesis 3 minus sign 1 right parenthesis 1 right curly bracket end cell row blank equals cell 54 comma 7 degree C end cell end table 

    b. Menentukan titik beku larutan
    table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row cell T subscript f end cell equals cell T subscript f degree minus sign increment T subscript f end cell row blank equals cell 0 degree C minus sign 54 comma 7 degree C end cell row blank equals cell negative sign 54 comma 7 degree C end cell end table 
     
  5. Titik didih
    Titik didih adalah temperatur saat suatu zat cair tepat berubah menjadi bentuk gasnya. Penentuan titik didih larutan H subscript 2 S O subscript 4 adalah sebagai berikut.
    a. Menentukan kenaikan titik didih larutan
     table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row cell increment T subscript b end cell equals cell K subscript b cross times m cross times i end cell row blank equals cell 0 comma 52 degree C space m to the power of negative sign 1 end exponent cross times 9 comma 8 space m cross times left curly bracket 1 plus left parenthesis 3 minus sign 1 right parenthesis 1 right curly bracket end cell row blank equals cell 15 comma 3 degree C end cell end table

    b. Menentukan titik didih larutan
     table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row cell T subscript b end cell equals cell T subscript b degree plus increment T subscript b end cell row blank equals cell 100 degree C plus 15 comma 3 degree C end cell row blank equals cell 115 comma 3 degree C end cell end table
     
  6. Tekanan osmotik
    Tekanan osmotik adalah besarnya tekanan yang harus diberikan pada permukaan suatu larutan untuk mencegah terjadinya osmosis. Penentuan tekanan osmotik larutan H subscript 2 S O subscript 4 adalah sebagai berikut.
    table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row pi equals cell M cross times R cross times T cross times i end cell row blank equals cell 7 space M cross times 0 comma 082 space bevelled fraction numerator L space atm over denominator mol space K end fraction cross times 298 space K cross times left curly bracket 1 plus left parenthesis 3 minus sign 1 right parenthesis 1 right curly bracket end cell row blank equals cell 513 comma 2 space atm end cell end table

Jadi, molaritas larutan H subscript bold 2 S O subscript bold 4 adalah 7 M; molalitasnya 9,3 m; fraksi molnya 0,15; titik bekunya bold minus sign bold 54 bold comma bold 7 bold degree C; titik didihnya bold 115 bold comma bold 3 bold degree C; dan tekanan osmotiknya bernilai 513,2 atm.

Latihan Bab

Pendahuluan Sifat Koligatif

Penurunan Titik Beku

Kenaikan Titik Didih

Penurunan Tekanan Uap

5rb+

Iklan

Iklan

Pertanyaan serupa

Diketahui tiga buah larutan sebagai berikut: 0,1 molal NaNO 3 ​ 0,2 molal glukosa 0,1 molal CaCl 2 ​ Sifat koligatif larutan yang benar dari ketiga larutan diatas adalah ...

4rb+

5.0

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Fitur Roboguru

Topik Roboguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

081578200000

Email info@ruangguru.com

info@ruangguru.com

Contact 02140008000

02140008000

Ikuti Kami

©2022 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia