Iklan

Pertanyaan

Apa yang dimaksud dengan ekonomi uang, bagaimana praktiknya di Indonesia pada masa Hindia Belanda?

Apa yang dimaksud dengan ekonomi uang, bagaimana praktiknya di Indonesia pada masa Hindia Belanda?

  1. ...

  2. ...

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

21

:

03

:

59

Klaim

Iklan

N. Puspita

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Pembahasan

Pembahasan
lock

Pada awal sejarah Indonesia, sistem ekonomi uang hanya terdapat pada pusat perdagangan saja, seperti di kota-kota besar atau pada pusat perdagangan di pesisir pantai. Sementara wilayah di pedalaman tidak terpengaruh oleh sistem ekonomi uang, dan masih menggunakan sistem ekonomi barter dalam kehidupan sehari-hari.Penggunaan sistem ekonomi uang mulai menyebar pada masa penjajahan belanda, seiring dengan diberlakukannya sistem Tanam Paksa, oleh Gubernur Jenderal Van den Bosch pada tahun 1930-an. Dengan sistem ini penjajah Belanda membuka perkebunan di wilayah pedalaman, seperti perkebunan teh, gula, kopi dan karet. Dengan perkebunan ini penjajah Belanda memaksa petani untuk bekerja di perkebunan ini. Sebagai upah mereka diberika uang, meski dengan jumlah yang tidak sepadan dengan kerja berat di perkebunan ini. Munculnya sirkulasi uang ini, membuat penggunaan uang sebagai alat tukar dalam kegiatan perekonomian menjadi berkembang pesat. Koin gulden, mata uang Belanda, menjadi medium tukar dan menggantikan metode barter yang sebelumnya mendominasi sistem perkonomian di pedalaman. Dengan demikian, ekonomi uang adalah kondisi ekonomi dimana masyarakat menggunakan uang sebagai sarana dalam transaksi dan pembayaran. Pada masa Hindia Belanda, ekonomi uang mulai diterapkan pada masa cultuurstelsel atau masa Tanam Paksa.

Pada awal sejarah Indonesia, sistem ekonomi uang hanya terdapat pada pusat perdagangan saja, seperti di kota-kota besar atau pada pusat perdagangan di pesisir pantai. Sementara wilayah di pedalaman tidak terpengaruh oleh sistem ekonomi uang, dan masih menggunakan sistem ekonomi barter dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan sistem ekonomi uang mulai menyebar pada masa penjajahan belanda, seiring dengan diberlakukannya sistem Tanam Paksa, oleh Gubernur Jenderal Van den Bosch pada tahun 1930-an. Dengan sistem ini penjajah Belanda membuka perkebunan di wilayah pedalaman, seperti perkebunan teh, gula, kopi dan karet. Dengan perkebunan ini penjajah Belanda memaksa petani untuk bekerja di perkebunan ini. Sebagai upah mereka diberika uang, meski dengan jumlah yang tidak sepadan dengan kerja berat di perkebunan ini. Munculnya sirkulasi uang ini, membuat penggunaan uang sebagai alat tukar dalam kegiatan perekonomian menjadi berkembang pesat. Koin gulden, mata uang Belanda, menjadi medium tukar dan menggantikan metode barter yang sebelumnya mendominasi sistem perkonomian di pedalaman.

Dengan demikian, ekonomi uang adalah kondisi ekonomi dimana masyarakat menggunakan uang sebagai sarana dalam transaksi dan pembayaran. Pada masa Hindia Belanda, ekonomi uang mulai diterapkan pada masa cultuurstelsel atau masa Tanam Paksa.
 

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

3

Akhmad Rafi

Bantu banget

Iklan

Pertanyaan serupa

Salah satu dampak positif pelaksanaan kebijakan Cultuurstelsel bagi petani Indonesia adalah….

32

4.5

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia