Roboguru

Analisislah teks editorial di atas berdasarkan strukturnya!

Pertanyaan

Analisislah teks editorial di atas berdasarkan strukturnya!space 

Pembahasan Soal:

Teks editorial adalah teks yang berisi pendapat pribadi dari redaksi terhadap suatu isu/masalah aktual. Isu bisa meliputi masalah politik, masalah sosial, juga masalah ekonomi.

Struktur teks editorial:

  1. Pernyataan pendapat (tesis)
    Berisi sudut pandang penulis terhadap permasalahan yang diangkat. Berupa pernyataan atau teori yang akan diperkuat oleh argumen.
  2. Argumentasi
    Bentuk alasan atau bukti yang digunakan untuk memperkuat pernyataan tesis. Bisa berupa pernyataan umum, data hasil penelitan, pernyataan para ahli atau fakta-fakta yang dapat dipercaya.
  3. Penegasan ulang pendapat (reiteration)
    Berisi penguatan kembali atas pendapat yang telah ditunjang oleh fakta-fakta dalam bagian argumentasi.

Analisis teks editorial berdasarkan strukturnya:

  1. Pernyataan pendapat (tesis)
    Fluktuasi harga komoditas dunia memberikan sentimen beragam terhadap perekonomian negara-negara di dunia. Tak hanya pasar uang, pasar saham pun bergejolak dalam kurun sebulan terakhir. Harga komoditas tambang seperti emas, nikel, bauksit, dan batu bara serta harga minyak yang menunjukkan tren meningkat memberikan dampak bermacam-macam pada pergerakan pasar di sebuah negara.
  2. Argumentasi
    Pada September 2018 ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Bursa Efek Indonesia (BEl) diperkirakan bergerak dalam rentang konsolidasi di tengah aksi jual investor asing. IHSG diperkirakan masih terlihat akan berada dalam rentang konsolidasi seraya menanti aliran dana asing kembali masuk ke pasar saham Indonesia. Hal yang sama juga terjadi untuk nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, khususnya dolar AS. Rupiah diperkirakan akan stabil pada kisaran Rp 14.200,00-Rp14.300,00 per dolar AS.
  3. Penegasan ulang pendapat (reiteration)
    Harga komoditas khususnya batu bara memang atraktif sejak April 2018 lalu. Harga batu bara bahkan mencetak rekor tertingginya sejak awal November 2016 di level USD1 14,1/ton pada 7 Juni 2018 silam. Meningkatnya volume permintaan yang tinggi pada tahun ini, khususnya di Asia, menjadi penyebab meroketnya harga komoditas sumber "Only scanned for PT Ruang Raya Indonesia, not for commercial purpose" energi utama dunia ini. Padahal, batu bara sempat dikhawatirkan sudah tidak akan populer lagi mengingat sifatnya yang tidak ramah lingkungan.space 

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Terakhir diupdate 05 Mei 2021

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved