Membuat Baterai dari Kentang
Ada berbagai sumber listrik yang dapat diperbarui dan ramah lingkungan, misalnya kentang. Kentang adalah salah satu jenis umbi-umbian yang mengandung larutan elektrolit. Elektrolit adalah senyawa yang larutannya dapat mengalirkan arus listrik. Adanya senyawa pengantar listrik pada kentang dapat dibuktikan dengan nyalanya lampu LED (light emitting diode) ketika dihubungkan dengan kentang. Kentang dapat menjadi elektrolit karena mengandung garam dan air. Apabila garam bereaksi dengan air akan menjadi larutan garam yang mampu menghasilkan listrik atau disebut larutan elektrolit. Berikut laporan percobaan membuat baterai dari kentang.
Alat dan Bahan
1. 5 buah kentang;
2. lampu LED atau bohlam kecil;
3. kabel;
4. penjepit buaya;
5. lempengan tembaga;
6. lempengan seng;
7. tembaga dan seng dapat diganti dengan isi baterai yang biasanya berwarna hitam.
Langkah-Langkah Percobaan
1. Tusukkan lempengan tembaga dan seng pada kentang mentah.
2. Jepitlah kabel pada lempengan tersebut, kemudian hubungkan dengan lampu.
3. Amatilah lampu tersebut.
4. Apabila lampu belum menyala, tambahkan kentang agar arus listrik bertambah
Hasil Percobaan
Pada percobaan menghubungkan tiga buah kentang dengan kabel yang telah dipasang lampu LED, lampu tidak berhasil menyala. Hal tersebut disebabkan arus listrik dari tiga buah kentang tidak cukup kuat untuk menyalakan satu lampu. Namun, saat dihubungkan dengan empat buah kentang, lampu dapat menyala walaupun redup. Sementara itu, saat dihubungkan dengan lima buah kentang, lampu dapat menyala dengan terang.
Jumlah Kentang: 1
Kondisi Lampu: Tidak Menyala
Jumlah Kentang: 2
Kondisi Lampu: Tidak Menyala
Jumlah Kentang: 3
Kondisi Lampu: Tidak Menyala
Jumlah Kentang: 4
Kondisi Lampu: Menyala Redup
Jumlah Kentang: 5
Kondisi Lampu: Menyala Terang
Simpulan
Berdasarkan percobaan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kentang dapat mengalirkan arus listrik karena getah kentang memengaruhi logam seng dan tembaga secara kimiawi layaknya larutan elektrolit dalam aki. · Lampu dapat menyala karena adanya arus listrik yang mengalir dari kentang. Seperti halnya baterai pada lampu senter, kentang dan lempenganlempengan tersebut juga menghasilkan arus listrik walaupun lemah. Getah pada kentang mampu memengaruhi logam seng dan tembaga secara kimiawi layaknya elektolit dalam aki. Susunan tersebut disebut elemen galvani karena orang yang pertama kali melakukan eksperimen tersebut adalah seorang dokter dari ltalia yang bernama Galvani. Meskipun kentang dapat menghasilkan arus listrik, kentang tidak dapat menghidupkan lampu tanpa adanya elektrode. Arus listrik dapat dialirkan melalui seng (katoda) dan tembaga (anoda). Meskipun baterai kentang dapat dimanfaatkan layaknya baterai biasa, baterai tersebut memiliki kelemahan. Baterai kentang hanya bisa digunakan paling lama satu hari. Apabila baterai kentang dibiarkan selama beberapa hari, kentang akan membusuk dan mengeluarkan bau tak sedap.
Tuliskan tiga manfaat yang dapat kamu peroleh setelah membaca teks laporan percobaan tersebut.

21