Amira M
Ditanya 5 hari yang lalu
Iklan
Amira M
Ditanya 5 hari yang lalu
Pertanyaan
sejarah candi Borobudur
7
2
Iklan
Cindi A
Dijawab 11 jam yang lalu
Candi Borobudur adalah salah satu monumen Buddha terbesar dan paling megah di dunia. Dikenal sebagai simbol kejayaan arsitektur dan seni budaya dari masa lalu, Candi Borobudur memiliki sejarah yang kaya dan cerita mendalam yang tercermin dalam setiap batu dan reliefnya.
Raja yang membangun Candi Borobudur adalah Dinasti Sailendra yang mana menjadi peninggalan terbesar di dunia antara 780-840 Masehi. Dinasti Sailendra merupakan dinasti yang berkuasa pada masa itu. Candi Borobudur merupakan peninggalan agama Budha yang berfungsi sebagai salah satu tempat pemujaan Budha dan tempat ziarah. Tempat ini berisi petunjuk agar manusia menjauhkan diri dari nafsu dunia dan menuju pencerahan dan kebijaksanaan menurut Buddha. Peninggalan ini ditemukan oleh Pasukan Inggris pada tahun 1814 dibawah pimpinan Sir Thomas Stanford Raffles. Area candi berhasil dibersihkan seluruhnya pada tahun 1835.
semoga bermanfaat (◠‿◕)
· 5.0 (1)
Iklan
Nollando M
Dijawab 3 hari yang lalu
Borobudur dibangun pada masa kejayaan Dinasti Syailendra sekitar abad ke-8 hingga ke-9 Masehi dengan corak agama Buddha Mahayana. Berdasarkan penafsiran terhadap Prasasti Kayumwungan (Prasasti Karangtengah), pembangunannya diperkirakan dimulai sekitar 750 M dan selesai pada 26 Mei 824 M pada masa pemerintahan Raja Samaratungga (Fandy, n.d.; Soekmono, 1976). Pembangunan berlangsung hampir 100 tahun dengan menggunakan lebih dari dua juta balok batu andesit yang disusun menggunakan sistem penguncian (interlock), tanpa menggunakan semen atau perekat (Fandy, n.d.). Borobudur dirancang sebagai mandala raksasa yang menggambarkan alam semesta dalam kosmologi Buddha dan berfungsi sebagai tempat ziarah yang melambangkan perjalanan spiritual menuju pencerahan (Soekmono, 1976).
Setelah sekitar 150 tahun digunakan, pusat pemerintahan Mataram Kuno dipindahkan ke Jawa Timur pada abad ke-10 oleh Mpu Sindok. Borobudur kemudian perlahan ditinggalkan dan tertutup oleh abu vulkanik serta vegetasi hutan, sehingga keberadaannya terlupakan selama berabad-abad (Borobudur, 2026; Pemerintah Desa Bandongan, 2018). Candi ini ditemukan kembali pada 1814, ketika Jawa berada di bawah pemerintahan Inggris. Sir Thomas Stamford Raffles mendapat informasi mengenai keberadaan bangunan besar yang tersembunyi di wilayah Kedu dan kemudian mengutus H.C. Cornelius untuk menyelidikinya. Dengan bantuan sekitar 200 warga lokal, hutan dan tanah yang menutupi candi dibersihkan secara bertahap hingga seluruh struktur Borobudur berhasil terlihat pada 1835 (Borobudur, 2026; Pemerintah Desa Bandongan, 2018).
Setelah ditemukan, kondisi Borobudur cukup memprihatinkan akibat pelapukan batu, erosi, kerusakan struktur, dan penjarahan arca. Untuk menyelamatkannya, Indonesia bekerja sama dengan UNESCO dalam proyek pemugaran besar-besaran pada 1975–1982. Batu-batu candi dibongkar dan disusun kembali dengan memperkuat bagian pondasi serta memperbaiki sistem drainase untuk mencegah kerusakan lebih lanjut (Soekmono, 1976).
Upaya pemugaran tersebut berhasil melestarikan Borobudur dan kemudian mengantarkannya menjadi bagian dari Warisan Dunia UNESCO pada 1991 (Borobudur, 2026). Hingga kini, Borobudur menjadi salah satu peninggalan sejarah dan budaya terpenting di Indonesia, sekaligus memiliki nilai keagamaan, arsitektur, dan sejarah yang penting bagi dunia (Surti Nastiti, 2018).
· 0.0 (0)
Tanya ke AiRIS
Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

LATIHAN SOAL GRATIS!
Drill Soal
Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian


Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!