Amira M

Ditanya 5 hari yang lalu

Iklan

Amira M

Ditanya 5 hari yang lalu

Pertanyaan

sejarah candi Borobudur

sejarah candi Borobudur

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

23

:

06

:

23

Klaim

7

2


Iklan

Cindi A

Dijawab 11 jam yang lalu

<ul><li><strong>Sejarah Candi Borobudur</strong></li></ul><p><strong>Candi Borobudur adalah salah satu monumen Buddha terbesar dan paling megah di dunia. Dikenal sebagai simbol kejayaan arsitektur dan seni budaya dari masa lalu, Candi Borobudur memiliki sejarah yang kaya dan cerita mendalam yang tercermin dalam setiap batu dan reliefnya.</strong></p><ul><li><strong>Asal Usul Candi Borobudur</strong></li></ul><p><strong>Raja yang membangun Candi Borobudur adalah Dinasti Sailendra yang mana menjadi peninggalan terbesar di dunia antara 780-840 Masehi. Dinasti Sailendra merupakan dinasti yang berkuasa pada masa itu. Candi Borobudur merupakan peninggalan agama Budha yang berfungsi sebagai salah satu tempat pemujaan Budha dan tempat ziarah. Tempat ini berisi petunjuk agar manusia menjauhkan diri dari nafsu dunia dan menuju pencerahan dan kebijaksanaan menurut Buddha. Peninggalan ini ditemukan oleh Pasukan Inggris pada tahun 1814 dibawah pimpinan Sir Thomas Stanford Raffles. Area candi berhasil dibersihkan seluruhnya pada tahun 1835.</strong></p><p>&nbsp;</p><p><strong>semoga bermanfaat (⁠◠⁠‿⁠◕⁠)</strong></p>

  • Sejarah Candi Borobudur

Candi Borobudur adalah salah satu monumen Buddha terbesar dan paling megah di dunia. Dikenal sebagai simbol kejayaan arsitektur dan seni budaya dari masa lalu, Candi Borobudur memiliki sejarah yang kaya dan cerita mendalam yang tercermin dalam setiap batu dan reliefnya.

  • Asal Usul Candi Borobudur

Raja yang membangun Candi Borobudur adalah Dinasti Sailendra yang mana menjadi peninggalan terbesar di dunia antara 780-840 Masehi. Dinasti Sailendra merupakan dinasti yang berkuasa pada masa itu. Candi Borobudur merupakan peninggalan agama Budha yang berfungsi sebagai salah satu tempat pemujaan Budha dan tempat ziarah. Tempat ini berisi petunjuk agar manusia menjauhkan diri dari nafsu dunia dan menuju pencerahan dan kebijaksanaan menurut Buddha. Peninggalan ini ditemukan oleh Pasukan Inggris pada tahun 1814 dibawah pimpinan Sir Thomas Stanford Raffles. Area candi berhasil dibersihkan seluruhnya pada tahun 1835.

 

semoga bermanfaat (⁠◠⁠‿⁠◕⁠)


Iklan

Nollando M

Dijawab 3 hari yang lalu

<p>Borobudur dibangun pada masa kejayaan <strong>Dinasti Syailendra</strong> sekitar abad ke-8 hingga ke-9 Masehi dengan corak agama Buddha Mahayana. Berdasarkan penafsiran terhadap Prasasti Kayumwungan (Prasasti Karangtengah), pembangunannya diperkirakan dimulai sekitar <strong>750 M</strong> dan selesai pada <strong>26 Mei 824 M</strong> pada masa pemerintahan Raja Samaratungga (Fandy, n.d.; Soekmono, 1976). Pembangunan berlangsung hampir 100 tahun dengan menggunakan lebih dari dua juta balok batu andesit yang disusun menggunakan sistem penguncian (<i>interlock</i>), tanpa menggunakan semen atau perekat (Fandy, n.d.). Borobudur dirancang sebagai <strong>mandala raksasa</strong> yang menggambarkan alam semesta dalam kosmologi Buddha dan berfungsi sebagai tempat ziarah yang melambangkan perjalanan spiritual menuju pencerahan (Soekmono, 1976).<br>&nbsp;</p><p>Setelah sekitar 150 tahun digunakan, pusat pemerintahan Mataram Kuno dipindahkan ke Jawa Timur pada abad ke-10 oleh Mpu Sindok. Borobudur kemudian perlahan ditinggalkan dan tertutup oleh <strong>abu vulkanik serta vegetasi hutan</strong>, sehingga keberadaannya terlupakan selama berabad-abad (Borobudur, 2026; Pemerintah Desa Bandongan, 2018). Candi ini ditemukan kembali pada <strong>1814</strong>, ketika Jawa berada di bawah pemerintahan Inggris. Sir Thomas Stamford Raffles mendapat informasi mengenai keberadaan bangunan besar yang tersembunyi di wilayah Kedu dan kemudian mengutus <strong>H.C. Cornelius</strong> untuk menyelidikinya. Dengan bantuan sekitar 200 warga lokal, hutan dan tanah yang menutupi candi dibersihkan secara bertahap hingga seluruh struktur Borobudur berhasil terlihat pada <strong>1835</strong> (Borobudur, 2026; Pemerintah Desa Bandongan, 2018).<br>&nbsp;</p><p>Setelah ditemukan, kondisi Borobudur cukup memprihatinkan akibat pelapukan batu, erosi, kerusakan struktur, dan penjarahan arca. Untuk menyelamatkannya, Indonesia bekerja sama dengan <strong>UNESCO</strong> dalam proyek pemugaran besar-besaran pada <strong>1975–1982</strong>. Batu-batu candi dibongkar dan disusun kembali dengan memperkuat bagian pondasi serta memperbaiki sistem drainase untuk mencegah kerusakan lebih lanjut (Soekmono, 1976).<br><br>Upaya pemugaran tersebut berhasil melestarikan Borobudur dan kemudian mengantarkannya menjadi bagian dari <strong>Warisan Dunia UNESCO pada 1991</strong> (Borobudur, 2026). Hingga kini, Borobudur menjadi salah satu peninggalan sejarah dan budaya terpenting di Indonesia, sekaligus memiliki nilai keagamaan, arsitektur, dan sejarah yang penting bagi dunia (Surti Nastiti, 2018).</p><p>&nbsp;</p><h2><u>SUMBER</u></h2><ol><li>Borobudur. (2026, August 28). In <i>Wikipedia</i>. https://id.wikipedia.org/wiki/Borobudur</li><li>Fandy. (n.d.). <i>Asal-usul dan arsitektur pembangunan Candi Borobudur</i>. Gramedia Literasi. https://www.gramedia.com/literasi/asal-usul-dan-arsitektur-pembangunan-candi-borobudur/</li><li>Pemerintah Desa Bandongan. (2018, February 27). <i>Sejarah Candi Borobudur | Asal usul, peninggalan, dan pembangunan</i>. Website Resmi Desa Bandongan. https://desabandongan.magelangkab.go.id/First/detail_artikel/sejarah-candi-borobudur-asal-usul-peninggalan-dan-pembangunan</li><li>Soekmono, R. (1976). <i>Chandi Borobudur: A monument of mankind</i>. The Unesco Press.</li><li>Surti Nastiti, T. (2018). Re-interpretasi nama Candi Borobudur. <i>Amerta</i>, <i>36</i>(1), 13–26. https://doi.org/10.24832/amt.v36i1.326</li></ol>

Borobudur dibangun pada masa kejayaan Dinasti Syailendra sekitar abad ke-8 hingga ke-9 Masehi dengan corak agama Buddha Mahayana. Berdasarkan penafsiran terhadap Prasasti Kayumwungan (Prasasti Karangtengah), pembangunannya diperkirakan dimulai sekitar 750 M dan selesai pada 26 Mei 824 M pada masa pemerintahan Raja Samaratungga (Fandy, n.d.; Soekmono, 1976). Pembangunan berlangsung hampir 100 tahun dengan menggunakan lebih dari dua juta balok batu andesit yang disusun menggunakan sistem penguncian (interlock), tanpa menggunakan semen atau perekat (Fandy, n.d.). Borobudur dirancang sebagai mandala raksasa yang menggambarkan alam semesta dalam kosmologi Buddha dan berfungsi sebagai tempat ziarah yang melambangkan perjalanan spiritual menuju pencerahan (Soekmono, 1976).
 

Setelah sekitar 150 tahun digunakan, pusat pemerintahan Mataram Kuno dipindahkan ke Jawa Timur pada abad ke-10 oleh Mpu Sindok. Borobudur kemudian perlahan ditinggalkan dan tertutup oleh abu vulkanik serta vegetasi hutan, sehingga keberadaannya terlupakan selama berabad-abad (Borobudur, 2026; Pemerintah Desa Bandongan, 2018). Candi ini ditemukan kembali pada 1814, ketika Jawa berada di bawah pemerintahan Inggris. Sir Thomas Stamford Raffles mendapat informasi mengenai keberadaan bangunan besar yang tersembunyi di wilayah Kedu dan kemudian mengutus H.C. Cornelius untuk menyelidikinya. Dengan bantuan sekitar 200 warga lokal, hutan dan tanah yang menutupi candi dibersihkan secara bertahap hingga seluruh struktur Borobudur berhasil terlihat pada 1835 (Borobudur, 2026; Pemerintah Desa Bandongan, 2018).
 

Setelah ditemukan, kondisi Borobudur cukup memprihatinkan akibat pelapukan batu, erosi, kerusakan struktur, dan penjarahan arca. Untuk menyelamatkannya, Indonesia bekerja sama dengan UNESCO dalam proyek pemugaran besar-besaran pada 1975–1982. Batu-batu candi dibongkar dan disusun kembali dengan memperkuat bagian pondasi serta memperbaiki sistem drainase untuk mencegah kerusakan lebih lanjut (Soekmono, 1976).

Upaya pemugaran tersebut berhasil melestarikan Borobudur dan kemudian mengantarkannya menjadi bagian dari Warisan Dunia UNESCO pada 1991 (Borobudur, 2026). Hingga kini, Borobudur menjadi salah satu peninggalan sejarah dan budaya terpenting di Indonesia, sekaligus memiliki nilai keagamaan, arsitektur, dan sejarah yang penting bagi dunia (Surti Nastiti, 2018).

 

SUMBER

  1. Borobudur. (2026, August 28). In Wikipedia. https://id.wikipedia.org/wiki/Borobudur
  2. Fandy. (n.d.). Asal-usul dan arsitektur pembangunan Candi Borobudur. Gramedia Literasi. https://www.gramedia.com/literasi/asal-usul-dan-arsitektur-pembangunan-candi-borobudur/
  3. Pemerintah Desa Bandongan. (2018, February 27). Sejarah Candi Borobudur | Asal usul, peninggalan, dan pembangunan. Website Resmi Desa Bandongan. https://desabandongan.magelangkab.go.id/First/detail_artikel/sejarah-candi-borobudur-asal-usul-peninggalan-dan-pembangunan
  4. Soekmono, R. (1976). Chandi Borobudur: A monument of mankind. The Unesco Press.
  5. Surti Nastiti, T. (2018). Re-interpretasi nama Candi Borobudur. Amerta, 36(1), 13–26. https://doi.org/10.24832/amt.v36i1.326

Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

tolong jawab pls

32

3.0

Jawaban terverifikasi