Vania E

08 Februari 2025 13:36

Iklan

Vania E

08 Februari 2025 13:36

Pertanyaan

Penambahan jumlah pasien Covid-19 di suatu rumah sakit pada setiap minggu mengikuti pola barisan geometri. Pada minggu kedua, tercatat 36 ranjang pasien yang digunakan. Pada minggu ketiga, jumlah ranjang yang digunakan meningkat menjadi 72. Tentukan total ranjang pasien yang harus disediakan petugas rumah sakit pada bulan kedua!

Penambahan jumlah pasien Covid-19 di suatu rumah sakit pada setiap minggu mengikuti pola barisan geometri. Pada minggu kedua, tercatat 36 ranjang pasien yang digunakan. Pada minggu ketiga, jumlah ranjang yang digunakan meningkat menjadi 72. Tentukan total ranjang pasien yang harus disediakan petugas rumah sakit pada bulan kedua!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

11

:

24

:

01

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

Nia W

09 Februari 2025 06:10

Jawaban terverifikasi

<p>Untuk menyelesaikan persoalan ini, kita perlu mengidentifikasi pola barisan geometri yang diberikan.</p><p><strong>Langkah 1: Mengidentifikasi Rasio (r)</strong></p><p>Dalam barisan geometri, setiap suku setelah yang pertama diperoleh dengan mengalikan suku sebelumnya dengan rasio yang konstan (r).</p><p>Diketahui:</p><ul><li>Minggu ke-2: 36 ranjang</li><li>Minggu ke-3: 72 ranjang</li></ul><p>Maka, rasio (r) dapat dihitung sebagai:</p><p>r = (Jumlah ranjang minggu ke-3) / (Jumlah ranjang minggu ke-2) r = 72 / 36 r = 2</p><p><strong>Langkah 2: Menentukan Jumlah Ranjang pada Minggu ke-1</strong></p><p>Untuk mengetahui jumlah ranjang pada minggu ke-1, kita dapat menggunakan rumus suku ke-n barisan geometri:</p><p>Uₙ = U₁ * r^(n-1)</p><p>Di mana:</p><ul><li>Uₙ adalah suku ke-n</li><li>U₁ adalah suku pertama</li><li>r adalah rasio</li><li>n adalah nomor minggu</li></ul><p>Kita sudah mengetahui U₂ (minggu ke-2) adalah 36 dan r adalah 2. Maka, kita bisa mencari U₁:</p><p>36 = U₁ * 2^(2-1) 36 = U₁ * 2 U₁ = 36 / 2 U₁ = 18</p><p><strong>Langkah 3: Menghitung Jumlah Ranjang pada Bulan Kedua</strong></p><p>Karena setiap bulan terdiri dari 4 minggu, maka bulan kedua terdiri dari minggu ke-5 hingga minggu ke-8. Kita perlu menghitung jumlah ranjang pada setiap minggu tersebut dan menjumlahkannya.</p><ul><li>Minggu ke-5: U₅ = 18 * 2^(5-1) = 18 * 16 = 288</li><li>Minggu ke-6: U₆ = 18 * 2^(6-1) = 18 * 32 = 576</li><li>Minggu ke-7: U₇ = 18 * 2^(7-1) = 18 * 64 = 1152</li><li>Minggu ke-8: U₈ = 18 * 2^(8-1) = 18 * 128 = 2304</li></ul><p>Total ranjang pada bulan kedua adalah:</p><p>288 + 576 + 1152 + 2304 = 4320</p><p><strong>Kesimpulan</strong></p><p>Total ranjang pasien yang harus disediakan petugas rumah sakit pada bulan kedua adalah 4320 ranjang.</p>

Untuk menyelesaikan persoalan ini, kita perlu mengidentifikasi pola barisan geometri yang diberikan.

Langkah 1: Mengidentifikasi Rasio (r)

Dalam barisan geometri, setiap suku setelah yang pertama diperoleh dengan mengalikan suku sebelumnya dengan rasio yang konstan (r).

Diketahui:

  • Minggu ke-2: 36 ranjang
  • Minggu ke-3: 72 ranjang

Maka, rasio (r) dapat dihitung sebagai:

r = (Jumlah ranjang minggu ke-3) / (Jumlah ranjang minggu ke-2) r = 72 / 36 r = 2

Langkah 2: Menentukan Jumlah Ranjang pada Minggu ke-1

Untuk mengetahui jumlah ranjang pada minggu ke-1, kita dapat menggunakan rumus suku ke-n barisan geometri:

Uₙ = U₁ * r^(n-1)

Di mana:

  • Uₙ adalah suku ke-n
  • U₁ adalah suku pertama
  • r adalah rasio
  • n adalah nomor minggu

Kita sudah mengetahui U₂ (minggu ke-2) adalah 36 dan r adalah 2. Maka, kita bisa mencari U₁:

36 = U₁ * 2^(2-1) 36 = U₁ * 2 U₁ = 36 / 2 U₁ = 18

Langkah 3: Menghitung Jumlah Ranjang pada Bulan Kedua

Karena setiap bulan terdiri dari 4 minggu, maka bulan kedua terdiri dari minggu ke-5 hingga minggu ke-8. Kita perlu menghitung jumlah ranjang pada setiap minggu tersebut dan menjumlahkannya.

  • Minggu ke-5: U₅ = 18 * 2^(5-1) = 18 * 16 = 288
  • Minggu ke-6: U₆ = 18 * 2^(6-1) = 18 * 32 = 576
  • Minggu ke-7: U₇ = 18 * 2^(7-1) = 18 * 64 = 1152
  • Minggu ke-8: U₈ = 18 * 2^(8-1) = 18 * 128 = 2304

Total ranjang pada bulan kedua adalah:

288 + 576 + 1152 + 2304 = 4320

Kesimpulan

Total ranjang pasien yang harus disediakan petugas rumah sakit pada bulan kedua adalah 4320 ranjang.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Pertanyaan Vaksinasi Covid-19 telah dimulai, Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama yang divaksin menggunakan vaksin Sinovac. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Emergency Use Authorization (EUA) telah memberikan izin atas penggunaan vaksin Sinovac. Namun, masih ada masyarakat yang merasa ragu tentang keamanan dan kehalalan vaksin Sinovac. Untuk mengatasi keraguan masyarakat terhadap vaksin Sinovac, ada empat aspek yang harus diketahui. Pertama adalah efikasi. Berdasarkan uji klinis fase ketiga yang telah dilakukan di Bandung, vaksin Sinovac memiliki tingkat efikasi sebesar 65,3 persen. Angka ini sudah memenuhi syarat yang telah ditetapkan oleh World Health Organization (WHO). kedua adalah efek samping. Vaksin Sinovac buatan Tiongkok ini tidak memiliki efek samping yang serius. ketiga adalah halal. Berdasarkan fatwa MUI pada 11 Januari 2021, vaksin Sinovac dinyatakan suci dan halal. Selain itu, vaksin ini dapat digunakan oleh umat Islam selama keamanannya terjamin. keempat adalah reaksi. sesaat setelah divaksin akan ada beberapa reaksi seperti kemerahan, demam, nyeri otot, sakit kepala, dan mual. Berbagai asumsi tentang keamanan atau kehalalan provinsi novel telah terjawab. Oleh karena itu, sebaiknya kita mengikuti anjuran pemerintah untuk melakukan vaksinasi Covid-19. dengan demikian kasus Covid-19 di Indonesia dapat makin berkurang dan pandemi segera berakhir. 1. Tentukan kalimat opini dalam artikel tsb! 2. Tentukan kalimat fakta dalam artikel tsb! 3. Tentukan gagasan pokok paragraf kedua dalam artikel tsb! 4. Mengapa masyarakat masih ragu menerima vaksin Sinovac? Mohon dijawab kakkk

1

0.0

Jawaban terverifikasi

Pertanyaan Vaksinasi Covid-19 telah dimulai, Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama yang divaksin menggunakan vaksin Sinovac. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Emergency Use Authorization (EUA) telah memberikan izin atas penggunaan vaksin Sinovac. Namun, masih ada masyarakat yang merasa ragu tentang keamanan dan kehalalan vaksin Sinovac. Untuk mengatasi keraguan masyarakat terhadap vaksin Sinovac, ada empat aspek yang harus diketahui. Pertama adalah efikasi. Berdasarkan uji klinis fase ketiga yang telah dilakukan di Bandung, vaksin Sinovac memiliki tingkat efikasi sebesar 65,3 persen. Angka ini sudah memenuhi syarat yang telah ditetapkan oleh World Health Organization (WHO). kedua adalah efek samping. Vaksin Sinovac buatan Tiongkok ini tidak memiliki efek samping yang serius. ketiga adalah halal. Berdasarkan fatwa MUI pada 11 Januari 2021, vaksin Sinovac dinyatakan suci dan halal. Selain itu, vaksin ini dapat digunakan oleh umat Islam selama keamanannya terjamin. keempat adalah reaksi. sesaat setelah divaksin akan ada beberapa reaksi seperti kemerahan, demam, nyeri otot, sakit kepala, dan mual. Berbagai asumsi tentang keamanan atau kehalalan provinsi novel telah terjawab. Oleh karena itu, sebaiknya kita mengikuti anjuran pemerintah untuk melakukan vaksinasi Covid-19. dengan demikian kasus Covid-19 di Indonesia dapat makin berkurang dan pandemi segera berakhir. 1. Tentukan kalimat opini dalam artikel tsb! 2. Tentukan kalimat fakta dalam artikel tsb! 3. Tentukan gagasan pokok paragraf kedua dalam artikel tsb! 4. Mengapa masyarakat masih ragu menerima vaksin Sinovac? Mohon dijawab kakkk

1

5.0

Jawaban terverifikasi

Bacalah teks editorial berikut! Sesuai prediksi, kasus positif Covid-19 terus merambat naik sejak bulan Juni 2022. Hal ini diperkirakan akan mencapai puncaknya pada Juli 2022. Bagaimana cara mengantisipasi kondisi ini? Pada 30 Juni 2022, kasus positif Covid-19 tercatat sebanyak 2.248. Padahal, satu bulan sebelumnya hanya ada 218 kasus. Ya, memang benar jika dibandingkan dengan puncak penularan pada 16 Februari 2022 sebanyak 64.718, kasus kali ini masih sangat jauh angkanya. Namun, tetap saja, fenomena ini perlu diwaspadai dan dimitigasi supaya tidak ada penyesalan nantinya. Setelah lebih dari dua tahun terjadinya pandemi, kini datang lagi varian Delta yang lebih ganas pada awal tahun 2021. Seiring berjalannya waktu, kasus mulai menurun seiring meluasnya cakupan imunisasi. Setelah itu, datang varian baru, Omicron. Bersyukur, meski lebih mudah menular, namun Omicron tidak seganas Delta. Ternyata, Omicron datang bersama kawan-kawannya. Muncul turunan varian Omicron dari BA.2, BA.4, hingga BA.5. Meski tingkat keganasan virus ini semakin rendah, namun berbagai cara tetap perlu diupayakan supaya penularan dapat segera dikendalikan. Tentu saja, upaya ini tidaklah mudah, mengingat berbagai pelonggaran sudah dilakukan. Dari diadakannya tes antigen atau PCR bagi setiap penumpang kereta api dan pesawat yang sudah melakukan vaksinasi, lengkap denganbooster-nya, hingga diperbolehkannya membuka masker di tempat terbuka. Di satu sisi, upaya pemerintah untuk membangkitkan kembali aktivitas masyarakat dapat dipahami agar ekonomi segera pulih, terlebih target imunisasi saat ini sudah melampaui target. Terhitung hingga 2 Juli 2022, vaksinasi dosis pertama sudah mencapai 96,78 persen, dosis kedua 81,20 persen, dan dosis ketiga 24,45 persen. Artinya, kekebalan komunitas sudah tercapai. Namun, di sisi lain kita tetap perlu melindungi mereka yang rentan, misalnya karena sudah berusia lanjut, anak-anak, atau yang belum mendapatkan vaksinasi karena berbagai alasan. Sedikit kita menilik Singapura. Mereka sudah menambah tempat tidur bagi pasien rawat inap di rumah sakit dan panti jompo. Posko berbasis komunitas juga sudah mulai dibuka untuk mengobati pasien bergejala ringan. Tidak hanya itu, posko tersebut juga digunakan untuk memantau pasien isolasi mandiri di wilayahnya masing-masing. Indonesia juga bisa melakukan hal yang sama. Perlu disiagakan kembali Wisma Atlet, rumah sakit, puskesmas, dan posko mandiri untuk tanggap darurat di seluruh Indonesia. Vaksinasi juga perlu untuk terus ditingkatkan cakupannya, dan kembali melakukantracinguntuk memutus rantai penularan. Lebih dari itu, masyarakat tetap perlu untuk menerapkan protokol kesehatan dan kembali memakai masker di mana pun mereka berada. Cara seperti ini sudah terbukti tidak hanya efektif mencegah Covid-19, melainkan juga penyakit menular lainnya. Ya, kita memang tidak sebebas dulu saat sebelum ada Covid-19. Analisis kalimat fakta dan opininya!

4

5.0

Jawaban terverifikasi