Kumala N

18 Mei 2024 04:07

Iklan

Kumala N

18 Mei 2024 04:07

Pertanyaan

Mohon di jawab

Mohon di jawab

alt

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

00

:

20

:

04

Klaim

3

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

Dea K

Community

18 Mei 2024 04:26

Jawaban terverifikasi

<p>Molekul dapat dikatakan polar apabila <strong>beda keelektronegatifan jauh</strong>.</p><p>&nbsp;</p><p>Beda keelektronegatifan yang jauh antara atom-atom dalam sebuah molekul menjadi salah satu faktor utama yang menentukan polaritas molekul.</p><p>&nbsp;</p><p>Keelektronegatifan adalah kemampuan suatu atom untuk menarik pasangan elektron yang terikat dengannya dalam suatu ikatan kovalen. Ketika perbedaan keelektronegatifan antara dua atom dalam sebuah ikatan kovalen signifikan (misalnya, antara atom hidrogen dan oksigen dalam air), atom yang lebih elektronegatif akan menarik pasangan elektron dengan lebih kuat daripada atom yang kurang elektronegatif.</p><p>Ketika ini terjadi, terjadi pembentukan muatan parsial positif pada satu ujung molekul (atom yang kurang elektronegatif) dan muatan parsial negatif pada ujung lainnya (atom yang lebih elektronegatif). Ini menciptakan suatu momen dipol dalam molekul, yang menunjukkan bahwa molekul tersebut polar.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>Mari kita tinjau pilihan yang lain:</strong></p><ul><li>Elektron bebas pada salah satu atom: Elektron bebas pada satu atom tidak akan menyebabkan polaritas molekul. Polaritas terjadi karena adanya perbedaan keelektronegatifan antara atom-atom yang terikat dalam molekul, bukan karena keberadaan elektron bebas.</li><li>Vektor tidak saling meniadakan: Ini bukanlah syarat yang cukup untuk menentukan apakah suatu molekul polar atau tidak. Sebuah molekul dapat memiliki vektor dipol yang tidak saling meniadakan jika ada satu atau lebih ikatan polar di dalamnya, tetapi keberadaan ikatan polar tidak menjamin bahwa molekul tersebut polar, tergantung pada arah dan kekuatan masing-masing vektor dipol.</li><li>Momen dipol tidak sama dengan nol: Ini adalah salah satu indikasi penting polaritas molekul. Namun, momen dipol yang tidak sama dengan nol hanyalah hasil dari keberadaan perbedaan keelektronegatifan yang signifikan antara atom-atom dalam molekul, yang menyebabkan molekul tersebut menjadi polar.</li></ul><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Dengan demikian, beda keelektronegatifan yang signifikan dan jauh adalah indikasi kuat bahwa molekul tersebut polar. Oleh karena itu, <strong>pilihan 4 ("Beda keelektronegatifan jauh") </strong>adalah jawabannya.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p>

Molekul dapat dikatakan polar apabila beda keelektronegatifan jauh.

 

Beda keelektronegatifan yang jauh antara atom-atom dalam sebuah molekul menjadi salah satu faktor utama yang menentukan polaritas molekul.

 

Keelektronegatifan adalah kemampuan suatu atom untuk menarik pasangan elektron yang terikat dengannya dalam suatu ikatan kovalen. Ketika perbedaan keelektronegatifan antara dua atom dalam sebuah ikatan kovalen signifikan (misalnya, antara atom hidrogen dan oksigen dalam air), atom yang lebih elektronegatif akan menarik pasangan elektron dengan lebih kuat daripada atom yang kurang elektronegatif.

Ketika ini terjadi, terjadi pembentukan muatan parsial positif pada satu ujung molekul (atom yang kurang elektronegatif) dan muatan parsial negatif pada ujung lainnya (atom yang lebih elektronegatif). Ini menciptakan suatu momen dipol dalam molekul, yang menunjukkan bahwa molekul tersebut polar.

 

Mari kita tinjau pilihan yang lain:

  • Elektron bebas pada salah satu atom: Elektron bebas pada satu atom tidak akan menyebabkan polaritas molekul. Polaritas terjadi karena adanya perbedaan keelektronegatifan antara atom-atom yang terikat dalam molekul, bukan karena keberadaan elektron bebas.
  • Vektor tidak saling meniadakan: Ini bukanlah syarat yang cukup untuk menentukan apakah suatu molekul polar atau tidak. Sebuah molekul dapat memiliki vektor dipol yang tidak saling meniadakan jika ada satu atau lebih ikatan polar di dalamnya, tetapi keberadaan ikatan polar tidak menjamin bahwa molekul tersebut polar, tergantung pada arah dan kekuatan masing-masing vektor dipol.
  • Momen dipol tidak sama dengan nol: Ini adalah salah satu indikasi penting polaritas molekul. Namun, momen dipol yang tidak sama dengan nol hanyalah hasil dari keberadaan perbedaan keelektronegatifan yang signifikan antara atom-atom dalam molekul, yang menyebabkan molekul tersebut menjadi polar.

 

 

Dengan demikian, beda keelektronegatifan yang signifikan dan jauh adalah indikasi kuat bahwa molekul tersebut polar. Oleh karena itu, pilihan 4 ("Beda keelektronegatifan jauh") adalah jawabannya.

 

 


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Bu Vina mengirimkan beras kepada pedagang dalam kemasan 25 kg dan 50 kg menggunakan truk. Banyak karung beras keseluruhan adalah 200 karung dengan total berat beras adalah 8 ton, 8. Berdasarkan teks tersebut, pilihlah semua jawaban yang benar. Jawaban benar lebih dari satu. Banyak karung beras kemasan 25 kg adalah 50 buah. Banyak karung beras kemasan 50 kg adalah 150 buah. Total berat beras dalam kemasan 25 kg adalah 2 ton. Perbandingan berat beras kemasan 25 kg dan 50 kg dalam truk adalah 1: 3. 9. Berdasarkan teks tersebut, jika biaya setiap beras karung kecil adalah Rp7.500 dan karung besar Rp14.000, berapakah biaya angkut semua beras yang harus dibayar oleh Bu Vina? A. Rp2.540.000 C. Rp2.312.000 B. Rp2.475.000 D. Rp2.280.000

36

4.0

Jawaban terverifikasi