Patricia M

27 Februari 2024 13:42

Iklan

Patricia M

27 Februari 2024 13:42

Pertanyaan

menurut pendapatmu dari 5 teori masuknya agama HinduBuddha diNusantara tersebut apa kelebihan dan kekurangan dari teori teori berikan juga alasannya

menurut pendapatmu dari 5 teori masuknya agama  HinduBuddha  diNusantara   tersebut apa kelebihan dan kekurangan dari teori teori berikan juga alasannya

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

16

:

19

:

30

Klaim

2

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

KH. K

01 Maret 2024 06:25

Jawaban terverifikasi

Terdapat beberapa teori yang mengusulkan berbagai cara masuknya agama Hindu-Buddha ke Nusantara. Berikut adalah beberapa teori tersebut beserta kelebihan dan kekurangannya: 1. **Teori Perdagangan**: - **Kelebihan**: Teori ini menekankan peran perdagangan dalam penyebaran agama Hindu-Buddha. Kekuatan perdagangan dari India dan wilayah lainnya di Asia Tenggara memungkinkan kontak budaya dan agama antara berbagai wilayah. - **Kekurangan**: Namun, teori ini tidak menjelaskan dengan detail bagaimana agama Hindu-Buddha secara khusus diterima dan diadopsi oleh masyarakat di Nusantara. Teori ini juga kurang memperhatikan faktor sosial, politik, dan budaya dalam proses penyebaran agama. 2. **Teori Penyebaran Melalui Misi Keagamaan**: - **Kelebihan**: Teori ini menyoroti peran para misionaris dan biksu dalam menyebarkan agama Hindu-Buddha ke Nusantara. Mereka melakukan perjalanan dan misi keagamaan untuk mengajarkan ajaran-ajaran agama dan membuka hubungan dengan masyarakat lokal. - **Kekurangan**: Namun, teori ini tidak menjelaskan dengan rinci bagaimana agama Hindu-Buddha secara efektif diterima oleh masyarakat setempat. Faktor-faktor lokal seperti kepercayaan tradisional dan struktur sosial juga perlu dipertimbangkan. 3. **Teori Kekerasan dan Penaklukan**: - **Kelebihan**: Teori ini menyoroti peran penaklukan dan kekerasan dalam penyebaran agama Hindu-Buddha di Nusantara, terutama oleh kerajaan-kerajaan dari India Selatan dan wilayah lainnya. - **Kekurangan**: Namun, teori ini cenderung mengabaikan peran perubahan budaya dan akulturasi dalam proses penyebaran agama. Kekerasan mungkin menjadi faktor, tetapi tidak cukup untuk menjelaskan penerimaan agama baru oleh masyarakat. 4. **Teori Akulturasi Budaya**: - **Kelebihan**: Teori ini menekankan proses akulturasi budaya di mana unsur-unsur agama Hindu-Buddha disesuaikan dengan kepercayaan dan tradisi lokal di Nusantara. Ini memungkinkan penyebaran agama secara damai dan bertahap. - **Kekurangan**: Namun, teori ini tidak selalu menjelaskan bag


Iklan

Yuni H

28 Februari 2024 09:54

Jawaban terverifikasi

<p>Teori-teori tentang masuknya agama Hindu dan Buddha di Nusantara bersifat interpretatif dan terdapat perbedaan pandangan di kalangan ahli sejarah. Beberapa teori yang umum diterima adalah Teori India, Teori China, Teori Kepulauan, Teori Persinggungan Budaya, dan Teori Kedatangan Awal.&nbsp;</p><p><strong>Teori India:</strong></p><ul><li><i>Kelebihan:</i> Menyatakan bahwa agama Hindu dan Buddha masuk ke Nusantara melalui hubungan langsung dengan India, baik melalui perdagangan maupun invasi. Menekankan pengaruh kuat India pada perkembangan kebudayaan Nusantara.</li><li><i>Kekurangan:</i> Tidak menjelaskan dengan detail mekanisme penyebaran agama dan mengabaikan kemungkinan adanya pengaruh lokal dan kebudayaan asli.</li></ul><p><strong>Teori China:</strong></p><ul><li><i>Kelebihan:</i> Menyajikan pandangan bahwa agama Hindu dan Buddha masuk melalui jalur perdagangan maritim yang melibatkan Cina dan India, menciptakan keterkaitan antara kebudayaan Nusantara dengan kedua negara tersebut.</li><li><i>Kekurangan:</i> Tidak dapat menjelaskan secara rinci tentang pengaruh khusus dari masing-masing budaya dan agama, dan kurang memperhatikan perbedaan antara pengaruh Hindu dan Buddha.</li></ul><p><strong>Teori Kepulauan:</strong></p><ul><li><i>Kelebihan:</i> Menekankan peran jalur perdagangan laut dan hubungan antar kepulauan sebagai sarana penyebaran agama Hindu dan Buddha.</li><li><i>Kekurangan:</i> Kurang menjelaskan pengaruh dan adaptasi agama Hindu dan Buddha di daratan Nusantara serta tidak memberikan penjelasan yang memadai tentang perbedaan perkembangan agama di berbagai wilayah.</li></ul><p><strong>Teori Persinggungan Budaya:</strong></p><ul><li><i>Kelebihan:</i> Memperhitungkan kemungkinan adanya proses asimilasi dan akulturasi antara budaya lokal dengan agama Hindu dan Buddha.</li><li><i>Kekurangan:</i> Mungkin kurang fokus pada pengaruh langsung dari India dan China, dan tidak selalu memberikan penjelasan yang memadai tentang proses perubahan kebudayaan dan agama.</li></ul><p><strong>Teori Kedatangan Awal:</strong></p><ul><li><i>Kelebihan:</i> Mengusulkan bahwa agama Hindu dan Buddha telah hadir sejak awal dalam sejarah Nusantara, memberikan dasar untuk menjelaskan adaptasi dan pengaruh yang berkelanjutan.</li><li><i>Kekurangan:</i> Tidak selalu memberikan penjelasan yang memadai tentang mekanisme penyebaran awal agama dan kurang memperhitungkan pengaruh dari luar.</li></ul>

Teori-teori tentang masuknya agama Hindu dan Buddha di Nusantara bersifat interpretatif dan terdapat perbedaan pandangan di kalangan ahli sejarah. Beberapa teori yang umum diterima adalah Teori India, Teori China, Teori Kepulauan, Teori Persinggungan Budaya, dan Teori Kedatangan Awal. 

Teori India:

  • Kelebihan: Menyatakan bahwa agama Hindu dan Buddha masuk ke Nusantara melalui hubungan langsung dengan India, baik melalui perdagangan maupun invasi. Menekankan pengaruh kuat India pada perkembangan kebudayaan Nusantara.
  • Kekurangan: Tidak menjelaskan dengan detail mekanisme penyebaran agama dan mengabaikan kemungkinan adanya pengaruh lokal dan kebudayaan asli.

Teori China:

  • Kelebihan: Menyajikan pandangan bahwa agama Hindu dan Buddha masuk melalui jalur perdagangan maritim yang melibatkan Cina dan India, menciptakan keterkaitan antara kebudayaan Nusantara dengan kedua negara tersebut.
  • Kekurangan: Tidak dapat menjelaskan secara rinci tentang pengaruh khusus dari masing-masing budaya dan agama, dan kurang memperhatikan perbedaan antara pengaruh Hindu dan Buddha.

Teori Kepulauan:

  • Kelebihan: Menekankan peran jalur perdagangan laut dan hubungan antar kepulauan sebagai sarana penyebaran agama Hindu dan Buddha.
  • Kekurangan: Kurang menjelaskan pengaruh dan adaptasi agama Hindu dan Buddha di daratan Nusantara serta tidak memberikan penjelasan yang memadai tentang perbedaan perkembangan agama di berbagai wilayah.

Teori Persinggungan Budaya:

  • Kelebihan: Memperhitungkan kemungkinan adanya proses asimilasi dan akulturasi antara budaya lokal dengan agama Hindu dan Buddha.
  • Kekurangan: Mungkin kurang fokus pada pengaruh langsung dari India dan China, dan tidak selalu memberikan penjelasan yang memadai tentang proses perubahan kebudayaan dan agama.

Teori Kedatangan Awal:

  • Kelebihan: Mengusulkan bahwa agama Hindu dan Buddha telah hadir sejak awal dalam sejarah Nusantara, memberikan dasar untuk menjelaskan adaptasi dan pengaruh yang berkelanjutan.
  • Kekurangan: Tidak selalu memberikan penjelasan yang memadai tentang mekanisme penyebaran awal agama dan kurang memperhitungkan pengaruh dari luar.

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Jelaskan Dalam bentuk apa dukungan Vatikan dalam merespon berita proklamasi???

4

5.0

Jawaban terverifikasi

[1] Gaya hidup sedentari alias kurang gerak atau mager (malas gerak) adalah masalah yang sering dialami oleh penduduk perkotaan. [2] Bekerja di depan layar komputer sepanjang hari, kelamaan terjebak macet di jalan,atau hobi main gim tanpa diimbangi olahraga merupakan bentuk dari gaya hidup sedentari. [3] Jika Anda termasuk salah satu orang yang sering melakukan berbagai rutinitas tersebut, Anda harus waspada. [4] Pasalnya, gaya hidup sedentari sangat berbahaya karena membuat Anda berisiko terkena diabetes tipe 2. [5] Gaya hidup sedentari menyebabkan masyarakat, terutama penduduk kota, malas bergerak. [6] Coba ingat-ingat, dalam sehari ini, sudah berapa kali Anda dalam menggunakan aplikasi online untuk memenuhi kebutuh Anda? [7] Selain itu, tilik juga berapa banyak langkah yang sudah Anda dapatkan pada hari ini? [8] Seiring dengan pengembangan teknologi yang makin canggih, apa pun yang Anda butuhkan kini bisa langsung diantar ke ruangan kantor Anda atau depan rumah. [9] Selain hemat waktu, Anda pun jadi tak perlu mengeluarkan energi untuk mendapatkan apa yang Anda mau. [10] Namun, tahukah Anda bahwa segala kemudahan tersebut menyimpan bahaya bagi tubuh Anda? [11] Minimnya aktifitas fisik karena gaya hidup ini membuatmu berisiko lebih tinggi terkena berbagai penyakit kronis, termasuk diabetes. [12] Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa gaya hidup ini juga termasuk 1 dari 10 penyebab kematian terbanyak di dunia. [13] Selain itu, data terbaru dari Riskedas 2018 menguak bahwa DKI Jakarta merupakan provinsi dengan tingkat diabetes melitus tertinggi di Indonesia. [14] Ini menunjukkan bahwa gaya hidup mager amat erat kaitannya dengan tingkat diabetes di perkotaan. Bentuk bahasa yang sejenis dengan mager pada kalimat 1 adalah.... a. magang b. oncom c. rudal d. pugar

4

5.0

Jawaban terverifikasi