Humayro H

15 Januari 2026 15:17

Iklan

Humayro H

15 Januari 2026 15:17

Pertanyaan

mengapa saat kita memiliki kuota, seluruh apk yg mengharuskan online bisa digunakan? dan saat kuota habis, semua apk itu tidak bisa digunakan? dan bagaimana asal mula terciptanya yang namanya kuota dan jg pulsa?

mengapa saat kita memiliki kuota, seluruh apk yg mengharuskan online bisa digunakan? dan saat kuota habis, semua apk itu tidak bisa digunakan? dan bagaimana asal mula terciptanya yang namanya kuota dan jg pulsa?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

00

:

18

:

47

Klaim

5

2


Iklan

Rasya D

16 Januari 2026 02:04

<h1><strong>Karena akses internet lewat ponsel dikontrol oleh operator.</strong></h1><p>&nbsp;</p><p>Selama kuota (atau saldo yang dipakai untuk data) masih ada, operator meneruskan paket data sehingga aplikasi online bisa terhubung; saat kuota habis operator menghentikan atau memperlambat koneksi sehingga aplikasi online tidak bisa berfungsi.</p><p>&nbsp;</p><h2>Penjelasan (semi-detail, langkah demi langkah)</h2><p>&nbsp;</p><p><strong>Bagaimana data dipakai saat kita “online”?</strong></p><p>Saat aplikasi butuh internet, ponsel mengirim dan menerima paket data lewat jaringan seluler (3G/4G/5G) atau Wi-Fi.</p><p>Untuk jaringan seluler, semua paket itu melewati infrastruktur operator (gateway/penyaring) yang mencatat berapa banyak data yang digunakan oleh setiap nomor/SIM.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>Bagaimana dengan peran kuota dan sistem penagihan operator?</strong></p><p>Kuota adalah batas pemakaian data yang kamu beli (mis. 5 GB). Operator punya pencatat pemakaian yang menghitung byte masuk/keluar untuk SIM kamu.</p><p>Selama total penggunaan belum melewati kuota, operator mengizinkan lalu lintas internet normal. Setelah melewati, sistem policy operator menerapkan aturan: memblokir akses, mengarahkan ke halaman isi ulang, atau menurunkan kecepatan (throttling). Itu sebabnya aplikasi yang butuh koneksi jadi tidak berfungsi.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>Mengapa semua aplikasi mati bersamaan saat kuota habis?</strong></p><p>Karena pembatasan terjadi di level jaringan/operator, bukan di tiap aplikasi. Jadi ketika koneksi seluler dibatasi untuk SIM itu, semua aplikasi yang mengandalkan internet seluler terkena dampaknya sekaligus.</p><p>Catatan: jika ponsel masih punya Wi-Fi tersambung, aplikasi tetap bisa jalan lewat Wi-Fi karena itu melewati jaringan berbeda.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>Apa perbedaan kuota dan pulsa?</strong></p><p><i>Pulsa</i> awalnya adalah saldo prabayar untuk layanan suara/SMS dan juga bisa dipakai untuk beli paket data. Istilah populer di Indonesia: pulsa = kredit akun.</p><p><i>Kuota</i> biasanya berarti paket data yang dibeli (GB). Kadang operator mengatur agar ketika kuota habis, data tetap bisa dipakai dengan tarif dari pulsa (jadi pulsa terpotong) &nbsp;atau akses langsung ditutup hingga isi ulang.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>Dari mana asal-usulnya?</strong></p><p>Sistem <i>pulsa</i> muncul sejak layanan GSM prabayar (1990-an): operator butuh cara agar pelanggan bayar sebelum pakai.</p><p><i>Kuota data</i> muncul belakangan seiring populernya internet mobile (pertengahan 2000-an ke atas) untuk memudahkan penjualan paket data dengan batas terukur (GB), manajemen kapasitas jaringan, dan strategi harga.</p><p>&nbsp;</p><p>---</p><p>&nbsp;</p><p><strong>Ringkasan: </strong>kuota adalah aturan pemakaian yang ditegakkan oleh jaringan operator. Kalau habis, koneksi seluler dibatasi dan aplikasi online jadi tak bisa berfungsi. Sedangkan pulsa adalah saldo prabayar untuk beli kuota.</p><p><br>Sekian, terimakasih.</p>

Karena akses internet lewat ponsel dikontrol oleh operator.

 

Selama kuota (atau saldo yang dipakai untuk data) masih ada, operator meneruskan paket data sehingga aplikasi online bisa terhubung; saat kuota habis operator menghentikan atau memperlambat koneksi sehingga aplikasi online tidak bisa berfungsi.

 

Penjelasan (semi-detail, langkah demi langkah)

 

Bagaimana data dipakai saat kita “online”?

Saat aplikasi butuh internet, ponsel mengirim dan menerima paket data lewat jaringan seluler (3G/4G/5G) atau Wi-Fi.

Untuk jaringan seluler, semua paket itu melewati infrastruktur operator (gateway/penyaring) yang mencatat berapa banyak data yang digunakan oleh setiap nomor/SIM.

 

Bagaimana dengan peran kuota dan sistem penagihan operator?

Kuota adalah batas pemakaian data yang kamu beli (mis. 5 GB). Operator punya pencatat pemakaian yang menghitung byte masuk/keluar untuk SIM kamu.

Selama total penggunaan belum melewati kuota, operator mengizinkan lalu lintas internet normal. Setelah melewati, sistem policy operator menerapkan aturan: memblokir akses, mengarahkan ke halaman isi ulang, atau menurunkan kecepatan (throttling). Itu sebabnya aplikasi yang butuh koneksi jadi tidak berfungsi.

 

Mengapa semua aplikasi mati bersamaan saat kuota habis?

Karena pembatasan terjadi di level jaringan/operator, bukan di tiap aplikasi. Jadi ketika koneksi seluler dibatasi untuk SIM itu, semua aplikasi yang mengandalkan internet seluler terkena dampaknya sekaligus.

Catatan: jika ponsel masih punya Wi-Fi tersambung, aplikasi tetap bisa jalan lewat Wi-Fi karena itu melewati jaringan berbeda.

 

Apa perbedaan kuota dan pulsa?

Pulsa awalnya adalah saldo prabayar untuk layanan suara/SMS dan juga bisa dipakai untuk beli paket data. Istilah populer di Indonesia: pulsa = kredit akun.

Kuota biasanya berarti paket data yang dibeli (GB). Kadang operator mengatur agar ketika kuota habis, data tetap bisa dipakai dengan tarif dari pulsa (jadi pulsa terpotong)  atau akses langsung ditutup hingga isi ulang.

 

Dari mana asal-usulnya?

Sistem pulsa muncul sejak layanan GSM prabayar (1990-an): operator butuh cara agar pelanggan bayar sebelum pakai.

Kuota data muncul belakangan seiring populernya internet mobile (pertengahan 2000-an ke atas) untuk memudahkan penjualan paket data dengan batas terukur (GB), manajemen kapasitas jaringan, dan strategi harga.

 

---

 

Ringkasan: kuota adalah aturan pemakaian yang ditegakkan oleh jaringan operator. Kalau habis, koneksi seluler dibatasi dan aplikasi online jadi tak bisa berfungsi. Sedangkan pulsa adalah saldo prabayar untuk beli kuota.


Sekian, terimakasih.


Iklan

Bisma P

20 Januari 2026 11:59

<ul><li><strong>Kuota</strong> = Data internet (untuk WhatsApp, game online, dll.). Kalau habis, aplikasinya nggak bisa <i>online</i>.</li><li><strong>Pulsa</strong> = Saldo uang di HP (untuk nelpon, SMS, atau beli paket).</li></ul><p>Keduanya diciptakan seiring berkembangnya zaman, dari telepon jadul sampai <i>smartphone</i> canggih sekarang ini, untuk mengatur biaya penggunaan layanan komunikasi.</p>

  • Kuota = Data internet (untuk WhatsApp, game online, dll.). Kalau habis, aplikasinya nggak bisa online.
  • Pulsa = Saldo uang di HP (untuk nelpon, SMS, atau beli paket).

Keduanya diciptakan seiring berkembangnya zaman, dari telepon jadul sampai smartphone canggih sekarang ini, untuk mengatur biaya penggunaan layanan komunikasi.


Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Teks 1 Salah Kelas Pagi itu, Joni nampak bahagia sekali. Di meja makan, ibunya bertanya kepada Joni. "Jon, Ibu perhatikan dari tadi kamu senyum-senyum sendiri?" "Anu, Bu, semalam ibu wali kelas membagikan jadwal tatap muka terbatas. Senang rasanya karena besok aku bisa bertemu teman-teman. Belajar daring di rumah membosankan, Bu. Apalagi kalau zoom meeting Matematika." "Memangnya kenapa kalau Matematika, Jon?" Ibu bertanya kembali. "Gurunya galak, Bu, materinya juga susah, wong diajarkan di kelas saja masih susah pahamnya, apalagi daring," jawab Joni. "Oh, begitu," Ibu menimpali. "Ya sudah, Bu. Joni pamit, ya." Joni langsung pergi sambil mencium tangan ibunya. Sekolah sudah nampak ramai. Joni berjalan sambil sesekali melihat jadwal mapel yang dibagikan wali kelasnya. Lalu, dia segera masuk kelas dan ternyata sudah ada guru di dalam kelas. "Selamat pagi, Pak. Maaf, saya terlambat." "Selamat pagi juga, Nak, silakan duduk," sahut Pak Guru. Joni langsung mencari kursi dan duduk tanpa melihat kanan kiri. Saat mengeluarkan buku catatan, Joni mengedarkan pandangannya dan langsung kaget. Semua seperti asing. Dia seperti tidak mengenali teman sekelasnya, apalagi semuanya memakai masker. Dia berusaha meyakinkan diri sendiri bahwa mereka adalah teman kelasnya. Tidak berapa lama, Joni kaget ketika melihat ke papan tulis Pak Guru sedang menjelaskan soal Matematika, padahal seingatnya jadwal pagi itu adalah Bahasa Indonesia. "Astaga, ini kan kelasku satu tahun yang lalu, ini kan kelas satu. Sekarang kan aku sudah naik kelas dua." Keringat dingin keluar di wajah Joni, lalu dia memberanikan diri menemui Pak Guru. "Maaf, Pak, karena sudah satu tahun daring, saya lupa kalau sekarang saya sudah kelas dua. Saya salah masuk kelas, Pak." Semua peserta didik pun tertawa. Dengan wajah malu, Joni keluar kelas. Teks 2 PKH Pada suatu hari, dua orang ibu rumah tangga sedang berbincang-bincang di depan rumah. Mereka sedang asyik membahas tentang bantuan pemerintah yang dinamakan PKH. Bu Tuti : Mar, aku semakin heran dengan pemerintah sekarang. Bu Marni Loh, kenapa, Bu? Ada masalah? (penasaran) Bu Tuti : Ya jelas ada. Kalau enggak ada, buat apa saya repot-repot membahas masalah ini? Bu Marni: Oalah, Bu, sempat-sempatnya memikirkan pemerintah, memangnya pemerintah memikirkan nasib kita? Bu Tuti : Jangan salah. Tuh, lihat tetangga sebelah kita. Dia dapat bantuan dari pemerintah. Setiap bulan, dia rutin mengambil sembako di warung dekat balai desa sana. Bu Marni Masa? Enggak salah, sampeyan, Bu? Dia, kan, lumayan mampu. Lihat saja, kulkas ada, mesin cuci punya, motor dua, kalau pergi perhiasannya selalu menempel di tangannya. Benar enggak salah, Bu? (sedikit tidak percaya) Bu Tuti : Nah, itu yang membuat saya bingung. Kenapa dia dapat bantuan? Padahal, kalau dipikir, dia tergolong keluarga mampu. Coba kita bandingkan dengan tetangga kita yang lain. Ada yang jauh lebih berhak mendapatkan bantuan itu sebenarnya. Bu Marni : Iya betul Bu. Ngomong-ngomong, bantuan apa yang bisa dia dapat, Bu? Bu Tuti Bu Marni: Masa kamu enggak tahu? Itu, loh, bantuan PKH. Oh, yang rumahnya ditempeli stiker "Keluarga Miskin" itu, to? Bu Tuti Nah, itu kamu tahu, Mar. (mengacungkan jempol kepada Bu Marni) Bu Marni Bu Tuti Ya tahu lah, Bu. Apa, sih, yang tidak saya ketahui? Mar, PKH itu apa, to? (penasaran) Bu Marni Program Keluarga Harapan. Bu Tuti : Harapan apa? Bu Marni Harapan biar dikasih sembako tiap bulan, ha...ha...ha... Bu Tuti : Ngawur kamu, Mar. Tulislah persamaan dan perbedaan kedua teks tersebut

6

3.7

Jawaban terverifikasi

Budi memulai suatu usaha dagang (UD) dengan nama "Maju Jaya". Usaha yang Budi jalankan merupakan usaha dagang yang menjual satu produk saja dan diproduksi oleh Budi sendiri bersama karyawannya. Selama satu bulan Budi sudah menjalankan usahanya tersebut, akan tetapi Budi masih bingung apakah usahanya sudah mendapatkan laba atau rugi. UD Maju Jaya Budi mempunyai data sebagai berikut: 1.Biaya-biaya yang terjadi selama satu bulan meliputi: • Biaya penyusutan mobil Pick-up sebesar Rp 15.000.000,- • Biaya gaji mandor sebesar Rp 10.000.000,- • Biaya asuransi kesehatan untuk semua karyawannya sebesar Rp 10.000.000,- • Biaya bahan baku per-unit nya sebesar Rp 35.000,- dan biaya bahan penolong nya sebesar Rp 10.000 per-unit nya. • Biaya listrik &amp; air sebesar Rp 15.000.000,- • Biaya gaji buruh pabrik (tenaga kerja langsung) sebesar Rp 15.000,- untuk tiap unit yang bisa diselesaikan. • Biaya gaji pegawai kantor sebesar Rp 5.000.000,- • Biaya sewa pabrik yang digunakan untuk memproduksi adalah sebesar Rp 30.000.000,- 2. Harga jual produknya adalah Rp 100.000 untuk tiap unit nya. 3. Produk yang bisa dihasilkan dalam sebulan tersebut adalah 1.000 unit Pertanyaannya: 1) Bagaimana cara menghitung unit yang harus dijual dan omset rupiah yang harus dihasilkan agar Budi bisa tahu pada angka berapa UD Maju Jaya dalam keadaan tidak untung dan tidak rugi? 2) Dan jika Budi sebagai pemilik menginginkan untung sebesar Rp 50.000.000,- berapa unit kah produk yang harus dijual? minta tolong yaa kak🙏🏻🙏🏻

2

5.0

Jawaban terverifikasi

Iklan

Sahabat yang Tergadai Rina dan Maya telah bersahabat sejak kecil. Mereka tinggal di kompleks perumahan yang sama, duduk di bangku sekolah yang sama, bahkan berbagi mimpi untuk bisa terus bersama hingga dewasa. Setiap sore, Rina selalu datang ke rumah Maya untuk bermain atau sekadar mengerjakan PR bersama. Rumah Maya terasa hangat dan nyaman, penuh dengan canda tawa dan rasa kekeluargaan. Maya adalah teman yang selalu mendukung Rina dalam segala hal, tak peduli apa yang terjadi. Namun, suatu hari segalanya berubah. Ayah Maya, yang sebelumnya memiliki usaha sukses, mengalami kebangkrutan. Usahanya gulung tikar setelah dihadapkan pada masalah keuangan yang tak terduga. Keluarga Maya terpaksa menjual rumah mereka dan pindah ke sebuah rumah kontrakan kecil di pinggiran kota. Maya tak lagi bisa mengenakan seragam baru yang biasa mereka beli bersama di awal tahun ajaran. Kini, pakaian Maya tampak kusam, dan sepatu yang dia kenakan mulai berlubang di ujungnya. Pada awalnya, Rina tetap berteman dengan Maya seperti biasa. Mereka masih bertemu di sekolah, dan Rina sesekali mengundang Maya ke rumahnya. Namun, Rina mulai mendengar bisik-bisik dari teman-teman lainnya. "Kenapa masih berteman dengan Maya? Keluarganya sudah jatuh miskin. Nanti kamu jadi terlihat seperti dia." Salah seorang teman di kelas berkata dengan nada mengejek. Bisikan-bisikan itu semakin keras, bahkan beberapa di antaranya terang-terangan menertawakan Maya di depan Rina. Rina merasa tersudut. Di satu sisi, dia merasa bersalah kepada Maya, sahabatnya sejak kecil, yang tidak pernah memintanya apa-apa kecuali persahabatan tulus. Namun di sisi lain, dia merasa takut dijauhi oleh teman-teman lain yang mulai memandang rendah Maya. Rina mulai menjaga jarak. Suatu sore, Maya mendatangi Rina. "Kenapa kamu menjauh? Aku merindukanmu, Rina," Maya bertanya dengan mata yang penuh harap, mencoba mencari jawaban atas perubahan sikap sahabatnya. Rina menghindari tatapan Maya, menunduk dan berpura-pura sibuk dengan bukunya. "Aku sibuk sekarang, banyak tugas. Maaf, Maya." Maya terdiam. Hatinya hancur. Dia tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi dia berharap itu tidak benar. Namun, kenyataannya terlalu menyakitkan untuk diabaikan. Sejak itu Maya tak pernah lagi mengajak Rina berbicara. Mereka masih bertemu di sekolah, tetapi Maya belajar untuk menahan diri dari rasa sakit ditinggalkan. Waktu berlalu, dan pertemanan mereka tergerus oleh jarak yang diciptakan Rina. Suatu hari, sekolah mengadakan reuni kecil bagi siswa-siswa angkatan mereka. Maya, yang sekarang telah menemukan jalan hidupnya sendiri, datang dengan percaya diri. Dia tak lagi terjebak dalam bayang-bayang masa lalu. Rina melihat Maya dari jauh, merasa tertampar oleh keberadaan sahabatnya yang dulu. Maya telah tumbuh menjadi sosok yang mandiri dan sukses, meski tanpa dirinya. Rina mendekat dengan perasaan bersalah. "Maya... maafkan aku." Maya menatapnya, senyumnya tenang. "Rina, aku sudah memaafkanmu sejak lama. Aku hanya belajar bahwa tidak semua hal bisa kita pertahankan, bahkan persahabatan. Kadang, orang berubah, dan itu tidak apa-apa. Yang penting, kita tetap berdiri dan melanjutkan hidup." Rina menahan air matanya. Pada saat itu, dia menyadari bahwa dia telah kehilangan lebih dari sekadar seorang sahabat. Dia telah kehilangan kesempatan untuk setia pada seseorang yang benar-benar berarti dalam hidupnya. Tapi, waktu tak bisa diputar kembali. Rina hanya bisa menerima kenyataan bahwa persahabatan mereka telah tergadai oleh ketakutan dan gengsi. Maya pun berbalik dan melangkah pergi, meninggalkan Rina dalam kesunyian yang menyesakkan. Ubahlah cerpen tersebut menjadi sebuah adegan 1, adegan 2, adegan 3, dan adegan 4

4

0.0

Jawaban terverifikasi