Apriyani N

10 Agustus 2024 00:38

Iklan

Apriyani N

10 Agustus 2024 00:38

Pertanyaan

Koloid berbeda dengan suspensi dalam hal berikut ini. (1) ukuran partikel (2) homogenitas sistem (3) kestabilan sistem (4) gerak partikel Pernyataan yang benar adalah .... A. 1, 2, 3 B. 1 dan 3 C. 2 dan 4 D. 4 E. Semua benar

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

04

:

33

:

31

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

Kevin L

Gold

10 Agustus 2024 13:32

Jawaban terverifikasi

Perbedaan Koloid dan Suspensi Berdasarkan gambar, terdapat 4 perbedaan utama antara koloid dan suspensi, yaitu: * Ukuran Partikel: * Koloid: Memiliki ukuran partikel yang sangat kecil, biasanya antara 1 hingga 100 nanometer. Karena ukurannya yang sangat kecil, partikel koloid sulit dibedakan dengan mata telanjang dan tidak akan mengendap jika dibiarkan. * Suspensi: Memiliki ukuran partikel yang jauh lebih besar daripada koloid, biasanya lebih dari 100 nanometer. Partikel suspensi dapat terlihat dengan mata telanjang dan akan mengendap jika dibiarkan dalam waktu yang cukup lama. * Homogenitas Sistem: * Koloid: Merupakan sistem yang heterogen, artinya komponen-komponennya tidak tercampur secara sempurna. Namun, karena ukuran partikelnya sangat kecil, koloid tampak homogen atau seperti larutan. * Suspensi: Juga merupakan sistem yang heterogen. Partikel-partikel suspensi dapat dengan mudah dibedakan dari cairan pendispersinya, sehingga suspensi tampak keruh. * Kestabilan Sistem: * Koloid: Relatif stabil. Partikel koloid tidak mudah mengendap karena adanya gaya tarik-menarik antara partikel koloid dengan cairan pendispersinya. * Suspensi: Tidak stabil. Partikel suspensi cenderung mengendap karena pengaruh gravitasi. * Gerak Partikel: * Koloid: Menunjukkan gerak Brown, yaitu gerakan acak partikel koloid yang disebabkan oleh tumbukan terus-menerus dengan molekul cairan pendispersinya. * Suspensi: Tidak menunjukkan gerak Brown karena ukuran partikelnya terlalu besar. Kesimpulan Berdasarkan penjelasan di atas, semua pernyataan (A, B, C, D, dan E) pada gambar adalah benar. Baik ukuran partikel, homogenitas sistem, kestabilan sistem, maupun gerak partikel merupakan perbedaan yang signifikan antara koloid dan suspensi. Contoh Koloid dan Suspensi * Koloid: Susu, santan, agar-agar, asap, kabut. * Suspensi: Air keruh, pasir dalam air, cat. Penting untuk Diingat: Perbedaan antara koloid dan suspensi sangat penting untuk dipahami dalam berbagai bidang, seperti kimia, biologi, dan farmasi. Dengan memahami perbedaan ini, kita dapat memilih bahan yang tepat untuk berbagai aplikasi. Semoga penjelasan ini bermanfaat!


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Perhatikan puisi "Aku Ingin " karya Sapardi Djoko Damono berikut ini! Aku ingin mencintaimu dengan sederhana: dengan kata yang tak sen diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu Aku ingin mencintaimu dengan sederhana: dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada Penyair mencintai seseorang dengan setulus hat dan dengan cara yang tidak berlebihan. Dengan cara mencintai dengan keserhanaan dan kesetiaan, bahwa kesederhanaan menciptakan kesetiaan yang begitu berarti dengan mencintai yang tak mengharapkan imbalan. Hal ini dibuktikan dengan pemilihan diksi pada larik.... A. Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepar'a api yang menjadikannya abu. B. dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan C. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata D. dengan kata yang tak sempat diucapkan E. Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

21

5.0

Jawaban terverifikasi

[1] Gaya hidup sedentari alias kurang gerak atau mager (malas gerak) adalah masalah yang sering dialami oleh penduduk perkotaan. [2] Bekerja di depan layar komputer sepanjang hari, kelamaan terjebak macet di jalan,atau hobi main gim tanpa diimbangi olahraga merupakan bentuk dari gaya hidup sedentari. [3] Jika Anda termasuk salah satu orang yang sering melakukan berbagai rutinitas tersebut, Anda harus waspada. [4] Pasalnya, gaya hidup sedentari sangat berbahaya karena membuat Anda berisiko terkena diabetes tipe 2. [5] Gaya hidup sedentari menyebabkan masyarakat, terutama penduduk kota, malas bergerak. [6] Coba ingat-ingat, dalam sehari ini, sudah berapa kali Anda dalam menggunakan aplikasi online untuk memenuhi kebutuh Anda? [7] Selain itu, tilik juga berapa banyak langkah yang sudah Anda dapatkan pada hari ini? [8] Seiring dengan pengembangan teknologi yang makin canggih, apa pun yang Anda butuhkan kini bisa langsung diantar ke ruangan kantor Anda atau depan rumah. [9] Selain hemat waktu, Anda pun jadi tak perlu mengeluarkan energi untuk mendapatkan apa yang Anda mau. [10] Namun, tahukah Anda bahwa segala kemudahan tersebut menyimpan bahaya bagi tubuh Anda? [11] Minimnya aktifitas fisik karena gaya hidup ini membuatmu berisiko lebih tinggi terkena berbagai penyakit kronis, termasuk diabetes. [12] Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa gaya hidup ini juga termasuk 1 dari 10 penyebab kematian terbanyak di dunia. [13] Selain itu, data terbaru dari Riskedas 2018 menguak bahwa DKI Jakarta merupakan provinsi dengan tingkat diabetes melitus tertinggi di Indonesia. [14] Ini menunjukkan bahwa gaya hidup mager amat erat kaitannya dengan tingkat diabetes di perkotaan. Bentuk bahasa yang sejenis dengan mager pada kalimat 1 adalah.... a. magang b. oncom c. rudal d. pugar

9

5.0

Jawaban terverifikasi