Marsaaprilia M

07 Maret 2024 08:25

Iklan

Marsaaprilia M

07 Maret 2024 08:25

Pertanyaan

Kebakaran hutan dan lahan berbuah tragedi asap bagi lebih dari 40 juta jiwa di enam provinsi adalah bukti buruknya pengelolaan sumber daya alam. 2) Emil Salim, tokoh lingkungan dan Menteri Lingkungan Hidup 1978-1993, dalam sebuah forum di Jakarta mengingatkan agar kebakaran jadi pelajaran sehingga tak terulang pada pemanfaatan sumber daya alam lain. 3) la geram ketika menyoroti rakusnya pabrik semen yang mengincar setiap jengkal ekosistem karet4) Bukan rahasia lagi, otonomi daerah yang pemimpinnya berorientasi pada kepentingan sesaat membuat eksploitasi sumber daya alam jadi pilihan mudah. 5) Kemudahan memberikan izin kepada pebisnis penyokong kampanye politik dan pembiaran warga merambah agar populer menciptakan kompleksnya pengelolaan sumber daya.. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar 1. Mengapa kutipan di atas digolongkan ke dalam artikel? 2. Kalimat no 3 mengandung gaya bahasa 3. Fakta dalam artikel tersebut terdapat pada kalimat nomor.... 4. Pronomina pada kutipan di atas adalah.... 5. Apakah gagasan pokok pada artikel di atas... 6. Berdasarkan gagasan pokok tersebut jenis paragraphnya disebut dengan.. 7.Tuliskan kebahasaan sebuah artikel! 8. Apakah makna a. otonomi b. orientasi 19. Buatlah ringkasan (abstraksi) artikel di atas! 10. Tuliskan kata kerja material yang terdapat pada artikel di atas minimal 4 buah!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

06

:

53

:

04

Klaim

2

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

Mercon M

Community

29 April 2024 09:20

Jawaban terverifikasi

<p>Jawaban:</p><ol><li>Kutipan di atas digolongkan ke dalam artikel karena mengandung informasi faktual dan opini yang disajikan secara naratif untuk memberikan gambaran tentang kondisi pengelolaan sumber daya alam di Indonesia.</li><li>Kalimat no 3 mengandung gaya bahasa metafora, di mana pabrik semen yang rakus digambarkan sebagai predator yang mengincar setiap jengkal ekosistem karet.</li><li>Fakta dalam artikel tersebut terdapat pada kalimat nomor 1, yang menyebutkan bahwa kebakaran hutan dan lahan telah menyebabkan tragedi asap bagi lebih dari 40 juta jiwa di enam provinsi.</li><li>Pronomina pada kutipan di atas adalah "mereka" yang mengacu pada pabrik semen dalam kalimat nomor 3.</li><li>Gagasan pokok pada artikel di atas adalah tentang buruknya pengelolaan sumber daya alam di Indonesia dan upaya untuk mengambil pelajaran dari kejadian kebakaran hutan dan lahan agar tidak terulang pada pemanfaatan sumber daya alam lainnya.</li><li>Berdasarkan gagasan pokok tersebut, jenis paragraphnya disebut dengan ekspositori, karena artikel tersebut menyajikan informasi dan penjelasan tentang kondisi pengelolaan sumber daya alam di Indonesia.</li><li>Kebahasaan sebuah artikel meliputi penggunaan bahasa formal, struktur kalimat yang jelas, penggunaan ragam bahasa baku, serta keberagaman kosa kata dan struktur kalimat untuk menjaga kelancaran dan kejelasan dalam penyampaian informasi.</li><li>Makna:&nbsp;</li></ol><ul><li>Otonomi adalah hak dan kebebasan yang dimiliki oleh suatu daerah atau wilayah untuk mengatur dirinya sendiri dalam hal pemerintahan dan kebijakan.&nbsp;</li><li>Orientasi adalah arah atau tujuan yang menjadi fokus perhatian atau kegiatan seseorang atau suatu kelompok.</li></ul><p>9. Abstraksi: Artikel tersebut membahas tentang buruknya pengelolaan sumber daya alam di Indonesia yang telah menyebabkan tragedi asap bagi lebih dari 40 juta jiwa di enam provinsi. Emil Salim, tokoh lingkungan, mengingatkan agar kebakaran menjadi pelajaran untuk tidak terulang pada pemanfaatan sumber daya alam lainnya. Artikel juga menyoroti rakusnya pabrik semen yang mengincar setiap jengkal ekosistem karet dan dampak negatif dari otonomi daerah yang berorientasi pada kepentingan sesaat.</p><p>10. Kata kerja material yang terdapat pada artikel di atas:&nbsp;</p><p>a. Membuat&nbsp;</p><p>b. Mengingatkan&nbsp;</p><p>c. Menyoroti&nbsp;</p><p>d. Membuat</p>

Jawaban:

  1. Kutipan di atas digolongkan ke dalam artikel karena mengandung informasi faktual dan opini yang disajikan secara naratif untuk memberikan gambaran tentang kondisi pengelolaan sumber daya alam di Indonesia.
  2. Kalimat no 3 mengandung gaya bahasa metafora, di mana pabrik semen yang rakus digambarkan sebagai predator yang mengincar setiap jengkal ekosistem karet.
  3. Fakta dalam artikel tersebut terdapat pada kalimat nomor 1, yang menyebutkan bahwa kebakaran hutan dan lahan telah menyebabkan tragedi asap bagi lebih dari 40 juta jiwa di enam provinsi.
  4. Pronomina pada kutipan di atas adalah "mereka" yang mengacu pada pabrik semen dalam kalimat nomor 3.
  5. Gagasan pokok pada artikel di atas adalah tentang buruknya pengelolaan sumber daya alam di Indonesia dan upaya untuk mengambil pelajaran dari kejadian kebakaran hutan dan lahan agar tidak terulang pada pemanfaatan sumber daya alam lainnya.
  6. Berdasarkan gagasan pokok tersebut, jenis paragraphnya disebut dengan ekspositori, karena artikel tersebut menyajikan informasi dan penjelasan tentang kondisi pengelolaan sumber daya alam di Indonesia.
  7. Kebahasaan sebuah artikel meliputi penggunaan bahasa formal, struktur kalimat yang jelas, penggunaan ragam bahasa baku, serta keberagaman kosa kata dan struktur kalimat untuk menjaga kelancaran dan kejelasan dalam penyampaian informasi.
  8. Makna: 
  • Otonomi adalah hak dan kebebasan yang dimiliki oleh suatu daerah atau wilayah untuk mengatur dirinya sendiri dalam hal pemerintahan dan kebijakan. 
  • Orientasi adalah arah atau tujuan yang menjadi fokus perhatian atau kegiatan seseorang atau suatu kelompok.

9. Abstraksi: Artikel tersebut membahas tentang buruknya pengelolaan sumber daya alam di Indonesia yang telah menyebabkan tragedi asap bagi lebih dari 40 juta jiwa di enam provinsi. Emil Salim, tokoh lingkungan, mengingatkan agar kebakaran menjadi pelajaran untuk tidak terulang pada pemanfaatan sumber daya alam lainnya. Artikel juga menyoroti rakusnya pabrik semen yang mengincar setiap jengkal ekosistem karet dan dampak negatif dari otonomi daerah yang berorientasi pada kepentingan sesaat.

10. Kata kerja material yang terdapat pada artikel di atas: 

a. Membuat 

b. Mengingatkan 

c. Menyoroti 

d. Membuat


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Tentukanlah sindiran/kritikan dan makna tersirat yang pada teks dibawah! Pil RT Suatu ketika Roni dan Karto sedang ngobrol di depan rumah Roni. "Lihat itu Pak RT kita yang baru, tingkahnya dan peraturannya justru membuat warga risau, ini salahmu, To. Kamu dulu sudah tak ingatkan agar ndak usah ikut nyoblos, nanti kalau pilihanmu berbuat dosa kamu malah ikut menanggung dosanya," demikian kata Doni kepada Karto. "Kamu itu, Don. Justru kamu dan teman-temanmu yang ndak mau nyobloslah yang berdosa," jawab Karto kesal. "Kok bisa?" sahut Doni. "Kalau saja kalian dulu nyoblos, tentu Pak Wono tak akan jadi RT, sebab pilihan kalian yang bukan Pak Wono membantu agar Pak Wono tidak jadi RT," ujar Karto. Doni diam sejenak, ia memikirkan dengan sangat dalam kalimat yang diungkapkan Karto.

4

0.0

Jawaban terverifikasi

A. Cermati teks berikut, selanjutnya diskusikanlah pertanyaan-pertanyaan yang menyertainya. Hal : lamaran pekerjaan Lampiran satu berkas Bogor, 25 Januari 2018 Yth. Direktur penerbitan majalah &amp; tabloid properti d.a. BBID Plaza Lt. 26 II. Imam Bonjol 61-JKP 10310 Dengan hormat, Saya membaca iklan lowongan kerja dalam harian Kompas tanggal 23 Januari 2018 tentang dibutuhkannya tenaga reporter. Iklan tersebut sangat menarik karena itu segera saya menulis untuk melamar pekerjaan tersebut. Sesuai dengan kualifikasi dalam iklan tersebut, saya memiliki kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Kemampuan tersebut saya peroleh selama kuliah di Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FPBS, Universitas Pendidikan Indonesia di bawah bimbingan Prof. Dr. Yus Rusyana dan Prof. Dr. Ahmadslamet Harjasudjana, M.A. Selama kuliah, saya menjadi redaktur pada koran kampus Isola Pos. Sekarang, saya menjadi wartawan lepas pada sebuah harian Jawa Barat untuk berita ekonomi dan bisnis selama dua tahun. Wawasan dalam bidang ekonomi dan bisnis tersebut, saya peroleh selama kuliah di Jurusan Perbankan, Fakultas Ekonomi, Universitas Padjajaran untuk program extention. Saya pun aktif menulis di beberapa media, khususnya berkenaan dengan pendidikan dan ekonomi. Dua buah artikel di antaranya saya lampirkan dalam lamaran ini. Sebagai bahan pertimbangan Bapak/Ibu tentang kualifikasi saya yang lebih lengkap, berikut saya lampirkan: 1. fotokopi ijazah terakhir dan IKP, 2. fotokopi tes TOEFL, 3, dua buah artikel, dan 4. pasfoto ukuran 4 x 6. Saya sangat berbahagia apabila Bapak/Ibu berkenan memberi kesempatan untuk mewawancarai saya. Saya siap memenuhi panggilan kapan pun Bapak/ Ibu minta. Hormat saya, Ttd. Aisyah Kusumawardhana, S.Pd., S.E. 1. Surat tersebut berisi tentang apa? 2. Berdasarkan apakah surat tersebut diajukan? 3. Apakah latar belakang pelamar sesuai dengan pekerjaan yang dilamarnya? 4. Apakah struktur surat tersebut sudah lengkap? 5. Berdasarkan kebahasaannya, apakah surat tersebut sudah memenuhi kaidah-kaidah sebagaimana yang berlaku pada surat lamaran pekerjaan? B. 1. Secara berkelompok, jelaskanlah isi, struktur, dan kaidah kebahasaan yang ada pada surat tersebut. A. Aspek Isi = penjelasan..... B. Aspek Struktur = penjelasan...... C. Aspek Kebahasaan = penjelasan.... Simpulan = penjelasan...... 2.Sampaikanlah hasilnya kepada kelompok lain untuk mereka tanggapi berdasarkan kelengkapan, kesesuaian, dan keterperinciannya. A. Aspek kelengkapan = penjelasan..... B. Aspek kesesuaian = penjelasan.... C. Aspek keterperician = penjelasan.... Simpulan =penjelasan....

9

5.0

Jawaban terverifikasi

Iklan

1) Apa perbedaan antara kebaikan dan keburukan? Sebutkan dan jelaskan : • Beberapa contoh dari kebaikan dan keburukan! • Beberapa contoh dari keburukan dibalas dengan keburukan! • Beberapa contoh dari keburukan dibalas dengan kebaikan! 2) Di sebuah Sekolah Dasar, Si Akbar datang terlambat. Guru killer pun memukul siswa dengan penggaris kayu sampai 10x. Siswa lain hanya ketawa melihat tanpa ada kecurigaan pada situasi ini. Padahal Akbar ini lahir dari keluarga miskin. Setiap hari, Akbar harus membantu orang tua dalam waktu yang sangat banyak. Hari ke dua sampai hari ke lima, guru killer pun terus memukul Akbar sampai 50x. Siswa lain merasa khawatir, bahwa memukul sebanyak ini sangat tidak manusiawi dilakukan. Namun Guru killer tidak habis pikir, kenapa Akbar selalu terlambat sekolah. Setelah lebih dari 5 hari, guru killer mengikuti Akbar yang sedang pulang. Alangkah terkejutnya, bahwa Akbar banyak membantu orang tua kegiatan. Karena Orang tua sudah lansia. Guru killer pun sadar dan menyesal atas perbuatan itu. Tiba-tiba siswa sekelas Akbar datang menghampiri. Siswa lain merasa kaget dan siswa merasa tidak adil dengan guru killer. Keesokan harinya, saat guru killer masuk kelas. Disambut oleh kemarahan siswa lain, karena guru killer dianggap telah mencemarkan nama baik Akbar yang hidup miskin, ditambah lagi siswa mengganggap guru sebagai monster killer dan harus dipukul. Pada akhirnya siswa lain menghajar guru habis-habisan sampai gurunya menangis. Pada saat Akbar terlambat ke kelas melihat siswa lain mengeroyok Guru Killer, Akbar pun merasa bahwa Guru Killer tidak sejahat itu. Berdasarkan cerita diatas, apa dan bagaimana : • Penyebab guru killer tega memukul Akbar tanpa sebab! • Persamaan antara guru killer dan siswa lain terhadap Akbar? • Guru dianggap sebagai monster killer? jelaskan! • Rasanya jika Guru killer dikeroyok sama siswa lain? • Cara mengatasi agar guru killer dan siswa bisa diselesaikan secara damai? Jelaskan kesimpulan! 3) Setelah kejadian nomor dua tadi, para pemimpin negara langsung turun tangan ke sebuah lokasi Sekolah Dasar. Soal kasus siswa lain memukul Guru Killer, gara-gara memukul Akbar dengan alasan terlambat. Padahal Akbar hidup dalam garis kemiskinan. Akibatnya, Guru killer dikenakan sanksi tegas, karena telah membuat Akbar trauma dan siswa lain merasa provokasi. Sanksinya adalah Guru Killer tidak boleh bertemu Akbar di ruang kelas selama 3 bulan dan pengajar guru di kelas Akbar akan diganti oleh kepala sekolah untuk sementara waktu. Guru killer juga mengurangi gaji sebesar 30%/bulan. Bayangkan saja kalau Akbar sampai masuk ke rumah sakit, maka Guru killer bisa dituntut 15 tahun penjara. Berdasarkan diatas : • Apakah sanksi Guru killer dianggap pantas? Jelaskan! (kalau ada) • Mengapa pemimpin negara harus melakukan di Sekolah Dasar untuk menyelamatkan Akbar? • Apa jadinya kalau Guru Killer beneran dibenci oleh satu sekolah dasar dan cenderung dijauhi? Jelaskan! (Jika ada) • Apakah kepemimpinan perlu penanganan medis kepada Akbar? • Tuliskan contoh dari cerita diatas, berdasarkan Keburukan dibalas dengan kebaikan!

4

5.0

Jawaban terverifikasi