Melengkapi paragraf cerpen agar menjadi cerpen yang utuh!
Mawar Merah untuk Mamah
..........................................................................................
Aku yakin dia tidak pernah mengeluh akan hidupnya yang sulit. Dia akan tetap tidak menjawab pertanyaanku saat aku bertanya mengapa dia tidur sepulas itu waktu malam. Kami berdua berlanjut saling menatap tanpa bersuara dan bias wajahnya terlihat lelah.
"Mamah pasti cape, kan?"
Dia tetap diam tidak menjawab. Rumah kami yang tidak begitu terang, hanya satu lampu hias besar dan sisanya lilin-lilin yang menyala. Kami orang susah. Aku tahu kami orang susah, membeli beras dan uang saku untuk aku berangkat sekolahpun hanya sedikit. Aku tidak sedih, karena semua sudah kuusahakan juga dengan berjualan ke sekolah. Rasa malu yang kubuang, semua ejekan tak kupedulikan.
Pendapatan berjualan di sekolah juga cukup untuk makan sore kami. Jangan tanya bapakku, dia sudah meninggalkan kami dan memilih tertidur di dalam tanah.
"Mah, aku berhenti sekolah saja, kah?"
"Jangan." Jawab mamah. Akhirnya kumendengar suaranya.
"Jangan. Sekolah penting. Kau tak akan bisa hidup enak jika tidak sekolah."
Aku terdiam akan jawabannya. Kami tidak punya warisan, Semua habis dijual untuk pengobatan bapak. Anak tunggal seperti aku ini sungguh tidak bisa berkeluh kesah selain pada mamahku sendiri.
..............................................................................................................

9