Naura A

14 Juli 2024 12:54

Iklan

Naura A

14 Juli 2024 12:54

Pertanyaan

Manakah yang merupakan kalimat efektif? A. Siti dan para teman-temannya bermain di taman B. Andi lagi makan bakso di perempatan C. Rio menjamu para tamunya

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

19

:

20

:

29

Klaim

2

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Salsabila M

Community

14 Juli 2024 13:10

Jawaban terverifikasi

Kalimat efektif adalah kalimat yang jelas, padat, dan mudah dipahami. Mari kita analisis satu per satu: A. Siti dan para teman-temannya bermain di taman Kalimat ini sebenarnya bisa dipahami, tetapi penggunaan "para teman-temannya" kurang efektif karena kata "para" sudah menunjukkan jamak, sehingga cukup "teman-temannya". Kalimat yang lebih efektif bisa jadi: "Siti dan teman-temannya bermain di taman." B. Andi lagi makan bakso di perempatan Penggunaan "lagi" kurang formal dan bisa diganti dengan "sedang" untuk membuat kalimat lebih efektif. Kalimat yang lebih efektif bisa jadi: "Andi sedang makan bakso di perempatan." C. Rio menjamu para tamunya Kalimat ini efektif dan jelas. Penggunaan "para tamunya" sudah tepat dan tidak memerlukan perubahan. Dari analisis di atas, kalimat yang paling efektif adalah: C. Rio menjamu para tamunya.


Iklan

Kevin L

Gold

14 Juli 2024 15:30

Jawaban terverifikasi

Kalimat Efektif Kalimat efektif adalah kalimat yang disusun berdasarkan kaidah-kaidah bahasa Indonesia yang berlaku, sehingga mudah dipahami oleh pembaca atau pendengarnya. Kalimat efektif memiliki ciri-ciri sebagai berikut: * Memiliki subjek dan predikat yang jelas. Subjek adalah bagian kalimat yang menerangkan tentang siapa atau apa yang dibicarakan, sedangkan predikat adalah bagian kalimat yang menerangkan tentang apa yang dilakukan oleh subjek. * Tidak terdapat subjek ganda. Kalimat yang efektif hanya memiliki satu subjek. * Kata hubung tidak dipakai pada kalimat tunggal. Kata hubung hanya digunakan untuk menghubungkan dua kalimat atau lebih. * Predikat kalimat tidak didahului oleh kata 'yang'. Kata 'yang' hanya digunakan untuk menyambungkan kalimat atau klausa. * Menggunakan kata yang tepat dan sesuai dengan maknanya. * Tidak mengandung kata-kata yang tidak perlu. * Disusun dengan struktur yang logis dan teratur. Analisis Kalimat Berdasarkan ciri-ciri kalimat efektif di atas, dapat dianalisis bahwa kalimat yang efektif adalah A. Siti dan para teman-temannya bermain di taman. Kalimat A memiliki subjek yang jelas (Siti dan para teman-temannya) dan predikat yang jelas (bermain di taman). Kalimat ini tidak mengandung subjek ganda, kata hubung yang tidak perlu, kata 'yang' di depan predikat, kata yang tidak perlu, dan struktur yang tidak logis. Kalimat B dan C tidak memenuhi semua ciri-ciri kalimat efektif. Kalimat B memiliki predikat yang tidak jelas (lagi makan bakso). Kalimat C memiliki struktur yang tidak logis (Rio menjamu para tamunya). Kesimpulan Berdasarkan analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa kalimat yang efektif adalah A. Siti dan para teman-temannya bermain di taman. Berikut adalah beberapa tips untuk menulis kalimat efektif: * Pikirkan dulu apa yang ingin Anda sampaikan. * Gunakan kata-kata yang tepat dan sesuai dengan maknanya. * Hindari kata-kata yang tidak perlu. * Susun kalimat dengan struktur yang logis dan teratur. * Bacalah kembali kalimat Anda untuk memastikan bahwa kalimat tersebut mudah dipahami. Semoga penjelasan ini bermanfaat.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

Roboguru Plus

Dapatkan pembahasan soal ga pake lama, langsung dari Tutor!

Chat Tutor

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

undefined Tanaman obat sambiloto terkenal sejak zaman dahulu. Berdasarkan hasil riset, sambiloto memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, di antaranya mengobati luka bakar, cedera, panas, darah tinggi, kanker, dan tumor paru. 2. Makna dari kata riset pada paragraf di atas adalah ... A. penelitian B. percobaan C. penggunaan D. penerapan

3

5.0

Jawaban terverifikasi

[1] Gaya hidup sedentari alias kurang gerak atau mager (malas gerak) adalah masalah yang sering dialami oleh penduduk perkotaan. [2] Bekerja di depan layar komputer sepanjang hari, kelamaan terjebak macet di jalan,atau hobi main gim tanpa diimbangi olahraga merupakan bentuk dari gaya hidup sedentari. [3] Jika Anda termasuk salah satu orang yang sering melakukan berbagai rutinitas tersebut, Anda harus waspada. [4] Pasalnya, gaya hidup sedentari sangat berbahaya karena membuat Anda berisiko terkena diabetes tipe 2. [5] Gaya hidup sedentari menyebabkan masyarakat, terutama penduduk kota, malas bergerak. [6] Coba ingat-ingat, dalam sehari ini, sudah berapa kali Anda dalam menggunakan aplikasi online untuk memenuhi kebutuh Anda? [7] Selain itu, tilik juga berapa banyak langkah yang sudah Anda dapatkan pada hari ini? [8] Seiring dengan pengembangan teknologi yang makin canggih, apa pun yang Anda butuhkan kini bisa langsung diantar ke ruangan kantor Anda atau depan rumah. [9] Selain hemat waktu, Anda pun jadi tak perlu mengeluarkan energi untuk mendapatkan apa yang Anda mau. [10] Namun, tahukah Anda bahwa segala kemudahan tersebut menyimpan bahaya bagi tubuh Anda? [11] Minimnya aktifitas fisik karena gaya hidup ini membuatmu berisiko lebih tinggi terkena berbagai penyakit kronis, termasuk diabetes. [12] Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa gaya hidup ini juga termasuk 1 dari 10 penyebab kematian terbanyak di dunia. [13] Selain itu, data terbaru dari Riskedas 2018 menguak bahwa DKI Jakarta merupakan provinsi dengan tingkat diabetes melitus tertinggi di Indonesia. [14] Ini menunjukkan bahwa gaya hidup mager amat erat kaitannya dengan tingkat diabetes di perkotaan. Bentuk bahasa yang sejenis dengan mager pada kalimat 1 adalah.... a. magang b. oncom c. rudal d. pugar

12

5.0

Jawaban terverifikasi