Sasya S

14 Agustus 2024 14:11

Iklan

Sasya S

14 Agustus 2024 14:11

Pertanyaan

Jelaskan proses kedatangan bangsa Barat ke Indonesia dan pendorong kedatangan bangsa-bangsa Barat ke Indonesia

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

23

:

59

:

07

Klaim

21

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

Naurah F

15 Agustus 2024 03:12

Jawaban terverifikasi

<p>Proses kedatangan bangsa Barat ke Indonesia dimulai pada abad ke-16, ketika bangsa-bangsa Eropa seperti <strong>Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris</strong> mulai melakukan penjelajahan samudera. <strong>Motivasi utama mereka adalah untuk mencari rempah-rempah,</strong> yang sangat berharga di pasar Eropa karena digunakan untuk mengawetkan makanan selama musim dingin. Indonesia, dengan kekayaan alamnya yang melimpah, khususnya rempah-rempah seperti cengkeh, pala, dan lada, menjadi tujuan utama mereka.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>Faktor utama yang mendorong kedatangan bangsa Barat ke Indonesia dikenal sebagai "3G": Gold (kekayaan), Glory (kejayaan), dan Gospel (penyebaran agama).</strong> Awalnya, tujuan mereka adalah berdagang rempah-rempah langsung dari sumbernya, tetapi seiring waktu, tujuan ini berkembang menjadi kolonialisme, dengan bangsa-bangsa Eropa mulai menjajah Indonesia untuk menguasai ekonomi dan politiknya.</p><p>&nbsp;</p><p>Selain rempah-rempah, kekayaan alam Indonesia lainnya seperti hasil tambang dan sumber daya laut juga menarik minat bangsa Barat. Mereka melihat potensi besar dalam menguasai wilayah yang subur ini, yang sangat cocok untuk pertanian dan perdagangan. Rute pelayaran yang mereka tempuh bervariasi, dengan Portugis, Spanyol, dan Belanda masing-masing memiliki rute unik yang membawa mereka ke Indonesia melalui berbagai jalur laut.</p><p>&nbsp;</p><p><i><strong><u>Rute Perjalanan</u></strong></i></p><ul><li><strong>Portugis:</strong></li></ul><p>Dari <strong>Portugal</strong> → sepanjang <strong>Pantai Barat Afrika</strong> → melewati <strong>Tanjung Harapan</strong> (ujung selatan Afrika) → menyusuri <strong>Pantai Timur Afrika</strong> → tiba di <strong>Kalkuta, India</strong> → menuju <strong>Malaka</strong> → sampai di <strong>Maluku, Indonesia</strong>.</p><p>&nbsp;</p><ul><li><strong>Spanyol:</strong></li></ul><p>Dari <strong>Spanyol</strong> → melintasi <strong>Samudra Atlantik</strong> → tiba di <strong>Benua Amerika</strong> (mengelilingi ujung selatan benua ini) → menyusuri <strong>Samudra Pasifik</strong> → mencapai <strong>Filipina</strong> → akhirnya tiba di <strong>Maluku, Indonesia</strong>.</p><p>&nbsp;</p><ul><li><strong>Belanda:</strong></li></ul><p>Dari <strong>Belanda</strong> → melewati <strong>Pantai Barat Afrika</strong> → melalui <strong>Tanjung Harapan</strong> → melintasi <strong>Samudra Hindia</strong> → memasuki <strong>Selat Sunda</strong> → tiba di <strong>Banten</strong> (Jawa) → melanjutkan perjalanan ke <strong>Maluku, Indonesia</strong>.</p><p>&nbsp;</p><ul><li><strong>Inggris:</strong></li></ul><p>Dari <strong>Inggris</strong> → menuju <strong>Benua Amerika</strong> (melalui jalur barat) → melanjutkan perjalanan ke <strong>Banten, Indonesia</strong>. Rute ini kadang juga diikuti dengan rute lain yang mirip dengan Belanda atau melalui <strong>India</strong> sebelum mencapai Indonesia.</p><p>&nbsp;</p><p>Kolonialisme dan imperialisme oleh bangsa Barat diawali oleh Portugis dan Spanyol, kemudian diikuti oleh Belanda, Inggris, Prancis, dan negara Eropa lainnya yang berlomba-lomba menguasai wilayah di Asia, Afrika, dan Amerika. Sejarah mencatat bahwa bangsa Belanda, misalnya, mulai hadir di Kepulauan Indonesia sejak akhir abad ke-16 dan menguasai wilayah-wilayah strategis seperti Maluku dan Jawa, yang menjadi pusat perdagangan rempah-rempah.</p>

Proses kedatangan bangsa Barat ke Indonesia dimulai pada abad ke-16, ketika bangsa-bangsa Eropa seperti Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris mulai melakukan penjelajahan samudera. Motivasi utama mereka adalah untuk mencari rempah-rempah, yang sangat berharga di pasar Eropa karena digunakan untuk mengawetkan makanan selama musim dingin. Indonesia, dengan kekayaan alamnya yang melimpah, khususnya rempah-rempah seperti cengkeh, pala, dan lada, menjadi tujuan utama mereka.

 

Faktor utama yang mendorong kedatangan bangsa Barat ke Indonesia dikenal sebagai "3G": Gold (kekayaan), Glory (kejayaan), dan Gospel (penyebaran agama). Awalnya, tujuan mereka adalah berdagang rempah-rempah langsung dari sumbernya, tetapi seiring waktu, tujuan ini berkembang menjadi kolonialisme, dengan bangsa-bangsa Eropa mulai menjajah Indonesia untuk menguasai ekonomi dan politiknya.

 

Selain rempah-rempah, kekayaan alam Indonesia lainnya seperti hasil tambang dan sumber daya laut juga menarik minat bangsa Barat. Mereka melihat potensi besar dalam menguasai wilayah yang subur ini, yang sangat cocok untuk pertanian dan perdagangan. Rute pelayaran yang mereka tempuh bervariasi, dengan Portugis, Spanyol, dan Belanda masing-masing memiliki rute unik yang membawa mereka ke Indonesia melalui berbagai jalur laut.

 

Rute Perjalanan

  • Portugis:

Dari Portugal → sepanjang Pantai Barat Afrika → melewati Tanjung Harapan (ujung selatan Afrika) → menyusuri Pantai Timur Afrika → tiba di Kalkuta, India → menuju Malaka → sampai di Maluku, Indonesia.

 

  • Spanyol:

Dari Spanyol → melintasi Samudra Atlantik → tiba di Benua Amerika (mengelilingi ujung selatan benua ini) → menyusuri Samudra Pasifik → mencapai Filipina → akhirnya tiba di Maluku, Indonesia.

 

  • Belanda:

Dari Belanda → melewati Pantai Barat Afrika → melalui Tanjung Harapan → melintasi Samudra Hindia → memasuki Selat Sunda → tiba di Banten (Jawa) → melanjutkan perjalanan ke Maluku, Indonesia.

 

  • Inggris:

Dari Inggris → menuju Benua Amerika (melalui jalur barat) → melanjutkan perjalanan ke Banten, Indonesia. Rute ini kadang juga diikuti dengan rute lain yang mirip dengan Belanda atau melalui India sebelum mencapai Indonesia.

 

Kolonialisme dan imperialisme oleh bangsa Barat diawali oleh Portugis dan Spanyol, kemudian diikuti oleh Belanda, Inggris, Prancis, dan negara Eropa lainnya yang berlomba-lomba menguasai wilayah di Asia, Afrika, dan Amerika. Sejarah mencatat bahwa bangsa Belanda, misalnya, mulai hadir di Kepulauan Indonesia sejak akhir abad ke-16 dan menguasai wilayah-wilayah strategis seperti Maluku dan Jawa, yang menjadi pusat perdagangan rempah-rempah.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

1. penyebab perubahan sosial budaya yang berasal dari masyarakat yang berkaitan demografi 2. penyebab perubahan sosial budaya yang terkait dengan fenomena globalisasi 3. Tanda-tanda sikap mental masyarakat yang belum siap menerima kemajuan teknologi 4. Dampak modernisasi dalam kehidupan sosial masyarakat 5. Kegiatan manusia di bidang ekonomi yang menunjukkan perubahan ke arah modernisasi 6. Contoh pengaruh modernisasi di bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan terhadap pola pikir masyarakat 7. Konsep mengenai proses modernisasi di masyarakat seringkali mengalami kesalahan pahaman, salah satunya kesalahan tersebut menganggap jika menjadi modern adalah mengikuti... 8. arti dari globalisasi 9. Bentuk kearifan lokal di wilayah Madura yang berperan dalam pengelolaan SDA dan dukungan dalam bentuk kebudayaan 10. Syarat menjaga tradisi kearifan lokal di Nusantara 11. Ciri uang kartal, giral 12. Syarat melakukan kegiatan barter 13. Arti dari durability yang merupakan syarat sebuah benda bisa dikatakan sebagai uang 14. maksud token money dalam nilai intrinsik 15. maksud dengan satuan hitung dalam fungsi uang 16. fungsi uang 17. peranan dan maksud didirikan lembaga keuangan non-Bank / bukan bank 18. maksud dengan kegiatan menghimpun dana yang dilakukan perbankan 19. tugas Bank Indonesia 20. tugas Bank Umum 21. kegiatan lembaga keuangan non-Bank 22. kelembagaan keuangan non-bank yang memiliki kegiatan yang dilakukan dengan operasi simpan pinjam 23. Lembaga keuangan non bank yang memiliki fungsi sebagai penggerak investasi dengan memperhatikan dan memasukan surat berharga 24. Nama lembaga keuangan non bank yang bertugas mengatasi para rensumen 25. Ciri" dari masyarakat ekonomi abad ke 21

32

5.0

Jawaban terverifikasi