Vanessa A

12 Mei 2024 06:39

Iklan

Vanessa A

12 Mei 2024 06:39

Pertanyaan

jelaskan kehidupan sosial budaya, politik dan ekonomi kerajaan Tidore

jelaskan kehidupan sosial budaya, politik dan ekonomi kerajaan Tidore

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

06

:

37

:

50

Klaim

2

3

Jawaban terverifikasi

Iklan

Nanda R

Community

12 Mei 2024 10:01

Jawaban terverifikasi

<p><br>Kerajaan Tidore adalah salah satu kerajaan yang terletak di Kepulauan Maluku, Indonesia, dengan sejarah panjang yang kaya akan kehidupan sosial, budaya, politik, dan ekonomi. Berikut adalah gambaran singkat tentang masing-masing aspek kehidupan di Kerajaan Tidore:</p><p><strong>Kehidupan Sosial dan Budaya</strong>:</p><ul><li>Kerajaan Tidore memiliki budaya yang kaya dan beragam, dipengaruhi oleh berbagai pengaruh budaya yang masuk ke wilayah tersebut melalui perdagangan, migrasi, dan kontak dengan kerajaan-kerajaan tetangga seperti Kerajaan Ternate dan Kerajaan Bacan.</li><li>Masyarakat Tidore dikenal dengan tradisi adat yang kuat, seperti upacara adat, sistem kekerabatan yang kompleks, dan nilai-nilai sosial yang dijunjung tinggi.</li><li>Budaya Tidore juga mencakup seni dan musik tradisional yang khas, seperti tarian, seni ukir, dan musik tradisional seperti gambus dan tifa.</li></ul><p><strong>Kehidupan Politik</strong>:</p><ul><li>Kerajaan Tidore diperintah oleh seorang raja atau sultan yang memiliki kekuasaan tertinggi dalam sistem politik kerajaan. Raja Tidore sering kali memainkan peran penting dalam politik regional dan perdagangan di wilayah Maluku dan sekitarnya.</li><li>Kehidupan politik di Tidore juga mencakup struktur administratif yang kompleks, termasuk pejabat istana, pengawal keamanan, dan penasihat kerajaan yang membantu dalam pengambilan keputusan.</li></ul><p><strong>Kehidupan Ekonomi</strong>:</p><ul><li>Ekonomi Tidore didukung oleh perdagangan rempah-rempah, terutama cengkih dan pala, yang merupakan komoditas utama dari wilayah Maluku pada masa lalu. Tidore dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan rempah-rempah terbesar di wilayah itu.</li><li>Selain perdagangan rempah-rempah, Kerajaan Tidore juga terlibat dalam perdagangan dengan bangsa-bangsa lain di Asia Tenggara dan Tiongkok, yang membawa kekayaan dan kemakmuran bagi kerajaan tersebut.</li><li>Pertanian, perikanan, dan kerajinan tangan juga merupakan bagian penting dari ekonomi Tidore, dengan masyarakat yang terampil dalam pembuatan kerajinan seperti kain tenun, ukiran kayu, dan keramik.</li></ul>


Kerajaan Tidore adalah salah satu kerajaan yang terletak di Kepulauan Maluku, Indonesia, dengan sejarah panjang yang kaya akan kehidupan sosial, budaya, politik, dan ekonomi. Berikut adalah gambaran singkat tentang masing-masing aspek kehidupan di Kerajaan Tidore:

Kehidupan Sosial dan Budaya:

  • Kerajaan Tidore memiliki budaya yang kaya dan beragam, dipengaruhi oleh berbagai pengaruh budaya yang masuk ke wilayah tersebut melalui perdagangan, migrasi, dan kontak dengan kerajaan-kerajaan tetangga seperti Kerajaan Ternate dan Kerajaan Bacan.
  • Masyarakat Tidore dikenal dengan tradisi adat yang kuat, seperti upacara adat, sistem kekerabatan yang kompleks, dan nilai-nilai sosial yang dijunjung tinggi.
  • Budaya Tidore juga mencakup seni dan musik tradisional yang khas, seperti tarian, seni ukir, dan musik tradisional seperti gambus dan tifa.

Kehidupan Politik:

  • Kerajaan Tidore diperintah oleh seorang raja atau sultan yang memiliki kekuasaan tertinggi dalam sistem politik kerajaan. Raja Tidore sering kali memainkan peran penting dalam politik regional dan perdagangan di wilayah Maluku dan sekitarnya.
  • Kehidupan politik di Tidore juga mencakup struktur administratif yang kompleks, termasuk pejabat istana, pengawal keamanan, dan penasihat kerajaan yang membantu dalam pengambilan keputusan.

Kehidupan Ekonomi:

  • Ekonomi Tidore didukung oleh perdagangan rempah-rempah, terutama cengkih dan pala, yang merupakan komoditas utama dari wilayah Maluku pada masa lalu. Tidore dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan rempah-rempah terbesar di wilayah itu.
  • Selain perdagangan rempah-rempah, Kerajaan Tidore juga terlibat dalam perdagangan dengan bangsa-bangsa lain di Asia Tenggara dan Tiongkok, yang membawa kekayaan dan kemakmuran bagi kerajaan tersebut.
  • Pertanian, perikanan, dan kerajinan tangan juga merupakan bagian penting dari ekonomi Tidore, dengan masyarakat yang terampil dalam pembuatan kerajinan seperti kain tenun, ukiran kayu, dan keramik.

Iklan

B. Hindarto

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta

13 Mei 2024 04:34

Jawaban terverifikasi

Jawabannya adalah Kerajaan Tidore dalam menjalankan pemerintahannya dibantu oleh beberapa pejabat istana seperti joujau (perdana menteri), dewan wazir yang keanggotaannya terdiri dari perwakilan-perwakilan daerah dan departemen yang mengurusi bidang tertentu, misalnya pehak /abe (bidang syariah), pehak adat (bidang pemerintahan), pehak kompania (bidang pertahanan keamanan), dan pihak juru tulis Simak penjelasannya yuk, Kerajaan Tidore tidak mengenal sistem pemerintahan dinasti yang turun-temurun. Pemimpin kerajaan dipilih berdasarkan usulan dari perwakilan empat marga besar (Folaraha). Dalam menjalankan pemerintahannya, Sultan dibantu oleh beberapa pejabat istana seperti joujau (perdana menteri). Selain itu, ada juga dewan wazir yang keanggotaannya terdiri dari perwakilan-perwakilan daerah dan semacam departemen yang mengurusi bidang tertentu, misalnya pehak /abe (bidang syariah), pehak adat (bidang pemerintahan), pehak kompania (bidang pertahanan keamanan), dan pehak juru tulis (sekretaris kerajaan). Dengan demikian, Kerajaan Tidore dalam menjalankan pemerintahannya dibantu oleh beberapa pejabat istana seperti joujau (perdana menteri), dewan wazir yang keanggotaannya terdiri dari perwakilan-perwakilan daerah dan departemen yang mengurusi bidang tertentu, misalnya pehak /abe (bidang syariah), pehak adat (bidang pemerintahan), pehak kompania (bidang pertahanan keamanan), dan pihak juru tulis (sekretaris kerajaan).


Salsabila M

Community

14 Mei 2024 00:40

Jawaban terverifikasi

<p>Kerajaan Tidore adalah salah satu kerajaan yang pernah berdiri di wilayah Indonesia, khususnya di Kepulauan Maluku. Kehidupan sosial, budaya, politik, dan ekonomi kerajaan Tidore tercermin dalam sistem pemerintahan, kehidupan sehari-hari masyarakat, serta interaksi dengan kerajaan-kerajaan lain di kawasan Nusantara pada masa itu. Berikut adalah gambaran singkat tentang aspek-aspek kehidupan di Kerajaan Tidore:</p><p><strong>1. Kehidupan Sosial dan Budaya:</strong></p><ul><li><strong>Struktur Sosial</strong>: Masyarakat Tidore terbagi dalam berbagai kelas sosial, termasuk bangsawan, pedagang, petani, dan rakyat jelata. Bangsawan dan elit kerajaan memegang peran penting dalam hierarki sosial dan memiliki hak-hak istimewa.</li><li><strong>Agama dan Kepercayaan</strong>: Mayoritas penduduk Tidore menganut agama Islam, meskipun sebelumnya terdapat pengaruh Hindu-Buddha dari Kerajaan Majapahit dan kepercayaan animisme dan politeisme.</li><li><strong>Budaya dan Tradisi</strong>: Masyarakat Tidore memiliki kekayaan budaya dan tradisi, termasuk seni pertunjukan, seni kerajinan, dan upacara adat yang khas.</li></ul><p><strong>2. Kehidupan Politik:</strong></p><ul><li><strong>Sistem Pemerintahan</strong>: Kerajaan Tidore diperintah oleh seorang raja yang memiliki kekuasaan tertinggi. Raja dibantu oleh sejumlah pejabat kerajaan seperti menteri, kepala desa, dan panglima perang.</li><li><strong>Hubungan dengan Kerajaan Lain</strong>: Kerajaan Tidore terlibat dalam interaksi politik dan perdagangan dengan kerajaan-kerajaan tetangga seperti Kerajaan Ternate, Kerajaan Makassar, dan Kerajaan Jawa.</li></ul><p><strong>3. Kehidupan Ekonomi:</strong></p><ul><li><strong>Pertanian</strong>: Pertanian menjadi kegiatan utama masyarakat Tidore, terutama dalam budidaya padi, cengkih, dan rempah-rempah lainnya.</li><li><strong>Perdagangan</strong>: Kerajaan Tidore dikenal sebagai pusat perdagangan rempah-rempah, terutama cengkih dan pala. Aktivitas perdagangan ini menjadikan Tidore sebagai salah satu pusat ekonomi dan kekayaan di kawasan Nusantara pada masa itu.</li><li><strong>Industri Kerajinan</strong>: Masyarakat Tidore juga mengembangkan industri kerajinan seperti pembuatan kain, perhiasan, dan barang-barang kerajinan dari bahan lokal.</li></ul><p><strong>Pembuktian Arkeologis dan Sejarah:</strong></p><ul><li>Banyak situs arkeologi di Tidore, seperti benteng-benteng, makam-makam, dan struktur-struktur bangunan bersejarah, yang menjadi bukti keberadaan dan kehidupan kerajaan Tidore pada masa lalu.</li><li>Tulisan sejarah dan catatan-catatan dari sumber-sumber tertulis, baik lokal maupun asing, juga menjadi sumber informasi tentang kehidupan politik, sosial, dan ekonomi kerajaan Tidore.</li></ul>

Kerajaan Tidore adalah salah satu kerajaan yang pernah berdiri di wilayah Indonesia, khususnya di Kepulauan Maluku. Kehidupan sosial, budaya, politik, dan ekonomi kerajaan Tidore tercermin dalam sistem pemerintahan, kehidupan sehari-hari masyarakat, serta interaksi dengan kerajaan-kerajaan lain di kawasan Nusantara pada masa itu. Berikut adalah gambaran singkat tentang aspek-aspek kehidupan di Kerajaan Tidore:

1. Kehidupan Sosial dan Budaya:

  • Struktur Sosial: Masyarakat Tidore terbagi dalam berbagai kelas sosial, termasuk bangsawan, pedagang, petani, dan rakyat jelata. Bangsawan dan elit kerajaan memegang peran penting dalam hierarki sosial dan memiliki hak-hak istimewa.
  • Agama dan Kepercayaan: Mayoritas penduduk Tidore menganut agama Islam, meskipun sebelumnya terdapat pengaruh Hindu-Buddha dari Kerajaan Majapahit dan kepercayaan animisme dan politeisme.
  • Budaya dan Tradisi: Masyarakat Tidore memiliki kekayaan budaya dan tradisi, termasuk seni pertunjukan, seni kerajinan, dan upacara adat yang khas.

2. Kehidupan Politik:

  • Sistem Pemerintahan: Kerajaan Tidore diperintah oleh seorang raja yang memiliki kekuasaan tertinggi. Raja dibantu oleh sejumlah pejabat kerajaan seperti menteri, kepala desa, dan panglima perang.
  • Hubungan dengan Kerajaan Lain: Kerajaan Tidore terlibat dalam interaksi politik dan perdagangan dengan kerajaan-kerajaan tetangga seperti Kerajaan Ternate, Kerajaan Makassar, dan Kerajaan Jawa.

3. Kehidupan Ekonomi:

  • Pertanian: Pertanian menjadi kegiatan utama masyarakat Tidore, terutama dalam budidaya padi, cengkih, dan rempah-rempah lainnya.
  • Perdagangan: Kerajaan Tidore dikenal sebagai pusat perdagangan rempah-rempah, terutama cengkih dan pala. Aktivitas perdagangan ini menjadikan Tidore sebagai salah satu pusat ekonomi dan kekayaan di kawasan Nusantara pada masa itu.
  • Industri Kerajinan: Masyarakat Tidore juga mengembangkan industri kerajinan seperti pembuatan kain, perhiasan, dan barang-barang kerajinan dari bahan lokal.

Pembuktian Arkeologis dan Sejarah:

  • Banyak situs arkeologi di Tidore, seperti benteng-benteng, makam-makam, dan struktur-struktur bangunan bersejarah, yang menjadi bukti keberadaan dan kehidupan kerajaan Tidore pada masa lalu.
  • Tulisan sejarah dan catatan-catatan dari sumber-sumber tertulis, baik lokal maupun asing, juga menjadi sumber informasi tentang kehidupan politik, sosial, dan ekonomi kerajaan Tidore.

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Jawab cepat dan jelaskan dengan benar

3

5.0

Jawaban terverifikasi

1. penyebab perubahan sosial budaya yang berasal dari masyarakat yang berkaitan demografi 2. penyebab perubahan sosial budaya yang terkait dengan fenomena globalisasi 3. Tanda-tanda sikap mental masyarakat yang belum siap menerima kemajuan teknologi 4. Dampak modernisasi dalam kehidupan sosial masyarakat 5. Kegiatan manusia di bidang ekonomi yang menunjukkan perubahan ke arah modernisasi 6. Contoh pengaruh modernisasi di bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan terhadap pola pikir masyarakat 7. Konsep mengenai proses modernisasi di masyarakat seringkali mengalami kesalahan pahaman, salah satunya kesalahan tersebut menganggap jika menjadi modern adalah mengikuti... 8. arti dari globalisasi 9. Bentuk kearifan lokal di wilayah Madura yang berperan dalam pengelolaan SDA dan dukungan dalam bentuk kebudayaan 10. Syarat menjaga tradisi kearifan lokal di Nusantara 11. Ciri uang kartal, giral 12. Syarat melakukan kegiatan barter 13. Arti dari durability yang merupakan syarat sebuah benda bisa dikatakan sebagai uang 14. maksud token money dalam nilai intrinsik 15. maksud dengan satuan hitung dalam fungsi uang 16. fungsi uang 17. peranan dan maksud didirikan lembaga keuangan non-Bank / bukan bank 18. maksud dengan kegiatan menghimpun dana yang dilakukan perbankan 19. tugas Bank Indonesia 20. tugas Bank Umum 21. kegiatan lembaga keuangan non-Bank 22. kelembagaan keuangan non-bank yang memiliki kegiatan yang dilakukan dengan operasi simpan pinjam 23. Lembaga keuangan non bank yang memiliki fungsi sebagai penggerak investasi dengan memperhatikan dan memasukan surat berharga 24. Nama lembaga keuangan non bank yang bertugas mengatasi para rensumen 25. Ciri" dari masyarakat ekonomi abad ke 21

30

5.0

Jawaban terverifikasi

Iklan