Fabian R

19 Februari 2024 01:08

Iklan

Iklan

Fabian R

19 Februari 2024 01:08

Pertanyaan

Gaya berjalan masing-masing orang berbeda. Selama gaya itu tidak dibuat-buat yang menyalahi aturan, maka tidak perlu diperdebatkan. Untuk itu adab berjalan diatur dalam Islam supaya ...


15

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

E.Tra E

20 Februari 2024 06:21

Jawaban terverifikasi

pentingnya adab atau etika dalam berjalan sesuai ajaran Islam, yang tidak hanya menekankan kebebasan dalam bergerak tetapi juga memperhatikan kepantasan dan tata cara yang baik. Adab berjalan dalam Islam mengajarkan untuk tidak berjalan sesuka hati tanpa memperhatikan etika dan kepantasan, yang mencerminkan sikap hormat terhadap diri sendiri dan orang lain di sekitarnya. Oleh karena itu,dengan prinsip ini adalah yang menekankan pentingnya menghiraukan kepantasan dalam berjalan. Jadi jawabanya: manusia tidak berjalan seenaknya dan sesuka hatinya tetapi menghiraukan kepantasan berjalan


Iklan

Iklan

Nanda R

Gold

21 Februari 2024 23:50

Jawaban terverifikasi

<p>Adab berjalan dalam Islam menekankan pada sikap sopan, rendah hati, dan menghormati sesama. Beberapa ajaran Islam yang berkaitan dengan cara berjalan antara lain:</p><p><strong>Langkah yang Pendek dan Lembut:</strong> Dianjurkan untuk berjalan dengan langkah yang pendek dan lembut, menunjukkan rendah hati dan ketenangan.</p><p><strong>Menghindari Kesombongan:</strong> Tidak berjalan dengan langkah yang tinggi atau sombong yang dapat menciptakan kesan superioritas.</p><p><strong>Menjaga Pandangan:</strong> Selalu menjaga pandangan dan tidak menatap orang lain secara berlebihan, sehingga tetap menjaga privasi dan kenyamanan orang lain.</p><p><strong>Menjauh dari Bersaing:</strong> Tidak bersaing atau berlomba-lomba dengan orang lain dalam berjalan, menekankan pada sikap kesopanan dan kebersahajaan.</p><p><strong>Memberi Salam:</strong> Ketika berpapasan dengan orang lain, memberi salam adalah tindakan yang dianjurkan untuk menciptakan hubungan yang harmonis.</p>

Adab berjalan dalam Islam menekankan pada sikap sopan, rendah hati, dan menghormati sesama. Beberapa ajaran Islam yang berkaitan dengan cara berjalan antara lain:

Langkah yang Pendek dan Lembut: Dianjurkan untuk berjalan dengan langkah yang pendek dan lembut, menunjukkan rendah hati dan ketenangan.

Menghindari Kesombongan: Tidak berjalan dengan langkah yang tinggi atau sombong yang dapat menciptakan kesan superioritas.

Menjaga Pandangan: Selalu menjaga pandangan dan tidak menatap orang lain secara berlebihan, sehingga tetap menjaga privasi dan kenyamanan orang lain.

Menjauh dari Bersaing: Tidak bersaing atau berlomba-lomba dengan orang lain dalam berjalan, menekankan pada sikap kesopanan dan kebersahajaan.

Memberi Salam: Ketika berpapasan dengan orang lain, memberi salam adalah tindakan yang dianjurkan untuk menciptakan hubungan yang harmonis.


lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Pro dan Kontra Puisi Esai Selama ini, kita mengenal beberapa jenis puisi seperti puisi deskriptif, puisi lirik, puisi naratif, dan lain sebagainya. Namun, bagaimana jika kemudian muncul puisi esai sebagai jenis puisi baru. Hal inilah yang menjadi polemik atau kontroversi di kalangan penyair dan pemerhati sastra pada beberapa tahun lalu. Perdebatan pun terjadi cukup ramai di media masa cetak maupun elektronik hingga menimbulkan berbagai pro dan kontra. Kalangan penyair dan sastrawan pun beberapa ada yang bersikap mendukung/pro tetapi tidak sedikit pula yang menentang/kontra. Pihak yang mendukung beranggapan bahwa perpuisian Indonesia saat ini mirip dengan kondisi Amerika Serikat sekitar tahun 2006. Pada saat itu, puisi makin sulit dipahami dan seakan berada di wilayah yang lain. Penulisannya mengalami kebuntuan dan tidak mengalami perubahan berarti selama puluhan tahun. Munculnya puisi esai dianggap sebagai upaya menjadikan puisi dekat dan dapat mudah dipahami masyarakat umum. Hal ini terutama ditunjukan dengan kehadiran catatan kaki yang merupakan upaya menjelaskan dan mengaitkan isi puisi dengan konteks sosial di luar puisi. Beberapa pihak yang mendukung bahkan tergerak untuk memunculkan angkatan baru puisi esai selain angkatan yang sudah ada sebelumnya. Hal ini ditunjukan dengan penerbitan 34 buku puisi esai di 34 provinsi di seluruh Indonesia yang melibatkan 170 orang dari kalangan penyair, aktivis, penulis, jurnalis, hingga peneliti. Dalam penyebarannya, puisi esai saat ini bahkan sudah mencapai beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Brunei, dan Thailand. Adapun, pihak yang menentang berargumen bahwa puisi pada dasarnya identik dengan tulisan fiksi dan bersifat imajinatif. Hal ini berbeda dengan esai yang merupakan teks yang bersifat faktual dan realistis sehingga keduanya tidak bisa gabungkan. Selain itu, terkait klaim beberapa pihak sebagai pencipta pertama jenis puisi esai yang beredar dianggap menyesatkan. Hal ini karena puisi semacam itu bukanlah hal yang baru sebab sebenarnya telah ada sejak masa Alexander Pope, penyair Inggris abad ke 18. Beberapa penyair Indonesia juga pernah menulis puisi dengan tema sosial berbentuk transparan dan memiliki catatan kaki sejenis puisi esai. Beberapa pihak juga menyoroti masifnya gerakan puisi esai karena adanya pihak tertentu yang menjadi sponsor dan mendanai dengan maksud dan tujuan tertentu seperti popularitas dan elektabilitas. Apapun itu, pro kontra kemunculan puisi esai saat ini memang tak terhindarkan. Perdebatan pun tetap berlanjut hingga kini. Sekali pun demikian, diakui atau tidak, aksistensi puisi esai akhirnya menjadi fenomena tersendiri dalam dunia sastra. Dalam sudut pandang positif, hal ini menunjukan kreativitas sastrawan Indonesia dan dapat mengaktifkan kembali diskusi intelektual sesama penyair, sastrawan, maupun masyarakat luas tentang perpuisian Indonesia. Mungkin suatu nanti ada penjelasan dan tempat tersendiri puisi esai. Bahkan hal ini mungkin menjadi pembuka kemunculan jenis puisi- puisi baru lainnya yang menambah dinamika perpuisian dan sastra Indonesia. Semoga. Setelah itu analisislah 1.bagian isu 2.bagian isi/argumen 3.kesimpulan 4.saran

2

0.0

Jawaban terverifikasi

Perhatikan teks berikut! Setelah Sidang Istimewa MPRS pada tanggal 7 Maret 1967 meresmikan Soeharto sebagai pejabat setingkat presiden, Soekarno tidak boleh lagi menggunakan gelar presiden atau kepala negara. Selain itu pada 17 Agustus 1967 Soekarno tidak boleh tinggal di Istana Negara sehingga Soekarno tinggal di salah satu Pavilliun Istana Bogor. Tetapi rupanya, Soekarno tidak betah tinggal di tempat tersebut sehingga ia meminta pindah. Permintaannya dikabulkan oleh Soeharto dengan pindah ke rumah peristirahatan di Batu Tulis, Bogor. Namun ternyata Soekarno tidak betah tinggal di tempat tersebut, karena ia merasa tertekan setelah hampir setiap hari di interogasi. Soekarno kembali meminta pindah dan kembali dikabulkan oleh presiden. Pada tanggal 10 Desember 1967, Soekarno dipindahkan ke Jakarta tepatnya di Wisma Yaso. selama ditahan di rumah itu, Bung Karno dilarang berhubungan dengan dunia luar dan dijaga ketat. Bahkan, keluarga dan kerabatnya sangat sulit untuk bertemu. Sejak pertengahan 1969, Soekarno resmi menyandang status sebagai tahanan karena dianggap terlibat dalam peristiwa G30S dan hampir setiap minggunya datang perwira untuk menginterogasi Soekarno. Hal itu membuat kesehatannya menurun dan tepat pada tanggal 21 Juni 1970 Soekarno menghembuskan nafas penghabisan sebagai tahanan politik orde baru. Dari teks di atas, yang menunjukkan aspek waktu yang membawa perubahan terhadap kehidupan Soekarno adalah... A. 7 Maret 1967 B. 17 Agustus 1967 C. 10 Desember 1967 D. Pertengahan 1969 E. 21 Juni 1970

10

4.0

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

1. Cermatilah teks berikut! Dulu, anak-anak mengenyam pendidikan di bangku sekolah dipandang lebih tinggi daripada yang tidak. Waktu berlalu, tiba masa di mana anak yang sekolah sudah biasa karena memang hampir semua orang mampu bersekolah. Ironi terjadi saat ini. Kini banyak orang sukses yang masa lalunya tidak pernah belajar di bangku pendidikan. Ditambah lagi, zaman sekarang, siswa sudah banyak yang membantah guru dan prestasi mereka menurun. Lalu, dengan masalah yang terjadi saat ini, masih pentingkah siswa mengenyam pendidikan di bangku sekolah? Bukankah kini sudah ada homeschooling atau sekolah di rumah? Yang lebih mengejutkan lagi sudah muncul beberapa ‘sekolah’ yang berbasis daring. Artinya, siswa hanya perlu menyiapkan gawai yang dilengkapi dengan jaringan internet, setelah itu mereka bisa belajar di manapun tempatnya. Komentar yang tepat terhadap isi teks tersebut adalah… A.Seharusnya anak tidak dipaksakan untuk sekolah karena kesuksesan tidak hanya tergantung pada tingginya sekolah yang ditempuh tetapi berdasarkan keberuntungan B.Perkembangan zaman berdampak terhadap kurang pentingnya sekolah formal karena sudah tersedia sekolah yang berbasis daring sehingga anak bisa belajar sendiri C.Pendidikan formal masih diperlukan dan dalam pelaksanaannya harus dilengkapi dengan pembentukan karakter dan selalu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi D.Banyaknya orang sukses yang tidak mengenyam bangku sekolah menandakan teknologi sudah menggantikan sekolah formal.

7

5.0

Jawaban terverifikasi