Alya L

10 Juli 2024 08:16

Iklan

Alya L

10 Juli 2024 08:16

Pertanyaan

fisiologi hermodinamik di bab sistem kardiovaskular dan respirasi

fisiologi hermodinamik di bab sistem kardiovaskular dan respirasi

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

12

:

23

:

52

Klaim

2

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Kevin L

Gold

10 Juli 2024 12:44

Jawaban terverifikasi

Fisiologi Hemodinamik dalam Sistem Kardiovaskular dan Respirasi Sistem kardiovaskular dan sistem respirasi bekerja sama erat untuk memastikan pasokan oksigen dan nutrisi yang memadai ke seluruh tubuh. Berikut penjelasan rinci tentang fisiologi hemodinamik dalam kedua sistem tersebut: Sistem Kardiovaskular: * Jantung: Pompa utama yang mendorong darah ke seluruh tubuh melalui kontraksi dan relaksasi ototnya. * Darah: Mengandung oksigen, nutrisi, dan zat lain yang penting untuk fungsi tubuh. * Pembuluh darah: Jaringan tabung yang membawa darah ke seluruh tubuh. Ada tiga jenis pembuluh darah: * Arteri: Membawa darah kaya oksigen dari jantung ke jaringan tubuh. * Vena: Membawa darah yang kekurangan oksigen dari jaringan tubuh kembali ke jantung. * Kapiler: Pembuluh darah kecil yang menghubungkan arteri dan vena. Hemodinamik dalam sistem kardiovaskular dipelajari melalui beberapa parameter utama: * Curah jantung (CO): Jumlah darah yang dipompa jantung dalam satu menit. * Tekanan darah: Gaya yang dikerahkan darah terhadap dinding pembuluh darah. * Tahanan vaskular: Hambatan yang dihadapi darah saat mengalir melalui pembuluh darah. * Viskositas darah: Kekentalan darah yang dipengaruhi oleh komposisi darah, terutama sel darah merah. Sistem Respirasi: * Paru-paru: Organ yang bertanggung jawab untuk pertukaran gas antara darah dan udara. * Udara: Campuran gas yang mengandung oksigen dan karbon dioksida. * Alat pernapasan: Struktur yang membantu proses pernapasan, termasuk hidung, mulut, trakea, bronkus, dan alveoli. Hemodinamik dalam sistem respirasi dipelajari melalui beberapa parameter utama: * Ventilasi: Volume udara yang masuk dan keluar dari paru-paru dalam satu menit. * Pertukaran gas: Proses perpindahan oksigen dari udara ke darah dan karbon dioksida dari darah ke udara di alveoli. * Perfusi paru: Aliran darah melalui paru-paru. * Diffusi gas: Pergerakan gas secara pasif dari area konsentrasi tinggi ke area konsentrasi rendah. Interaksi Sistem Kardiovaskular dan Respirasi: * Pertukaran gas di paru-paru: Darah yang dipompa jantung ke paru-paru menerima oksigen dari udara dan melepaskan karbon dioksida. * Transportasi oksigen: Darah yang kaya oksigen diangkut ke seluruh tubuh melalui arteri. * Penggunaan oksigen: Oksigen dilepaskan dari darah ke jaringan tubuh untuk proses metabolisme. * Transportasi karbon dioksida: Karbon dioksida, produk sampingan metabolisme, diangkut dari jaringan tubuh ke paru-paru melalui vena. * Pengeluaran karbon dioksida: Karbon dioksida dilepaskan dari darah ke udara di paru-paru saat bernapas. Gangguan Hemodinamik: * Hipotensi: Tekanan darah rendah * Hipertensi: Tekanan darah tinggi * Gagal jantung: Ketidakmampuan jantung untuk memompa darah secara efektif * Penyakit paru-paru: Gangguan yang dapat mengganggu pernapasan dan pertukaran gas Pemahaman fisiologi hemodinamik dalam sistem kardiovaskular dan respirasi sangat penting untuk diagnosis dan pengobatan berbagai penyakit.


Iklan

Nanda R

Community

11 Juli 2024 00:17

Jawaban terverifikasi

<p>Fisiologi hemodinamik dalam konteks sistem kardiovaskular dan respirasi mencakup studi tentang dinamika aliran darah dan pertukaran gas di dalam tubuh manusia. Ini melibatkan berbagai konsep dan parameter yang mempengaruhi kesehatan dan fungsi sistem-sistem ini. Berikut ini adalah beberapa aspek penting dalam fisiologi hemodinamik dari kedua sistem tersebut:</p><p>Sistem Kardiovaskular:</p><p><strong>Tekanan Darah</strong>:</p><ul><li><strong>Tekanan Sistolik</strong>: Tekanan darah pada saat jantung berkontraksi dan memompa darah ke dalam arteri.</li><li><strong>Tekanan Diastolik</strong>: Tekanan darah pada saat jantung beristirahat di antara kontraksi.</li></ul><p><strong>Volume Darah</strong>:</p><ul><li><strong>Volume Sistolik</strong>: Volume darah yang dipompa keluar dari jantung selama kontraksi ventrikel.</li><li><strong>Volume Diastolik</strong>: Volume darah yang ada di ventrikel selama fase istirahat di antara kontraksi.</li></ul><p><strong>Resistensi Vaskular</strong>:</p><ul><li><strong>Resistensi Sistemik</strong>: Total resistensi yang dihadapi oleh darah saat mengalir melalui seluruh sistem vaskular tubuh.</li><li><strong>Resistensi Pulmonal</strong>: Resistensi yang dihadapi oleh darah saat mengalir melalui pembuluh darah paru-paru.</li></ul><p><strong>Aliran Darah</strong>:</p><ul><li><strong>Aliran Darah Koroner</strong>: Aliran darah ke jantung sendiri yang memastikan suplai oksigen dan nutrisi yang memadai untuk fungsi jantung.</li><li><strong>Aliran Darah ke Organ dan Jaringan</strong>: Aliran darah yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi dari berbagai organ dan jaringan dalam tubuh.</li></ul><p>Sistem Respirasi:</p><p><strong>Ventilasi Alveolar</strong>:</p><ul><li><strong>Volume pernapasan</strong>: Volume udara yang masuk dan keluar dari paru-paru setiap menit.</li><li><strong>Frekuensi pernapasan</strong>: Jumlah napas per menit.</li></ul><p><strong>Pertukaran Gas di Alveoli</strong>:</p><ul><li><strong>Kapasitas Paru-paru</strong>: Volume maksimal udara yang dapat ditampung oleh paru-paru (termasuk tidal volume, inspiratory reserve volume, dan expiratory reserve volume).</li><li><strong>Pertukaran Oksigen dan Karbon Dioksida</strong>: Proses difusi oksigen dari alveoli ke darah dan karbon dioksida dari darah ke alveoli.</li></ul><p><strong>Regulasi Respirasi</strong>:</p><ul><li><strong>Sistem Saraf</strong>: Pengaturan pernapasan oleh sistem saraf, termasuk pusat pernapasan di batang otak yang mengontrol frekuensi dan kedalaman pernapasan.</li><li><strong>Faktor Kimia</strong>: Respons tubuh terhadap tingkat oksigen, karbon dioksida, dan pH dalam darah untuk mengatur pola pernapasan.</li></ul><p>Interaksi Antara Kardiovaskular dan Respirasi:</p><p><strong>Ketergantungan Ventilasi-Perfusi</strong>:</p><ul><li>Koordinasi antara ventilasi alveolar dan perfusi kapiler untuk memastikan pertukaran gas yang optimal di dalam paru-paru.</li></ul><p><strong>Transportasi Oksigen dan Karbon Dioksida</strong>:</p><ul><li>Peran kritis darah dalam mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan tubuh dan membawa karbon dioksida kembali ke paru-paru untuk dikeluarkan.</li></ul><p><strong>Regulasi Bersama</strong>:</p><ul><li>Sistem saraf otonom yang mengatur baik fungsi jantung maupun pernapasan untuk menjaga keseimbangan hemodinamik dan homeostasis tubuh secara keseluruhan.</li></ul>

Fisiologi hemodinamik dalam konteks sistem kardiovaskular dan respirasi mencakup studi tentang dinamika aliran darah dan pertukaran gas di dalam tubuh manusia. Ini melibatkan berbagai konsep dan parameter yang mempengaruhi kesehatan dan fungsi sistem-sistem ini. Berikut ini adalah beberapa aspek penting dalam fisiologi hemodinamik dari kedua sistem tersebut:

Sistem Kardiovaskular:

Tekanan Darah:

  • Tekanan Sistolik: Tekanan darah pada saat jantung berkontraksi dan memompa darah ke dalam arteri.
  • Tekanan Diastolik: Tekanan darah pada saat jantung beristirahat di antara kontraksi.

Volume Darah:

  • Volume Sistolik: Volume darah yang dipompa keluar dari jantung selama kontraksi ventrikel.
  • Volume Diastolik: Volume darah yang ada di ventrikel selama fase istirahat di antara kontraksi.

Resistensi Vaskular:

  • Resistensi Sistemik: Total resistensi yang dihadapi oleh darah saat mengalir melalui seluruh sistem vaskular tubuh.
  • Resistensi Pulmonal: Resistensi yang dihadapi oleh darah saat mengalir melalui pembuluh darah paru-paru.

Aliran Darah:

  • Aliran Darah Koroner: Aliran darah ke jantung sendiri yang memastikan suplai oksigen dan nutrisi yang memadai untuk fungsi jantung.
  • Aliran Darah ke Organ dan Jaringan: Aliran darah yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi dari berbagai organ dan jaringan dalam tubuh.

Sistem Respirasi:

Ventilasi Alveolar:

  • Volume pernapasan: Volume udara yang masuk dan keluar dari paru-paru setiap menit.
  • Frekuensi pernapasan: Jumlah napas per menit.

Pertukaran Gas di Alveoli:

  • Kapasitas Paru-paru: Volume maksimal udara yang dapat ditampung oleh paru-paru (termasuk tidal volume, inspiratory reserve volume, dan expiratory reserve volume).
  • Pertukaran Oksigen dan Karbon Dioksida: Proses difusi oksigen dari alveoli ke darah dan karbon dioksida dari darah ke alveoli.

Regulasi Respirasi:

  • Sistem Saraf: Pengaturan pernapasan oleh sistem saraf, termasuk pusat pernapasan di batang otak yang mengontrol frekuensi dan kedalaman pernapasan.
  • Faktor Kimia: Respons tubuh terhadap tingkat oksigen, karbon dioksida, dan pH dalam darah untuk mengatur pola pernapasan.

Interaksi Antara Kardiovaskular dan Respirasi:

Ketergantungan Ventilasi-Perfusi:

  • Koordinasi antara ventilasi alveolar dan perfusi kapiler untuk memastikan pertukaran gas yang optimal di dalam paru-paru.

Transportasi Oksigen dan Karbon Dioksida:

  • Peran kritis darah dalam mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan tubuh dan membawa karbon dioksida kembali ke paru-paru untuk dikeluarkan.

Regulasi Bersama:

  • Sistem saraf otonom yang mengatur baik fungsi jantung maupun pernapasan untuk menjaga keseimbangan hemodinamik dan homeostasis tubuh secara keseluruhan.

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Bu Ambar seorang perajin kipas lipat. la mendapat pesanan 500 kipas lipat seperti gambar di samping. Kipas lipat tersebut terdiri atas 3 bagian yaitu kerangka dari plastik, kain, dan pita perekat untuk tepi kain. Panjang jari-jari kipas 21 cm, sudut pusatnya 162°, dan lebar kain 14 cm. Biaya kerangka dan tali sebesar Rp1.800,00 per buah, kain sebesar Rp40.000,00/m², dan pita perekat Rp350,00/m. Kipas tersebut dijual dengan harga Rp6.500,00 per buah. Tentukan total keuntungan yang diperoleh Bu Ambar.

15

5.0

Jawaban terverifikasi

Untuk mengendalikan inflasi, pemerintah dapat melakukan kebijakan moneter .... a. Ekspansif dengan menaikkan reserve requirement ratio b. Ekspansif dengan menurunkan reserve requirement ratio c. Kontraktif dengan menaikkan reserve requirement ratio d. Kontraktif dengan menurunkan reserve requirement ratio e. Ekspansif dengan menaikkan tingkat diskonto Bila Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter ekspansif, ceteris paribus maka .... a. Menimbulkan inflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas b. Menimbulkan deflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas c. Tingkat bunga meningkat di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas d. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas e. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) vertikal Kebijakan fiskal kontraktif dilakukan dengan cara .... a. Menurunkan pengeluaran pemerintah (G), menambah pembayaran transfer (Tr) dan meningkatkan pemungutan pajak (Tx) b. Menurunkan G, mengurangi Tr, dan meningkatkan Tx c. Menurunkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx d. Meningkatkan G, mengurangi Tr, dan menurunkan Tx e. Meningkatkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx Cara yang dilakukan kebijakan tingkat diskonto oleh Bank Sentral dalam melakukan kebijakan moneter adalah .... a. Mengatur jumlah pemberian kredit b. Menetapkan harga surat-surat berharga di pasar uang c. Menetapkan giro wajib minimum (reserved requirement ratio) d. Mengatur tingkat bunga tabungan e. Mengatur tingkat bunga pinjaman bank sentral kepada bank umum Perhatikan beberapa pernyataan berikut. 1). Menaikkan tarif pajak. 2). Diversifikasi pajak. 3). Menaikkan suku bunga. 4). Politik pasar terbuka. 5). Mengadakan diskriminasi harga. Yang termasuk kebijakan fiskal adalah .... a. 1) dan 2) b. 2) dan 3) c. 3) dan 4) d. 3) dan 5) e. 4) dan 5) Investasi bank lesu, daya beli melemah akan berdampak kepada apresiasi rupiah terhadap mata uang asing memburuk. Kebijakan moneter yang paling tepat dilakukan pemerintah adalah .... a. Menaikkan suku bunga bank b. Membeli surat berharga c. Memberikan subsidi kepada masyarakat d. Membatasi pengeluaran negara e. Menaikkan pajak penghasilan Akibat yang ditimbulkan dari kebijakan fiskal ekspansif bila tidak diikuti dengan kebijakan moneter yang ekspansif adalah .... a. Output bertambah, suku bunga tetap b. Output bertambah, suku bunga turun c. Output bertambah, suku bunga naik d. Output turun, suku bunga naik e. Output turun, suku bunga turun Di bawah ini yang tidak termasuk jenis kebijakan moneter berhubungan dengan pengaturan jumlah uang yang beredar di masyarakat, adalah .... a. Kebijakan moneter ekspansif (Monetary Expansive Policy) b. Operasi pasar terbuka (Open Market Operation) c. Kebijakan moneter kontraktif (Monetary Contractive Policy)/ Tight Money Policy d. Fasilitas diskonto (Discount Rate) e. Meningkatkan jumlah barang di pasar output Pada saat nilai rupiah terhadap dolar mengalami pelemahan dari Rp10.500,00 menjadi Rp11.760,00 harga barang impor mengalami kenaikan. Kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah .... a. Memborong dolar Amerika di pasar uang untuk membayar utang b. Meningkatkan produksi barang dan jasa bagi masyarakat c. Membeli surat berharga jangka panjang di pasar modal d. Menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan e. Menurunkan suku bunga tabungan dan pinjaman Ketika kebutuhan kedelai meningkat dan petani gagal panen karena terserang hama maka pemerintah harus mengimpor kedelai dari luar negeri yang harganya lebih mahal. Kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah .... a. Menentukan tarif pajak kedelai lebih rendah dari sebelumnya b. Menentukan standar harga kedelai dari yang rendah sampai mahal c. Memberikan subsidi kepada petani yang menghasilkan kedelai d. Meningkatkan produktivitas kedelai dengan mengganti tanaman padi e. Membatasi impor kedelai dan meningkatkan ekspor ke luar negeri Operasi pasar terbuka dalam pengendalian uang yang beredar dalam masyarakat dapat dilakukan dengan cara .... a. Membeli surat berharga pemerintah dan Menjual surat-surat berharga pemerintah b. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menjual surat-surat berharga pemerintah c. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah d. Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah e. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum Perhatikan pernyataan berikut. 1). Politik diskonto 2). Menaikkan pajak 3). Politik pasar terbuka 4). Menaikkan cash ratio 5). Meningkatkan impor 6). Meningkatkan pinjaman Dari cara yang diterapkan pemerintah tersebut, yang merupakan kebijakan moneter adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 4) c. 2), 4), dan 5) d. 3), 4), dan 5) e. 4), 5), dan 6) Kondisi saat pemerintah sebaiknya tidak memberlakukan kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter adalah .... a. Ekonomi mengalami deflasi b. Perekonomian berada dibawah output potensialnya c. Tidak terjadi inflasi dan tingkat pengangguran berada dibawah target tingkat pengangguran d. Tingkat pengangguran berada diatas target tingkat pengangguran e. Ekonomi mengalami inflasi Bank sentral memasok dana ke dalam cadangan perbankan sebesar Rp10 triliun, pada saat yang sama bank sentral menetapkan rasio kebutuhan cadangan sebesar 2%. Dari proses penciptaan uang, jumlah uang yang beredar dapat bertambah sebesar .... a. Rp10,2 triliun b. Rp12 triliun c. Rp50 triliun d. Rp102 triliun e. Rp500 triliun Bank X menerima tambahan deposit Rp500 juta dan menyalurkannya sebagai kredit pada nasabah A setelah dikurangi cadangan wajib perbankan 10%. Bila A menyimpan pinjamannya pada Bank Y dan bank ini menyisihkan cadangan dengan rasio yang sama, dan menyalurkan sebagai kredit, begitu seterusnya. Jumlah uang yang beredar adalah .... a. 50 juta b. 500 juta c. 1.000 juta d. 5.000 juta e. 50.000 juta Apabila GWM atau reserve requirement bank-bank umum sebesar 5%, maka multiplier deposit adalah sebesar .... a. 5 b. 10 c. 15 d. 20 e. 25 Jika GWM dinaikkan dari 5% menjadi 10 %, maka .... a. Multiplier naik menjadi 10 kali b. Multiplier turun menjadi 10 kali c. Multiplier tetap d. Multiplier naik menjadi 50 kali e. Multiplier turun menjadi 5 kali Jika defisit riil senilai Rp100 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 7.5% dan defisit nominal senilai Rp400 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp1 Triliun b. Rp2 Triliun c. Rp3 Triliun d. Rp4 Triliun e. Rp5 Triliun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,- Untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, pemerintah dalam hal ini Bank Sentral dapat menggunakan berbagai macam kebijakan moneter. Ketika terjadi inflasi salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan/persediaan kas (cash ratio policy). Dampak dari penerapan kebijakan tersebut adalah .... a. Jumlah uang yang beredar akan bertambah sehingga harga barang akan mengalami penurunan b. Harga barang akan mengalami penurunan sebagai akibat jumlah uang yang beredar berkurang c. Penambah cadangan pada bank umum menimbulkan jumlah uang semakin banyak beredar d. Jumlah barang akan semakin banyak beredar sebagai akibat dari kelangkaan jumlah uang e. Penambahan jumlah barang tidak dapat dihindari karena modal perusahaan semakin bertambah Apabila diketahui bahwa Indonesia mengalami defisit anggaran nominal (nominal deficit) sebesar Rp400 Triliun, defisit anggaran riil (real deficit) sebesar Rp360 Triliun, dan total utang Indonesia mencapai Rp2.000 Triliun, maka tingkat inflasi Indonesia mencapai .... a. 0,5% b. 1,0% c. 1,5% d. 2,0% e. 2,5% Jika defisit riil senilai Rp200 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 10% dan defisit nominal senilai Rp800 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp3 Triliun b. Rp4 Triliun c. Rp5 Triliun d. Rp6 Triliun e. Rp8 Triliun Berikut ini adalah berbagai kebijakan yang dapat dilakukan oleh institusi Bank Indonesia sebagai bank sentral, kecuali .... a. Operasi pasar terbuka b. Menetapkan giro wajib minimum c. Menjual saham d. Kebijakan tingkat diskonto e. Pengawasan kredit secara selektif Apabila tingkat inflasi pada 2020 adalah 10 % dan kemudian pada 2021 menjadi 7 %, manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat? a. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga turun b. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga naik c. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga tetap d. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga naik e. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga turun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,-

26

0.0

Jawaban terverifikasi

Iklan

26. Ciri" masyarakat lembaga abad 21 27. 3 pilar fondasi dalam berinteraksi dan dana digital 28. Kemampuan pengangkutan barang dagangan bisa menjadi optimal dan efisien, hal ini merupakan kemajuan teknologi dalam sistem perdagangan di bidang 29. Maksud kartu kredit 30. Manfaat penggunaan teknologi informasi di bidang perdagangan bagi masyarakat 31. Keuntungan menggunakan ATM dan kartu debit dalam pembayaran 32. Prinsip" sistem pembayaran yang di terapkan oleh bank indonesia dan mencegah terjadinya kegiatan praktek monopoli dalam industri sistem perdagangan 33. Tujuan dari lembaga OJK 34. Maksud cek bank 35. Kelebihan uang elektronik sebagai alat pembayaran 36. Penyebab dari rendahnya tingkat presentase penggunaan layanan keuangan di indonesia di bandingkan dengan negara lain di ASEAN 37. Maksud dengan flash livevitate dalam tingkatan kemampuan literasi keuangan 38. Cara meningkatkan akses keuangan digital di indonesia yang masih rendah 39. Maksud dengan while literate 40. Tujuan dari adanya literasi keuangan 41. Penyebab perubahan sosial yang terkait dengan fenomena globalisasi 42. Seringkali terdapat beberapa kesalahpahaman konsep mengenal modernisasi di masyarakat, salah satunya menganggap jika modern adalah dengan 43. contoh perilaku yg bisa kita lakukan dalam kesendirian untuk ikut menjaga tradisi di kearifan lokal Nusantara 44. perubahan sosial merupakan penekanan kondisi teknologi yang menyebabkan perubahan pada aspek tertentu dalam kehidupan sosial manusia, definisi trsbt merupakan pendapat dari siapa 45. perubahan sosial yang berpengaruh kecil terhadap kehidupan manusia 46. fungsi asli uang 47. pengertian lending dlm per bank - an 48. beberapa kegiatan yang dilakukan keuangan 49. sebutkan pengertian dari : 1. asuransi 2. lesing 3.inden 4. sewa 50. peran bank dlm menyalurkan kredit ke nasabah

26

5.0

Jawaban terverifikasi