Vanessa A

04 April 2024 02:53

Iklan

Vanessa A

04 April 2024 02:53

Pertanyaan

ceritakan kehidupan sosial, ekonomi, dan politik kerajaan Sunda dengan lengkap

ceritakan kehidupan sosial, ekonomi, dan politik kerajaan Sunda dengan lengkap

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

10

:

14

:

41

Klaim

15

3

Jawaban terverifikasi

Iklan

B. Hindarto

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta

05 April 2024 02:09

Jawaban terverifikasi

Jawabannya adalah Pada periode ini, sistem politik yang berlaku adalah sistem feudal, di mana posisi puncak dipegang oleh seorang yang disebut Prabu atau raja. Sistem sosial berdasarkan kasta sosial/kelas sosial berdasarkam agama hindu, sedangkan sitem ekonominya berupa perdagangan dan pertanian. Simak penjelasannya yuk, Pada periode ini, sistem politik yang berlaku adalah sistem feudal, di mana posisi puncak dipegang oleh seorang yang disebut Prabu atau raja. Agama utama yang dianut adalah Hindu Syiwa, seperti tercatat dalam prasasti Kawali dan Sahyang Tapak. Di samping itu, terdapat juga penganut agama Hindu Waisnawa dan Budha. Ketiga agama tersebut hidup berdampingan dengan toleransi antar sesamanya. Kehidupan ekonomi pada masa Kerajaan Pajajaran sangat bergantung pada kegiatan agraris seperti bercocok tanam dan perdagangan. Dengan demikian, Jawabannya adalah Pada periode ini, sistem politik yang berlaku adalah sistem feudal, di mana posisi puncak dipegang oleh seorang yang disebut Prabu atau raja. Sistem sosial berdasarkan kasta sosial/kelas sosial berdasarkam agama hindu, sedangkan sitem ekonominya berupa perdagangan dan pertanian.


Vanessa A

06 April 2024 05:32

terimakasih kak

Iklan

Nanda R

Community

06 April 2024 05:31

Jawaban terverifikasi

<p>Kerajaan Sunda adalah salah satu kerajaan Hindu-Buddha yang pernah berdiri di wilayah barat Pulau Jawa, Indonesia, dengan pusat kekuasaan di daerah yang sekarang dikenal sebagai Jawa Barat. Kerajaan ini berlangsung dari sekitar abad ke-7 hingga abad ke-16 Masehi, sebelum akhirnya jatuh ke tangan Kesultanan Banten dan Kesultanan Demak.</p><p><strong>Kehidupan Sosial:</strong></p><p><strong>Struktur Sosial</strong>: Kehidupan sosial di Kerajaan Sunda didasarkan pada struktur kasta, di mana masyarakat dibagi menjadi berbagai golongan berdasarkan kasta atau jati. Kasta tertinggi adalah para bangsawan dan kaum brahmana, diikuti oleh kasta ksatria, pedagang dan petani, serta kasta paling rendah adalah para pekerja kasar.</p><p><strong>Agama Hindu-Buddha</strong>: Agama Hindu-Buddha menjadi agama utama di Kerajaan Sunda. Kuil-kuil Hindu dan Buddha dibangun di berbagai tempat, dan ritual keagamaan, pemujaan dewa-dewi, dan upacara keagamaan menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari.</p><p><strong>Budaya dan Seni</strong>: Kerajaan Sunda dikenal karena keberagaman budaya dan seni. Seni arsitektur, patung, seni tari, dan musik berkembang pesat di bawah perlindungan kerajaan.</p><p><strong>Kehidupan Ekonomi:</strong></p><p><strong>Pertanian</strong>: Pertanian adalah salah satu sektor utama dalam ekonomi Kerajaan Sunda. Tanah yang subur di dataran tinggi Jawa Barat mendukung pertanian padi, jagung, kacang-kacangan, dan rempah-rempah.</p><p><strong>Perdagangan</strong>: Kerajaan Sunda merupakan pusat perdagangan yang penting di wilayah Nusantara. Pelabuhan-pelabuhan penting seperti pelabuhan Sunda Kelapa (kini Jakarta) dan pelabuhan Banten menjadi pusat perdagangan rempah-rempah, emas, dan barang-barang lainnya.</p><p><strong>Kehidupan Politik:</strong></p><p><strong>Sistem Pemerintahan</strong>: Kerajaan Sunda diperintah oleh seorang raja yang memerintah bersama para bangsawan dan kaum brahmana. Raja memiliki kekuasaan tertinggi dan dianggap sebagai penguasa yang diangkat oleh dewa.</p><p><strong>Pertahanan</strong>: Untuk melindungi keamanan kerajaan, Sunda membangun benteng-benteng dan menempatkan pasukan ksatria untuk menghadapi ancaman dari luar, seperti serangan dari kerajaan tetangga atau kerajaan-kerajaan lain di Nusantara.</p><p><strong>Hubungan dengan Kerajaan Tetangga</strong>: Kerajaan Sunda menjalin hubungan perdagangan dan politik dengan kerajaan tetangga, seperti Kerajaan Majapahit di Jawa Timur dan Kesultanan Malaka di Semenanjung Malaya. Kadang-kadang terjadi konflik atau perang antara kerajaan-kerajaan ini.</p>

Kerajaan Sunda adalah salah satu kerajaan Hindu-Buddha yang pernah berdiri di wilayah barat Pulau Jawa, Indonesia, dengan pusat kekuasaan di daerah yang sekarang dikenal sebagai Jawa Barat. Kerajaan ini berlangsung dari sekitar abad ke-7 hingga abad ke-16 Masehi, sebelum akhirnya jatuh ke tangan Kesultanan Banten dan Kesultanan Demak.

Kehidupan Sosial:

Struktur Sosial: Kehidupan sosial di Kerajaan Sunda didasarkan pada struktur kasta, di mana masyarakat dibagi menjadi berbagai golongan berdasarkan kasta atau jati. Kasta tertinggi adalah para bangsawan dan kaum brahmana, diikuti oleh kasta ksatria, pedagang dan petani, serta kasta paling rendah adalah para pekerja kasar.

Agama Hindu-Buddha: Agama Hindu-Buddha menjadi agama utama di Kerajaan Sunda. Kuil-kuil Hindu dan Buddha dibangun di berbagai tempat, dan ritual keagamaan, pemujaan dewa-dewi, dan upacara keagamaan menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari.

Budaya dan Seni: Kerajaan Sunda dikenal karena keberagaman budaya dan seni. Seni arsitektur, patung, seni tari, dan musik berkembang pesat di bawah perlindungan kerajaan.

Kehidupan Ekonomi:

Pertanian: Pertanian adalah salah satu sektor utama dalam ekonomi Kerajaan Sunda. Tanah yang subur di dataran tinggi Jawa Barat mendukung pertanian padi, jagung, kacang-kacangan, dan rempah-rempah.

Perdagangan: Kerajaan Sunda merupakan pusat perdagangan yang penting di wilayah Nusantara. Pelabuhan-pelabuhan penting seperti pelabuhan Sunda Kelapa (kini Jakarta) dan pelabuhan Banten menjadi pusat perdagangan rempah-rempah, emas, dan barang-barang lainnya.

Kehidupan Politik:

Sistem Pemerintahan: Kerajaan Sunda diperintah oleh seorang raja yang memerintah bersama para bangsawan dan kaum brahmana. Raja memiliki kekuasaan tertinggi dan dianggap sebagai penguasa yang diangkat oleh dewa.

Pertahanan: Untuk melindungi keamanan kerajaan, Sunda membangun benteng-benteng dan menempatkan pasukan ksatria untuk menghadapi ancaman dari luar, seperti serangan dari kerajaan tetangga atau kerajaan-kerajaan lain di Nusantara.

Hubungan dengan Kerajaan Tetangga: Kerajaan Sunda menjalin hubungan perdagangan dan politik dengan kerajaan tetangga, seperti Kerajaan Majapahit di Jawa Timur dan Kesultanan Malaka di Semenanjung Malaya. Kadang-kadang terjadi konflik atau perang antara kerajaan-kerajaan ini.


Vanessa A

06 April 2024 05:32

terimakasih kak

Salsabila M

Community

06 April 2024 14:04

Jawaban terverifikasi

<p>Kerajaan Sunda adalah salah satu kerajaan Hindu-Buddha yang pernah berdiri di wilayah yang sekarang menjadi bagian dari Indonesia, terutama di Pulau Jawa. Kerajaan Sunda memiliki kehidupan sosial, ekonomi, dan politik yang kaya dan kompleks.</p><p><strong>Kehidupan Sosial:</strong></p><p><strong>Struktur Sosial</strong>: Kehidupan sosial di Kerajaan Sunda didasarkan pada struktur kasta yang mirip dengan kerajaan Hindu-Buddha lainnya. Masyarakat terbagi menjadi empat kasta utama: Brahmana (pendeta), Ksatria (bangsawan atau prajurit), Waisya (pedagang dan petani), dan Sudra (pekerja kasar). Di samping itu, ada juga kasta yang lebih rendah, yakni kasta Paria (terpinggirkan).</p><p><strong>Budaya dan Seni</strong>: Kehidupan sosial di Kerajaan Sunda juga didominasi oleh budaya Hindu-Buddha, dengan ritual keagamaan, tarian, musik, dan seni lukis yang berkembang pesat. Wayang, salah satu bentuk seni pertunjukan tradisional, menjadi salah satu ciri khas budaya Sunda.</p><p><strong>Pertemuan Budaya</strong>: Sebagai pusat perdagangan dan pertemuan budaya di kawasan Asia Tenggara, Kerajaan Sunda menjadi tempat pertemuan berbagai budaya, terutama dari India, Cina, dan Arab. Hal ini memperkaya budaya lokal dengan adopsi berbagai tradisi dan kepercayaan.</p><p><strong>Kehidupan Ekonomi:</strong></p><p><strong>Pertanian</strong>: Pertanian merupakan tulang punggung ekonomi Kerajaan Sunda. Tanah yang subur di Jawa Barat mendukung pertanian padi, jagung, kopi, dan rempah-rempah lainnya. Sistem irigasi yang maju memungkinkan produksi pertanian yang berlimpah.</p><p><strong>Perdagangan</strong>: Berlokasi strategis di jalur perdagangan laut antara Asia Tenggara dan Tiongkok, Kerajaan Sunda menjadi pusat perdagangan yang penting. Barang-barang seperti sutra, rempah-rempah, dan logam berharga diperdagangkan di pelabuhan-pelabuhan utama seperti Pelabuhan Sunda Kelapa.</p><p><strong>Kerajinan</strong>: Selain pertanian dan perdagangan, kerajinan juga menjadi sektor ekonomi yang penting. Produksi kain tradisional, kerajinan logam, dan seni ukir kayu adalah beberapa contoh kerajinan yang berkembang di kerajaan ini.</p><p><strong>Kehidupan Politik:</strong></p><p><strong>Sistem Pemerintahan</strong>: Kerajaan Sunda diperintah oleh seorang raja yang berasal dari dinasti lokal. Raja biasanya didukung oleh para bangsawan dan petinggi agama dalam mengatur kerajaan. Pemerintahan dijalankan berdasarkan hukum adat dan ajaran agama Hindu-Buddha.</p><p><strong>Pertempuran dan Aliansi</strong>: Seperti halnya kerajaan lain di Nusantara, Kerajaan Sunda sering terlibat dalam pertempuran dan konflik dengan kerajaan tetangga, baik untuk memperluas wilayah maupun untuk mempertahankan kekuasaan. Aliansi dengan kerajaan lain sering kali dibangun untuk kepentingan politik dan perdagangan.</p><p><strong>Pengaruh Asing</strong>: Meskipun memiliki budaya dan identitas yang kuat, Kerajaan Sunda tidak terisolasi dari pengaruh luar. Pengaruh budaya, agama, dan politik dari India, Tiongkok, dan Timur Tengah dapat dilihat dalam berbagai aspek kehidupan politik Sunda.</p>

Kerajaan Sunda adalah salah satu kerajaan Hindu-Buddha yang pernah berdiri di wilayah yang sekarang menjadi bagian dari Indonesia, terutama di Pulau Jawa. Kerajaan Sunda memiliki kehidupan sosial, ekonomi, dan politik yang kaya dan kompleks.

Kehidupan Sosial:

Struktur Sosial: Kehidupan sosial di Kerajaan Sunda didasarkan pada struktur kasta yang mirip dengan kerajaan Hindu-Buddha lainnya. Masyarakat terbagi menjadi empat kasta utama: Brahmana (pendeta), Ksatria (bangsawan atau prajurit), Waisya (pedagang dan petani), dan Sudra (pekerja kasar). Di samping itu, ada juga kasta yang lebih rendah, yakni kasta Paria (terpinggirkan).

Budaya dan Seni: Kehidupan sosial di Kerajaan Sunda juga didominasi oleh budaya Hindu-Buddha, dengan ritual keagamaan, tarian, musik, dan seni lukis yang berkembang pesat. Wayang, salah satu bentuk seni pertunjukan tradisional, menjadi salah satu ciri khas budaya Sunda.

Pertemuan Budaya: Sebagai pusat perdagangan dan pertemuan budaya di kawasan Asia Tenggara, Kerajaan Sunda menjadi tempat pertemuan berbagai budaya, terutama dari India, Cina, dan Arab. Hal ini memperkaya budaya lokal dengan adopsi berbagai tradisi dan kepercayaan.

Kehidupan Ekonomi:

Pertanian: Pertanian merupakan tulang punggung ekonomi Kerajaan Sunda. Tanah yang subur di Jawa Barat mendukung pertanian padi, jagung, kopi, dan rempah-rempah lainnya. Sistem irigasi yang maju memungkinkan produksi pertanian yang berlimpah.

Perdagangan: Berlokasi strategis di jalur perdagangan laut antara Asia Tenggara dan Tiongkok, Kerajaan Sunda menjadi pusat perdagangan yang penting. Barang-barang seperti sutra, rempah-rempah, dan logam berharga diperdagangkan di pelabuhan-pelabuhan utama seperti Pelabuhan Sunda Kelapa.

Kerajinan: Selain pertanian dan perdagangan, kerajinan juga menjadi sektor ekonomi yang penting. Produksi kain tradisional, kerajinan logam, dan seni ukir kayu adalah beberapa contoh kerajinan yang berkembang di kerajaan ini.

Kehidupan Politik:

Sistem Pemerintahan: Kerajaan Sunda diperintah oleh seorang raja yang berasal dari dinasti lokal. Raja biasanya didukung oleh para bangsawan dan petinggi agama dalam mengatur kerajaan. Pemerintahan dijalankan berdasarkan hukum adat dan ajaran agama Hindu-Buddha.

Pertempuran dan Aliansi: Seperti halnya kerajaan lain di Nusantara, Kerajaan Sunda sering terlibat dalam pertempuran dan konflik dengan kerajaan tetangga, baik untuk memperluas wilayah maupun untuk mempertahankan kekuasaan. Aliansi dengan kerajaan lain sering kali dibangun untuk kepentingan politik dan perdagangan.

Pengaruh Asing: Meskipun memiliki budaya dan identitas yang kuat, Kerajaan Sunda tidak terisolasi dari pengaruh luar. Pengaruh budaya, agama, dan politik dari India, Tiongkok, dan Timur Tengah dapat dilihat dalam berbagai aspek kehidupan politik Sunda.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

1. penyebab perubahan sosial budaya yang berasal dari masyarakat yang berkaitan demografi 2. penyebab perubahan sosial budaya yang terkait dengan fenomena globalisasi 3. Tanda-tanda sikap mental masyarakat yang belum siap menerima kemajuan teknologi 4. Dampak modernisasi dalam kehidupan sosial masyarakat 5. Kegiatan manusia di bidang ekonomi yang menunjukkan perubahan ke arah modernisasi 6. Contoh pengaruh modernisasi di bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan terhadap pola pikir masyarakat 7. Konsep mengenai proses modernisasi di masyarakat seringkali mengalami kesalahan pahaman, salah satunya kesalahan tersebut menganggap jika menjadi modern adalah mengikuti... 8. arti dari globalisasi 9. Bentuk kearifan lokal di wilayah Madura yang berperan dalam pengelolaan SDA dan dukungan dalam bentuk kebudayaan 10. Syarat menjaga tradisi kearifan lokal di Nusantara 11. Ciri uang kartal, giral 12. Syarat melakukan kegiatan barter 13. Arti dari durability yang merupakan syarat sebuah benda bisa dikatakan sebagai uang 14. maksud token money dalam nilai intrinsik 15. maksud dengan satuan hitung dalam fungsi uang 16. fungsi uang 17. peranan dan maksud didirikan lembaga keuangan non-Bank / bukan bank 18. maksud dengan kegiatan menghimpun dana yang dilakukan perbankan 19. tugas Bank Indonesia 20. tugas Bank Umum 21. kegiatan lembaga keuangan non-Bank 22. kelembagaan keuangan non-bank yang memiliki kegiatan yang dilakukan dengan operasi simpan pinjam 23. Lembaga keuangan non bank yang memiliki fungsi sebagai penggerak investasi dengan memperhatikan dan memasukan surat berharga 24. Nama lembaga keuangan non bank yang bertugas mengatasi para rensumen 25. Ciri" dari masyarakat ekonomi abad ke 21

31

5.0

Jawaban terverifikasi

Untuk mengendalikan inflasi, pemerintah dapat melakukan kebijakan moneter .... a. Ekspansif dengan menaikkan reserve requirement ratio b. Ekspansif dengan menurunkan reserve requirement ratio c. Kontraktif dengan menaikkan reserve requirement ratio d. Kontraktif dengan menurunkan reserve requirement ratio e. Ekspansif dengan menaikkan tingkat diskonto Bila Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter ekspansif, ceteris paribus maka .... a. Menimbulkan inflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas b. Menimbulkan deflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas c. Tingkat bunga meningkat di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas d. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas e. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) vertikal Kebijakan fiskal kontraktif dilakukan dengan cara .... a. Menurunkan pengeluaran pemerintah (G), menambah pembayaran transfer (Tr) dan meningkatkan pemungutan pajak (Tx) b. Menurunkan G, mengurangi Tr, dan meningkatkan Tx c. Menurunkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx d. Meningkatkan G, mengurangi Tr, dan menurunkan Tx e. Meningkatkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx Cara yang dilakukan kebijakan tingkat diskonto oleh Bank Sentral dalam melakukan kebijakan moneter adalah .... a. Mengatur jumlah pemberian kredit b. Menetapkan harga surat-surat berharga di pasar uang c. Menetapkan giro wajib minimum (reserved requirement ratio) d. Mengatur tingkat bunga tabungan e. Mengatur tingkat bunga pinjaman bank sentral kepada bank umum Perhatikan beberapa pernyataan berikut. 1). Menaikkan tarif pajak. 2). Diversifikasi pajak. 3). Menaikkan suku bunga. 4). Politik pasar terbuka. 5). Mengadakan diskriminasi harga. Yang termasuk kebijakan fiskal adalah .... a. 1) dan 2) b. 2) dan 3) c. 3) dan 4) d. 3) dan 5) e. 4) dan 5) Investasi bank lesu, daya beli melemah akan berdampak kepada apresiasi rupiah terhadap mata uang asing memburuk. Kebijakan moneter yang paling tepat dilakukan pemerintah adalah .... a. Menaikkan suku bunga bank b. Membeli surat berharga c. Memberikan subsidi kepada masyarakat d. Membatasi pengeluaran negara e. Menaikkan pajak penghasilan Akibat yang ditimbulkan dari kebijakan fiskal ekspansif bila tidak diikuti dengan kebijakan moneter yang ekspansif adalah .... a. Output bertambah, suku bunga tetap b. Output bertambah, suku bunga turun c. Output bertambah, suku bunga naik d. Output turun, suku bunga naik e. Output turun, suku bunga turun Di bawah ini yang tidak termasuk jenis kebijakan moneter berhubungan dengan pengaturan jumlah uang yang beredar di masyarakat, adalah .... a. Kebijakan moneter ekspansif (Monetary Expansive Policy) b. Operasi pasar terbuka (Open Market Operation) c. Kebijakan moneter kontraktif (Monetary Contractive Policy)/ Tight Money Policy d. Fasilitas diskonto (Discount Rate) e. Meningkatkan jumlah barang di pasar output Pada saat nilai rupiah terhadap dolar mengalami pelemahan dari Rp10.500,00 menjadi Rp11.760,00 harga barang impor mengalami kenaikan. Kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah .... a. Memborong dolar Amerika di pasar uang untuk membayar utang b. Meningkatkan produksi barang dan jasa bagi masyarakat c. Membeli surat berharga jangka panjang di pasar modal d. Menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan e. Menurunkan suku bunga tabungan dan pinjaman Ketika kebutuhan kedelai meningkat dan petani gagal panen karena terserang hama maka pemerintah harus mengimpor kedelai dari luar negeri yang harganya lebih mahal. Kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah .... a. Menentukan tarif pajak kedelai lebih rendah dari sebelumnya b. Menentukan standar harga kedelai dari yang rendah sampai mahal c. Memberikan subsidi kepada petani yang menghasilkan kedelai d. Meningkatkan produktivitas kedelai dengan mengganti tanaman padi e. Membatasi impor kedelai dan meningkatkan ekspor ke luar negeri Operasi pasar terbuka dalam pengendalian uang yang beredar dalam masyarakat dapat dilakukan dengan cara .... a. Membeli surat berharga pemerintah dan Menjual surat-surat berharga pemerintah b. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menjual surat-surat berharga pemerintah c. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah d. Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah e. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum Perhatikan pernyataan berikut. 1). Politik diskonto 2). Menaikkan pajak 3). Politik pasar terbuka 4). Menaikkan cash ratio 5). Meningkatkan impor 6). Meningkatkan pinjaman Dari cara yang diterapkan pemerintah tersebut, yang merupakan kebijakan moneter adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 4) c. 2), 4), dan 5) d. 3), 4), dan 5) e. 4), 5), dan 6) Kondisi saat pemerintah sebaiknya tidak memberlakukan kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter adalah .... a. Ekonomi mengalami deflasi b. Perekonomian berada dibawah output potensialnya c. Tidak terjadi inflasi dan tingkat pengangguran berada dibawah target tingkat pengangguran d. Tingkat pengangguran berada diatas target tingkat pengangguran e. Ekonomi mengalami inflasi Bank sentral memasok dana ke dalam cadangan perbankan sebesar Rp10 triliun, pada saat yang sama bank sentral menetapkan rasio kebutuhan cadangan sebesar 2%. Dari proses penciptaan uang, jumlah uang yang beredar dapat bertambah sebesar .... a. Rp10,2 triliun b. Rp12 triliun c. Rp50 triliun d. Rp102 triliun e. Rp500 triliun Bank X menerima tambahan deposit Rp500 juta dan menyalurkannya sebagai kredit pada nasabah A setelah dikurangi cadangan wajib perbankan 10%. Bila A menyimpan pinjamannya pada Bank Y dan bank ini menyisihkan cadangan dengan rasio yang sama, dan menyalurkan sebagai kredit, begitu seterusnya. Jumlah uang yang beredar adalah .... a. 50 juta b. 500 juta c. 1.000 juta d. 5.000 juta e. 50.000 juta Apabila GWM atau reserve requirement bank-bank umum sebesar 5%, maka multiplier deposit adalah sebesar .... a. 5 b. 10 c. 15 d. 20 e. 25 Jika GWM dinaikkan dari 5% menjadi 10 %, maka .... a. Multiplier naik menjadi 10 kali b. Multiplier turun menjadi 10 kali c. Multiplier tetap d. Multiplier naik menjadi 50 kali e. Multiplier turun menjadi 5 kali Jika defisit riil senilai Rp100 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 7.5% dan defisit nominal senilai Rp400 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp1 Triliun b. Rp2 Triliun c. Rp3 Triliun d. Rp4 Triliun e. Rp5 Triliun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,- Untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, pemerintah dalam hal ini Bank Sentral dapat menggunakan berbagai macam kebijakan moneter. Ketika terjadi inflasi salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan/persediaan kas (cash ratio policy). Dampak dari penerapan kebijakan tersebut adalah .... a. Jumlah uang yang beredar akan bertambah sehingga harga barang akan mengalami penurunan b. Harga barang akan mengalami penurunan sebagai akibat jumlah uang yang beredar berkurang c. Penambah cadangan pada bank umum menimbulkan jumlah uang semakin banyak beredar d. Jumlah barang akan semakin banyak beredar sebagai akibat dari kelangkaan jumlah uang e. Penambahan jumlah barang tidak dapat dihindari karena modal perusahaan semakin bertambah Apabila diketahui bahwa Indonesia mengalami defisit anggaran nominal (nominal deficit) sebesar Rp400 Triliun, defisit anggaran riil (real deficit) sebesar Rp360 Triliun, dan total utang Indonesia mencapai Rp2.000 Triliun, maka tingkat inflasi Indonesia mencapai .... a. 0,5% b. 1,0% c. 1,5% d. 2,0% e. 2,5% Jika defisit riil senilai Rp200 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 10% dan defisit nominal senilai Rp800 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp3 Triliun b. Rp4 Triliun c. Rp5 Triliun d. Rp6 Triliun e. Rp8 Triliun Berikut ini adalah berbagai kebijakan yang dapat dilakukan oleh institusi Bank Indonesia sebagai bank sentral, kecuali .... a. Operasi pasar terbuka b. Menetapkan giro wajib minimum c. Menjual saham d. Kebijakan tingkat diskonto e. Pengawasan kredit secara selektif Apabila tingkat inflasi pada 2020 adalah 10 % dan kemudian pada 2021 menjadi 7 %, manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat? a. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga turun b. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga naik c. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga tetap d. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga naik e. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga turun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,-

14

0.0

Jawaban terverifikasi

Iklan

26. Ciri" masyarakat lembaga abad 21 27. 3 pilar fondasi dalam berinteraksi dan dana digital 28. Kemampuan pengangkutan barang dagangan bisa menjadi optimal dan efisien, hal ini merupakan kemajuan teknologi dalam sistem perdagangan di bidang 29. Maksud kartu kredit 30. Manfaat penggunaan teknologi informasi di bidang perdagangan bagi masyarakat 31. Keuntungan menggunakan ATM dan kartu debit dalam pembayaran 32. Prinsip" sistem pembayaran yang di terapkan oleh bank indonesia dan mencegah terjadinya kegiatan praktek monopoli dalam industri sistem perdagangan 33. Tujuan dari lembaga OJK 34. Maksud cek bank 35. Kelebihan uang elektronik sebagai alat pembayaran 36. Penyebab dari rendahnya tingkat presentase penggunaan layanan keuangan di indonesia di bandingkan dengan negara lain di ASEAN 37. Maksud dengan flash livevitate dalam tingkatan kemampuan literasi keuangan 38. Cara meningkatkan akses keuangan digital di indonesia yang masih rendah 39. Maksud dengan while literate 40. Tujuan dari adanya literasi keuangan 41. Penyebab perubahan sosial yang terkait dengan fenomena globalisasi 42. Seringkali terdapat beberapa kesalahpahaman konsep mengenal modernisasi di masyarakat, salah satunya menganggap jika modern adalah dengan 43. contoh perilaku yg bisa kita lakukan dalam kesendirian untuk ikut menjaga tradisi di kearifan lokal Nusantara 44. perubahan sosial merupakan penekanan kondisi teknologi yang menyebabkan perubahan pada aspek tertentu dalam kehidupan sosial manusia, definisi trsbt merupakan pendapat dari siapa 45. perubahan sosial yang berpengaruh kecil terhadap kehidupan manusia 46. fungsi asli uang 47. pengertian lending dlm per bank - an 48. beberapa kegiatan yang dilakukan keuangan 49. sebutkan pengertian dari : 1. asuransi 2. lesing 3.inden 4. sewa 50. peran bank dlm menyalurkan kredit ke nasabah

12

5.0

Jawaban terverifikasi