Vanessa A

12 Mei 2024 06:38

Iklan

Iklan

Vanessa A

12 Mei 2024 06:38

Pertanyaan

jelaskan kehidupan sosial, politik dan ekonomi kerajaan Ternate

jelaskan kehidupan sosial, politik dan ekonomi kerajaan Ternate


8

3

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

Nanda R

Gold

12 Mei 2024 10:05

Jawaban terverifikasi

<p>Kerajaan Ternate, yang terletak di Kepulauan Maluku Utara Indonesia, memiliki sejarah panjang yang kaya akan kehidupan sosial, politik, dan ekonomi. Berikut adalah gambaran singkat tentang masing-masing aspek kehidupan di Kerajaan Ternate:</p><p><strong>Kehidupan Sosial dan Budaya</strong>:</p><ul><li>Kerajaan Ternate memiliki budaya yang kaya dan beragam, dengan pengaruh dari berbagai bangsa dan budaya yang masuk ke wilayah tersebut melalui perdagangan, migrasi, dan kontak dengan kerajaan-kerajaan tetangga seperti Kerajaan Tidore dan Kerajaan Bacan.</li><li>Masyarakat Ternate dikenal dengan tradisi adat yang kuat, seperti upacara adat, sistem kekerabatan yang kompleks, dan nilai-nilai sosial yang dijunjung tinggi. Tradisi-tradisi ini sering kali masih dipertahankan hingga saat ini dan menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Ternate.</li><li>Seni dan musik tradisional juga merupakan bagian integral dari kehidupan budaya di Ternate, termasuk tarian tradisional, seni ukir, dan musik seperti tifa dan gambus.</li></ul><p><strong>Kehidupan Politik</strong>:</p><ul><li>Kerajaan Ternate diperintah oleh seorang sultan atau raja yang memiliki kekuasaan tertinggi dalam sistem politik kerajaan. Raja Ternate memiliki peran penting dalam politik regional dan perdagangan di wilayah Maluku dan sekitarnya.</li><li>Sistem politik Ternate juga mencakup struktur administratif yang kompleks, dengan adanya pejabat istana, pengawal keamanan, dan penasihat kerajaan yang membantu dalam pengambilan keputusan politik.</li></ul><p><strong>Kehidupan Ekonomi</strong>:</p><ul><li>Ekonomi Ternate sangat didukung oleh perdagangan rempah-rempah, terutama cengkih dan pala, yang merupakan komoditas utama dari wilayah Maluku pada masa lalu. Ternate merupakan salah satu pusat perdagangan rempah-rempah terbesar di wilayah itu.</li><li>Selain perdagangan rempah-rempah, Kerajaan Ternate juga terlibat dalam perdagangan dengan bangsa-bangsa lain di Asia Tenggara dan Tiongkok, yang membawa kekayaan dan kemakmuran bagi kerajaan tersebut.</li><li>Pertanian, perikanan, dan kerajinan tangan juga merupakan bagian penting dari ekonomi Ternate. Masyarakat Ternate terampil dalam pembuatan kerajinan seperti kain tenun, ukiran kayu, dan keramik, yang menjadi sumber pendapatan tambahan.</li></ul>

Kerajaan Ternate, yang terletak di Kepulauan Maluku Utara Indonesia, memiliki sejarah panjang yang kaya akan kehidupan sosial, politik, dan ekonomi. Berikut adalah gambaran singkat tentang masing-masing aspek kehidupan di Kerajaan Ternate:

Kehidupan Sosial dan Budaya:

  • Kerajaan Ternate memiliki budaya yang kaya dan beragam, dengan pengaruh dari berbagai bangsa dan budaya yang masuk ke wilayah tersebut melalui perdagangan, migrasi, dan kontak dengan kerajaan-kerajaan tetangga seperti Kerajaan Tidore dan Kerajaan Bacan.
  • Masyarakat Ternate dikenal dengan tradisi adat yang kuat, seperti upacara adat, sistem kekerabatan yang kompleks, dan nilai-nilai sosial yang dijunjung tinggi. Tradisi-tradisi ini sering kali masih dipertahankan hingga saat ini dan menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Ternate.
  • Seni dan musik tradisional juga merupakan bagian integral dari kehidupan budaya di Ternate, termasuk tarian tradisional, seni ukir, dan musik seperti tifa dan gambus.

Kehidupan Politik:

  • Kerajaan Ternate diperintah oleh seorang sultan atau raja yang memiliki kekuasaan tertinggi dalam sistem politik kerajaan. Raja Ternate memiliki peran penting dalam politik regional dan perdagangan di wilayah Maluku dan sekitarnya.
  • Sistem politik Ternate juga mencakup struktur administratif yang kompleks, dengan adanya pejabat istana, pengawal keamanan, dan penasihat kerajaan yang membantu dalam pengambilan keputusan politik.

Kehidupan Ekonomi:

  • Ekonomi Ternate sangat didukung oleh perdagangan rempah-rempah, terutama cengkih dan pala, yang merupakan komoditas utama dari wilayah Maluku pada masa lalu. Ternate merupakan salah satu pusat perdagangan rempah-rempah terbesar di wilayah itu.
  • Selain perdagangan rempah-rempah, Kerajaan Ternate juga terlibat dalam perdagangan dengan bangsa-bangsa lain di Asia Tenggara dan Tiongkok, yang membawa kekayaan dan kemakmuran bagi kerajaan tersebut.
  • Pertanian, perikanan, dan kerajinan tangan juga merupakan bagian penting dari ekonomi Ternate. Masyarakat Ternate terampil dalam pembuatan kerajinan seperti kain tenun, ukiran kayu, dan keramik, yang menjadi sumber pendapatan tambahan.

Iklan

Iklan

B. Hindarto

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta

13 Mei 2024 04:25

Jawaban terverifikasi

Jawabannya adalah Kesultanan Ternate memiliki struktur pemerintahan yang terdiri dari Sultan sebagai kepala negara dan pemerintahan, yang dibantu oleh para pejabat tinggi seperti Wazir (Perdana Menteri), Sangaji (Gubernur), Bobato (Menteri), dan Kapita Laut (Laksamana). Sistem ekonomi kesultanan ternate dari perdagangan rempah-rempah Simak penjelasannya yuk,. Kerajaan Ternate mengalami perkembangan pesat sekitar abad ke-15 Masehi. Pada bidang pelayaran serta perdagangan, Kerajaan Ternate mengalami berbagai banyak kemajuan. Hal itu didorong dengan keberadaan rempah-rempah. Adapun masa kejayaan Kerajaan Ternate berada di bawah kepemimpinan Sultan Baabullah, setelah dirinya berhasil mengalahkan bangsa Portugis. Di bawah kepemimpinannya, Kerajaan Ternate mampu memperluas wilayah kekuasaannya di kawasan Maluku, Sulawesi Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, hingga ke selatan Kepulauan Filipina. Sayangnya, Kerajaan Ternate mulai mengalami kemunduran ketika Sulatan Baabullah wafat di tahun 1583 Masehi. Hal ini disusul dengan serangan dari Spanyol dan kemunculan VOC. Alhasil, Kerajaan Ternate pun mulai mengalami kegoyahan. Dengan demikian, jawabannya Jawabannya adalah Kesultanan Ternate memiliki struktur pemerintahan yang terdiri dari Sultan sebagai kepala negara dan pemerintahan, yang dibantu oleh para pejabat tinggi seperti Wazir (Perdana Menteri), Sangaji (Gubernur), Bobato (Menteri), dan Kapita Laut (Laksamana). Sistem ekonomi kesultanan ternate dari perdagangan rempah-rempah


Salsabila M

Community

14 Mei 2024 00:41

Jawaban terverifikasi

<p>Kerajaan Ternate, seperti Kerajaan Tidore, adalah salah satu kerajaan yang berperan penting dalam sejarah kepulauan Maluku, khususnya pada masa lampau. Kehidupan sosial, politik, dan ekonomi di Kerajaan Ternate mencerminkan sistem pemerintahan, struktur sosial, serta aktivitas ekonomi yang kaya dan beragam. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut tentang kehidupan di Kerajaan Ternate:</p><p><strong>1. Kehidupan Sosial dan Budaya:</strong></p><ul><li><strong>Struktur Sosial</strong>: Masyarakat Ternate terbagi dalam beberapa kelas sosial, termasuk bangsawan, pedagang, dan rakyat jelata. Bangsawan dan keluarga kerajaan menduduki posisi puncak dalam hierarki sosial.</li><li><strong>Agama dan Budaya</strong>: Mayoritas penduduk Ternate menganut agama Islam, meskipun sebelumnya terdapat pengaruh agama Hindu-Buddha dari kerajaan-kerajaan di Pulau Jawa. Budaya Ternate kaya akan tradisi musik, tarian, seni kerajinan, dan upacara adat yang unik.</li></ul><p><strong>2. Kehidupan Politik:</strong></p><ul><li><strong>Sistem Pemerintahan</strong>: Kerajaan Ternate diperintah oleh seorang sultan yang memiliki kekuasaan tertinggi. Sultan dibantu oleh sejumlah pejabat kerajaan seperti menteri, kepala desa, dan panglima perang.</li><li><strong>Hubungan dengan Kerajaan Lain</strong>: Kerajaan Ternate terlibat dalam interaksi politik dan perdagangan dengan kerajaan-kerajaan tetangga seperti Kerajaan Tidore, Kerajaan Makassar, dan Kerajaan Jawa. Persaingan dan persekutuan antar kerajaan sering terjadi dalam upaya memperluas wilayah dan pengaruh politik.</li></ul><p><strong>3. Kehidupan Ekonomi:</strong></p><ul><li><strong>Pertanian</strong>: Pertanian menjadi kegiatan utama masyarakat Ternate, dengan budidaya padi, jagung, dan tanaman rempah-rempah seperti cengkih dan pala sebagai komoditas utama.</li><li><strong>Perdagangan</strong>: Ternate terkenal sebagai pusat perdagangan rempah-rempah yang penting, terutama cengkih dan pala. Aktivitas perdagangan ini menjadikan Ternate sebagai salah satu pusat ekonomi dan kekayaan di kawasan Nusantara pada masa itu.</li><li><strong>Industri Kerajinan</strong>: Masyarakat Ternate juga mengembangkan industri kerajinan seperti pembuatan kain, perhiasan, dan barang-barang kerajinan dari bahan lokal.</li></ul><p><strong>Pembuktian Arkeologis dan Sejarah:</strong></p><ul><li>Banyak situs arkeologi di Ternate, seperti benteng-benteng, makam-makam, dan struktur-struktur bangunan bersejarah, yang menjadi bukti keberadaan dan kehidupan kerajaan Ternate pada masa lalu.</li><li>Tulisan sejarah dan catatan-catatan dari sumber-sumber tertulis, baik lokal maupun asing, juga menjadi sumber informasi tentang kehidupan politik, sosial, dan ekonomi kerajaan Ternate.</li></ul>

Kerajaan Ternate, seperti Kerajaan Tidore, adalah salah satu kerajaan yang berperan penting dalam sejarah kepulauan Maluku, khususnya pada masa lampau. Kehidupan sosial, politik, dan ekonomi di Kerajaan Ternate mencerminkan sistem pemerintahan, struktur sosial, serta aktivitas ekonomi yang kaya dan beragam. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut tentang kehidupan di Kerajaan Ternate:

1. Kehidupan Sosial dan Budaya:

  • Struktur Sosial: Masyarakat Ternate terbagi dalam beberapa kelas sosial, termasuk bangsawan, pedagang, dan rakyat jelata. Bangsawan dan keluarga kerajaan menduduki posisi puncak dalam hierarki sosial.
  • Agama dan Budaya: Mayoritas penduduk Ternate menganut agama Islam, meskipun sebelumnya terdapat pengaruh agama Hindu-Buddha dari kerajaan-kerajaan di Pulau Jawa. Budaya Ternate kaya akan tradisi musik, tarian, seni kerajinan, dan upacara adat yang unik.

2. Kehidupan Politik:

  • Sistem Pemerintahan: Kerajaan Ternate diperintah oleh seorang sultan yang memiliki kekuasaan tertinggi. Sultan dibantu oleh sejumlah pejabat kerajaan seperti menteri, kepala desa, dan panglima perang.
  • Hubungan dengan Kerajaan Lain: Kerajaan Ternate terlibat dalam interaksi politik dan perdagangan dengan kerajaan-kerajaan tetangga seperti Kerajaan Tidore, Kerajaan Makassar, dan Kerajaan Jawa. Persaingan dan persekutuan antar kerajaan sering terjadi dalam upaya memperluas wilayah dan pengaruh politik.

3. Kehidupan Ekonomi:

  • Pertanian: Pertanian menjadi kegiatan utama masyarakat Ternate, dengan budidaya padi, jagung, dan tanaman rempah-rempah seperti cengkih dan pala sebagai komoditas utama.
  • Perdagangan: Ternate terkenal sebagai pusat perdagangan rempah-rempah yang penting, terutama cengkih dan pala. Aktivitas perdagangan ini menjadikan Ternate sebagai salah satu pusat ekonomi dan kekayaan di kawasan Nusantara pada masa itu.
  • Industri Kerajinan: Masyarakat Ternate juga mengembangkan industri kerajinan seperti pembuatan kain, perhiasan, dan barang-barang kerajinan dari bahan lokal.

Pembuktian Arkeologis dan Sejarah:

  • Banyak situs arkeologi di Ternate, seperti benteng-benteng, makam-makam, dan struktur-struktur bangunan bersejarah, yang menjadi bukti keberadaan dan kehidupan kerajaan Ternate pada masa lalu.
  • Tulisan sejarah dan catatan-catatan dari sumber-sumber tertulis, baik lokal maupun asing, juga menjadi sumber informasi tentang kehidupan politik, sosial, dan ekonomi kerajaan Ternate.

lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Salah satu teman kelas Roni sakit dan dirawat di rumah sakit. Sikap yang sebaiknya dilakukan oleh Roni dan teman-teman yaitu …. A. Melapor kepada wali kelas bahwa ada teman yang sakit B. Menyuruh wali kelas untuk menjenguk temannya C. Membiarkan saja temannya dirawat di rumah sakit D. Mengajak teman-teman dan wali kelas untuk menjenguk ke rumah sakit

2

0.0

Jawaban terverifikasi