Atikah R

24 April 2024 14:57

Iklan

Atikah R

24 April 2024 14:57

Pertanyaan

apa yang mendatangkan malu serta tindakan yang harus dilakukan untuk mengatasi perasaan malu berbeda-beda dari satu masyarakat ke satu masyarakat yang lain mengapa jelaskan

apa yang mendatangkan malu serta tindakan yang harus dilakukan untuk mengatasi perasaan malu berbeda-beda dari satu masyarakat ke satu masyarakat yang lain mengapa jelaskan

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

17

:

19

:

06

Klaim

2

2


Iklan

Nanda R

Community

25 April 2024 10:26

<p>Perasaan malu dapat timbul karena berbagai alasan dan situasi yang berbeda-beda bagi setiap individu dan masyarakat. Faktor-faktor yang memicu perasaan malu dan cara mengatasi perasaan malu dapat berbeda-beda dari satu masyarakat ke masyarakat lainnya karena dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya, norma sosial, dan konteks sosial yang berlaku. Berikut beberapa alasan mengapa perasaan malu dan cara mengatasinya dapat berbeda:</p><p><strong>Nilai-Nilai Budaya</strong>: Setiap budaya memiliki nilai-nilai dan norma yang berbeda dalam menilai perilaku dan tindakan yang dianggap memalukan. Misalnya, dalam budaya Barat, melanggar norma sosial atau melakukan tindakan yang dianggap tidak etis dapat memicu perasaan malu. Namun, dalam budaya Timur, seperti budaya Asia, perasaan malu juga dapat dipicu oleh ketidakpatuhan terhadap norma sosial, tetapi faktor-faktor seperti kehormatan keluarga dan menjaga citra keluarga juga dapat menjadi pertimbangan penting.</p><p><strong>Konteks Sosial</strong>: Konteks sosial atau situasi tertentu juga dapat memengaruhi persepsi terhadap perasaan malu dan cara mengatasinya. Misalnya, dalam situasi publik atau di hadapan orang banyak, perasaan malu mungkin lebih kuat karena adanya tekanan sosial untuk mematuhi norma-norma yang berlaku. Namun, dalam lingkungan yang lebih pribadi atau intim, individu mungkin merasa lebih nyaman untuk mengungkapkan perasaan malu atau menemukan cara untuk mengatasinya dengan bantuan dari orang lain.</p><p><strong>Pendidikan dan Pengalaman</strong>: Pendidikan dan pengalaman hidup juga memainkan peran penting dalam cara individu mengatasi perasaan malu. Individu yang telah terbiasa dengan situasi yang memicu perasaan malu dan memiliki keterampilan untuk menghadapinya mungkin akan lebih mampu mengatasi perasaan malu dengan cara yang efektif.</p>

Perasaan malu dapat timbul karena berbagai alasan dan situasi yang berbeda-beda bagi setiap individu dan masyarakat. Faktor-faktor yang memicu perasaan malu dan cara mengatasi perasaan malu dapat berbeda-beda dari satu masyarakat ke masyarakat lainnya karena dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya, norma sosial, dan konteks sosial yang berlaku. Berikut beberapa alasan mengapa perasaan malu dan cara mengatasinya dapat berbeda:

Nilai-Nilai Budaya: Setiap budaya memiliki nilai-nilai dan norma yang berbeda dalam menilai perilaku dan tindakan yang dianggap memalukan. Misalnya, dalam budaya Barat, melanggar norma sosial atau melakukan tindakan yang dianggap tidak etis dapat memicu perasaan malu. Namun, dalam budaya Timur, seperti budaya Asia, perasaan malu juga dapat dipicu oleh ketidakpatuhan terhadap norma sosial, tetapi faktor-faktor seperti kehormatan keluarga dan menjaga citra keluarga juga dapat menjadi pertimbangan penting.

Konteks Sosial: Konteks sosial atau situasi tertentu juga dapat memengaruhi persepsi terhadap perasaan malu dan cara mengatasinya. Misalnya, dalam situasi publik atau di hadapan orang banyak, perasaan malu mungkin lebih kuat karena adanya tekanan sosial untuk mematuhi norma-norma yang berlaku. Namun, dalam lingkungan yang lebih pribadi atau intim, individu mungkin merasa lebih nyaman untuk mengungkapkan perasaan malu atau menemukan cara untuk mengatasinya dengan bantuan dari orang lain.

Pendidikan dan Pengalaman: Pendidikan dan pengalaman hidup juga memainkan peran penting dalam cara individu mengatasi perasaan malu. Individu yang telah terbiasa dengan situasi yang memicu perasaan malu dan memiliki keterampilan untuk menghadapinya mungkin akan lebih mampu mengatasi perasaan malu dengan cara yang efektif.


Iklan

Dea K

Community

03 Mei 2024 02:04

<p>Merasa malu adalah respons psikologis terhadap situasi atau perilaku yang dianggap tidak sesuai dengan norma atau nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat tertentu. Apa yang mendatangkan malu dan bagaimana tindakan untuk mengatasinya dapat bervariasi dari satu masyarakat ke masyarakat lainnya karena perbedaan dalam budaya, nilai-nilai, dan norma-norma sosial.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Mari kita bahas beberapa contohnya:</p><p><strong>Perilaku yang dianggap tidak pantas secara seksual</strong>: Dalam banyak masyarakat, perilaku seperti tindakan seksual di tempat umum atau pakaian yang terlalu minim dapat mendatangkan malu. Untuk mengatasinya, individu mungkin perlu menyesuaikan perilaku mereka dengan norma-norma sosial yang berlaku, seperti memakai pakaian yang sesuai atau menjaga privasi dalam urusan seksual.</p><p><strong>Kegagalan dalam mencapai tujuan atau harapan masyarakat</strong>: Dalam beberapa budaya yang sangat kompetitif, kegagalan dalam mencapai kesuksesan atau memenuhi harapan masyarakat dapat mendatangkan malu. Untuk mengatasi perasaan malu ini, individu mungkin perlu mencari dukungan dari keluarga atau teman-teman, atau bahkan mencari cara baru untuk meraih kesuksesan.</p><p><strong>Pelanggaran terhadap adat istiadat atau tradisi</strong>: Di masyarakat yang sangat tradisional, seperti beberapa masyarakat adat di pedalaman, melanggar aturan adat istiadat dapat mendatangkan malu yang besar. Untuk mengatasinya, individu mungkin perlu melakukan ritual permintaan maaf atau mematuhi kembali tradisi yang diabaikan.</p><p>&nbsp;</p><p><i>Perbedaan dalam apa yang mendatangkan malu dan bagaimana mengatasinya terjadi karena variasi dalam nilai-nilai budaya, norma sosial, dan ekspektasi masyarakat. Setiap masyarakat memiliki pandangan yang unik tentang apa yang dianggap penting atau tidak pantas, dan individu cenderung merespons sesuai dengan norma-norma yang berlaku di lingkungan mereka.</i></p>

Merasa malu adalah respons psikologis terhadap situasi atau perilaku yang dianggap tidak sesuai dengan norma atau nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat tertentu. Apa yang mendatangkan malu dan bagaimana tindakan untuk mengatasinya dapat bervariasi dari satu masyarakat ke masyarakat lainnya karena perbedaan dalam budaya, nilai-nilai, dan norma-norma sosial. 

 

Mari kita bahas beberapa contohnya:

Perilaku yang dianggap tidak pantas secara seksual: Dalam banyak masyarakat, perilaku seperti tindakan seksual di tempat umum atau pakaian yang terlalu minim dapat mendatangkan malu. Untuk mengatasinya, individu mungkin perlu menyesuaikan perilaku mereka dengan norma-norma sosial yang berlaku, seperti memakai pakaian yang sesuai atau menjaga privasi dalam urusan seksual.

Kegagalan dalam mencapai tujuan atau harapan masyarakat: Dalam beberapa budaya yang sangat kompetitif, kegagalan dalam mencapai kesuksesan atau memenuhi harapan masyarakat dapat mendatangkan malu. Untuk mengatasi perasaan malu ini, individu mungkin perlu mencari dukungan dari keluarga atau teman-teman, atau bahkan mencari cara baru untuk meraih kesuksesan.

Pelanggaran terhadap adat istiadat atau tradisi: Di masyarakat yang sangat tradisional, seperti beberapa masyarakat adat di pedalaman, melanggar aturan adat istiadat dapat mendatangkan malu yang besar. Untuk mengatasinya, individu mungkin perlu melakukan ritual permintaan maaf atau mematuhi kembali tradisi yang diabaikan.

 

Perbedaan dalam apa yang mendatangkan malu dan bagaimana mengatasinya terjadi karena variasi dalam nilai-nilai budaya, norma sosial, dan ekspektasi masyarakat. Setiap masyarakat memiliki pandangan yang unik tentang apa yang dianggap penting atau tidak pantas, dan individu cenderung merespons sesuai dengan norma-norma yang berlaku di lingkungan mereka.


Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Permintaan sangat mendukung ekonomi kreatif yang dilakukan masyarakat Indonesia.Salah satu program pemerintah Indonesia untuk mendukung industri kreatif di bidang digital adalah.. a. pemberian bantuan laptop dan smartphone bagi siswa-siswa yang tidak mampu untuk membeli b. Pembangunan jaringan fiber optik Palapa Ring ,menara BTS ,dan jaringan internet di berbagai daerah c. Memasukkan mata pelajaran teknologi informasi pada kurikulum sejak dini d. Memberi bantuan UMKM dengan bunga ringan

4

0.0

Jawaban terverifikasi

1. penyebab perubahan sosial budaya yang berasal dari masyarakat yang berkaitan demografi 2. penyebab perubahan sosial budaya yang terkait dengan fenomena globalisasi 3. Tanda-tanda sikap mental masyarakat yang belum siap menerima kemajuan teknologi 4. Dampak modernisasi dalam kehidupan sosial masyarakat 5. Kegiatan manusia di bidang ekonomi yang menunjukkan perubahan ke arah modernisasi 6. Contoh pengaruh modernisasi di bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan terhadap pola pikir masyarakat 7. Konsep mengenai proses modernisasi di masyarakat seringkali mengalami kesalahan pahaman, salah satunya kesalahan tersebut menganggap jika menjadi modern adalah mengikuti... 8. arti dari globalisasi 9. Bentuk kearifan lokal di wilayah Madura yang berperan dalam pengelolaan SDA dan dukungan dalam bentuk kebudayaan 10. Syarat menjaga tradisi kearifan lokal di Nusantara 11. Ciri uang kartal, giral 12. Syarat melakukan kegiatan barter 13. Arti dari durability yang merupakan syarat sebuah benda bisa dikatakan sebagai uang 14. maksud token money dalam nilai intrinsik 15. maksud dengan satuan hitung dalam fungsi uang 16. fungsi uang 17. peranan dan maksud didirikan lembaga keuangan non-Bank / bukan bank 18. maksud dengan kegiatan menghimpun dana yang dilakukan perbankan 19. tugas Bank Indonesia 20. tugas Bank Umum 21. kegiatan lembaga keuangan non-Bank 22. kelembagaan keuangan non-bank yang memiliki kegiatan yang dilakukan dengan operasi simpan pinjam 23. Lembaga keuangan non bank yang memiliki fungsi sebagai penggerak investasi dengan memperhatikan dan memasukan surat berharga 24. Nama lembaga keuangan non bank yang bertugas mengatasi para rensumen 25. Ciri" dari masyarakat ekonomi abad ke 21

26

5.0

Jawaban terverifikasi

Iklan

[1] Gaya hidup sedentari alias kurang gerak atau mager (malas gerak) adalah masalah yang sering dialami oleh penduduk perkotaan. [2] Bekerja di depan layar komputer sepanjang hari, kelamaan terjebak macet di jalan,atau hobi main gim tanpa diimbangi olahraga merupakan bentuk dari gaya hidup sedentari. [3] Jika Anda termasuk salah satu orang yang sering melakukan berbagai rutinitas tersebut, Anda harus waspada. [4] Pasalnya, gaya hidup sedentari sangat berbahaya karena membuat Anda berisiko terkena diabetes tipe 2. [5] Gaya hidup sedentari menyebabkan masyarakat, terutama penduduk kota, malas bergerak. [6] Coba ingat-ingat, dalam sehari ini, sudah berapa kali Anda dalam menggunakan aplikasi online untuk memenuhi kebutuh Anda? [7] Selain itu, tilik juga berapa banyak langkah yang sudah Anda dapatkan pada hari ini? [8] Seiring dengan pengembangan teknologi yang makin canggih, apa pun yang Anda butuhkan kini bisa langsung diantar ke ruangan kantor Anda atau depan rumah. [9] Selain hemat waktu, Anda pun jadi tak perlu mengeluarkan energi untuk mendapatkan apa yang Anda mau. [10] Namun, tahukah Anda bahwa segala kemudahan tersebut menyimpan bahaya bagi tubuh Anda? [11] Minimnya aktifitas fisik karena gaya hidup ini membuatmu berisiko lebih tinggi terkena berbagai penyakit kronis, termasuk diabetes. [12] Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa gaya hidup ini juga termasuk 1 dari 10 penyebab kematian terbanyak di dunia. [13] Selain itu, data terbaru dari Riskedas 2018 menguak bahwa DKI Jakarta merupakan provinsi dengan tingkat diabetes melitus tertinggi di Indonesia. [14] Ini menunjukkan bahwa gaya hidup mager amat erat kaitannya dengan tingkat diabetes di perkotaan. Bentuk bahasa yang sejenis dengan mager pada kalimat 1 adalah.... a. magang b. oncom c. rudal d. pugar

11

5.0

Jawaban terverifikasi