Intan A

31 Juli 2024 13:07

Iklan

Intan A

31 Juli 2024 13:07

Pertanyaan

Apa yang dapat dilakukan untuk mencegah atau mengurangi postur bungkuk pada tulang belakang saat memasuki usia lansia,jelaskan?

Apa yang dapat dilakukan untuk mencegah atau mengurangi postur bungkuk pada tulang belakang saat memasuki usia lansia,jelaskan?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

21

:

16

:

02

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Rahma D

31 Juli 2024 15:42

Jawaban terverifikasi

Usahakan saat remaja/anak², postur harus tegak, entah itu berjalan atau duduk. Jika dari kecil sudah terbiasa berpostur tegak, saat lansia kemungkinan bisa teratasi, karena sudah terbiasa.


Iklan

KHAYLILA A

31 Agustus 2024 00:51

Jawaban terverifikasi

<p>Mencegah atau mengurangi postur bungkuk (kifosis) pada usia lanjut melibatkan beberapa langkah yang fokus pada menjaga kesehatan tulang dan otot. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan:</p><p>1. Latihan Fisik Teratur:<br>&nbsp; Melakukan olahraga secara rutin, terutama yang memperkuat otot punggung dan postur tubuh, seperti yoga, pilates, atau latihan kekuatan ringan. Latihan seperti ini membantu memperkuat otot penopang tulang belakang dan meningkatkan fleksibilitas.</p><p>2. Perbaikan Postur Sehari-hari:<br>&nbsp; Penting untuk selalu memperhatikan postur saat duduk, berdiri, atau berjalan. Hindari duduk dalam posisi membungkuk atau terlalu lama dalam satu posisi. Menggunakan kursi dengan sandaran yang baik dan menyesuaikan tinggi meja atau komputer agar tidak membungkuk juga sangat membantu.</p><p>3. Konsumsi Nutrisi yang Tepat:<br>&nbsp; Asupan kalsium dan vitamin D yang cukup sangat penting untuk menjaga kepadatan tulang. Ini bisa didapatkan dari makanan seperti susu, keju, yogurt, serta sayuran berdaun hijau dan paparan sinar matahari yang cukup.</p><p>4. Latihan Keseimbangan:<br>&nbsp; Latihan keseimbangan dapat membantu mencegah jatuh yang dapat memperburuk kondisi tulang belakang. Aktivitas seperti berjalan di garis lurus atau berdiri dengan satu kaki membantu menjaga keseimbangan.</p><p>5. Pemeriksaan Kesehatan Rutin:<br>&nbsp; Mengunjungi dokter secara rutin untuk memantau kesehatan tulang dan tulang belakang bisa membantu mendeteksi masalah sejak dini. Jika ditemukan gejala osteoporosis atau masalah tulang lainnya, pengobatan bisa dimulai lebih awal untuk mencegah perburukan.</p><p>6. Penggunaan Alat Bantu:<br>&nbsp; Dalam beberapa kasus, dokter mungkin merekomendasikan penggunaan brace atau alat bantu lainnya untuk membantu mempertahankan postur tubuh yang baik dan mencegah kemunduran lebih lanjut pada tulang belakang.</p><p>Dengan menggabungkan langkah-langkah ini, risiko postur bungkuk di usia tua dapat diminimalkan, sehingga menjaga kualitas hidup yang lebih baik.</p>

Mencegah atau mengurangi postur bungkuk (kifosis) pada usia lanjut melibatkan beberapa langkah yang fokus pada menjaga kesehatan tulang dan otot. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan:

1. Latihan Fisik Teratur:
  Melakukan olahraga secara rutin, terutama yang memperkuat otot punggung dan postur tubuh, seperti yoga, pilates, atau latihan kekuatan ringan. Latihan seperti ini membantu memperkuat otot penopang tulang belakang dan meningkatkan fleksibilitas.

2. Perbaikan Postur Sehari-hari:
  Penting untuk selalu memperhatikan postur saat duduk, berdiri, atau berjalan. Hindari duduk dalam posisi membungkuk atau terlalu lama dalam satu posisi. Menggunakan kursi dengan sandaran yang baik dan menyesuaikan tinggi meja atau komputer agar tidak membungkuk juga sangat membantu.

3. Konsumsi Nutrisi yang Tepat:
  Asupan kalsium dan vitamin D yang cukup sangat penting untuk menjaga kepadatan tulang. Ini bisa didapatkan dari makanan seperti susu, keju, yogurt, serta sayuran berdaun hijau dan paparan sinar matahari yang cukup.

4. Latihan Keseimbangan:
  Latihan keseimbangan dapat membantu mencegah jatuh yang dapat memperburuk kondisi tulang belakang. Aktivitas seperti berjalan di garis lurus atau berdiri dengan satu kaki membantu menjaga keseimbangan.

5. Pemeriksaan Kesehatan Rutin:
  Mengunjungi dokter secara rutin untuk memantau kesehatan tulang dan tulang belakang bisa membantu mendeteksi masalah sejak dini. Jika ditemukan gejala osteoporosis atau masalah tulang lainnya, pengobatan bisa dimulai lebih awal untuk mencegah perburukan.

6. Penggunaan Alat Bantu:
  Dalam beberapa kasus, dokter mungkin merekomendasikan penggunaan brace atau alat bantu lainnya untuk membantu mempertahankan postur tubuh yang baik dan mencegah kemunduran lebih lanjut pada tulang belakang.

Dengan menggabungkan langkah-langkah ini, risiko postur bungkuk di usia tua dapat diminimalkan, sehingga menjaga kualitas hidup yang lebih baik.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

Roboguru Plus

Dapatkan pembahasan soal ga pake lama, langsung dari Tutor!

Chat Tutor

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Sebuah perusahaan ingin meningkatkan efisiensi energi dengan mengurangi penggunaan listrik pada jam sibuk. Untuk itu, perusahaan memberlakukan sistem pengaturan waktu kerja fleksibel. Manakah pernyataan berikut yang PASTI BENAR? a. Pengaturan waktu kerja fleksibel meningkatkan konsumsi listrik. b. Konsumsi listrik berkurang karena pengaturan waktu kerja fleksibel. c. Waktu kerja fleksibel tidak berpengaruh pada konsumsi listrik. d. Pengaturan waktu kerja fleksibel menambah jam kerja. e. Pengaturan waktu kerja fleksibel dapat mengurangi efisiensi energi.

2

5.0

Jawaban terverifikasi

[1] Gaya hidup sedentari alias kurang gerak atau mager (malas gerak) adalah masalah yang sering dialami oleh penduduk perkotaan. [2] Bekerja di depan layar komputer sepanjang hari, kelamaan terjebak macet di jalan,atau hobi main gim tanpa diimbangi olahraga merupakan bentuk dari gaya hidup sedentari. [3] Jika Anda termasuk salah satu orang yang sering melakukan berbagai rutinitas tersebut, Anda harus waspada. [4] Pasalnya, gaya hidup sedentari sangat berbahaya karena membuat Anda berisiko terkena diabetes tipe 2. [5] Gaya hidup sedentari menyebabkan masyarakat, terutama penduduk kota, malas bergerak. [6] Coba ingat-ingat, dalam sehari ini, sudah berapa kali Anda dalam menggunakan aplikasi online untuk memenuhi kebutuh Anda? [7] Selain itu, tilik juga berapa banyak langkah yang sudah Anda dapatkan pada hari ini? [8] Seiring dengan pengembangan teknologi yang makin canggih, apa pun yang Anda butuhkan kini bisa langsung diantar ke ruangan kantor Anda atau depan rumah. [9] Selain hemat waktu, Anda pun jadi tak perlu mengeluarkan energi untuk mendapatkan apa yang Anda mau. [10] Namun, tahukah Anda bahwa segala kemudahan tersebut menyimpan bahaya bagi tubuh Anda? [11] Minimnya aktifitas fisik karena gaya hidup ini membuatmu berisiko lebih tinggi terkena berbagai penyakit kronis, termasuk diabetes. [12] Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa gaya hidup ini juga termasuk 1 dari 10 penyebab kematian terbanyak di dunia. [13] Selain itu, data terbaru dari Riskedas 2018 menguak bahwa DKI Jakarta merupakan provinsi dengan tingkat diabetes melitus tertinggi di Indonesia. [14] Ini menunjukkan bahwa gaya hidup mager amat erat kaitannya dengan tingkat diabetes di perkotaan. Bentuk bahasa yang sejenis dengan mager pada kalimat 1 adalah.... a. magang b. oncom c. rudal d. pugar

12

5.0

Jawaban terverifikasi