Tatyas A

19 Maret 2024 02:11

Iklan

Iklan

Tatyas A

19 Maret 2024 02:11

Pertanyaan

Alkisah diceritakan oleh yang empunya cerita ini, sekali peristiwa ada seseorang raja di sebuah negeri, Mada’in namanya. Raja itu bernama Kobat Syahril. Negeri ini terlaluh luas dan maha besar. Adapun raja itu terlalu adil dengan murahnya, bangsawan, lagi budiman dan dermawan. Bagina dikasihi oleh segala menteri dan hulubalang; segala isi rakyat negeri Mada’in itu amat kasih akan raja itu, sebab adil dan murahnya. Seseorang pun raja-raja tiada dapat melalui titahnya, dan tiada dapat mengikuti kelakuannya. Segala negeri di dalam tanah Arab itu takluk di bawah perintahnya. Unsur intrinsik yang paling menonjol dalam cuplikan hikayat tersebut adalah ... A. penokohan B. Amanat c. alur d. tema e. latar belakang

Alkisah diceritakan oleh yang empunya cerita ini, sekali peristiwa ada seseorang raja di sebuah negeri, Mada’in namanya. Raja itu bernama Kobat Syahril. Negeri ini terlaluh luas dan maha besar. Adapun raja itu terlalu adil dengan murahnya, bangsawan, lagi budiman dan dermawan. Bagina dikasihi oleh segala menteri dan hulubalang; segala isi rakyat negeri Mada’in itu amat kasih akan raja itu, sebab adil dan murahnya. Seseorang pun raja-raja tiada dapat melalui titahnya, dan tiada dapat mengikuti kelakuannya. Segala negeri di dalam tanah Arab itu takluk di bawah perintahnya.

Unsur intrinsik yang paling menonjol dalam cuplikan hikayat tersebut adalah ...

 

A.  penokohan

B. Amanat

c. alur

d. tema

e. latar belakang

 


15

1


Iklan

Iklan

Fredrick A

19 Maret 2024 06:26

<p>ses tanpa iklan, khusus<br>pelanggan setia Roboguru</p><p>Akses Sepuasnya</p><p>Advertisement</p><p>Iklan</p><p><strong>Pertanyaan</strong></p><h1>Alkisah, diceritakan oleh yang empunya cerita ini, sekali peristiwa ada seseorang raja di sebuah negeri, Mada’in namanya. Raja itu bernama Kobar Syahril. Negeri ini terlalu luas dan maha besar. Adapun raja itu terlalu adil dengan murahnya, bangsawan, lagi budiman dan dermawan. Baginda dikasihi oleh segala menteri dan hulubalang, segala isi rakyat negeri Mada’in itu amat kasih akan raja itu, sebab adil dan murahnya. Seseorang pun raja-raja tiada dapat mengikuti kelakuannya. Nilai yang terkandung dalam hikayat di atas adalah …..</h1><p>&nbsp;</p><p>46</p><p>5</p><p>Jawaban terverifikasi</p><p>CLOSE ADS</p><p>Advertisement</p><p>&nbsp;</p><p>Advertisement</p><p>Iklan</p><p>A. Rahmawati</p><p>Master Teacher</p><p>23 Mei 2022 12:34</p><p>Jawaban terverifikasi</p><h2>Nilai yang terkandung dalam hikayat di atas adalah nilai moral. Berikut adalah pembahasannya. Nilai-nilai yang terdapat dalam hikayat adalah sebagai berikut. 1. Nilai moral: nilai yang berkaitan dengan perilaku, tingkah laku, atau budi pekerti yang terdapat dalam cerita hikayat. 2. Nilai sosial: nilai yang berkaitan dengan kemasyarakatan. Hal ini dapat terlihat dari interaksi antara satu tokoh dengan tokoh lainnya. 3. Nilai budaya: nilai turun temurun yang terus berkembang di dalam masyarakat 4. Nilai religius: nilai yang berkaitan dengan ajaran agama, biasanya berhubungan dengan nama Tuhan, ritual keagamaan, atau sesuatu yang gaib. 5. Nilai estetika: nilai yang berkaitan dengan seni dan keindahan. 6. Nilai edukasi: nilai yang berkaitan dengan pendidikan. Nilai yang terdapat dalam kutipan hikayat tersebut adalah nilai moral. Hal ini terlihat pada perilaku yang dilakukan oleh Baginda pada hikayat tersebut, yaitu adil dan murah. Salah satu kalimat yang menyebutkan perilaku Baginda adalah "Baginda dikasihi oleh segala menteri dan hulubalang, segala isi rakyat negeri Mada’in itu amat kasih akan raja itu, sebab adil dan murahnya." Dengan demikian, nilai yang terkandung dalam hikayat di atas &nbsp;adalah amanat&nbsp;</h2>

ses tanpa iklan, khusus
pelanggan setia Roboguru

Akses Sepuasnya

Advertisement

Iklan

Pertanyaan

Alkisah, diceritakan oleh yang empunya cerita ini, sekali peristiwa ada seseorang raja di sebuah negeri, Mada’in namanya. Raja itu bernama Kobar Syahril. Negeri ini terlalu luas dan maha besar. Adapun raja itu terlalu adil dengan murahnya, bangsawan, lagi budiman dan dermawan. Baginda dikasihi oleh segala menteri dan hulubalang, segala isi rakyat negeri Mada’in itu amat kasih akan raja itu, sebab adil dan murahnya. Seseorang pun raja-raja tiada dapat mengikuti kelakuannya. Nilai yang terkandung dalam hikayat di atas adalah …..

 

46

5

Jawaban terverifikasi

CLOSE ADS

Advertisement

 

Advertisement

Iklan

A. Rahmawati

Master Teacher

23 Mei 2022 12:34

Jawaban terverifikasi

Nilai yang terkandung dalam hikayat di atas adalah nilai moral. Berikut adalah pembahasannya. Nilai-nilai yang terdapat dalam hikayat adalah sebagai berikut. 1. Nilai moral: nilai yang berkaitan dengan perilaku, tingkah laku, atau budi pekerti yang terdapat dalam cerita hikayat. 2. Nilai sosial: nilai yang berkaitan dengan kemasyarakatan. Hal ini dapat terlihat dari interaksi antara satu tokoh dengan tokoh lainnya. 3. Nilai budaya: nilai turun temurun yang terus berkembang di dalam masyarakat 4. Nilai religius: nilai yang berkaitan dengan ajaran agama, biasanya berhubungan dengan nama Tuhan, ritual keagamaan, atau sesuatu yang gaib. 5. Nilai estetika: nilai yang berkaitan dengan seni dan keindahan. 6. Nilai edukasi: nilai yang berkaitan dengan pendidikan. Nilai yang terdapat dalam kutipan hikayat tersebut adalah nilai moral. Hal ini terlihat pada perilaku yang dilakukan oleh Baginda pada hikayat tersebut, yaitu adil dan murah. Salah satu kalimat yang menyebutkan perilaku Baginda adalah "Baginda dikasihi oleh segala menteri dan hulubalang, segala isi rakyat negeri Mada’in itu amat kasih akan raja itu, sebab adil dan murahnya." Dengan demikian, nilai yang terkandung dalam hikayat di atas  adalah amanat 


Iklan

Iklan

Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Sebagian besar gim yang beredar saat ini sengaja didesain untuk menimbulkan efek kecanduan bagi para pemainnya. Seseorang yang kecanduan pada suatu gim akan menguntungkan pembuat gim karena pembelian peralatan, karakter, atau sejenisnya juga semakin meningkat. Namun, keuntungan yang didapatkan oleh produsen gim ini justru menimbulkan dampak yang buruk bagi kesehatan psikologis para pemainnya. Gim dapat memengaruhi kepribadian dan tutur kata seseorang. Misalnya, banyak pelajar yang ketahuan membolos sekolah hanya untuk bermain gim di warnet. Kita juga sering mendengar kasus pemain gim daring yang berusaha mencuri ID pemain lain dengan berbagai cara. Setelah itu, mereka berusaha mengambil uang atau melucuti perlengkapan yang dimiliki pemain lain. Pencurian ID ini biasanya juga berlanjut pada pencurian akun media sosial, seperti Facebook atau email. Para pemain gim juga sering terdengar berbicara kasar dan kotor. Entah fenomena ini terjadi di seluruh dunia atau hanya di Indonesia, tetapi sejauh ini, para pemain gim daring di warnet-warnet sering mengucapkan kata- kata kotor dan kasar saat bermain. Rasa asyik saat memainkan gim sering kali membuat berbagai kegiatan para pemainnya terbengkalai. Waktu beribadah, mengerjakan tugas sekolah, dan mengerjakan tugas di rumah menjadi terbengkalai karena bermain gim. Apalagi banyak gim yang terus berjalan meskipun permainan tersebut sudah dimatikan. Oleh karena itu, banyak pemain yang selalu memikirkan gim tersebut meskipun ia sedang tidak memainkannya. Tuliskan sebuah paragraf penutup untuk melengkapi teks pidato tersebut

3

0.0

Jawaban terverifikasi

Perbaiki dan sunting lah teks pidato persuasif berikut! Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua. Yang terhormat, Ibu Desi selaku guru Bahasa Indonesia. Yang saya hormati, ketua kelas dan juga teman-teman seperjuangan yang saya cintai. Puji dan syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkatNya kita dapat hadir di sini dalam keadaan yang sehat. Teman - teman, setiap orang pasti memiliki idola dengan berbagai alasan mulai dari tampilan, sikap, ataupun karya. Tidak dapat dipungkiri bahwa idol merupakan salah satu unsur penting di industri hiburan karena memang pada dasarnya, idol adalah sebuah profesi dengan menjual album, official merchandise, hingga pergelaran konser-konser dengan ribuan penonton. Eksistensi idola ini kemudian memunculkan sebuah entitas baru yang diistilahkan sebagai fans atau penggemar. Fans tidak akan ragu untuk membeli barang-barang berbau sang idola, entah itu pakaian, brand kosmetik, maupun produk makanan. Namun, terdapat titik-titik tertentu di mana fans dianggap terlalu berlebihan atau melewati batas wajar sehingga mereka disebut fanatik. Fanatik dapat diartikan sebagai suatu paham atau tindakan yang menunjukkan adanya ketertarikan terhadap sesuatu secara berlebihan. Seseorang yang fanatik sulit untuk mengubah pola pikir dan pandangannya akibat terlalu menyukai sang idol serta tidak memperdulikan lingkungannya. Hak ini dapat memberikan pengaruh negatif pada dirinya sendiri bahkan membahayakan idolnya. Lantas mengapa berbahaya? Maka saya akan memberikan informasi bahaya dari mengidolakan idol secara berlebihan. Teman - teman seperjuangan, dapat dikatakan bahwa seorang fanatik memiliki standar yang ketat dalam pola pikirnya dan cenderung tidak mau mendengarkan opini atau gagasan yang dianggapnya bertentangan. Ketika logika tidak dapat lagi menjadi penyeimbang pola pikir yang dimiliki, maka akan muncul sifat-sifat toksik. Aktivitas fans yang toksik atau tidak sehat ini dapat memicu tindakan-tindakan di luar nalar seperti pembunuhan sadis terhadap John Lennon, salah satu personel The Beatles. Pembunuhan bermula dari pelaku yang mendengar Lennon berkata "The Beatles lebih populer dari Yesus" sehingga pelaku membunuh Lennon beralaskan agar reputasi The Beatles tidak jatuh. Teman- teman, tidak hanya itu, seseorang yang mengidolakan sosok tertentu cenderung akan mencontoh perilaku orang yang diidolakannya. Tak jarang, kondisi ini berujung pada hilangnya identitas diri karena terlalu terpengaruh dengan karakter idolanya. Perasaan yang berlebihan terhadap idola pada akhirnya juga menjadi salah satu faktor yang dapat mengancam kesehatan mental. Kondisi ini dapat terjadi karena fans telah masuk dalam taraf kecanduan yang dapat ditandai dengan tindakan-tindakan terlalu ingin tahu dengan aktivitas sang idola, kebiasaan meguntit, hingga tak mau ketinggalan secuil informasi pun dari sosok idolanya. Teman - teman ku, mengidolakan seseorang sejatinya merupakan perilaku yang normal. Tetapi, menjadi hal yang perlu diwaspadai ketika kebiasaan tersebut berubah menjadi aktivitas yang mengarah pada tindak kejahatan seperti pelanggaran privasi, dan sampai menyakiti diri sendiri atau orang lain demi sosok yang diidolakan. Selayaknya manusia, para idola tetap memiliki kehidupan pribadi dan tak luput dari kesalahan. Fenomena fanatik terhadap individu atau kelompok tertentu tentu perlu disikapi secara bijaksana. Tidak ada yang salah dalam mengidolakan seseorang, selama hal tersebut masih dalam batasan yang wajar, mengingat terdapat sisi positif yang dapat dipetik ketika menjadikan seseorang sebagai role model atau inspirasi. Membangun suatu support system yang kuat dengan orang-orang terdekat dengan cara saling mengingatkan dan menjalin komunikasi yang baik dapat dijadikan sebagai bentuk pencegahan terhadap sikap-sikap fanatik yang toksik dan berbahaya di lingkungan sekitar kita. Oleh karena itu teman-teman mari mencegah dan memberhentikan sikap-sikap dari fanatik di lingkungan sekitar kita.

3

0.0

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

temukan konjungsi dalam teks hikayat ibnu hasan kemudian jeniskan! Ibnu Hasan Syahdan, zaman dahulu kala, ada seorang kaya hartawan, bernama Syekh Hasan. Banyak harta, banyak uang, terkenal ke setiap negeri, merupakan orang terkaya. Bertempat tinggal di negeri Bagdad yang terkenal ke mana-mana sebagai kota yang paling ramai saat itu. Syekh Hasan sangat bijaksana, mengasihi fakir miskin, menyayangi yang kekurangan, menasihati yang berpikiran sempit, mengajarkan ilmu yang baik, walaupun harus mengeluarkan biaya berupa pakaian atau uang. Oleh karena itu, banyak pengikutnya. Syekh Hasan memiliki seorang anak laki-laki yang sangat tampan, pendiam, dan baik budi, berusia sekitar tujuh tahun. Ibnu Hasan namanya. Ibnu Hasan sedang lucu-lucunya. Semua orang senang melihatnya, apalagi orang tuanya. Namun demikian, anak itu tidak sombong, perilakunya kalem, walaupun hidupnya dimanjakan, tidak kekurangan. Ayahnya berpikir, "Alangkah salannya aku, menyayangi di luar batas, tanpa pertimbangan. Bagaimana kalau akhirnya dimurkai Allah Yang Agung? Aku pasti durhaka, tak dapat mendidik anak, mengkaji ilmu yang bermanfaat." Dipanggilnya putranya. Anak itu segera mendatanginya, diusap-usapnya putranya sambil dinasihati, bahwa ia harus mengaji, katanya, "Sekarang saatnya, Anakku. Sebenarnya aku khawatir, tapi pergilah ke Mesir. Carilah jalan menuju keutamaan." Ibnu Hasan menjawab, "Ayah jangan ragu-ragu, semua kehendak orang tua akan hamba turuti, tidak akan kutolak, siang malam hanya perintah Ayah Ibu yang hamba nantikan." Kemudian, Ibnu Hasan berangkat ke pesantren, berpisah dengan kedua orang tuanya, hatinya sangat sedih. Ibunya tidak tahan menangis terisak-isak harus berpisah dengan putranya yang masih sangat kecil, belum cukup usia. "Kelak, apabila Ananda sudah sampai ke tempat merantau, pandai-pandailah menjaga diri karena jauh dari orang tua. Harus tahu ilmunya hidup, jangan keras kepala, angkuh, dan menyombongkan diri, merasa lebih dari yang lain, merasa diri orang kaya lalu menghina sesama. Kalau begitu perbuatanmu, hidupmu tidak akan senang karena dimusuhi semua orang, tidak akan ada yang mau menolong. Kalau celaka tidak akan diperhatikan. Berada di rantau orang kalau judes akan mendapatkan kesusahan. Hati-hatilah menjaga diri. Jangan menganggap enteng segala hal." Ibnu Hasan menjawab dengan takzim, "Apa yang Ibu katakan akan selalu kuingat dan kucatat dalam hati. Doakanlah aku agar selamat. Semoga jangan sampai menempuh jalan yang salah. Pesan Ibu akan kuperhatikan, siang dan malam." Singkat cerita Ibnu Hasan sudah berangkat dikawal dua pengasuhnya sejak kecil, Mairin dan Mairun. Mereka berangkat berjalan kaki. Mairun memikul semua perbekalan dan pakaian, sementara Mairin mengikuti dari belakang, sesekali menggantikan tugas Mairun. Perasaan sedih, prihatin, kehujanan, kepanasan selama perjalanan yang memakan waktu berhari-hari namun akhirnya sampai juga di pusat kota negara Mesir, dengan selamat berkat doa ayah dan ibunda. Selanjutnya, segeralah menemui seorang alim ulama, terus berguru padanya. Pada suatu hari, saat bakda zuhur, Ibnu Hasan sedang di jalan, bertemu seseorang bernama Saleh yang baru pulang dari sekolah. Ibnu Hasan menyapa, "Anda pulang dari mana?" Saleh menjawab dengan sopan, "Saya pulang sekolah." Ibnu Hasan bertanya lagi, "Sekolah itu apa? Coba jelaskan padaku!" Yang ditanya menjawab, "Apakah Anda belum tahu?Sekolah itu tempat ilmu, tepatnya tempat belajar, berhitung, menulis, mengeja, belajar tata krama, sopan santun terhadap yang lebih tua dan yang lebih muda, dan terhadap sesama, harus sesuai dengan aturan." Begitu Ibnu Hasan mendengar penjelasan tersebut, betapa girang hatinya. Dia segera pulang menghadap kyai dan meminta izinnya untuk belajar di sekolah guna mencari ilmu. "Sekarang katakan padaku apa yang sebenarnya kamu harapkan," Kyai berkata demikian. Tujuan untuk menguji muridnya, apakah betul-betul ingin mencari ilmu atau hanya alasan supaya mendapat pujian. Ibnu Hasan menunduk, menjawab agak malu, "Hamba ingin menjelaskan mengapa hamba bersusah payah tanpa mengenal lelah mencari ilmu. Memang sangkaan orang begitu karena ayahku kaya raya, tidak kekurangan uang, ternaknya pun banyak. Hamba tidak usah bekerja karena tidak akan kekurangan. Namun, pendapat hamba tidak demikian, akan sangat memalukan seandainya ayah sudah tiada, sudah meninggal dunia, semua hartanya jatuh ke tangan hamba. Tapi, ternyata tidak terurus karena hamba tidak teliti akhimya harta itu habis, bukan bertambah. Di situlah terlihat temyata kalau hamba ini bodoh. Bukan bertambah masyhur, asalnya anak orang kaya, harus menjadi buruh. Begitulah pendapat hamba karena modal sudah ada, hamba hanya tinggal melanjutkan. Pangkat anakpun begitu pula, walaupun tidak melebihi orang tua, paling tidak harus sama dengan orang tua, dan tidak akan memalukan, apalagi kalau lebih miskin, ibaratnya anak seorang palih" Maka, yakinlah kyai itu akan baik muridnya.

3

0.0

Jawaban terverifikasi

Fenomena Sosial Pengamen Jalanan Pengamen perkotaan adalah fenomena yang mulai dipandang sebagai masalah serius, terutama dengan semakin banyaknya permasalahan sosial ekonomi dan politik yang ditimbulkannya. Modernisasi dan industrialisasi sering dituding sebagai pemicu utama dari banyak pengamen di perkotaan. Perkembangan daerah perkotaan secara pesat mengundang terjadinya urbanisasi. Orang yang datang ke kota tidak mempunyai keterampilan untuk mencari kerja di kota. Akibatnya, mereka berdiam di daerah kumuh yang identik dengan kemiskinan perkotaan. Indonesia merupakan negara berkembang.Masalah kemiskinan menjadi masalah utama, baik di kota maupun di desa. Kita dapat melihat di setiap kota pasti ada perumahan yang berimpitan satu dengan yang lainnya. Selain itu, banyaknya pengamen, pengemis, dan anak jalanan makin memperjelas wajah kumuh perkotaan. Pada malam hari terlihat orang-orang tertentu tidur di emperan toko pinggir jalan. Kondisi demikian sangat memprihatinkan dan harus segera diatasi. Ada beberapa faktor yang menyebabkan adanya pengamen jalanan. Faktor-faktor yang membuat seseorang mengamen sebagai berikut. 1. Faktor Ekonomi Anak mengamen demi tuntutan ekonomi. Orang tua tidak mampu membiayai kebutuhan hidup dan kebutuhan sekolah mereka. Demi memenuhi kebutuhan tersebut, seorang anak harus mengamen. Orang tua yang malas hanya mengandalkan hasil mengamen anaknya tanpa mau bekerja. 2. Kurang Kasih Sayang Anak yang kurang kasih sayang atau tidak menerima kasih sayang dari orang tua rawan menjadi pengamen jalanan. Artinya, orang tua terlalu sibuk mencari harta atau kesenangan. Orang tua tidak memiliki waktu untuk mencurahkan perhatian, bertanya tentang masalah anak, bertukarpikiran, dan berbagi rasa dengan anak. Dengan tidak menerima kasih sayang dari orang tua, anak pun mencari kesenangan lain untuk menghibur diri. Mengamen adalah salah satu sarana untuk menghibur diri bagi anak. Dengan bernyanyi sebagai pengamen, mereka dapat menghibur hati, mengungkapkan isi hati, dan menghabiskan waktu. 3. Rasa Ikut-ikutan Anak dipengaruhi lingkungan atau teman sebaya untuk mencari hiburan, menghindari pekerjaan rumah, tugas- tugas sekolah, atau merasa hebat akan dirinya. Padahal jika ditelusuri, segi ekonomi bukan penyebab anak menjadi seorang pengamen. Kadang-kadang mereka hanya ikut-ikutan atau dipengaruhi oleh teman-temannya. Meskipun pengamen anak-anak tersebut harus mengalami panas terik, hujan, caci maki, pukulan, mereka tetap berjumlah banyak. Hampir di setiap persimpangan jalan dapat ditemui pengamen berusia anak-anak. Selain di persimpangan jalan, mereka mengamen di pasar, rumah makan, dan terminal, Mereka dianggap sebagai penyebab kemacetan lalu lintas, berkurangnya nilai estetika tata ruang kota, dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan raya. Hasil penelitian menjelaskan bahwa psikologis pengamen anak-anak tidak memiliki rasa malu, tidak peduli atau tak acuh. Sikap tersebut dilakukan agar keberadaan mereka diterima masyarakat sebagai bentuk budaya baru. Agar keberadaan mereka tetap eksis, pengamen anak-anak juga berupaya untuk melawan berbagai pihak, baik pihak hukum maupun pihak nonhukum. Mereka hanya mempertahankan harga diri dan rasa solidaritas di antara mereka. Fenomena sosial kehidupan pengamen anak-anak memiliki dua arti, yaitu pengaruh yang hanya bekerja di jalanan dan menunjukkan gaya kehidupan di jalanan. Bekerja di jalanan artinya mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup anaknya, sedangkan gaya hidup di jalanan hanya sekadar mewujudkan gaya hidup jalanan yang bebas. Dari segi usia, sebenarnya mereka tidak wajib mencari nafkah. Orang tua merekalah harus memiliki tanggung jawab dan memberi kasih sayang kepada mereka. Meskipun orang tua tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sebaiknya anak tidak diperbolehkan mengamen. Orang tua harus mampu memberikan tanggung jawab dan kasih sayang kepada anak agar tidak menjadi pengamen di tengah kota. Di samping itu, aparat hukum harus memiliki aturan yang tegas terhadap hukum, Hukum harus ditegakkan demi masa depan anak bangsa. Apabila hal-hal ini dilakukan, sangat tipis kemungkinan munculnya pengamen sebagai penyebab di jalanan perkotaan. Tentukan struktur teks eksplanasi di atas!

19

0.0

Jawaban terverifikasi