Tiara C

28 September 2026 11:55

Iklan

Tiara C

28 September 2026 11:55

Pertanyaan

Ada yg punya tips & trik ngerjain LBE ga? tiap TO skornya kecil terus😔😔

Ada yg punya tips & trik ngerjain LBE ga? tiap TO skornya kecil terus😔😔

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

18

:

23

:

46

Klaim

2

0


Empty Comment

Belum ada jawaban 🤔

Ayo, jadi yang pertama menjawab pertanyaan ini!

Mau jawaban yang cepat dan pasti benar?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

Roboguru Plus

Dapatkan pembahasan soal ga pake lama, langsung dari Tutor!

Chat Tutor

Temukan jawabannya dari Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Sang Penari Alkisah di Pulau Bali hiduplah seorang pemuda desa yang bernama Putu. Dia hidup bahagia di tengah keluarga yang sederhana. Ayahnya bernama I. Jagra yang menjabat sebagai Ketua Adat yang sangat disegani dan dihormati oleh segenap warga kampung. Ibunya seorang wanita yang bijaksana. Dia juga punya seorang adik perempuan bernama Santi. Dia salah seorang dari pencetus gagasan berdirinya perkumpulan kesenian, yang berhasil menciptakan sebuah tontonan yang menjadi salah satu objek pariwisata. Selain itu Putujuga memerankan tokoh utama cerita sendratari berpasa ngan dengan Anak Agung Ayu Prami yang lebih dikenal dengan nama Gung Ayu, seorang gadis cantik Putri Anak Agu ng Ngrurah Gede, putri seorang bangsawan keturunan langsung dari raja-raja yang pernah bertakhta di Puri. Hubungan antara Putu dengan Gung Ayu bukan sekedar pasangan menari saja tapi mereka sudah menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih yang saling mencintai. Tapi hubungan cinta mereka ditentang oleh ayah mereka karena perbedaan kasta. Ayah Gung Ayu melarang putrinya untuk menari dan mengancam Putu supaya tidak berhubungan lagi dengan putrinya. Sedangkan ayah Putu tidak segan-segan menyuruh anaknya untuk pergi ke Jakarta dan tinggal bersama pamannya yang bernama Pak Made. Di tengah perjalan me nuju Jakarta Putu bertemu dengan seorang calon wartawati yang bernama Netty. Netty seorang gadis yang berpenampilan menarik murah senyum. Tiba di Jakarta Putu di sambut hangat oleh Pak Made, paman dan bibinya serta adik sepupunya yang bernama Darsana yang baru duduk di kelas 6 SD. Selain paman dan bibinya serta adik sepupunya, di rumah pamannya yang mungil juga tinggal 2 orang laki-laki bernama Mas Herman seorang salesman dan Indra yang bekerja sebagai konsultan teknik, juga 5 orang wanita yang semuanya bekerja sebagai pramugari udara. Putu cepat akrab dengan Herman dan Evi. Herman sering mencurahkan perasaannya kepada Putu, Evi yang dihianati oleh kekasihnya yang bernama Freddy juga sering cerita tentang kekecewaan kepada Putu. Di Jakarta, Putu ikut kursus perbankan untuk menghilangkan kejenuhan. Kursus itu terkesan mewah dengan Mbak Diah sebagai costumer service yang begitu ramah, serta Pak Kartono sebagai instruktur kursusnya. Di sana juga Putu berkenalan dengan Benny seorang ternan kursusnya yang berasal dari Batak. Meskipun tinggal berjauhan dengan Gung Ayu, tapi Putu masih tetap berhubungan lewat surat dengan bantuan Duarsa, ternan Putu sernenjak SMA dan Ratni pelayan Gung Ayu kekasihnya Duarsa. Tapi sayang pacta suatu hari sernada (Bujang-Puri) yang pernah ditolak cintanya oleh Ratni, balas dendarn kepada Ratni dengan cara rnernberikan surat dari Putu untuk Gung Ayu kepada Anak Agung Ngurah Gede. Sehingga Anak Agung Ngurah Gede rnarah besar dan rnengusir Ratni dan Puri. Karena rnalu orang tua Ratni ikut-ikutan rnarah dan rnelarangnya untuk berhubungan lagi dengan Duarsa, sehingga Duarsa kehilangan kontak dengan Gung Ayu. Sedangkan Gung Ayu sendiri dititipkan oleh ayahnya di puri parnannya di Ubud. Pada suatu rnalarn Putu nekat kabur dari rurnah parnannya, karena telah terjadi kesalahpaharnan, Putu tidak tahan akan ornelan parnannya yang terus rnenerus rnernberondong dirinya karena cidera ketika diternpeleng prernan yang pernah dipukulnya karena rnengganggu Beni ternan Putu ketika kursus perbankan. Karena hari sudah sangat rnalarn dan karena rnerasa sangat letih, Putu tertidur di depan gereja hingga rnulai terang dan akhirnya diperternukan dengan Pak Johanes seorang laki-laki yang baik hati yang dengan sukarela rnengajak Putu untuk tinggal di rumahnya. Pak Anes tinggal bersarna istrinya dan anak laki-lakinya yang bernarna Andre, dia rnasih duduk di kelas 2 SMP. Kegiata n Pak Anes sehari-hari rnernbuka bengkel dengan dibantu oleh Sarrnan dan Girnin dua orang pernuda asal Jawa Tengah yang rajin sekali bekerja. Pada suatu rnalarn ke rurnah Pak Anes kedatangan seorang tarnu utusan seorang pengusaha kaya yang sedang rnencari seorang guru tari untuk anak-anaknya. Pak Anes mencoba rnenawarkan pekerjaan itu kepada Putu. Putu rnenerirnanya dengan senang hati. Keesokan harinya Putu diantar Pak Johanes ke rurnah Pak Wijaya, pengusaha kaya yang sedang rnencari guru tari untuk anak-anaknya. Tiba di rurnah rnewah tersebut Putu dan Pak Anes disarnbut hangat oleh Nyonya rumah dan dua anak gadisnya yang rnasih belia. Kakaknya bernarna Laras dan adiknya bernarna Julia. Hari itu juga rnereka rnerninta Putu untuk rnernulai rnengajar rnenari. Mereka sangat bersernangat untuk belajar rnenari. Hari-hari bergulir cepat, kernajuan derni kernajuan rnereka capai. Beberapa tarian yang diajarkan kepada rnereka dapat diserap dalarn waktu yang singkat. Di Bali sering diadakan pesta kesenian Bali yang berlangsung selarna sebulan penuh. Kedua gadis tersebut rnau rnenonton pesta kesenian Bali sekalian rnelihat-lihat keindahan Pulau Dewata tersebut. Mereka rnengajak Putu, tetapi Putu belurn rnernberi jawaban atas ajakannya. Suatu hari ayah datang ke rurnah Pak Anes dengan diantar Putu Duarsa, Paman dan Bibi serta Darsana adik sepupunya, untuk rnenjernput Putu kernbali ke Bali. Walaupun dengan berat hati Putu terpaksa rnenyetujui ajakan ayahnya untuk pulang ke Bali. Sebelurn pulang ke Bali, Putu rnernperkenalkan Duarsa dulu kepada Laras dan Julia, sarnbil mernperlihatkan hasil didikannya selarna ini kepada Duarsa. Selain itu juga Putu berpamitan kepada rnereka bahwa dia akan pulang ke Bali dan berjanji akan rnenjernput rnereka di Bandara Ngurah Rai ketika rnereka jadi pergi ke Bali. Waktu yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga, Laras dan Julia jadi pergi ke Bali dan dijemput oleh Putu di bandara. Hampur tiap hari Putu mengantar mereka menuju tempat-tempat wisata yang penting yang ada di pulau Bali. Hingga pada suatu hari, tanpa ditemani Julia mereka saling mengatakan perasaan cintanya. Dan pada waktu itu pulalah Putu baru mengetahui bahwa Laras sebenarnya orang Bali yang mempunyai nama Anak Agung Putu Larasati. Ayahnya yang pengusaha kaya itu sebenarnya ayah tirinya yang menikahi ibunya ketika dia masih kecil. Sedangkan ayahnya kawin lagi dengan wanita pilihan orang tuanya dan sekarang tinggal di Bali. Suatu malam Putu kembali latihan menari di Balai Banjar bersama pasangan mainnya, yang kali ini bukan Gung Ayu melainkan Damayanti seorang guru kesenian SMP lulusan Diploma tari yang bersifat superior angkuh cenderung seorang-olah dialah yang paling hebat. Meskipun ada keragu-raguan di hati Putu tentang kembalinya kejayaan se ndratari seperti ketika dia menari berpasangan dengan Gung Ayu, tapi Putu mencoba menjalani latihan sebaik-baiknya. Di pagi yang cerah Ibu Putu menerima tamu yang tak lain adalah Laras yang akan mengajak Putu jalan-jalan, Laras kelihatan sangat gembira. Di tengah perjalan Laras meminta Putu untuk membujuk pemilik toko seni supaya menjuallukisannya yang diinginkan Laras kemarin. Ketika lukisan itu diperlihatkan kepada Putu. Putu sangat terkejut kerena lukisan itu adalah lukisan potret seorang wanita yang mirip Laras. Putu berbincang-bincang panjang lebar dengan pemilik toko seni itu tanpa ditemani Laras. Mengenai riwayat lukisan yang diinginkan Laras dan juga mengenai riwayat hidup masing-masing. Ternyata pemilik toko itu bernama Anak Agung Anom yang tak lain dan bukan adalah ayahnya Anak Agung Putu Larasati alias Laras yang jadi korban perceraian ayah dan ibunya hanya perbedaan kasta. Ketika Laras menghampiri Putu seakan-akan sedang dalam mimpi. Ternyata Laras juga masih keturunan raja. Dan yang paling menggembirakan bagi Putu adalah bahwa ayahnya Laras tidak menentang hubungan mereka, kerena takut anaknya menderita. Sumber: http:jjdinarnurillah7.blogspot.com/ 5d. Dari segi siapakah yang menceritakan cerita dalam novel Sang Penari maka sudut pandang apakah yang digunakannya?

2

0.0

Jawaban terverifikasi

Sang Penari Alkisah di Pulau Bali hiduplah seorang pemuda desa yang bernama Putu. Dia hidup bahagia di tengah keluarga yang sederhana. Ayahnya bernama I. Jagra yang menjabat sebagai Ketua Adat yang sangat disegani dan dihormati oleh segenap warga kampung. Ibunya seorang wanita yang bijaksana. Dia juga punya seorang adik perempuan bernama Santi. Dia salah seorang dari pencetus gagasan berdirinya perkumpulan kesenian, yang berhasil menciptakan sebuah tontonan yang menjadi salah satu objek pariwisata. Selain itu Putujuga memerankan tokoh utama cerita sendratari berpasa ngan dengan Anak Agung Ayu Prami yang lebih dikenal dengan nama Gung Ayu, seorang gadis cantik Putri Anak Agu ng Ngrurah Gede, putri seorang bangsawan keturunan langsung dari raja-raja yang pernah bertakhta di Puri. Hubungan antara Putu dengan Gung Ayu bukan sekedar pasangan menari saja tapi mereka sudah menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih yang saling mencintai. Tapi hubungan cinta mereka ditentang oleh ayah mereka karena perbedaan kasta. Ayah Gung Ayu melarang putrinya untuk menari dan mengancam Putu supaya tidak berhubungan lagi dengan putrinya. Sedangkan ayah Putu tidak segan-segan menyuruh anaknya untuk pergi ke Jakarta dan tinggal bersama pamannya yang bernama Pak Made. Di tengah perjalan me nuju Jakarta Putu bertemu dengan seorang calon wartawati yang bernama Netty. Netty seorang gadis yang berpenampilan menarik murah senyum. Tiba di Jakarta Putu di sambut hangat oleh Pak Made, paman dan bibinya serta adik sepupunya yang bernama Darsana yang baru duduk di kelas 6 SD. Selain paman dan bibinya serta adik sepupunya, di rumah pamannya yang mungil juga tinggal 2 orang laki-laki bernama Mas Herman seorang salesman dan Indra yang bekerja sebagai konsultan teknik, juga 5 orang wanita yang semuanya bekerja sebagai pramugari udara. Putu cepat akrab dengan Herman dan Evi. Herman sering mencurahkan perasaannya kepada Putu, Evi yang dihianati oleh kekasihnya yang bernama Freddy juga sering cerita tentang kekecewaan kepada Putu. Di Jakarta, Putu ikut kursus perbankan untuk menghilangkan kejenuhan. Kursus itu terkesan mewah dengan Mbak Diah sebagai costumer service yang begitu ramah, serta Pak Kartono sebagai instruktur kursusnya. Di sana juga Putu berkenalan dengan Benny seorang ternan kursusnya yang berasal dari Batak. Meskipun tinggal berjauhan dengan Gung Ayu, tapi Putu masih tetap berhubungan lewat surat dengan bantuan Duarsa, ternan Putu sernenjak SMA dan Ratni pelayan Gung Ayu kekasihnya Duarsa. Tapi sayang pacta suatu hari sernada (Bujang-Puri) yang pernah ditolak cintanya oleh Ratni, balas dendarn kepada Ratni dengan cara rnernberikan surat dari Putu untuk Gung Ayu kepada Anak Agung Ngurah Gede. Sehingga Anak Agung Ngurah Gede rnarah besar dan rnengusir Ratni dan Puri. Karena rnalu orang tua Ratni ikut-ikutan rnarah dan rnelarangnya untuk berhubungan lagi dengan Duarsa, sehingga Duarsa kehilangan kontak dengan Gung Ayu. Sedangkan Gung Ayu sendiri dititipkan oleh ayahnya di puri parnannya di Ubud. Pada suatu rnalarn Putu nekat kabur dari rurnah parnannya, karena telah terjadi kesalahpaharnan, Putu tidak tahan akan ornelan parnannya yang terus rnenerus rnernberondong dirinya karena cidera ketika diternpeleng prernan yang pernah dipukulnya karena rnengganggu Beni ternan Putu ketika kursus perbankan. Karena hari sudah sangat rnalarn dan karena rnerasa sangat letih, Putu tertidur di depan gereja hingga rnulai terang dan akhirnya diperternukan dengan Pak Johanes seorang laki-laki yang baik hati yang dengan sukarela rnengajak Putu untuk tinggal di rumahnya. Pak Anes tinggal bersarna istrinya dan anak laki-lakinya yang bernarna Andre, dia rnasih duduk di kelas 2 SMP. Kegiata n Pak Anes sehari-hari rnernbuka bengkel dengan dibantu oleh Sarrnan dan Girnin dua orang pernuda asal Jawa Tengah yang rajin sekali bekerja. Pada suatu rnalarn ke rurnah Pak Anes kedatangan seorang tarnu utusan seorang pengusaha kaya yang sedang rnencari seorang guru tari untuk anak-anaknya. Pak Anes mencoba rnenawarkan pekerjaan itu kepada Putu. Putu rnenerirnanya dengan senang hati. Keesokan harinya Putu diantar Pak Johanes ke rurnah Pak Wijaya, pengusaha kaya yang sedang rnencari guru tari untuk anak-anaknya. Tiba di rurnah rnewah tersebut Putu dan Pak Anes disarnbut hangat oleh Nyonya rumah dan dua anak gadisnya yang rnasih belia. Kakaknya bernarna Laras dan adiknya bernarna Julia. Hari itu juga rnereka rnerninta Putu untuk rnernulai rnengajar rnenari. Mereka sangat bersernangat untuk belajar rnenari. Hari-hari bergulir cepat, kernajuan derni kernajuan rnereka capai. Beberapa tarian yang diajarkan kepada rnereka dapat diserap dalarn waktu yang singkat. Di Bali sering diadakan pesta kesenian Bali yang berlangsung selarna sebulan penuh. Kedua gadis tersebut rnau rnenonton pesta kesenian Bali sekalian rnelihat-lihat keindahan Pulau Dewata tersebut. Mereka rnengajak Putu, tetapi Putu belurn rnernberi jawaban atas ajakannya. Suatu hari ayah datang ke rurnah Pak Anes dengan diantar Putu Duarsa, Paman dan Bibi serta Darsana adik sepupunya, untuk rnenjernput Putu kernbali ke Bali. Walaupun dengan berat hati Putu terpaksa rnenyetujui ajakan ayahnya untuk pulang ke Bali. Sebelurn pulang ke Bali, Putu rnernperkenalkan Duarsa dulu kepada Laras dan Julia, sarnbil mernperlihatkan hasil didikannya selarna ini kepada Duarsa. Selain itu juga Putu berpamitan kepada rnereka bahwa dia akan pulang ke Bali dan berjanji akan rnenjernput rnereka di Bandara Ngurah Rai ketika rnereka jadi pergi ke Bali. Waktu yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga, Laras dan Julia jadi pergi ke Bali dan dijemput oleh Putu di bandara. Hampur tiap hari Putu mengantar mereka menuju tempat-tempat wisata yang penting yang ada di pulau Bali. Hingga pada suatu hari, tanpa ditemani Julia mereka saling mengatakan perasaan cintanya. Dan pada waktu itu pulalah Putu baru mengetahui bahwa Laras sebenarnya orang Bali yang mempunyai nama Anak Agung Putu Larasati. Ayahnya yang pengusaha kaya itu sebenarnya ayah tirinya yang menikahi ibunya ketika dia masih kecil. Sedangkan ayahnya kawin lagi dengan wanita pilihan orang tuanya dan sekarang tinggal di Bali. Suatu malam Putu kembali latihan menari di Balai Banjar bersama pasangan mainnya, yang kali ini bukan Gung Ayu melainkan Damayanti seorang guru kesenian SMP lulusan Diploma tari yang bersifat superior angkuh cenderung seorang-olah dialah yang paling hebat. Meskipun ada keragu-raguan di hati Putu tentang kembalinya kejayaan se ndratari seperti ketika dia menari berpasangan dengan Gung Ayu, tapi Putu mencoba menjalani latihan sebaik-baiknya. Di pagi yang cerah Ibu Putu menerima tamu yang tak lain adalah Laras yang akan mengajak Putu jalan-jalan, Laras kelihatan sangat gembira. Di tengah perjalan Laras meminta Putu untuk membujuk pemilik toko seni supaya menjuallukisannya yang diinginkan Laras kemarin. Ketika lukisan itu diperlihatkan kepada Putu. Putu sangat terkejut kerena lukisan itu adalah lukisan potret seorang wanita yang mirip Laras. Putu berbincang-bincang panjang lebar dengan pemilik toko seni itu tanpa ditemani Laras. Mengenai riwayat lukisan yang diinginkan Laras dan juga mengenai riwayat hidup masing-masing. Ternyata pemilik toko itu bernama Anak Agung Anom yang tak lain dan bukan adalah ayahnya Anak Agung Putu Larasati alias Laras yang jadi korban perceraian ayah dan ibunya hanya perbedaan kasta. Ketika Laras menghampiri Putu seakan-akan sedang dalam mimpi. Ternyata Laras juga masih keturunan raja. Dan yang paling menggembirakan bagi Putu adalah bahwa ayahnya Laras tidak menentang hubungan mereka, kerena takut anaknya menderita. Sumber: http:jjdinarnurillah7.blogspot.com/ 5f. Tuliskan nilai-nilai atau amanat yang terkandung dalam novel Sang Penari!

1

0.0

Jawaban terverifikasi

Iklan

Teks 1 Salah Kelas Pagi itu, Joni nampak bahagia sekali. Di meja makan, ibunya bertanya kepada Joni. "Jon, Ibu perhatikan dari tadi kamu senyum-senyum sendiri?" "Anu, Bu, semalam ibu wali kelas membagikan jadwal tatap muka terbatas. Senang rasanya karena besok aku bisa bertemu teman-teman. Belajar daring di rumah membosankan, Bu. Apalagi kalau zoom meeting Matematika." "Memangnya kenapa kalau Matematika, Jon?" Ibu bertanya kembali. "Gurunya galak, Bu, materinya juga susah, wong diajarkan di kelas saja masih susah pahamnya, apalagi daring," jawab Joni. "Oh, begitu," Ibu menimpali. "Ya sudah, Bu. Joni pamit, ya." Joni langsung pergi sambil mencium tangan ibunya. Sekolah sudah nampak ramai. Joni berjalan sambil sesekali melihat jadwal mapel yang dibagikan wali kelasnya. Lalu, dia segera masuk kelas dan ternyata sudah ada guru di dalam kelas. "Selamat pagi, Pak. Maaf, saya terlambat." "Selamat pagi juga, Nak, silakan duduk," sahut Pak Guru. Joni langsung mencari kursi dan duduk tanpa melihat kanan kiri. Saat mengeluarkan buku catatan, Joni mengedarkan pandangannya dan langsung kaget. Semua seperti asing. Dia seperti tidak mengenali teman sekelasnya, apalagi semuanya memakai masker. Dia berusaha meyakinkan diri sendiri bahwa mereka adalah teman kelasnya. Tidak berapa lama, Joni kaget ketika melihat ke papan tulis Pak Guru sedang menjelaskan soal Matematika, padahal seingatnya jadwal pagi itu adalah Bahasa Indonesia. "Astaga, ini kan kelasku satu tahun yang lalu, ini kan kelas satu. Sekarang kan aku sudah naik kelas dua." Keringat dingin keluar di wajah Joni, lalu dia memberanikan diri menemui Pak Guru. "Maaf, Pak, karena sudah satu tahun daring, saya lupa kalau sekarang saya sudah kelas dua. Saya salah masuk kelas, Pak." Semua peserta didik pun tertawa. Dengan wajah malu, Joni keluar kelas. Teks 2 PKH Pada suatu hari, dua orang ibu rumah tangga sedang berbincang-bincang di depan rumah. Mereka sedang asyik membahas tentang bantuan pemerintah yang dinamakan PKH. Bu Tuti : Mar, aku semakin heran dengan pemerintah sekarang. Bu Marni Loh, kenapa, Bu? Ada masalah? (penasaran) Bu Tuti : Ya jelas ada. Kalau enggak ada, buat apa saya repot-repot membahas masalah ini? Bu Marni: Oalah, Bu, sempat-sempatnya memikirkan pemerintah, memangnya pemerintah memikirkan nasib kita? Bu Tuti : Jangan salah. Tuh, lihat tetangga sebelah kita. Dia dapat bantuan dari pemerintah. Setiap bulan, dia rutin mengambil sembako di warung dekat balai desa sana. Bu Marni Masa? Enggak salah, sampeyan, Bu? Dia, kan, lumayan mampu. Lihat saja, kulkas ada, mesin cuci punya, motor dua, kalau pergi perhiasannya selalu menempel di tangannya. Benar enggak salah, Bu? (sedikit tidak percaya) Bu Tuti : Nah, itu yang membuat saya bingung. Kenapa dia dapat bantuan? Padahal, kalau dipikir, dia tergolong keluarga mampu. Coba kita bandingkan dengan tetangga kita yang lain. Ada yang jauh lebih berhak mendapatkan bantuan itu sebenarnya. Bu Marni : Iya betul Bu. Ngomong-ngomong, bantuan apa yang bisa dia dapat, Bu? Bu Tuti Bu Marni: Masa kamu enggak tahu? Itu, loh, bantuan PKH. Oh, yang rumahnya ditempeli stiker "Keluarga Miskin" itu, to? Bu Tuti Nah, itu kamu tahu, Mar. (mengacungkan jempol kepada Bu Marni) Bu Marni Bu Tuti Ya tahu lah, Bu. Apa, sih, yang tidak saya ketahui? Mar, PKH itu apa, to? (penasaran) Bu Marni Program Keluarga Harapan. Bu Tuti : Harapan apa? Bu Marni Harapan biar dikasih sembako tiap bulan, ha...ha...ha... Bu Tuti : Ngawur kamu, Mar. Tulislah persamaan dan perbedaan kedua teks tersebut

13

4.0

Jawaban terverifikasi

tolong bantu aku mencari semua kebahasaan pidato yang ada di pidato di bawah ini Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi untuk kita semua. Pertama-tama dan paling utama, marilah kita ucapkan syukur kepada Allah SWT yang sudah memberi limpahan rezeki bagi kita semua. Tak lupa selawat dan salam, mari kita gaungkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, sampai kepada kita selaku umatnya. Hadirin yang berbahagia, Pada kesempatan kali ini izinkan saya berbicara mengenai pentingnya menjaga lingkungan di sekolah. Sebab isu lingkungan sudah menjadi isu di seluruh negara. Maka, menjaganya sudah menjadi tugas bersama. Menjaga lingkungan tak melulu soal menjaga kebersihan. Lebih dari itu, menjaga lingkungan dapat diupayakan lewat menanam tanaman di lingkungan sekolah, menghemat air, dan mengupayakan untuk meminimalkan penggunaan plastik. Lalu, kenapa harus dilakukan di lingkungan sekolah? Sebab, sekolah sebagai lembaga pendidikan harus menjadi tempat pertama untuk memupuk kebiasaan menjaga lingkungan. Hadirin yang berbahagia, Hal-hal yang saya singgung di atas, seperti menanam tanaman, menghemat air, dan meminimalkan penggunaan plastik merupakan hal yang kecil. Namun percayalah, aktivitas kecil punya dampak besar bila dilakukan bersama dan menjadi kebiasaan. Semoga dengan aktivitas positif di sekolah bisa dibawa juga ke rumah, sehingga kegiatan menjaga lingkungan dapat dilakukan terus menerus. Alangkah lebih baik lagi bila kita mampu untuk mempengaruhi saudara, orang tua, dan teman di rumah untuk sama-sama menjaga lingkungan. Demikianlah pidato lingkungan hidup tentang pentingnya menjaga lingkungan sekolah yang saya sampaikan. Meski singkat, semoga ada manfaatnya. Terima kasih atas atensinya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

1

5.0

Jawaban terverifikasi