Elaina-Chan E

17 September 2024 12:57

Iklan

Elaina-Chan E

17 September 2024 12:57

Pertanyaan

tolong bantu aku mencari semua kebahasaan pidato yang ada di pidato di bawah ini Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi untuk kita semua. Pertama-tama dan paling utama, marilah kita ucapkan syukur kepada Allah SWT yang sudah memberi limpahan rezeki bagi kita semua. Tak lupa selawat dan salam, mari kita gaungkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, sampai kepada kita selaku umatnya. Hadirin yang berbahagia, Pada kesempatan kali ini izinkan saya berbicara mengenai pentingnya menjaga lingkungan di sekolah. Sebab isu lingkungan sudah menjadi isu di seluruh negara. Maka, menjaganya sudah menjadi tugas bersama. Menjaga lingkungan tak melulu soal menjaga kebersihan. Lebih dari itu, menjaga lingkungan dapat diupayakan lewat menanam tanaman di lingkungan sekolah, menghemat air, dan mengupayakan untuk meminimalkan penggunaan plastik. Lalu, kenapa harus dilakukan di lingkungan sekolah? Sebab, sekolah sebagai lembaga pendidikan harus menjadi tempat pertama untuk memupuk kebiasaan menjaga lingkungan. Hadirin yang berbahagia, Hal-hal yang saya singgung di atas, seperti menanam tanaman, menghemat air, dan meminimalkan penggunaan plastik merupakan hal yang kecil. Namun percayalah, aktivitas kecil punya dampak besar bila dilakukan bersama dan menjadi kebiasaan. Semoga dengan aktivitas positif di sekolah bisa dibawa juga ke rumah, sehingga kegiatan menjaga lingkungan dapat dilakukan terus menerus. Alangkah lebih baik lagi bila kita mampu untuk mempengaruhi saudara, orang tua, dan teman di rumah untuk sama-sama menjaga lingkungan. Demikianlah pidato lingkungan hidup tentang pentingnya menjaga lingkungan sekolah yang saya sampaikan. Meski singkat, semoga ada manfaatnya. Terima kasih atas atensinya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

tolong bantu aku mencari semua kebahasaan pidato yang ada di pidato di bawah ini

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat pagi untuk kita semua.
Pertama-tama dan paling utama, marilah kita ucapkan syukur kepada Allah SWT yang sudah memberi limpahan rezeki bagi kita semua. Tak lupa selawat dan salam, mari kita gaungkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, sampai kepada kita selaku umatnya.
Hadirin yang berbahagia,
Pada kesempatan kali ini izinkan saya berbicara mengenai pentingnya menjaga lingkungan di sekolah. Sebab isu lingkungan sudah menjadi isu di seluruh negara. Maka, menjaganya sudah menjadi tugas bersama.
Menjaga lingkungan tak melulu soal menjaga kebersihan. Lebih dari itu, menjaga lingkungan dapat diupayakan lewat menanam tanaman di lingkungan sekolah, menghemat air, dan mengupayakan untuk meminimalkan penggunaan plastik.
Lalu, kenapa harus dilakukan di lingkungan sekolah? Sebab, sekolah sebagai lembaga pendidikan harus menjadi tempat pertama untuk memupuk kebiasaan menjaga lingkungan.
Hadirin yang berbahagia,
Hal-hal yang saya singgung di atas, seperti menanam tanaman, menghemat air, dan meminimalkan penggunaan plastik merupakan hal yang kecil. Namun percayalah, aktivitas kecil punya dampak besar bila dilakukan bersama dan menjadi kebiasaan.
Semoga dengan aktivitas positif di sekolah bisa dibawa juga ke rumah, sehingga kegiatan menjaga lingkungan dapat dilakukan terus menerus. Alangkah lebih baik lagi bila kita mampu untuk mempengaruhi saudara, orang tua, dan teman di rumah untuk sama-sama menjaga lingkungan.
Demikianlah pidato lingkungan hidup tentang pentingnya menjaga lingkungan sekolah yang saya sampaikan. Meski singkat, semoga ada manfaatnya.
Terima kasih atas atensinya.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

14

:

39

:

49

Klaim

5

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Rendi R

Community

17 September 2024 13:16

Jawaban terverifikasi

<p>Pidato di atas menggunakan berbagai ciri kebahasaan yang khas untuk menyampaikan pesan dengan baik dan jelas. Berikut adalah analisis ciri-ciri kebahasaan yang digunakan dalam pidato tersebut:</p><p><strong>1. Sapaan atau Salam Pembuka</strong></p><ul><li><strong>"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh."</strong></li><li><strong>"Selamat pagi untuk kita semua."</strong></li></ul><p>Penggunaan salam pembuka menunjukkan sopan santun dan merupakan ciri khas dalam teks pidato. Ini bertujuan untuk menarik perhatian audiens dan menciptakan suasana yang baik di awal pidato.</p><p><strong>2. Penggunaan Kalimat Sapaan kepada Audiens</strong></p><ul><li><strong>"Hadirin yang berbahagia,"</strong></li></ul><p>Frasa ini sering digunakan untuk menyapa audiens secara formal dan menunjukkan rasa hormat. Dalam pidato, sapaan kepada audiens adalah hal penting untuk menjaga keterlibatan mereka.</p><p><strong>3. Penggunaan Kalimat Penghormatan</strong></p><ul><li><strong>"Pertama-tama dan paling utama, marilah kita ucapkan syukur kepada Allah SWT yang sudah memberi limpahan rezeki bagi kita semua."</strong></li><li><strong>"Tak lupa selawat dan salam, mari kita gaungkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, sampai kepada kita selaku umatnya."</strong></li></ul><p>Ini adalah ungkapan syukur dan penghormatan yang menunjukkan kerendahan hati serta rasa syukur kepada Tuhan dan tokoh agama. Penggunaan kalimat ini merupakan ciri kebahasaan yang sering ditemui dalam pidato keagamaan.</p><p><strong>4. Penggunaan Kata Ganti Orang Pertama</strong></p><ul><li><strong>"Saya"</strong> digunakan dalam kalimat:<ul><li>"Pada kesempatan kali ini izinkan saya berbicara mengenai pentingnya menjaga lingkungan di sekolah."</li><li>"Demikianlah pidato lingkungan hidup tentang pentingnya menjaga lingkungan sekolah yang saya sampaikan."</li></ul></li></ul><p>Kata "saya" menunjukkan pidato bersifat personal, di mana pembicara mengajak audiens untuk mendengar dan memperhatikan pesan yang akan disampaikan.</p><p><strong>5. Kalimat Persuasif (Mengajak/Mendorong)</strong></p><ul><li><strong>"Sebab, sekolah sebagai lembaga pendidikan harus menjadi tempat pertama untuk memupuk kebiasaan menjaga lingkungan."</strong></li><li><strong>"Semoga dengan aktivitas positif di sekolah bisa dibawa juga ke rumah, sehingga kegiatan menjaga lingkungan dapat dilakukan terus menerus."</strong></li><li><strong>"Alangkah lebih baik lagi bila kita mampu untuk mempengaruhi saudara, orang tua, dan teman di rumah untuk sama-sama menjaga lingkungan."</strong></li></ul><p>Pidato ini menggunakan kalimat-kalimat persuasif yang bertujuan untuk mendorong audiens melakukan tindakan tertentu, seperti menjaga lingkungan di sekolah dan rumah.</p><p><strong>6. Penggunaan Kalimat Imperatif (Perintah)</strong></p><ul><li><strong>"Marilah kita ucapkan syukur..."</strong></li><li><strong>"Mari kita gaungkan selawat dan salam..."</strong></li></ul><p>Kalimat imperatif ini digunakan untuk mengajak atau memerintahkan audiens untuk melakukan sesuatu secara bersama-sama, dalam hal ini menunjukkan ajakan untuk bersyukur dan menghormati Nabi Muhammad SAW.</p><p><strong>7. Penggunaan Kata Hubung (Konjungsi)</strong></p><ul><li><strong>"Sebab"</strong> (menyebabkan atau menjelaskan alasan):<ul><li>"Sebab isu lingkungan sudah menjadi isu di seluruh negara."</li><li>"Sebab, sekolah sebagai lembaga pendidikan harus menjadi tempat pertama untuk memupuk kebiasaan menjaga lingkungan."</li></ul></li><li><strong>"Namun"</strong> (menyatakan pertentangan):<ul><li>"Namun percayalah, aktivitas kecil punya dampak besar bila dilakukan bersama dan menjadi kebiasaan."</li></ul></li><li><strong>"Lalu"</strong> (melanjutkan ide atau pemikiran):<ul><li>"Lalu, kenapa harus dilakukan di lingkungan sekolah?"</li></ul></li></ul><p>Konjungsi digunakan untuk menghubungkan gagasan atau argumen dalam pidato dan memberikan penjelasan yang lebih logis dan runtut.</p><p><strong>8. Kalimat Retoris</strong></p><ul><li><strong>"Lalu, kenapa harus dilakukan di lingkungan sekolah?"</strong></li></ul><p>Kalimat retoris adalah pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban langsung dari audiens, melainkan digunakan untuk menegaskan gagasan tertentu dan merangsang pemikiran audiens.</p><p><strong>9. Penggunaan Kata-kata yang Mengandung Nilai Positif</strong></p><ul><li><strong>"Menjaga lingkungan," "meminimalkan penggunaan plastik," "menghemat air," "aktivitas positif," "memupuk kebiasaan," "dampak besar," "kebersihan."</strong></li></ul><p>Kata-kata ini memiliki nilai positif yang bertujuan untuk mendorong audiens melakukan hal-hal baik yang berkaitan dengan tema pidato, yaitu menjaga lingkungan.</p><p><strong>10. Penutup Pidato</strong></p><ul><li><strong>"Demikianlah pidato lingkungan hidup tentang pentingnya menjaga lingkungan sekolah yang saya sampaikan. Meski singkat, semoga ada manfaatnya."</strong></li><li><strong>"Terima kasih atas atensinya."</strong></li><li><strong>"Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh."</strong></li></ul><p>Bagian penutup biasanya mengandung kalimat yang merangkum isi pidato dan harapan agar audiens mendapatkan manfaat dari pidato tersebut. Juga, terdapat ucapan terima kasih kepada audiens serta salam penutup.</p><p><strong>Kesimpulan</strong></p><p>Ciri-ciri kebahasaan yang ditemukan dalam pidato ini meliputi:</p><ul><li>Penggunaan salam pembuka dan penutup</li><li>Sapaan kepada audiens</li><li>Penggunaan kata ganti orang pertama (saya)</li><li>Kalimat persuasif untuk mengajak audiens melakukan sesuatu</li><li>Kalimat imperatif (perintah)</li><li>Kalimat retoris</li><li>Penggunaan kata hubung (konjungsi)</li><li>Penggunaan kata-kata positif</li><li>Kalimat penutup yang sopan dan menghormati audiens.</li></ul><p>Semua ciri kebahasaan ini berfungsi untuk menciptakan pidato yang menarik, sopan, dan efektif dalam menyampaikan pesan kepada audiens.</p>

Pidato di atas menggunakan berbagai ciri kebahasaan yang khas untuk menyampaikan pesan dengan baik dan jelas. Berikut adalah analisis ciri-ciri kebahasaan yang digunakan dalam pidato tersebut:

1. Sapaan atau Salam Pembuka

  • "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh."
  • "Selamat pagi untuk kita semua."

Penggunaan salam pembuka menunjukkan sopan santun dan merupakan ciri khas dalam teks pidato. Ini bertujuan untuk menarik perhatian audiens dan menciptakan suasana yang baik di awal pidato.

2. Penggunaan Kalimat Sapaan kepada Audiens

  • "Hadirin yang berbahagia,"

Frasa ini sering digunakan untuk menyapa audiens secara formal dan menunjukkan rasa hormat. Dalam pidato, sapaan kepada audiens adalah hal penting untuk menjaga keterlibatan mereka.

3. Penggunaan Kalimat Penghormatan

  • "Pertama-tama dan paling utama, marilah kita ucapkan syukur kepada Allah SWT yang sudah memberi limpahan rezeki bagi kita semua."
  • "Tak lupa selawat dan salam, mari kita gaungkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, sampai kepada kita selaku umatnya."

Ini adalah ungkapan syukur dan penghormatan yang menunjukkan kerendahan hati serta rasa syukur kepada Tuhan dan tokoh agama. Penggunaan kalimat ini merupakan ciri kebahasaan yang sering ditemui dalam pidato keagamaan.

4. Penggunaan Kata Ganti Orang Pertama

  • "Saya" digunakan dalam kalimat:
    • "Pada kesempatan kali ini izinkan saya berbicara mengenai pentingnya menjaga lingkungan di sekolah."
    • "Demikianlah pidato lingkungan hidup tentang pentingnya menjaga lingkungan sekolah yang saya sampaikan."

Kata "saya" menunjukkan pidato bersifat personal, di mana pembicara mengajak audiens untuk mendengar dan memperhatikan pesan yang akan disampaikan.

5. Kalimat Persuasif (Mengajak/Mendorong)

  • "Sebab, sekolah sebagai lembaga pendidikan harus menjadi tempat pertama untuk memupuk kebiasaan menjaga lingkungan."
  • "Semoga dengan aktivitas positif di sekolah bisa dibawa juga ke rumah, sehingga kegiatan menjaga lingkungan dapat dilakukan terus menerus."
  • "Alangkah lebih baik lagi bila kita mampu untuk mempengaruhi saudara, orang tua, dan teman di rumah untuk sama-sama menjaga lingkungan."

Pidato ini menggunakan kalimat-kalimat persuasif yang bertujuan untuk mendorong audiens melakukan tindakan tertentu, seperti menjaga lingkungan di sekolah dan rumah.

6. Penggunaan Kalimat Imperatif (Perintah)

  • "Marilah kita ucapkan syukur..."
  • "Mari kita gaungkan selawat dan salam..."

Kalimat imperatif ini digunakan untuk mengajak atau memerintahkan audiens untuk melakukan sesuatu secara bersama-sama, dalam hal ini menunjukkan ajakan untuk bersyukur dan menghormati Nabi Muhammad SAW.

7. Penggunaan Kata Hubung (Konjungsi)

  • "Sebab" (menyebabkan atau menjelaskan alasan):
    • "Sebab isu lingkungan sudah menjadi isu di seluruh negara."
    • "Sebab, sekolah sebagai lembaga pendidikan harus menjadi tempat pertama untuk memupuk kebiasaan menjaga lingkungan."
  • "Namun" (menyatakan pertentangan):
    • "Namun percayalah, aktivitas kecil punya dampak besar bila dilakukan bersama dan menjadi kebiasaan."
  • "Lalu" (melanjutkan ide atau pemikiran):
    • "Lalu, kenapa harus dilakukan di lingkungan sekolah?"

Konjungsi digunakan untuk menghubungkan gagasan atau argumen dalam pidato dan memberikan penjelasan yang lebih logis dan runtut.

8. Kalimat Retoris

  • "Lalu, kenapa harus dilakukan di lingkungan sekolah?"

Kalimat retoris adalah pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban langsung dari audiens, melainkan digunakan untuk menegaskan gagasan tertentu dan merangsang pemikiran audiens.

9. Penggunaan Kata-kata yang Mengandung Nilai Positif

  • "Menjaga lingkungan," "meminimalkan penggunaan plastik," "menghemat air," "aktivitas positif," "memupuk kebiasaan," "dampak besar," "kebersihan."

Kata-kata ini memiliki nilai positif yang bertujuan untuk mendorong audiens melakukan hal-hal baik yang berkaitan dengan tema pidato, yaitu menjaga lingkungan.

10. Penutup Pidato

  • "Demikianlah pidato lingkungan hidup tentang pentingnya menjaga lingkungan sekolah yang saya sampaikan. Meski singkat, semoga ada manfaatnya."
  • "Terima kasih atas atensinya."
  • "Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh."

Bagian penutup biasanya mengandung kalimat yang merangkum isi pidato dan harapan agar audiens mendapatkan manfaat dari pidato tersebut. Juga, terdapat ucapan terima kasih kepada audiens serta salam penutup.

Kesimpulan

Ciri-ciri kebahasaan yang ditemukan dalam pidato ini meliputi:

  • Penggunaan salam pembuka dan penutup
  • Sapaan kepada audiens
  • Penggunaan kata ganti orang pertama (saya)
  • Kalimat persuasif untuk mengajak audiens melakukan sesuatu
  • Kalimat imperatif (perintah)
  • Kalimat retoris
  • Penggunaan kata hubung (konjungsi)
  • Penggunaan kata-kata positif
  • Kalimat penutup yang sopan dan menghormati audiens.

Semua ciri kebahasaan ini berfungsi untuk menciptakan pidato yang menarik, sopan, dan efektif dalam menyampaikan pesan kepada audiens.


Elaina-Chan E

17 September 2024 13:49

thank you kaa

Iklan

Nanda R

Community

19 Oktober 2024 01:15

Jawaban terverifikasi

<p>Berikut adalah analisis kebahasaan dari pidato yang kamu berikan:</p><p>### Kebahasaan Pidato</p><p>1. **Salam Pembuka**<br>&nbsp; - "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh."<br>&nbsp; - "Selamat pagi untuk kita semua."</p><p>2. **Pernyataan Pembuka**<br>&nbsp; - "Pertama dan terpenting, izinkan kami mengatakannya."<br>&nbsp; - "Berilah shalawat dan salam, datanglah SAW, keluarganya, hatinya."</p><p>3. **Pengantar Topik**<br>&nbsp; - "Berbicara mengenai olahraga."<br>&nbsp; - "Penyebab masalah th negara."</p><p>4. **Pernyataan Utama**<br>&nbsp; - "Menjaga lingkungan tak melulu soal menjaga kebersihan."<br>&nbsp; - "Lebih dari itu, menjaga lingkungan dapat diupayakan lewat menanam tanaman di lingkungan sekolah, menghemat air, dan mengupayakan untuk meminimalkan penggunaan plastik."</p><p>5. **Alasan dan Penjelasan**<br>&nbsp; - "Kenapa harus dilakukan di lingkungan sekolah?"<br>&nbsp; - "Sebab, sekolah sebagai lembaga pendidikan harus menjadi tempat pertama untuk memupuk kebiasaan menjaga lingkungan."</p><p>6. **Ajakan kepada Hadirin**<br>&nbsp; - "Hadirin yang berbahagia, hal-hal yang saya singgung di atas, seperti menanam tanaman, menghemat air, dan meminimalkan penggunaan plastik merupakan hal yang kecil."<br>&nbsp; - "Namun percayalah, aktivitas kecil punya dampak besar bila dilakukan bersama dan menjadi kebiasaan."</p><p>7. **Harapan dan Penutup**<br>&nbsp; - "Semoga dengan aktivitas positif di sekolah bisa dibawa juga ke rumah, sehingga kegiatan menjaga lingkungan dapat dilakukan terus menerus."<br>&nbsp; - "Alangkah lebih baik lagi bila kita mampu untuk mempengaruhi saudara, orang tua, dan teman di rumah untuk sama-sama menjaga lingkungan."<br>&nbsp; - "Demikianlah pidato lingkungan hidup tentang pentingnya menjaga lingkungan sekolah yang saya sampaikan."<br>&nbsp; - "Meski singkat, semoga ada manfaatnya."</p><p>### Elemen Kebahasaan<br>- **Bahasa Santai dan Formal**: Pidato ini menggunakan bahasa yang mudah dimengerti dengan kombinasi ungkapan formal dan informal untuk menjangkau berbagai kalangan pendengar.<br>- **Penggunaan Pertanyaan Retoris**: Misalnya, "Kenapa harus dilakukan di lingkungan sekolah?" Ini efektif untuk menarik perhatian audiens dan mengajak mereka berpikir.<br>- **Pengulangan**: Ada pengulangan tema menjaga lingkungan, yang memberi penekanan pada pentingnya topik.<br>- **Kalimat Ajakan**: Kalimat ajakan kepada audiens untuk berpartisipasi dalam menjaga lingkungan.<br>- **Pernyataan Harapan**: Ada harapan agar sikap menjaga lingkungan bisa diteruskan di rumah dan dapat mempengaruhi orang lain.</p><p>Dengan semua elemen ini, pidato tersebut berhasil menyampaikan pesan penting tentang menjaga lingkungan secara efektif dan menarik. Jika kamu memerlukan analisis lebih mendalam tentang bagian tertentu, silakan beri tahu!</p>

Berikut adalah analisis kebahasaan dari pidato yang kamu berikan:

### Kebahasaan Pidato

1. **Salam Pembuka**
  - "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh."
  - "Selamat pagi untuk kita semua."

2. **Pernyataan Pembuka**
  - "Pertama dan terpenting, izinkan kami mengatakannya."
  - "Berilah shalawat dan salam, datanglah SAW, keluarganya, hatinya."

3. **Pengantar Topik**
  - "Berbicara mengenai olahraga."
  - "Penyebab masalah th negara."

4. **Pernyataan Utama**
  - "Menjaga lingkungan tak melulu soal menjaga kebersihan."
  - "Lebih dari itu, menjaga lingkungan dapat diupayakan lewat menanam tanaman di lingkungan sekolah, menghemat air, dan mengupayakan untuk meminimalkan penggunaan plastik."

5. **Alasan dan Penjelasan**
  - "Kenapa harus dilakukan di lingkungan sekolah?"
  - "Sebab, sekolah sebagai lembaga pendidikan harus menjadi tempat pertama untuk memupuk kebiasaan menjaga lingkungan."

6. **Ajakan kepada Hadirin**
  - "Hadirin yang berbahagia, hal-hal yang saya singgung di atas, seperti menanam tanaman, menghemat air, dan meminimalkan penggunaan plastik merupakan hal yang kecil."
  - "Namun percayalah, aktivitas kecil punya dampak besar bila dilakukan bersama dan menjadi kebiasaan."

7. **Harapan dan Penutup**
  - "Semoga dengan aktivitas positif di sekolah bisa dibawa juga ke rumah, sehingga kegiatan menjaga lingkungan dapat dilakukan terus menerus."
  - "Alangkah lebih baik lagi bila kita mampu untuk mempengaruhi saudara, orang tua, dan teman di rumah untuk sama-sama menjaga lingkungan."
  - "Demikianlah pidato lingkungan hidup tentang pentingnya menjaga lingkungan sekolah yang saya sampaikan."
  - "Meski singkat, semoga ada manfaatnya."

### Elemen Kebahasaan
- **Bahasa Santai dan Formal**: Pidato ini menggunakan bahasa yang mudah dimengerti dengan kombinasi ungkapan formal dan informal untuk menjangkau berbagai kalangan pendengar.
- **Penggunaan Pertanyaan Retoris**: Misalnya, "Kenapa harus dilakukan di lingkungan sekolah?" Ini efektif untuk menarik perhatian audiens dan mengajak mereka berpikir.
- **Pengulangan**: Ada pengulangan tema menjaga lingkungan, yang memberi penekanan pada pentingnya topik.
- **Kalimat Ajakan**: Kalimat ajakan kepada audiens untuk berpartisipasi dalam menjaga lingkungan.
- **Pernyataan Harapan**: Ada harapan agar sikap menjaga lingkungan bisa diteruskan di rumah dan dapat mempengaruhi orang lain.

Dengan semua elemen ini, pidato tersebut berhasil menyampaikan pesan penting tentang menjaga lingkungan secara efektif dan menarik. Jika kamu memerlukan analisis lebih mendalam tentang bagian tertentu, silakan beri tahu!


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Eno Bastian: "Selamat slang, Pak." Wakil Perusahaan: "Selamat siang, Mas. Mari, silakan duduk." Eno Bastian: "Terima kasih, Pak." Wakil Perusahaan: "Sebenarnya, apa yang terjadi, Mas?" Eno Bastian: "Begini, Pak. Saya sebagai wakil dari teman-teman buruh PT Sagara Food ingin menyampaikan beberapa hal kepada Bapak." Wakil Perusahaan: "Silakan Anda sampaikan." Eno Bastian: "Terima kasih, Pak. Saya sebagai wakil dari teman-teman ingin menanyakan gaji kami sekarang, Pak." Wakil Perusahaan: "Maksud Anda?" Eno Bastian: "Menurut ketetapan gubernur, upah minimal Kabupaten Sukamaju sekarang mencapai Rp2.513.000,00, sedangkan gaji kami sekarang masih Rp2.250.000,00." Wakil Perusahaan: "Maaf, Mas. Biaya produksi awal tahun ini sedang melonjak. Harga kebutuhan pokok makin mahal. Karena itu, perusahaan belum bisa memenuhi permintaan buruh." Eno Bastian: "Akan tetapi, kebutuhan pokok buruh sekarang juga mengalami kenaikan, Pak. Kalau memang pihak perusahaan tidak bisa memenuhi permintaan kami, terpaksa kami akan melakukan mogok kerja." Wakil Perusahaan: "Tidak bisa begitu. Kita harus mencari jalan tengah dalam mengatasi masalah ini." Eno Bastian: "Kami mohon kebijaksanaan, Bapak." Wakil Perusahaan: "Begini saja. Nanti saya akan berbicara dengan direktur perusahaan. Saya akan menyampaikan permintaan tersebut. Akan tetapi, saya hanya mengusulkan kenaikan upah paling besar menjadi Rp2.350.000,00." Eno Bastian: "Tolonglah, Pak. Kalau bisa, naikkan lebih dari itu. Kami butuh upah standar untuk dapat hidup layak." Wakil Perusahaan: "Baiklah, akan saya usahakan. Sekarang Anda tenangkan teman-teman. Kembalilah bekerja seperti semula." Eno Bastian: "Baiklah, Pak. Terima kasih, Pak. Selamat siang." Wakil Perusahaan: "Selamat siang." Tentukan struktur dari teks negosiasi tersebut.

3

5.0

Jawaban terverifikasi

Untuk mengendalikan inflasi, pemerintah dapat melakukan kebijakan moneter .... a. Ekspansif dengan menaikkan reserve requirement ratio b. Ekspansif dengan menurunkan reserve requirement ratio c. Kontraktif dengan menaikkan reserve requirement ratio d. Kontraktif dengan menurunkan reserve requirement ratio e. Ekspansif dengan menaikkan tingkat diskonto Bila Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter ekspansif, ceteris paribus maka .... a. Menimbulkan inflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas b. Menimbulkan deflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas c. Tingkat bunga meningkat di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas d. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas e. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) vertikal Kebijakan fiskal kontraktif dilakukan dengan cara .... a. Menurunkan pengeluaran pemerintah (G), menambah pembayaran transfer (Tr) dan meningkatkan pemungutan pajak (Tx) b. Menurunkan G, mengurangi Tr, dan meningkatkan Tx c. Menurunkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx d. Meningkatkan G, mengurangi Tr, dan menurunkan Tx e. Meningkatkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx Cara yang dilakukan kebijakan tingkat diskonto oleh Bank Sentral dalam melakukan kebijakan moneter adalah .... a. Mengatur jumlah pemberian kredit b. Menetapkan harga surat-surat berharga di pasar uang c. Menetapkan giro wajib minimum (reserved requirement ratio) d. Mengatur tingkat bunga tabungan e. Mengatur tingkat bunga pinjaman bank sentral kepada bank umum Perhatikan beberapa pernyataan berikut. 1). Menaikkan tarif pajak. 2). Diversifikasi pajak. 3). Menaikkan suku bunga. 4). Politik pasar terbuka. 5). Mengadakan diskriminasi harga. Yang termasuk kebijakan fiskal adalah .... a. 1) dan 2) b. 2) dan 3) c. 3) dan 4) d. 3) dan 5) e. 4) dan 5) Investasi bank lesu, daya beli melemah akan berdampak kepada apresiasi rupiah terhadap mata uang asing memburuk. Kebijakan moneter yang paling tepat dilakukan pemerintah adalah .... a. Menaikkan suku bunga bank b. Membeli surat berharga c. Memberikan subsidi kepada masyarakat d. Membatasi pengeluaran negara e. Menaikkan pajak penghasilan Akibat yang ditimbulkan dari kebijakan fiskal ekspansif bila tidak diikuti dengan kebijakan moneter yang ekspansif adalah .... a. Output bertambah, suku bunga tetap b. Output bertambah, suku bunga turun c. Output bertambah, suku bunga naik d. Output turun, suku bunga naik e. Output turun, suku bunga turun Di bawah ini yang tidak termasuk jenis kebijakan moneter berhubungan dengan pengaturan jumlah uang yang beredar di masyarakat, adalah .... a. Kebijakan moneter ekspansif (Monetary Expansive Policy) b. Operasi pasar terbuka (Open Market Operation) c. Kebijakan moneter kontraktif (Monetary Contractive Policy)/ Tight Money Policy d. Fasilitas diskonto (Discount Rate) e. Meningkatkan jumlah barang di pasar output Pada saat nilai rupiah terhadap dolar mengalami pelemahan dari Rp10.500,00 menjadi Rp11.760,00 harga barang impor mengalami kenaikan. Kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah .... a. Memborong dolar Amerika di pasar uang untuk membayar utang b. Meningkatkan produksi barang dan jasa bagi masyarakat c. Membeli surat berharga jangka panjang di pasar modal d. Menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan e. Menurunkan suku bunga tabungan dan pinjaman Ketika kebutuhan kedelai meningkat dan petani gagal panen karena terserang hama maka pemerintah harus mengimpor kedelai dari luar negeri yang harganya lebih mahal. Kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah .... a. Menentukan tarif pajak kedelai lebih rendah dari sebelumnya b. Menentukan standar harga kedelai dari yang rendah sampai mahal c. Memberikan subsidi kepada petani yang menghasilkan kedelai d. Meningkatkan produktivitas kedelai dengan mengganti tanaman padi e. Membatasi impor kedelai dan meningkatkan ekspor ke luar negeri Operasi pasar terbuka dalam pengendalian uang yang beredar dalam masyarakat dapat dilakukan dengan cara .... a. Membeli surat berharga pemerintah dan Menjual surat-surat berharga pemerintah b. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menjual surat-surat berharga pemerintah c. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah d. Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah e. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum Perhatikan pernyataan berikut. 1). Politik diskonto 2). Menaikkan pajak 3). Politik pasar terbuka 4). Menaikkan cash ratio 5). Meningkatkan impor 6). Meningkatkan pinjaman Dari cara yang diterapkan pemerintah tersebut, yang merupakan kebijakan moneter adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 4) c. 2), 4), dan 5) d. 3), 4), dan 5) e. 4), 5), dan 6) Kondisi saat pemerintah sebaiknya tidak memberlakukan kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter adalah .... a. Ekonomi mengalami deflasi b. Perekonomian berada dibawah output potensialnya c. Tidak terjadi inflasi dan tingkat pengangguran berada dibawah target tingkat pengangguran d. Tingkat pengangguran berada diatas target tingkat pengangguran e. Ekonomi mengalami inflasi Bank sentral memasok dana ke dalam cadangan perbankan sebesar Rp10 triliun, pada saat yang sama bank sentral menetapkan rasio kebutuhan cadangan sebesar 2%. Dari proses penciptaan uang, jumlah uang yang beredar dapat bertambah sebesar .... a. Rp10,2 triliun b. Rp12 triliun c. Rp50 triliun d. Rp102 triliun e. Rp500 triliun Bank X menerima tambahan deposit Rp500 juta dan menyalurkannya sebagai kredit pada nasabah A setelah dikurangi cadangan wajib perbankan 10%. Bila A menyimpan pinjamannya pada Bank Y dan bank ini menyisihkan cadangan dengan rasio yang sama, dan menyalurkan sebagai kredit, begitu seterusnya. Jumlah uang yang beredar adalah .... a. 50 juta b. 500 juta c. 1.000 juta d. 5.000 juta e. 50.000 juta Apabila GWM atau reserve requirement bank-bank umum sebesar 5%, maka multiplier deposit adalah sebesar .... a. 5 b. 10 c. 15 d. 20 e. 25 Jika GWM dinaikkan dari 5% menjadi 10 %, maka .... a. Multiplier naik menjadi 10 kali b. Multiplier turun menjadi 10 kali c. Multiplier tetap d. Multiplier naik menjadi 50 kali e. Multiplier turun menjadi 5 kali Jika defisit riil senilai Rp100 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 7.5% dan defisit nominal senilai Rp400 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp1 Triliun b. Rp2 Triliun c. Rp3 Triliun d. Rp4 Triliun e. Rp5 Triliun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,- Untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, pemerintah dalam hal ini Bank Sentral dapat menggunakan berbagai macam kebijakan moneter. Ketika terjadi inflasi salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan/persediaan kas (cash ratio policy). Dampak dari penerapan kebijakan tersebut adalah .... a. Jumlah uang yang beredar akan bertambah sehingga harga barang akan mengalami penurunan b. Harga barang akan mengalami penurunan sebagai akibat jumlah uang yang beredar berkurang c. Penambah cadangan pada bank umum menimbulkan jumlah uang semakin banyak beredar d. Jumlah barang akan semakin banyak beredar sebagai akibat dari kelangkaan jumlah uang e. Penambahan jumlah barang tidak dapat dihindari karena modal perusahaan semakin bertambah Apabila diketahui bahwa Indonesia mengalami defisit anggaran nominal (nominal deficit) sebesar Rp400 Triliun, defisit anggaran riil (real deficit) sebesar Rp360 Triliun, dan total utang Indonesia mencapai Rp2.000 Triliun, maka tingkat inflasi Indonesia mencapai .... a. 0,5% b. 1,0% c. 1,5% d. 2,0% e. 2,5% Jika defisit riil senilai Rp200 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 10% dan defisit nominal senilai Rp800 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp3 Triliun b. Rp4 Triliun c. Rp5 Triliun d. Rp6 Triliun e. Rp8 Triliun Berikut ini adalah berbagai kebijakan yang dapat dilakukan oleh institusi Bank Indonesia sebagai bank sentral, kecuali .... a. Operasi pasar terbuka b. Menetapkan giro wajib minimum c. Menjual saham d. Kebijakan tingkat diskonto e. Pengawasan kredit secara selektif Apabila tingkat inflasi pada 2020 adalah 10 % dan kemudian pada 2021 menjadi 7 %, manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat? a. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga turun b. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga naik c. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga tetap d. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga naik e. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga turun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,-

8

0.0

Jawaban terverifikasi

Iklan

26. Ciri" masyarakat lembaga abad 21 27. 3 pilar fondasi dalam berinteraksi dan dana digital 28. Kemampuan pengangkutan barang dagangan bisa menjadi optimal dan efisien, hal ini merupakan kemajuan teknologi dalam sistem perdagangan di bidang 29. Maksud kartu kredit 30. Manfaat penggunaan teknologi informasi di bidang perdagangan bagi masyarakat 31. Keuntungan menggunakan ATM dan kartu debit dalam pembayaran 32. Prinsip" sistem pembayaran yang di terapkan oleh bank indonesia dan mencegah terjadinya kegiatan praktek monopoli dalam industri sistem perdagangan 33. Tujuan dari lembaga OJK 34. Maksud cek bank 35. Kelebihan uang elektronik sebagai alat pembayaran 36. Penyebab dari rendahnya tingkat presentase penggunaan layanan keuangan di indonesia di bandingkan dengan negara lain di ASEAN 37. Maksud dengan flash livevitate dalam tingkatan kemampuan literasi keuangan 38. Cara meningkatkan akses keuangan digital di indonesia yang masih rendah 39. Maksud dengan while literate 40. Tujuan dari adanya literasi keuangan 41. Penyebab perubahan sosial yang terkait dengan fenomena globalisasi 42. Seringkali terdapat beberapa kesalahpahaman konsep mengenal modernisasi di masyarakat, salah satunya menganggap jika modern adalah dengan 43. contoh perilaku yg bisa kita lakukan dalam kesendirian untuk ikut menjaga tradisi di kearifan lokal Nusantara 44. perubahan sosial merupakan penekanan kondisi teknologi yang menyebabkan perubahan pada aspek tertentu dalam kehidupan sosial manusia, definisi trsbt merupakan pendapat dari siapa 45. perubahan sosial yang berpengaruh kecil terhadap kehidupan manusia 46. fungsi asli uang 47. pengertian lending dlm per bank - an 48. beberapa kegiatan yang dilakukan keuangan 49. sebutkan pengertian dari : 1. asuransi 2. lesing 3.inden 4. sewa 50. peran bank dlm menyalurkan kredit ke nasabah

3

5.0

Jawaban terverifikasi