Elaina-Chan E

17 September 2024 12:57

Iklan

Elaina-Chan E

17 September 2024 12:57

Pertanyaan

tolong bantu aku mencari semua kebahasaan pidato yang ada di pidato di bawah ini Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi untuk kita semua. Pertama-tama dan paling utama, marilah kita ucapkan syukur kepada Allah SWT yang sudah memberi limpahan rezeki bagi kita semua. Tak lupa selawat dan salam, mari kita gaungkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, sampai kepada kita selaku umatnya. Hadirin yang berbahagia, Pada kesempatan kali ini izinkan saya berbicara mengenai pentingnya menjaga lingkungan di sekolah. Sebab isu lingkungan sudah menjadi isu di seluruh negara. Maka, menjaganya sudah menjadi tugas bersama. Menjaga lingkungan tak melulu soal menjaga kebersihan. Lebih dari itu, menjaga lingkungan dapat diupayakan lewat menanam tanaman di lingkungan sekolah, menghemat air, dan mengupayakan untuk meminimalkan penggunaan plastik. Lalu, kenapa harus dilakukan di lingkungan sekolah? Sebab, sekolah sebagai lembaga pendidikan harus menjadi tempat pertama untuk memupuk kebiasaan menjaga lingkungan. Hadirin yang berbahagia, Hal-hal yang saya singgung di atas, seperti menanam tanaman, menghemat air, dan meminimalkan penggunaan plastik merupakan hal yang kecil. Namun percayalah, aktivitas kecil punya dampak besar bila dilakukan bersama dan menjadi kebiasaan. Semoga dengan aktivitas positif di sekolah bisa dibawa juga ke rumah, sehingga kegiatan menjaga lingkungan dapat dilakukan terus menerus. Alangkah lebih baik lagi bila kita mampu untuk mempengaruhi saudara, orang tua, dan teman di rumah untuk sama-sama menjaga lingkungan. Demikianlah pidato lingkungan hidup tentang pentingnya menjaga lingkungan sekolah yang saya sampaikan. Meski singkat, semoga ada manfaatnya. Terima kasih atas atensinya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

tolong bantu aku mencari semua kebahasaan pidato yang ada di pidato di bawah ini

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat pagi untuk kita semua.
Pertama-tama dan paling utama, marilah kita ucapkan syukur kepada Allah SWT yang sudah memberi limpahan rezeki bagi kita semua. Tak lupa selawat dan salam, mari kita gaungkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, sampai kepada kita selaku umatnya.
Hadirin yang berbahagia,
Pada kesempatan kali ini izinkan saya berbicara mengenai pentingnya menjaga lingkungan di sekolah. Sebab isu lingkungan sudah menjadi isu di seluruh negara. Maka, menjaganya sudah menjadi tugas bersama.
Menjaga lingkungan tak melulu soal menjaga kebersihan. Lebih dari itu, menjaga lingkungan dapat diupayakan lewat menanam tanaman di lingkungan sekolah, menghemat air, dan mengupayakan untuk meminimalkan penggunaan plastik.
Lalu, kenapa harus dilakukan di lingkungan sekolah? Sebab, sekolah sebagai lembaga pendidikan harus menjadi tempat pertama untuk memupuk kebiasaan menjaga lingkungan.
Hadirin yang berbahagia,
Hal-hal yang saya singgung di atas, seperti menanam tanaman, menghemat air, dan meminimalkan penggunaan plastik merupakan hal yang kecil. Namun percayalah, aktivitas kecil punya dampak besar bila dilakukan bersama dan menjadi kebiasaan.
Semoga dengan aktivitas positif di sekolah bisa dibawa juga ke rumah, sehingga kegiatan menjaga lingkungan dapat dilakukan terus menerus. Alangkah lebih baik lagi bila kita mampu untuk mempengaruhi saudara, orang tua, dan teman di rumah untuk sama-sama menjaga lingkungan.
Demikianlah pidato lingkungan hidup tentang pentingnya menjaga lingkungan sekolah yang saya sampaikan. Meski singkat, semoga ada manfaatnya.
Terima kasih atas atensinya.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

00

:

58

:

43

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Rendi R

Community

17 September 2024 13:16

Jawaban terverifikasi

<p>Pidato di atas menggunakan berbagai ciri kebahasaan yang khas untuk menyampaikan pesan dengan baik dan jelas. Berikut adalah analisis ciri-ciri kebahasaan yang digunakan dalam pidato tersebut:</p><p><strong>1. Sapaan atau Salam Pembuka</strong></p><ul><li><strong>"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh."</strong></li><li><strong>"Selamat pagi untuk kita semua."</strong></li></ul><p>Penggunaan salam pembuka menunjukkan sopan santun dan merupakan ciri khas dalam teks pidato. Ini bertujuan untuk menarik perhatian audiens dan menciptakan suasana yang baik di awal pidato.</p><p><strong>2. Penggunaan Kalimat Sapaan kepada Audiens</strong></p><ul><li><strong>"Hadirin yang berbahagia,"</strong></li></ul><p>Frasa ini sering digunakan untuk menyapa audiens secara formal dan menunjukkan rasa hormat. Dalam pidato, sapaan kepada audiens adalah hal penting untuk menjaga keterlibatan mereka.</p><p><strong>3. Penggunaan Kalimat Penghormatan</strong></p><ul><li><strong>"Pertama-tama dan paling utama, marilah kita ucapkan syukur kepada Allah SWT yang sudah memberi limpahan rezeki bagi kita semua."</strong></li><li><strong>"Tak lupa selawat dan salam, mari kita gaungkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, sampai kepada kita selaku umatnya."</strong></li></ul><p>Ini adalah ungkapan syukur dan penghormatan yang menunjukkan kerendahan hati serta rasa syukur kepada Tuhan dan tokoh agama. Penggunaan kalimat ini merupakan ciri kebahasaan yang sering ditemui dalam pidato keagamaan.</p><p><strong>4. Penggunaan Kata Ganti Orang Pertama</strong></p><ul><li><strong>"Saya"</strong> digunakan dalam kalimat:<ul><li>"Pada kesempatan kali ini izinkan saya berbicara mengenai pentingnya menjaga lingkungan di sekolah."</li><li>"Demikianlah pidato lingkungan hidup tentang pentingnya menjaga lingkungan sekolah yang saya sampaikan."</li></ul></li></ul><p>Kata "saya" menunjukkan pidato bersifat personal, di mana pembicara mengajak audiens untuk mendengar dan memperhatikan pesan yang akan disampaikan.</p><p><strong>5. Kalimat Persuasif (Mengajak/Mendorong)</strong></p><ul><li><strong>"Sebab, sekolah sebagai lembaga pendidikan harus menjadi tempat pertama untuk memupuk kebiasaan menjaga lingkungan."</strong></li><li><strong>"Semoga dengan aktivitas positif di sekolah bisa dibawa juga ke rumah, sehingga kegiatan menjaga lingkungan dapat dilakukan terus menerus."</strong></li><li><strong>"Alangkah lebih baik lagi bila kita mampu untuk mempengaruhi saudara, orang tua, dan teman di rumah untuk sama-sama menjaga lingkungan."</strong></li></ul><p>Pidato ini menggunakan kalimat-kalimat persuasif yang bertujuan untuk mendorong audiens melakukan tindakan tertentu, seperti menjaga lingkungan di sekolah dan rumah.</p><p><strong>6. Penggunaan Kalimat Imperatif (Perintah)</strong></p><ul><li><strong>"Marilah kita ucapkan syukur..."</strong></li><li><strong>"Mari kita gaungkan selawat dan salam..."</strong></li></ul><p>Kalimat imperatif ini digunakan untuk mengajak atau memerintahkan audiens untuk melakukan sesuatu secara bersama-sama, dalam hal ini menunjukkan ajakan untuk bersyukur dan menghormati Nabi Muhammad SAW.</p><p><strong>7. Penggunaan Kata Hubung (Konjungsi)</strong></p><ul><li><strong>"Sebab"</strong> (menyebabkan atau menjelaskan alasan):<ul><li>"Sebab isu lingkungan sudah menjadi isu di seluruh negara."</li><li>"Sebab, sekolah sebagai lembaga pendidikan harus menjadi tempat pertama untuk memupuk kebiasaan menjaga lingkungan."</li></ul></li><li><strong>"Namun"</strong> (menyatakan pertentangan):<ul><li>"Namun percayalah, aktivitas kecil punya dampak besar bila dilakukan bersama dan menjadi kebiasaan."</li></ul></li><li><strong>"Lalu"</strong> (melanjutkan ide atau pemikiran):<ul><li>"Lalu, kenapa harus dilakukan di lingkungan sekolah?"</li></ul></li></ul><p>Konjungsi digunakan untuk menghubungkan gagasan atau argumen dalam pidato dan memberikan penjelasan yang lebih logis dan runtut.</p><p><strong>8. Kalimat Retoris</strong></p><ul><li><strong>"Lalu, kenapa harus dilakukan di lingkungan sekolah?"</strong></li></ul><p>Kalimat retoris adalah pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban langsung dari audiens, melainkan digunakan untuk menegaskan gagasan tertentu dan merangsang pemikiran audiens.</p><p><strong>9. Penggunaan Kata-kata yang Mengandung Nilai Positif</strong></p><ul><li><strong>"Menjaga lingkungan," "meminimalkan penggunaan plastik," "menghemat air," "aktivitas positif," "memupuk kebiasaan," "dampak besar," "kebersihan."</strong></li></ul><p>Kata-kata ini memiliki nilai positif yang bertujuan untuk mendorong audiens melakukan hal-hal baik yang berkaitan dengan tema pidato, yaitu menjaga lingkungan.</p><p><strong>10. Penutup Pidato</strong></p><ul><li><strong>"Demikianlah pidato lingkungan hidup tentang pentingnya menjaga lingkungan sekolah yang saya sampaikan. Meski singkat, semoga ada manfaatnya."</strong></li><li><strong>"Terima kasih atas atensinya."</strong></li><li><strong>"Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh."</strong></li></ul><p>Bagian penutup biasanya mengandung kalimat yang merangkum isi pidato dan harapan agar audiens mendapatkan manfaat dari pidato tersebut. Juga, terdapat ucapan terima kasih kepada audiens serta salam penutup.</p><p><strong>Kesimpulan</strong></p><p>Ciri-ciri kebahasaan yang ditemukan dalam pidato ini meliputi:</p><ul><li>Penggunaan salam pembuka dan penutup</li><li>Sapaan kepada audiens</li><li>Penggunaan kata ganti orang pertama (saya)</li><li>Kalimat persuasif untuk mengajak audiens melakukan sesuatu</li><li>Kalimat imperatif (perintah)</li><li>Kalimat retoris</li><li>Penggunaan kata hubung (konjungsi)</li><li>Penggunaan kata-kata positif</li><li>Kalimat penutup yang sopan dan menghormati audiens.</li></ul><p>Semua ciri kebahasaan ini berfungsi untuk menciptakan pidato yang menarik, sopan, dan efektif dalam menyampaikan pesan kepada audiens.</p>

Pidato di atas menggunakan berbagai ciri kebahasaan yang khas untuk menyampaikan pesan dengan baik dan jelas. Berikut adalah analisis ciri-ciri kebahasaan yang digunakan dalam pidato tersebut:

1. Sapaan atau Salam Pembuka

  • "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh."
  • "Selamat pagi untuk kita semua."

Penggunaan salam pembuka menunjukkan sopan santun dan merupakan ciri khas dalam teks pidato. Ini bertujuan untuk menarik perhatian audiens dan menciptakan suasana yang baik di awal pidato.

2. Penggunaan Kalimat Sapaan kepada Audiens

  • "Hadirin yang berbahagia,"

Frasa ini sering digunakan untuk menyapa audiens secara formal dan menunjukkan rasa hormat. Dalam pidato, sapaan kepada audiens adalah hal penting untuk menjaga keterlibatan mereka.

3. Penggunaan Kalimat Penghormatan

  • "Pertama-tama dan paling utama, marilah kita ucapkan syukur kepada Allah SWT yang sudah memberi limpahan rezeki bagi kita semua."
  • "Tak lupa selawat dan salam, mari kita gaungkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, sampai kepada kita selaku umatnya."

Ini adalah ungkapan syukur dan penghormatan yang menunjukkan kerendahan hati serta rasa syukur kepada Tuhan dan tokoh agama. Penggunaan kalimat ini merupakan ciri kebahasaan yang sering ditemui dalam pidato keagamaan.

4. Penggunaan Kata Ganti Orang Pertama

  • "Saya" digunakan dalam kalimat:
    • "Pada kesempatan kali ini izinkan saya berbicara mengenai pentingnya menjaga lingkungan di sekolah."
    • "Demikianlah pidato lingkungan hidup tentang pentingnya menjaga lingkungan sekolah yang saya sampaikan."

Kata "saya" menunjukkan pidato bersifat personal, di mana pembicara mengajak audiens untuk mendengar dan memperhatikan pesan yang akan disampaikan.

5. Kalimat Persuasif (Mengajak/Mendorong)

  • "Sebab, sekolah sebagai lembaga pendidikan harus menjadi tempat pertama untuk memupuk kebiasaan menjaga lingkungan."
  • "Semoga dengan aktivitas positif di sekolah bisa dibawa juga ke rumah, sehingga kegiatan menjaga lingkungan dapat dilakukan terus menerus."
  • "Alangkah lebih baik lagi bila kita mampu untuk mempengaruhi saudara, orang tua, dan teman di rumah untuk sama-sama menjaga lingkungan."

Pidato ini menggunakan kalimat-kalimat persuasif yang bertujuan untuk mendorong audiens melakukan tindakan tertentu, seperti menjaga lingkungan di sekolah dan rumah.

6. Penggunaan Kalimat Imperatif (Perintah)

  • "Marilah kita ucapkan syukur..."
  • "Mari kita gaungkan selawat dan salam..."

Kalimat imperatif ini digunakan untuk mengajak atau memerintahkan audiens untuk melakukan sesuatu secara bersama-sama, dalam hal ini menunjukkan ajakan untuk bersyukur dan menghormati Nabi Muhammad SAW.

7. Penggunaan Kata Hubung (Konjungsi)

  • "Sebab" (menyebabkan atau menjelaskan alasan):
    • "Sebab isu lingkungan sudah menjadi isu di seluruh negara."
    • "Sebab, sekolah sebagai lembaga pendidikan harus menjadi tempat pertama untuk memupuk kebiasaan menjaga lingkungan."
  • "Namun" (menyatakan pertentangan):
    • "Namun percayalah, aktivitas kecil punya dampak besar bila dilakukan bersama dan menjadi kebiasaan."
  • "Lalu" (melanjutkan ide atau pemikiran):
    • "Lalu, kenapa harus dilakukan di lingkungan sekolah?"

Konjungsi digunakan untuk menghubungkan gagasan atau argumen dalam pidato dan memberikan penjelasan yang lebih logis dan runtut.

8. Kalimat Retoris

  • "Lalu, kenapa harus dilakukan di lingkungan sekolah?"

Kalimat retoris adalah pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban langsung dari audiens, melainkan digunakan untuk menegaskan gagasan tertentu dan merangsang pemikiran audiens.

9. Penggunaan Kata-kata yang Mengandung Nilai Positif

  • "Menjaga lingkungan," "meminimalkan penggunaan plastik," "menghemat air," "aktivitas positif," "memupuk kebiasaan," "dampak besar," "kebersihan."

Kata-kata ini memiliki nilai positif yang bertujuan untuk mendorong audiens melakukan hal-hal baik yang berkaitan dengan tema pidato, yaitu menjaga lingkungan.

10. Penutup Pidato

  • "Demikianlah pidato lingkungan hidup tentang pentingnya menjaga lingkungan sekolah yang saya sampaikan. Meski singkat, semoga ada manfaatnya."
  • "Terima kasih atas atensinya."
  • "Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh."

Bagian penutup biasanya mengandung kalimat yang merangkum isi pidato dan harapan agar audiens mendapatkan manfaat dari pidato tersebut. Juga, terdapat ucapan terima kasih kepada audiens serta salam penutup.

Kesimpulan

Ciri-ciri kebahasaan yang ditemukan dalam pidato ini meliputi:

  • Penggunaan salam pembuka dan penutup
  • Sapaan kepada audiens
  • Penggunaan kata ganti orang pertama (saya)
  • Kalimat persuasif untuk mengajak audiens melakukan sesuatu
  • Kalimat imperatif (perintah)
  • Kalimat retoris
  • Penggunaan kata hubung (konjungsi)
  • Penggunaan kata-kata positif
  • Kalimat penutup yang sopan dan menghormati audiens.

Semua ciri kebahasaan ini berfungsi untuk menciptakan pidato yang menarik, sopan, dan efektif dalam menyampaikan pesan kepada audiens.


Elaina-Chan E

17 September 2024 13:49

thank you kaa

Iklan

Nanda R

Community

19 Oktober 2024 01:15

Jawaban terverifikasi

<p>Berikut adalah analisis kebahasaan dari pidato yang kamu berikan:</p><p>### Kebahasaan Pidato</p><p>1. **Salam Pembuka**<br>&nbsp; - "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh."<br>&nbsp; - "Selamat pagi untuk kita semua."</p><p>2. **Pernyataan Pembuka**<br>&nbsp; - "Pertama dan terpenting, izinkan kami mengatakannya."<br>&nbsp; - "Berilah shalawat dan salam, datanglah SAW, keluarganya, hatinya."</p><p>3. **Pengantar Topik**<br>&nbsp; - "Berbicara mengenai olahraga."<br>&nbsp; - "Penyebab masalah th negara."</p><p>4. **Pernyataan Utama**<br>&nbsp; - "Menjaga lingkungan tak melulu soal menjaga kebersihan."<br>&nbsp; - "Lebih dari itu, menjaga lingkungan dapat diupayakan lewat menanam tanaman di lingkungan sekolah, menghemat air, dan mengupayakan untuk meminimalkan penggunaan plastik."</p><p>5. **Alasan dan Penjelasan**<br>&nbsp; - "Kenapa harus dilakukan di lingkungan sekolah?"<br>&nbsp; - "Sebab, sekolah sebagai lembaga pendidikan harus menjadi tempat pertama untuk memupuk kebiasaan menjaga lingkungan."</p><p>6. **Ajakan kepada Hadirin**<br>&nbsp; - "Hadirin yang berbahagia, hal-hal yang saya singgung di atas, seperti menanam tanaman, menghemat air, dan meminimalkan penggunaan plastik merupakan hal yang kecil."<br>&nbsp; - "Namun percayalah, aktivitas kecil punya dampak besar bila dilakukan bersama dan menjadi kebiasaan."</p><p>7. **Harapan dan Penutup**<br>&nbsp; - "Semoga dengan aktivitas positif di sekolah bisa dibawa juga ke rumah, sehingga kegiatan menjaga lingkungan dapat dilakukan terus menerus."<br>&nbsp; - "Alangkah lebih baik lagi bila kita mampu untuk mempengaruhi saudara, orang tua, dan teman di rumah untuk sama-sama menjaga lingkungan."<br>&nbsp; - "Demikianlah pidato lingkungan hidup tentang pentingnya menjaga lingkungan sekolah yang saya sampaikan."<br>&nbsp; - "Meski singkat, semoga ada manfaatnya."</p><p>### Elemen Kebahasaan<br>- **Bahasa Santai dan Formal**: Pidato ini menggunakan bahasa yang mudah dimengerti dengan kombinasi ungkapan formal dan informal untuk menjangkau berbagai kalangan pendengar.<br>- **Penggunaan Pertanyaan Retoris**: Misalnya, "Kenapa harus dilakukan di lingkungan sekolah?" Ini efektif untuk menarik perhatian audiens dan mengajak mereka berpikir.<br>- **Pengulangan**: Ada pengulangan tema menjaga lingkungan, yang memberi penekanan pada pentingnya topik.<br>- **Kalimat Ajakan**: Kalimat ajakan kepada audiens untuk berpartisipasi dalam menjaga lingkungan.<br>- **Pernyataan Harapan**: Ada harapan agar sikap menjaga lingkungan bisa diteruskan di rumah dan dapat mempengaruhi orang lain.</p><p>Dengan semua elemen ini, pidato tersebut berhasil menyampaikan pesan penting tentang menjaga lingkungan secara efektif dan menarik. Jika kamu memerlukan analisis lebih mendalam tentang bagian tertentu, silakan beri tahu!</p>

Berikut adalah analisis kebahasaan dari pidato yang kamu berikan:

### Kebahasaan Pidato

1. **Salam Pembuka**
  - "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh."
  - "Selamat pagi untuk kita semua."

2. **Pernyataan Pembuka**
  - "Pertama dan terpenting, izinkan kami mengatakannya."
  - "Berilah shalawat dan salam, datanglah SAW, keluarganya, hatinya."

3. **Pengantar Topik**
  - "Berbicara mengenai olahraga."
  - "Penyebab masalah th negara."

4. **Pernyataan Utama**
  - "Menjaga lingkungan tak melulu soal menjaga kebersihan."
  - "Lebih dari itu, menjaga lingkungan dapat diupayakan lewat menanam tanaman di lingkungan sekolah, menghemat air, dan mengupayakan untuk meminimalkan penggunaan plastik."

5. **Alasan dan Penjelasan**
  - "Kenapa harus dilakukan di lingkungan sekolah?"
  - "Sebab, sekolah sebagai lembaga pendidikan harus menjadi tempat pertama untuk memupuk kebiasaan menjaga lingkungan."

6. **Ajakan kepada Hadirin**
  - "Hadirin yang berbahagia, hal-hal yang saya singgung di atas, seperti menanam tanaman, menghemat air, dan meminimalkan penggunaan plastik merupakan hal yang kecil."
  - "Namun percayalah, aktivitas kecil punya dampak besar bila dilakukan bersama dan menjadi kebiasaan."

7. **Harapan dan Penutup**
  - "Semoga dengan aktivitas positif di sekolah bisa dibawa juga ke rumah, sehingga kegiatan menjaga lingkungan dapat dilakukan terus menerus."
  - "Alangkah lebih baik lagi bila kita mampu untuk mempengaruhi saudara, orang tua, dan teman di rumah untuk sama-sama menjaga lingkungan."
  - "Demikianlah pidato lingkungan hidup tentang pentingnya menjaga lingkungan sekolah yang saya sampaikan."
  - "Meski singkat, semoga ada manfaatnya."

### Elemen Kebahasaan
- **Bahasa Santai dan Formal**: Pidato ini menggunakan bahasa yang mudah dimengerti dengan kombinasi ungkapan formal dan informal untuk menjangkau berbagai kalangan pendengar.
- **Penggunaan Pertanyaan Retoris**: Misalnya, "Kenapa harus dilakukan di lingkungan sekolah?" Ini efektif untuk menarik perhatian audiens dan mengajak mereka berpikir.
- **Pengulangan**: Ada pengulangan tema menjaga lingkungan, yang memberi penekanan pada pentingnya topik.
- **Kalimat Ajakan**: Kalimat ajakan kepada audiens untuk berpartisipasi dalam menjaga lingkungan.
- **Pernyataan Harapan**: Ada harapan agar sikap menjaga lingkungan bisa diteruskan di rumah dan dapat mempengaruhi orang lain.

Dengan semua elemen ini, pidato tersebut berhasil menyampaikan pesan penting tentang menjaga lingkungan secara efektif dan menarik. Jika kamu memerlukan analisis lebih mendalam tentang bagian tertentu, silakan beri tahu!


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Eno Bastian: "Selamat slang, Pak." Wakil Perusahaan: "Selamat siang, Mas. Mari, silakan duduk." Eno Bastian: "Terima kasih, Pak." Wakil Perusahaan: "Sebenarnya, apa yang terjadi, Mas?" Eno Bastian: "Begini, Pak. Saya sebagai wakil dari teman-teman buruh PT Sagara Food ingin menyampaikan beberapa hal kepada Bapak." Wakil Perusahaan: "Silakan Anda sampaikan." Eno Bastian: "Terima kasih, Pak. Saya sebagai wakil dari teman-teman ingin menanyakan gaji kami sekarang, Pak." Wakil Perusahaan: "Maksud Anda?" Eno Bastian: "Menurut ketetapan gubernur, upah minimal Kabupaten Sukamaju sekarang mencapai Rp2.513.000,00, sedangkan gaji kami sekarang masih Rp2.250.000,00." Wakil Perusahaan: "Maaf, Mas. Biaya produksi awal tahun ini sedang melonjak. Harga kebutuhan pokok makin mahal. Karena itu, perusahaan belum bisa memenuhi permintaan buruh." Eno Bastian: "Akan tetapi, kebutuhan pokok buruh sekarang juga mengalami kenaikan, Pak. Kalau memang pihak perusahaan tidak bisa memenuhi permintaan kami, terpaksa kami akan melakukan mogok kerja." Wakil Perusahaan: "Tidak bisa begitu. Kita harus mencari jalan tengah dalam mengatasi masalah ini." Eno Bastian: "Kami mohon kebijaksanaan, Bapak." Wakil Perusahaan: "Begini saja. Nanti saya akan berbicara dengan direktur perusahaan. Saya akan menyampaikan permintaan tersebut. Akan tetapi, saya hanya mengusulkan kenaikan upah paling besar menjadi Rp2.350.000,00." Eno Bastian: "Tolonglah, Pak. Kalau bisa, naikkan lebih dari itu. Kami butuh upah standar untuk dapat hidup layak." Wakil Perusahaan: "Baiklah, akan saya usahakan. Sekarang Anda tenangkan teman-teman. Kembalilah bekerja seperti semula." Eno Bastian: "Baiklah, Pak. Terima kasih, Pak. Selamat siang." Wakil Perusahaan: "Selamat siang." Tentukan struktur dari teks negosiasi tersebut.

29

5.0

Jawaban terverifikasi

26. Ciri" masyarakat lembaga abad 21 27. 3 pilar fondasi dalam berinteraksi dan dana digital 28. Kemampuan pengangkutan barang dagangan bisa menjadi optimal dan efisien, hal ini merupakan kemajuan teknologi dalam sistem perdagangan di bidang 29. Maksud kartu kredit 30. Manfaat penggunaan teknologi informasi di bidang perdagangan bagi masyarakat 31. Keuntungan menggunakan ATM dan kartu debit dalam pembayaran 32. Prinsip" sistem pembayaran yang di terapkan oleh bank indonesia dan mencegah terjadinya kegiatan praktek monopoli dalam industri sistem perdagangan 33. Tujuan dari lembaga OJK 34. Maksud cek bank 35. Kelebihan uang elektronik sebagai alat pembayaran 36. Penyebab dari rendahnya tingkat presentase penggunaan layanan keuangan di indonesia di bandingkan dengan negara lain di ASEAN 37. Maksud dengan flash livevitate dalam tingkatan kemampuan literasi keuangan 38. Cara meningkatkan akses keuangan digital di indonesia yang masih rendah 39. Maksud dengan while literate 40. Tujuan dari adanya literasi keuangan 41. Penyebab perubahan sosial yang terkait dengan fenomena globalisasi 42. Seringkali terdapat beberapa kesalahpahaman konsep mengenal modernisasi di masyarakat, salah satunya menganggap jika modern adalah dengan 43. contoh perilaku yg bisa kita lakukan dalam kesendirian untuk ikut menjaga tradisi di kearifan lokal Nusantara 44. perubahan sosial merupakan penekanan kondisi teknologi yang menyebabkan perubahan pada aspek tertentu dalam kehidupan sosial manusia, definisi trsbt merupakan pendapat dari siapa 45. perubahan sosial yang berpengaruh kecil terhadap kehidupan manusia 46. fungsi asli uang 47. pengertian lending dlm per bank - an 48. beberapa kegiatan yang dilakukan keuangan 49. sebutkan pengertian dari : 1. asuransi 2. lesing 3.inden 4. sewa 50. peran bank dlm menyalurkan kredit ke nasabah

5

5.0

Jawaban terverifikasi