Nafila B

02 Maret 2024 02:24

Iklan

Iklan

Nafila B

02 Maret 2024 02:24

Pertanyaan

3. Ion Na+ memiliki ukuran molekul yang lebih kecil dibandingkan ukuran ion K+ sehingga diperkirakan ion Na+ dapat melewati protein saluran yang dapat melewatkan ion K+. Bagaimanakah protein saluran mampu menyeleksi ion K+ secara spesifik dimana hanya ion K+ saja yang mampu melewatinya?

3. Ion Na+ memiliki ukuran molekul yang lebih kecil dibandingkan ukuran ion K+ sehingga diperkirakan ion Na+ dapat melewati protein saluran yang dapat melewatkan ion K+. Bagaimanakah protein saluran mampu menyeleksi ion K+ secara spesifik dimana hanya ion K+ saja yang mampu melewatinya?


6

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

Salsabila M

Community

07 Maret 2024 12:28

Jawaban terverifikasi

<p>Protein saluran yang mampu menyeleksi ion secara spesifik memiliki struktur yang dirancang untuk memfasilitasi transportasi ion tertentu melintasi membran sel. Selektivitas ion ini terkait erat dengan sifat-sifat kimia dan ukuran ion, serta struktur pori pada protein saluran.</p><p>Dalam kasus seperti ion Na+ dan K+, perbedaan ukuran merupakan salah satu faktor kunci yang memungkinkan selektivitas. Walaupun Na+ dan K+ keduanya memiliki muatan positif yang sama, ukuran ion Na+ (natrium) lebih kecil dibandingkan ukuran ion K+ (kalium). Pada protein saluran yang dirancang untuk melewatkan ion K+, pori saluran biasanya memiliki ukuran yang pas dengan ion K+, sedangkan ukuran pori tersebut terlalu kecil untuk memungkinkan ion Na+ melewati dengan mudah.</p><p>Ada beberapa cara bagaimana protein saluran mencapai selektivitas ini:</p><p><strong>Ukuran Pori:</strong> Pori pada protein saluran dapat dirancang untuk memiliki dimensi yang memungkinkan hanya ion K+ yang dapat melewati, sementara ion Na+ yang lebih kecil tidak dapat.</p><p><strong>Interaksi Spesifik:</strong> Ada interaksi kimia yang spesifik antara ion dan gugus fungsional pada pori protein. Misalnya, ion K+ mungkin berinteraksi secara lebih kuat dengan gugus fungsional di dalam pori daripada ion Na+, sehingga hanya ion K+ yang dapat melewatinya.</p><p><strong>Selektivitas Berdasarkan Muatan:</strong> Protein saluran dapat memiliki sifat yang memungkinkan pemilihannya berdasarkan muatan. Misalnya, protein saluran yang memilih ion K+ mungkin memiliki gugus-gugus yang menolak ion Na+ yang lebih kecil karena muatan positifnya yang lebih tinggi.</p>

Protein saluran yang mampu menyeleksi ion secara spesifik memiliki struktur yang dirancang untuk memfasilitasi transportasi ion tertentu melintasi membran sel. Selektivitas ion ini terkait erat dengan sifat-sifat kimia dan ukuran ion, serta struktur pori pada protein saluran.

Dalam kasus seperti ion Na+ dan K+, perbedaan ukuran merupakan salah satu faktor kunci yang memungkinkan selektivitas. Walaupun Na+ dan K+ keduanya memiliki muatan positif yang sama, ukuran ion Na+ (natrium) lebih kecil dibandingkan ukuran ion K+ (kalium). Pada protein saluran yang dirancang untuk melewatkan ion K+, pori saluran biasanya memiliki ukuran yang pas dengan ion K+, sedangkan ukuran pori tersebut terlalu kecil untuk memungkinkan ion Na+ melewati dengan mudah.

Ada beberapa cara bagaimana protein saluran mencapai selektivitas ini:

Ukuran Pori: Pori pada protein saluran dapat dirancang untuk memiliki dimensi yang memungkinkan hanya ion K+ yang dapat melewati, sementara ion Na+ yang lebih kecil tidak dapat.

Interaksi Spesifik: Ada interaksi kimia yang spesifik antara ion dan gugus fungsional pada pori protein. Misalnya, ion K+ mungkin berinteraksi secara lebih kuat dengan gugus fungsional di dalam pori daripada ion Na+, sehingga hanya ion K+ yang dapat melewatinya.

Selektivitas Berdasarkan Muatan: Protein saluran dapat memiliki sifat yang memungkinkan pemilihannya berdasarkan muatan. Misalnya, protein saluran yang memilih ion K+ mungkin memiliki gugus-gugus yang menolak ion Na+ yang lebih kecil karena muatan positifnya yang lebih tinggi.


Iklan

Iklan

lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Indonesia merupakan negara yang sangat berpotensi terjadi bencana gempa bumi dan gunung meletus. Hal tersebut disebabkan oleh lokasi Indonesia yang terletak diantara pertemuan tiga lempeng besar dunia. Indonesia juga terletak di dalam cincin api pasifik (ring of fire). Pada tanggal 5 Agustus 2018 terjadi bencana gempa bumi di Pulau Lombok dengan magnitudo 7 SR dan kedalaman 15 km. Pusat gempa berada di 18 km barat laut Lombok Timur. Gempa bumi tersebut memberikan dampak yang cukup besar yakni kerusakan bangunan, jalan, jembatan, dan sebagainya. BMKG pada saat itu juga menyatakan bahwa gempa bumi tersebut dinyatakan berpotensi tsunami, sehingga dikeluarkan peringatan dini tsunami untuk Lombok Utara, Lombok Barat bagian utara, dan Lombok Timur bagian utara. Dalam kasus gempa di Lombok tersebut, tsunami yang terjadi tidak sebesar tsunami yang terjadi di Aceh pada tanggal 26 Desember 2004. Hal tersebut dapat terjadi karena .… A. Aceh merupakan daerah jalur tektonik Lempeng Indo-Australia B. Lombok diapit oleh dua jalur patahan aktif yaitu daerah selatan di sekitar pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dengan lempeng Eurasia dan daerah utara disekitar patahan aktif sesar naik belakang busur kepulauan C. kekuatan gempa di Pulau Lombok lebih rendah jika dibandingkan dengan di Aceh D. Lombok merupakan pulau yang lebih kecil dibandingkan Aceh

8

0.0

Jawaban terverifikasi