Clarissa F
19 Mei 2024 15:49
Iklan
Clarissa F
19 Mei 2024 15:49
Pertanyaan
1. Bacalah hikayat berikut.
Cendera Kirana Menyamar Jadi Kelana la berjalan melarikan diri dari belakang negeri menurut jalan yang masuk ke hutan rimba belantara dengan tiada ingat akan dirinya lagi. Tiada berapa lamanya la berjalan dengan tiada berhentinya, hari pun sianglah. Matahari terbitlah dari celah-celah gunung selaku orang yang memperlihatkan mukanya yang jernih dan terus kepada kekasihnya. Ayam hutan berkokok-kokok selaku orang yang memberi tahu bahwa hari sudah akan slang. Embun turun sangat dinginnya selaku orang memberi nasihat yang merasa masuk di tulang-tulang. Setelah hari sudah siang, Galuh Cendera Kirana melihat perjalanannya telah ada pada sama tengah jalan ke Negeri Kuripan. Ia bersuka cita teramat sangat, lalu berkata, Katanya, "Hai, Mamanda Menteri, sekarang marilah kita berhenti di sini, karena inilah tempat yang hampir sama pada jalan ke Negeri Kuripan." Setelah sudah selesal semuanya, berkata Galuh Cendera Kirana, "Ya, Mamanda Menteri, baiklah Mamanda memperbuat sebuah kota pada tempat ini, karena hamba hendak menjadi raja di tempat ini." Menteri itu bersuka cita teramat sangat, tetapi penuh dengan keheranan, lalu diperbuat orang kota baru di situ. Setelah lengkap dan hadir sekallanya, Galuh Cendera Kirana itu bersuka cita teramat sangat dengan tiada terkira girang hatinya. Galuh Cendera Kirana berpikir, "Sekarang negeri sudah jadi; baiklah aku menjadi raja dalam negeri ini, akan merampas rakyat Kuripan." Setelah sudah berpikir yang demikian itu, bersuka-sukaanlah makan dan minum dan tiada lama lagi hari pun malamlah. Setelah hari sudah pagi, sekalian isi negeri itu pun bangunlah. Cendera Kirana bangun dengan bersuka cita lalu pergi mandi ke taman Pusparawan. Setelah sudah mandi, kembalilah ia. Galuh Cendera Kirana masuk ke dalam istana lalu bersalin pakaian laki-laki, amat baik parasnya. Mahadewi melihat laku anaknya yang demikian itu bersuka cita teramat sangat, katanya "Pandai sungguh anakku ini menyamarkan diri, ibu sangka Sang Yang Batara Galuh tersenyum sambil berkata, "Ya, Bunda dan inang pengasuh dan Mamanda Menteri sekalian, bahwa hamba ini seorang perempuan dan mohon kepada Mamanda Menteri sekalian menyimpan rahasia ini dan daripada waktu ini nama hamba Panji Semirang Asmarantaka. Diceritakan, dayang Panji Semirang yang bernama Ken Bayan dan Ken Sanggit, setelah tuannya sudah memakai pakalan laki-laki, lalu diberinya pakaian laki-laki. Lalu keduanya ditukar namanya, seorang yang bernama Ken Bayan dinamal Kuda Perwira dan Ken Sanggit disebutnya Kuda Peranca. Setelah sudah, berkatalah Panji Semirang, "Hai Kuda Perwira dan Kuda Peranca, bahwa diri kedua ini akan menjadi pahlawanku. Kamu patut menjaga pintu kotaku dan rampaslah tiap-tiap orang yang berjalan lalu di situ." Setelah tuannya sudah berkata-kata yang demikian, pergilah Kuda Perwira dan Kuda Peranca menuju pintu kota, Setelah sampai lalu berhenti duduk dan barang siapa berjalan lalu di situ habislah dirampasnya, tiada yang ditinggalkannya dan makanannya pun diambilnya juga. Orang-orang itu disuruhnya bawa masuk dan dipersembahkannya kepada Panji Semirang Asmarantaka, lalu disuruhnya menjadi rakyatnya. Semakin hari semakin bertambah juga hingga banyaklah orang yang menjadi rakyat. (Hikayat Panji Semirang)
2. Analisislah karakter tokoh-tokoh dalam hikayat tersebut.
3. Analisis pulalah nilai dan jalan ceritanya.
4. Ungkapkanlah perasaan Anda secara lisan yang berkaitan dengan tokoh cerita, peristiwa yang terjadi, dan nilai-nilainya. Untuk membantu Anda dalam mengungkapkan perasaan, gunakanlah bagan berikut. cerita panji Semirang tokoh : karakter : nilai : ulasan
4
1
Iklan
Nanda R

Community
24 Mei 2024 14:00
Analisis Tokoh dan Karakter dalam Hikayat "Panji Semirang"
Galuh Cendera Kirana / Panji Semirang Asmarantaka
Mamanda Menteri
Mahadewi (Ibu Cendera Kirana)
Ken Bayan (Kuda Perwira) dan Ken Sanggit (Kuda Peranca)
Nilai dalam Hikayat
Nilai Keberanian:
Nilai Kepemimpinan:
Nilai Kesetiaan:
Nilai Kecerdikan dan Strategi:
Analisis Jalan Cerita
Cerita dimulai dengan Cendera Kirana yang melarikan diri dari negerinya dan memasuki hutan belantara. Dia berjalan tanpa henti hingga mencapai titik tengah perjalanan ke Negeri Kuripan. Di sini, dia memutuskan untuk berhenti dan membangun kota baru, dengan tujuan menjadi raja dan meramp rakyat Kuripan. Ia menyamar sebagai laki-laki dan mengubah namanya menjadi Panji Semirang Asmarantaka. Dengan bantuan Mamanda Menteri dan pengikut setianya, kota baru dibangun, dan Cendera Kirana mulai memerintah dengan tegas. Dia menginstruksikan Kuda Perwira dan Kuda Peranca untuk menjaga pintu kota dan merampas orang yang lewat, yang kemudian dijadikan rakyatnya. Akhirnya, semakin banyak orang yang menjadi rakyatnya, menandakan keberhasilan Cendera Kirana dalam membangun dan memimpin kota baru.
Ungkapan Perasaan
Tokoh utama, Cendera Kirana, sangat menginspirasi dengan keberaniannya melarikan diri dan mengambil identitas baru demi keselamatan dan tujuannya. Peristiwa-peristiwa dalam cerita ini menunjukkan betapa pentingnya keberanian, kecerdikan, dan kepemimpinan dalam menghadapi tantangan hidup. Saya merasa kagum dengan kecerdikan dan ketegasan Cendera Kirana dalam mengambil keputusan yang besar dan berani. Nilai-nilai kesetiaan dan disiplin yang ditunjukkan oleh Mamanda Menteri dan pengikut setianya juga sangat menginspirasi, memperlihatkan bahwa kesuksesan tidak hanya bergantung pada kepemimpinan yang kuat tetapi juga pada dukungan dan kesetiaan dari orang-orang di sekitar kita.
· 5.0 (1)
Iklan
Tanya ke AiRIS
Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

LATIHAN SOAL GRATIS!
Drill Soal
Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian


Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!