Clarissa F

19 Mei 2024 15:49

Iklan

Clarissa F

19 Mei 2024 15:49

Pertanyaan

1. Bacalah hikayat berikut. Cendera Kirana Menyamar Jadi Kelana la berjalan melarikan diri dari belakang negeri menurut jalan yang masuk ke hutan rimba belantara dengan tiada ingat akan dirinya lagi. Tiada berapa lamanya la berjalan dengan tiada berhentinya, hari pun sianglah. Matahari terbitlah dari celah-celah gunung selaku orang yang memperlihatkan mukanya yang jernih dan terus kepada kekasihnya. Ayam hutan berkokok-kokok selaku orang yang memberi tahu bahwa hari sudah akan slang. Embun turun sangat dinginnya selaku orang memberi nasihat yang merasa masuk di tulang-tulang. Setelah hari sudah siang, Galuh Cendera Kirana melihat perjalanannya telah ada pada sama tengah jalan ke Negeri Kuripan. Ia bersuka cita teramat sangat, lalu berkata, Katanya, "Hai, Mamanda Menteri, sekarang marilah kita berhenti di sini, karena inilah tempat yang hampir sama pada jalan ke Negeri Kuripan." Setelah sudah selesal semuanya, berkata Galuh Cendera Kirana, "Ya, Mamanda Menteri, baiklah Mamanda memperbuat sebuah kota pada tempat ini, karena hamba hendak menjadi raja di tempat ini." Menteri itu bersuka cita teramat sangat, tetapi penuh dengan keheranan, lalu diperbuat orang kota baru di situ. Setelah lengkap dan hadir sekallanya, Galuh Cendera Kirana itu bersuka cita teramat sangat dengan tiada terkira girang hatinya. Galuh Cendera Kirana berpikir, "Sekarang negeri sudah jadi; baiklah aku menjadi raja dalam negeri ini, akan merampas rakyat Kuripan." Setelah sudah berpikir yang demikian itu, bersuka-sukaanlah makan dan minum dan tiada lama lagi hari pun malamlah. Setelah hari sudah pagi, sekalian isi negeri itu pun bangunlah. Cendera Kirana bangun dengan bersuka cita lalu pergi mandi ke taman Pusparawan. Setelah sudah mandi, kembalilah ia. Galuh Cendera Kirana masuk ke dalam istana lalu bersalin pakaian laki-laki, amat baik parasnya. Mahadewi melihat laku anaknya yang demikian itu bersuka cita teramat sangat, katanya "Pandai sungguh anakku ini menyamarkan diri, ibu sangka Sang Yang Batara Galuh tersenyum sambil berkata, "Ya, Bunda dan inang pengasuh dan Mamanda Menteri sekalian, bahwa hamba ini seorang perempuan dan mohon kepada Mamanda Menteri sekalian menyimpan rahasia ini dan daripada waktu ini nama hamba Panji Semirang Asmarantaka. Diceritakan, dayang Panji Semirang yang bernama Ken Bayan dan Ken Sanggit, setelah tuannya sudah memakai pakalan laki-laki, lalu diberinya pakaian laki-laki. Lalu keduanya ditukar namanya, seorang yang bernama Ken Bayan dinamal Kuda Perwira dan Ken Sanggit disebutnya Kuda Peranca. Setelah sudah, berkatalah Panji Semirang, "Hai Kuda Perwira dan Kuda Peranca, bahwa diri kedua ini akan menjadi pahlawanku. Kamu patut menjaga pintu kotaku dan rampaslah tiap-tiap orang yang berjalan lalu di situ." Setelah tuannya sudah berkata-kata yang demikian, pergilah Kuda Perwira dan Kuda Peranca menuju pintu kota, Setelah sampai lalu berhenti duduk dan barang siapa berjalan lalu di situ habislah dirampasnya, tiada yang ditinggalkannya dan makanannya pun diambilnya juga. Orang-orang itu disuruhnya bawa masuk dan dipersembahkannya kepada Panji Semirang Asmarantaka, lalu disuruhnya menjadi rakyatnya. Semakin hari semakin bertambah juga hingga banyaklah orang yang menjadi rakyat. (Hikayat Panji Semirang) 2. Analisislah karakter tokoh-tokoh dalam hikayat tersebut. 3. Analisis pulalah nilai dan jalan ceritanya. 4. Ungkapkanlah perasaan Anda secara lisan yang berkaitan dengan tokoh cerita, peristiwa yang terjadi, dan nilai-nilainya. Untuk membantu Anda dalam mengungkapkan perasaan, gunakanlah bagan berikut. cerita panji Semirang tokoh : karakter : nilai : ulasan

1. Bacalah hikayat berikut.
Cendera Kirana Menyamar Jadi Kelana la berjalan melarikan diri dari belakang negeri menurut jalan yang masuk ke hutan rimba belantara dengan tiada ingat akan dirinya lagi. Tiada berapa lamanya la berjalan dengan tiada berhentinya, hari pun sianglah. Matahari terbitlah dari celah-celah gunung selaku orang yang memperlihatkan mukanya yang jernih dan terus kepada kekasihnya. Ayam hutan berkokok-kokok selaku orang yang memberi tahu bahwa hari sudah akan slang. Embun turun sangat dinginnya selaku orang memberi nasihat yang merasa masuk di tulang-tulang. Setelah hari sudah siang, Galuh Cendera Kirana melihat perjalanannya telah ada pada sama tengah jalan ke Negeri Kuripan. Ia bersuka cita teramat sangat, lalu berkata, Katanya, "Hai, Mamanda Menteri, sekarang marilah kita berhenti di sini, karena inilah tempat yang hampir sama pada jalan ke Negeri Kuripan." Setelah sudah selesal semuanya, berkata Galuh Cendera Kirana, "Ya, Mamanda Menteri, baiklah Mamanda memperbuat sebuah kota pada tempat ini, karena hamba hendak menjadi raja di tempat ini." Menteri itu bersuka cita teramat sangat, tetapi penuh dengan keheranan, lalu diperbuat orang kota baru di situ. Setelah lengkap dan hadir sekallanya, Galuh Cendera Kirana itu bersuka cita teramat sangat dengan tiada terkira girang hatinya. Galuh Cendera Kirana berpikir, "Sekarang negeri sudah jadi; baiklah aku menjadi raja dalam negeri ini, akan merampas rakyat Kuripan." Setelah sudah berpikir yang demikian itu, bersuka-sukaanlah makan dan minum dan tiada lama lagi hari pun malamlah. Setelah hari sudah pagi, sekalian isi negeri itu pun bangunlah. Cendera Kirana bangun dengan bersuka cita lalu pergi mandi ke taman Pusparawan. Setelah sudah mandi, kembalilah ia. Galuh Cendera Kirana masuk ke dalam istana lalu bersalin pakaian laki-laki, amat baik parasnya. Mahadewi melihat laku anaknya yang demikian itu bersuka cita teramat sangat, katanya "Pandai sungguh anakku ini menyamarkan diri, ibu sangka Sang Yang Batara Galuh tersenyum sambil berkata, "Ya, Bunda dan inang pengasuh dan Mamanda Menteri sekalian, bahwa hamba ini seorang perempuan dan mohon kepada Mamanda Menteri sekalian menyimpan rahasia ini dan daripada waktu ini nama hamba Panji Semirang Asmarantaka. Diceritakan, dayang Panji Semirang yang bernama Ken Bayan dan Ken Sanggit, setelah tuannya sudah memakai pakalan laki-laki, lalu diberinya pakaian laki-laki. Lalu keduanya ditukar namanya, seorang yang bernama Ken Bayan dinamal Kuda Perwira dan Ken Sanggit disebutnya Kuda Peranca. Setelah sudah, berkatalah Panji Semirang, "Hai Kuda Perwira dan Kuda Peranca, bahwa diri kedua ini akan menjadi pahlawanku. Kamu patut menjaga pintu kotaku dan rampaslah tiap-tiap orang yang berjalan lalu di situ." Setelah tuannya sudah berkata-kata yang demikian, pergilah Kuda Perwira dan Kuda Peranca menuju pintu kota, Setelah sampai lalu berhenti duduk dan barang siapa berjalan lalu di situ habislah dirampasnya, tiada yang ditinggalkannya dan makanannya pun diambilnya juga. Orang-orang itu disuruhnya bawa masuk dan dipersembahkannya kepada Panji Semirang Asmarantaka, lalu disuruhnya menjadi rakyatnya. Semakin hari semakin bertambah juga hingga banyaklah orang yang menjadi rakyat. (Hikayat Panji Semirang)

2. Analisislah karakter tokoh-tokoh dalam hikayat tersebut.

3. Analisis pulalah nilai dan jalan ceritanya.

4. Ungkapkanlah perasaan Anda secara lisan yang berkaitan dengan tokoh cerita, peristiwa yang terjadi, dan nilai-nilainya. Untuk membantu Anda dalam mengungkapkan perasaan, gunakanlah bagan berikut. cerita panji Semirang tokoh : karakter : nilai : ulasan

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

10

:

46

:

02

Klaim

4

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

Nanda R

Community

24 Mei 2024 14:00

Jawaban terverifikasi

<p><strong>Analisis Tokoh dan Karakter dalam Hikayat "Panji Semirang"</strong></p><p><strong>Galuh Cendera Kirana / Panji Semirang Asmarantaka</strong></p><ul><li><strong>Karakter:</strong><ul><li><strong>Berani:</strong> Cendera Kirana berani melarikan diri dan menempuh perjalanan panjang tanpa memikirkan bahaya yang mungkin dihadapinya.</li><li><strong>Cerdik dan Strategis:</strong> Dia memutuskan untuk menyamar sebagai laki-laki dan mengambil identitas baru sebagai Panji Semirang Asmarantaka, yang menunjukkan kecerdasannya dalam bertahan hidup.</li><li><strong>Pemimpin yang Bijaksana:</strong> Ia memutuskan untuk membangun kota dan menjadi raja, menunjukkan kemampuan kepemimpinan dan keberaniannya dalam mengambil keputusan besar.</li><li><strong>Tegas:</strong> Menginstruksikan Kuda Perwira dan Kuda Peranca untuk menjaga pintu kota dan merampas orang yang lewat, menunjukkan ketegasan dan kewibawaannya sebagai pemimpin.</li></ul></li></ul><p><strong>Mamanda Menteri</strong></p><ul><li><strong>Karakter:</strong><ul><li><strong>Setia:</strong> Mamanda Menteri setia menemani dan melayani Cendera Kirana dalam perjalanan dan mendukung rencana-rencana besar yang dia buat.</li><li><strong>Patuh:</strong> Ia mengikuti perintah Cendera Kirana tanpa banyak bertanya, menunjukkan kesetiaan dan kepatuhan yang tinggi.</li></ul></li></ul><p><strong>Mahadewi (Ibu Cendera Kirana)</strong></p><ul><li><strong>Karakter:</strong><ul><li><strong>Penuh Kasih Sayang:</strong> Ia menunjukkan kebahagiaan dan rasa bangga melihat kecerdikan anaknya dalam menyamar, menandakan kasih sayang dan dukungannya.</li><li><strong>Bangga:</strong> Bangga dengan kecerdikan anaknya, menunjukkan keyakinan terhadap kemampuan anaknya.</li></ul></li></ul><p><strong>Ken Bayan (Kuda Perwira) dan Ken Sanggit (Kuda Peranca)</strong></p><ul><li><strong>Karakter:</strong><ul><li><strong>Loyal:</strong> Keduanya menunjukkan loyalitas tinggi dengan mengikuti dan menjalankan perintah Cendera Kirana.</li><li><strong>Disiplin:</strong> Mereka menjalankan tugas mereka menjaga pintu kota dan merampas orang yang lewat dengan disiplin dan tanggung jawab.</li></ul></li></ul><p><strong>Nilai dalam Hikayat</strong></p><p><strong>Nilai Keberanian:</strong></p><ul><li>Cendera Kirana menunjukkan keberanian yang luar biasa dalam melarikan diri dan mengambil identitas baru.</li></ul><p><strong>Nilai Kepemimpinan:</strong></p><ul><li>Kemampuan Cendera Kirana untuk memimpin dan membangun kota baru menunjukkan nilai kepemimpinan yang kuat.</li></ul><p><strong>Nilai Kesetiaan:</strong></p><ul><li>Kesetiaan Mamanda Menteri dan para pengikutnya kepada Cendera Kirana menunjukkan nilai kesetiaan yang tinggi.</li></ul><p><strong>Nilai Kecerdikan dan Strategi:</strong></p><ul><li>Cendera Kirana menggunakan kecerdikannya untuk menyamar dan membuat rencana strategis untuk bertahan hidup dan membangun kota baru.</li></ul><p><strong>Analisis Jalan Cerita</strong></p><p>Cerita dimulai dengan Cendera Kirana yang melarikan diri dari negerinya dan memasuki hutan belantara. Dia berjalan tanpa henti hingga mencapai titik tengah perjalanan ke Negeri Kuripan. Di sini, dia memutuskan untuk berhenti dan membangun kota baru, dengan tujuan menjadi raja dan meramp rakyat Kuripan. Ia menyamar sebagai laki-laki dan mengubah namanya menjadi Panji Semirang Asmarantaka. Dengan bantuan Mamanda Menteri dan pengikut setianya, kota baru dibangun, dan Cendera Kirana mulai memerintah dengan tegas. Dia menginstruksikan Kuda Perwira dan Kuda Peranca untuk menjaga pintu kota dan merampas orang yang lewat, yang kemudian dijadikan rakyatnya. Akhirnya, semakin banyak orang yang menjadi rakyatnya, menandakan keberhasilan Cendera Kirana dalam membangun dan memimpin kota baru.</p><p><strong>Ungkapan Perasaan</strong></p><p>Tokoh utama, Cendera Kirana, sangat menginspirasi dengan keberaniannya melarikan diri dan mengambil identitas baru demi keselamatan dan tujuannya. Peristiwa-peristiwa dalam cerita ini menunjukkan betapa pentingnya keberanian, kecerdikan, dan kepemimpinan dalam menghadapi tantangan hidup. Saya merasa kagum dengan kecerdikan dan ketegasan Cendera Kirana dalam mengambil keputusan yang besar dan berani. Nilai-nilai kesetiaan dan disiplin yang ditunjukkan oleh Mamanda Menteri dan pengikut setianya juga sangat menginspirasi, memperlihatkan bahwa kesuksesan tidak hanya bergantung pada kepemimpinan yang kuat tetapi juga pada dukungan dan kesetiaan dari orang-orang di sekitar kita.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p><br>&nbsp;</p>

Analisis Tokoh dan Karakter dalam Hikayat "Panji Semirang"

Galuh Cendera Kirana / Panji Semirang Asmarantaka

  • Karakter:
    • Berani: Cendera Kirana berani melarikan diri dan menempuh perjalanan panjang tanpa memikirkan bahaya yang mungkin dihadapinya.
    • Cerdik dan Strategis: Dia memutuskan untuk menyamar sebagai laki-laki dan mengambil identitas baru sebagai Panji Semirang Asmarantaka, yang menunjukkan kecerdasannya dalam bertahan hidup.
    • Pemimpin yang Bijaksana: Ia memutuskan untuk membangun kota dan menjadi raja, menunjukkan kemampuan kepemimpinan dan keberaniannya dalam mengambil keputusan besar.
    • Tegas: Menginstruksikan Kuda Perwira dan Kuda Peranca untuk menjaga pintu kota dan merampas orang yang lewat, menunjukkan ketegasan dan kewibawaannya sebagai pemimpin.

Mamanda Menteri

  • Karakter:
    • Setia: Mamanda Menteri setia menemani dan melayani Cendera Kirana dalam perjalanan dan mendukung rencana-rencana besar yang dia buat.
    • Patuh: Ia mengikuti perintah Cendera Kirana tanpa banyak bertanya, menunjukkan kesetiaan dan kepatuhan yang tinggi.

Mahadewi (Ibu Cendera Kirana)

  • Karakter:
    • Penuh Kasih Sayang: Ia menunjukkan kebahagiaan dan rasa bangga melihat kecerdikan anaknya dalam menyamar, menandakan kasih sayang dan dukungannya.
    • Bangga: Bangga dengan kecerdikan anaknya, menunjukkan keyakinan terhadap kemampuan anaknya.

Ken Bayan (Kuda Perwira) dan Ken Sanggit (Kuda Peranca)

  • Karakter:
    • Loyal: Keduanya menunjukkan loyalitas tinggi dengan mengikuti dan menjalankan perintah Cendera Kirana.
    • Disiplin: Mereka menjalankan tugas mereka menjaga pintu kota dan merampas orang yang lewat dengan disiplin dan tanggung jawab.

Nilai dalam Hikayat

Nilai Keberanian:

  • Cendera Kirana menunjukkan keberanian yang luar biasa dalam melarikan diri dan mengambil identitas baru.

Nilai Kepemimpinan:

  • Kemampuan Cendera Kirana untuk memimpin dan membangun kota baru menunjukkan nilai kepemimpinan yang kuat.

Nilai Kesetiaan:

  • Kesetiaan Mamanda Menteri dan para pengikutnya kepada Cendera Kirana menunjukkan nilai kesetiaan yang tinggi.

Nilai Kecerdikan dan Strategi:

  • Cendera Kirana menggunakan kecerdikannya untuk menyamar dan membuat rencana strategis untuk bertahan hidup dan membangun kota baru.

Analisis Jalan Cerita

Cerita dimulai dengan Cendera Kirana yang melarikan diri dari negerinya dan memasuki hutan belantara. Dia berjalan tanpa henti hingga mencapai titik tengah perjalanan ke Negeri Kuripan. Di sini, dia memutuskan untuk berhenti dan membangun kota baru, dengan tujuan menjadi raja dan meramp rakyat Kuripan. Ia menyamar sebagai laki-laki dan mengubah namanya menjadi Panji Semirang Asmarantaka. Dengan bantuan Mamanda Menteri dan pengikut setianya, kota baru dibangun, dan Cendera Kirana mulai memerintah dengan tegas. Dia menginstruksikan Kuda Perwira dan Kuda Peranca untuk menjaga pintu kota dan merampas orang yang lewat, yang kemudian dijadikan rakyatnya. Akhirnya, semakin banyak orang yang menjadi rakyatnya, menandakan keberhasilan Cendera Kirana dalam membangun dan memimpin kota baru.

Ungkapan Perasaan

Tokoh utama, Cendera Kirana, sangat menginspirasi dengan keberaniannya melarikan diri dan mengambil identitas baru demi keselamatan dan tujuannya. Peristiwa-peristiwa dalam cerita ini menunjukkan betapa pentingnya keberanian, kecerdikan, dan kepemimpinan dalam menghadapi tantangan hidup. Saya merasa kagum dengan kecerdikan dan ketegasan Cendera Kirana dalam mengambil keputusan yang besar dan berani. Nilai-nilai kesetiaan dan disiplin yang ditunjukkan oleh Mamanda Menteri dan pengikut setianya juga sangat menginspirasi, memperlihatkan bahwa kesuksesan tidak hanya bergantung pada kepemimpinan yang kuat tetapi juga pada dukungan dan kesetiaan dari orang-orang di sekitar kita.

 

 


 


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Teks 1 Salah Kelas Pagi itu, Joni nampak bahagia sekali. Di meja makan, ibunya bertanya kepada Joni. "Jon, Ibu perhatikan dari tadi kamu senyum-senyum sendiri?" "Anu, Bu, semalam ibu wali kelas membagikan jadwal tatap muka terbatas. Senang rasanya karena besok aku bisa bertemu teman-teman. Belajar daring di rumah membosankan, Bu. Apalagi kalau zoom meeting Matematika." "Memangnya kenapa kalau Matematika, Jon?" Ibu bertanya kembali. "Gurunya galak, Bu, materinya juga susah, wong diajarkan di kelas saja masih susah pahamnya, apalagi daring," jawab Joni. "Oh, begitu," Ibu menimpali. "Ya sudah, Bu. Joni pamit, ya." Joni langsung pergi sambil mencium tangan ibunya. Sekolah sudah nampak ramai. Joni berjalan sambil sesekali melihat jadwal mapel yang dibagikan wali kelasnya. Lalu, dia segera masuk kelas dan ternyata sudah ada guru di dalam kelas. "Selamat pagi, Pak. Maaf, saya terlambat." "Selamat pagi juga, Nak, silakan duduk," sahut Pak Guru. Joni langsung mencari kursi dan duduk tanpa melihat kanan kiri. Saat mengeluarkan buku catatan, Joni mengedarkan pandangannya dan langsung kaget. Semua seperti asing. Dia seperti tidak mengenali teman sekelasnya, apalagi semuanya memakai masker. Dia berusaha meyakinkan diri sendiri bahwa mereka adalah teman kelasnya. Tidak berapa lama, Joni kaget ketika melihat ke papan tulis Pak Guru sedang menjelaskan soal Matematika, padahal seingatnya jadwal pagi itu adalah Bahasa Indonesia. "Astaga, ini kan kelasku satu tahun yang lalu, ini kan kelas satu. Sekarang kan aku sudah naik kelas dua." Keringat dingin keluar di wajah Joni, lalu dia memberanikan diri menemui Pak Guru. "Maaf, Pak, karena sudah satu tahun daring, saya lupa kalau sekarang saya sudah kelas dua. Saya salah masuk kelas, Pak." Semua peserta didik pun tertawa. Dengan wajah malu, Joni keluar kelas. Teks 2 PKH Pada suatu hari, dua orang ibu rumah tangga sedang berbincang-bincang di depan rumah. Mereka sedang asyik membahas tentang bantuan pemerintah yang dinamakan PKH. Bu Tuti : Mar, aku semakin heran dengan pemerintah sekarang. Bu Marni Loh, kenapa, Bu? Ada masalah? (penasaran) Bu Tuti : Ya jelas ada. Kalau enggak ada, buat apa saya repot-repot membahas masalah ini? Bu Marni: Oalah, Bu, sempat-sempatnya memikirkan pemerintah, memangnya pemerintah memikirkan nasib kita? Bu Tuti : Jangan salah. Tuh, lihat tetangga sebelah kita. Dia dapat bantuan dari pemerintah. Setiap bulan, dia rutin mengambil sembako di warung dekat balai desa sana. Bu Marni Masa? Enggak salah, sampeyan, Bu? Dia, kan, lumayan mampu. Lihat saja, kulkas ada, mesin cuci punya, motor dua, kalau pergi perhiasannya selalu menempel di tangannya. Benar enggak salah, Bu? (sedikit tidak percaya) Bu Tuti : Nah, itu yang membuat saya bingung. Kenapa dia dapat bantuan? Padahal, kalau dipikir, dia tergolong keluarga mampu. Coba kita bandingkan dengan tetangga kita yang lain. Ada yang jauh lebih berhak mendapatkan bantuan itu sebenarnya. Bu Marni : Iya betul Bu. Ngomong-ngomong, bantuan apa yang bisa dia dapat, Bu? Bu Tuti Bu Marni: Masa kamu enggak tahu? Itu, loh, bantuan PKH. Oh, yang rumahnya ditempeli stiker "Keluarga Miskin" itu, to? Bu Tuti Nah, itu kamu tahu, Mar. (mengacungkan jempol kepada Bu Marni) Bu Marni Bu Tuti Ya tahu lah, Bu. Apa, sih, yang tidak saya ketahui? Mar, PKH itu apa, to? (penasaran) Bu Marni Program Keluarga Harapan. Bu Tuti : Harapan apa? Bu Marni Harapan biar dikasih sembako tiap bulan, ha...ha...ha... Bu Tuti : Ngawur kamu, Mar. Tulislah persamaan dan perbedaan kedua teks tersebut

8

3.7

Jawaban terverifikasi

1.Pancasila adalah fondasi sekaligus pedoman dalam penyelenggaraan negara Indonesia. Dengan demikian Pancasila berfungsi sebagai.... a. dasar negara b. idelogi negara c. pandangan hidup bangsa d. cita-cita nasional 2.Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dibentuk oleh pemerintah pendudukan Jepang pada tanggal 1 Maret 1945 bertepatan dengan hari ulang tahun Kaisar Hirohito. Wakil ketua BPUPKI ketika itu dijabat oleh .... a. Ir. Soekarno dan Mr. Soepomo b. K.R.T Radjiman Wediodiningrat c. Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta d. Ichibangase Yosio dan Radern Pandji Soeroso 3.Ir. Soekarno mengemukakan gagasannya tentang dasar negara pada tanggal .... a. 4 Juni 1945 b. 3 Juni 1945 c. 2 Juni 1945 d. 1 Juni 1945 4."Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik". Pernyataan tersebut tercantum di dalam UUD 1945 .... a. Pasal 1 Ayat 1 b. Pasal 1 Ayat 2 c. Pasal 1 Ayat 3 d. Pasal 18 5.Pemilu pada 15 Desember 1955 dilaksanakan untuk memilih anggota.... a.MPRS b.KNIP c.DPR d.konstitusi 6.Pemilihan umum (pemilu) merupakan proses memilih orang untuk mengisi jabatan-jabatan politik tertentu mulai dari presiden, wakil rakyat dari tingkat pusat sampai daerah. Di Indonesia pemilu dilaksanakan tiap .... a. 3 tahun sekali b. 4 tahun sekali c. 5 tahun sekali d. 6 tahun sekali 7.Pemilu merupakan salah satu syarat terbentuknya pemerintahan yang .... a. bersih b. terbuka c. transparan d. demokratis 8.Perhatikan pernyataan di bawah ini ! (1) Memperlakukan peserta pemilu secara adil dan setara (2) Menyuarakan pemilu (3) Menyampaikan informasi kegiatan pemilu kepada masyarakat (4) Melaporkan penyelenggaraan pemilu Pernyataan-pernyataan di atas merupakan tugas .... a. KPU b. rakyat c. presiden d. PPS 9.Pemilu tahun 2004 dibagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama pemilu tersebut adalah untuk memilih .... a. anggota DPR dan DPRD b. anggota KPU c. persaingan calon presiden dan wakil presiden d. partai politik 10.Indonesia merupakan negara demokrasi yang menerapkan teori trias politika, yaitu eksekutif legislatif, dan yudikatif. Pemegang kekuasaan legislatif pada tingkat pemerintah desa ialah .... a. BPD b. kepala desa c. Sekretaris desa d. perangkat desa 11.Munurut UUD 1945, BPK merupakan lembaga yang bebas dan mandiri. Anggota BPK dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan Memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah, dan diresmikan oleh .... a. presiden b. DPR c. MPR d. MK 12.Perhatikan pernyataan berikut ini ! (1) Perlindungan konstitusional (2) Kebebasan menyatakan pendapat (3) Kebebasan untuk berserikat (4) Jaminan hak asasi manusia (5) Badan peradilan dikendalikan pemerintah Prinsip-prinsip demokrasi ditunjukkan oleh nomor .... a. (1), (2), (3), (4), dan (5) b. (1), (2), (3), dan (4) c. (1), (2), dan (3) d. (1), dan (2) 13.Tiap negara memiliki sistem untuk menjalankan kehidupan pemerintahannya. Sistem tersebut adalah sistem pemerintahan. Ada beberapa macam sistem pemerintahan si dunia ini. Saat ini, Indonesia menganut sistem pemerintahan .... a. sosialisasi b. komunis c. Presidensial d. parlementer 14.Dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan, khusus nya pemerintahan daerah, sangat berhubungan erat dengan beberapa asas dalam pemerintahan suatu negara. Asas-asas yang dimaksud adalah .... a. desentralisasi, dekonsentrasi, dan tugas pembantuan b. desentralisasi, konsentrasi, dan tugas pembantuan c. desentralisasi, dekonsentrasi, dan tugas utama d. desentralisasi, dekonsentrasi, dan sentralisasi 15.Bacalah pernyataan-pernyataan berikut ini ! (1) Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia (2) Memajukan kesejahteraan umum (3) Mencerdaskan kehidupan bangsa (4) Menciptakan masyarakat yang jujur dan adil (5) Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Tujuan nasional bangsa Indonesia tercantum pada nomor .... a. (1), (2), (3), (4), dan (5) b. (1), (2), (3), dan (4) c. (1), (2), (3), dan (5) d. (1), (2), dan (3) 16.Anggota komisi Yudisial di angkat diberhentikan oleh .... a. presiden dan para menteri b. presiden dengan persetujuan DPR RI c. DPR RI dan MPR d. Mahkamah Agung 17.Lembaga tinggi negeri ini menurut UUD 45 sebelum diamandemen memiliki fungsi memberi masukan atau pertimbangan kepada presiden. Lembaga tinggi negara ini juga berkewajiban memberi jawaban atas pertanyaan presiden dan berhak mengajukan usul kepada pemerintah. Namun sekarang, lembaga tinggi negara ini sudah dihapuskan. Lembaga yang dimaksudkan adalah .... a. Dewan Pertimbangan Daerah b. Dewan Pertimbangan Agung c. Mahkamah Konstitusi d. Mahkamah Agung 18.Memantau dan mengevaluasi penyelenggaraan pemerintahan kabupaten dan atau kota bagi kepala daerah atau provinsi. Pernyataan ini merupakan tugas dan wewenang .... a. presiden b. kepala daerah c. wakil presiden d. wakil kepala daerah 19.Fungsi anggaran yang dijalankan oleh DPR ditunjukkan oleh .... a. Kekuasaan dalam membentuk UU b. mengesahkan rancangan APBN yang telah diajukan oleh presiden c. mengawasi jalannya pemerintahan d. menindak pelaku kejahatan 20.Basis daerah pemilihan anggota DPD adalah provinsi. Tiap provinsi diwakili oleh perwakilan DPD, yang terdiri dari .... a. 2 anggota b. 3 anggota c. 5 anggota d. 4 anggota

6

5.0

Jawaban terverifikasi

Iklan

Tentukan mana yang merupakan struktur abstraksi,orientasi,krisis,reaksi,dan koda Teks 1 Racun Serangga Alkisah hiduplah sepasang suami istri dengan dua orang anaknya. Setiap pagi kedua anak tersebut pergi berkebun untuk membantu orang tuanya. Namun, tiba-tiba mereka berdua pulang ke rumah dengan tergesa-gesa. Kakak: "Bu, Ibu tolong bu, gawat ini adik menelan kecoa!" Ibu: "Astaga, kok bisa sih kak? Gimana ceritanya? Ayo cepat panggil Bapak suruh bawa dokter ke sini!" Kakak: "Jangan bu, malah tambah gawat nanti. Sebentar lagi kecoanya juga mati." Ibu: "Lho, kok bisa gitu kak?" Kakak: "Iya bu, soalnya adik sudah aku kasih racun serangga bu. Di botolnya kan ada tulisan "dapat membunuh serangga ekstra cepat." Ibu: "Astagfirullah, sembrono kamu!" Kakak: (bingung) Ibu: "Pak, Bapak anak kita makan kecoa." (sambil berlari mencari suaminya). Kakak: (masih tetap bingung) ------------------------------- Teks 2 Tukang roti Pada Pagi hari Azril duduk di teras rumahnya sembari menunggu tukang roti yang biasa lewat. Begitu tukang roti lewat Azril lantas memanggil sang penjual. Azril: "Beli rotinya, Pak." Tukang Roti: "Boleh silahkan mau roti yang mana." Azril: "Ini apa, Pak?" Tukang Roti: "Ini semangka." Azril: "Kalau yang ini apa?" Tukang Roti: "Srikaya." Azril: "Terus ini apa, Bang?" Tukang Roti: "Oh...kalau ini blueberry, dek." Azril: "Gimana sih, terus rotinya mana? Saya mau beli roti bukan buah, kok daritadi yang disebut buah-buahan aja. Gak jadi beli deh saya kalau gini." Tukang Roti: "Yang saya sebut tuh rasa rotinya!" Azril: "Gak jadi, deh!"

6

5.0

Jawaban terverifikasi