Urutkan
Siapa A
20 Juni 2022 05:54
1
Jihan A
19 Juni 2022 09:24
1
Hikma N
18 Juni 2022 13:23
25
Wahab Q
18 Juni 2022 08:31
2
Jihan A
18 Juni 2022 05:01
1
Larik yang tepat untuk melengkapi gurindam tersebut adalah ….
1
3.0
Larik yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah ….
2
3.0
Larik yang tepat untuk melengkapi syair tersebut adalah ….
1
5.0
Isi gurindam tersebut adalah ….
1
5.0
Paragraf di atas menggunakan pola pengembangan...
2
5.0
Berabad-abad yang lalau kehidupan binatang sangatlah bebas. Binatang hidup dengan hukum rimba tidak ada rasa takut. Mereka dapat berkeliaran ke mana saja di darat di laut ,udara mereka dapat hidup aman. Hal ini dapat dipahami kaena daging, cula, kulit, dan bahkan seluruh bagian tubuh mereka untuk makanan, pakaian , dan aneka hiasan, mereka masih merupakan dambaan keindahan dan keseimbangan alan untuk manusia. Mereka merasa dilindungi dan tidak akan punah.
Perbaikan kelimat kedua pada teks tersebut agar menjdi paragraf padu adalah……
1
5.0
Kata sifat yang dapat digunakan dalam naskah drama untuk menggambarkan sifat tokoh adalah...
1
5.0
Perhatikan naskah drama berikut !
lwan: Teman-teman, ada salah seorang teman kita yang sakit, nih! Masa kita sebagai ternan akrab nggak njenguk.
Bayu: Emangnya, siapa yang saklt?
Emil: Wah, kamu gimana sih, teman akrab kok malah nggak tau. Yang sakit Reza, dia kena gejala demam berdarah.
Bayu: lya, maafkan saya, belakangan ini saya banyak urusan. Jadi ·kurang memperhatikan teman.
Erik: Kalau saya setuju, kapan njenguk-nya? Nanti siang usai pulang sekolah aja?
Iwan: lya itu lebih baik agar teman yang lain bisa ikut.
Ihsan: Masalah yang lain nanti saya kondisikan, Wan, pokoknya nanti sore jadi, ya!
Disadur dari: https:/lwww.faktakah. com/2018/11 /20-contoh-naskah-drama-singkat-berbagai-tema-terbaru. html, diunduh: 9 September 2019
Latar waktu dalam kutipan naskah drama tersebut adalah. . .
2
1.7
Perhatikan kutipan naskah drama berikut!
Terdengar teriakan orang-orang yang terkena musibah banjir. Mereka kalang kabut, berlarian sambil menjerit.
Jalu: Rumah kita. Rumah kita.
Ipah: Atapnya. Jendela-jendelanya.
Jalu: Sumur itu. Harta karun itu. Gua itu belum sempat kumasuki. Kita tidak sedang menunggu atau mencari banjir. Tapi banjir itu datang dengan sendirinya.
Ipah : Musibah selalu datang tiba-tiba.
Jalu: Begitu juga dengan nasib. Nanti malam kita makan, di mana? Tidur di mana?
Jalu: Jalu juga sedang mikir itu, Neng Ipah.
IPah: Bukan hanya dipikir, tapi dicari. Dengan hanyak mencari banyak pula harapan yang akan kita raih Kalau kita diam saja, segala harapan itu akan membusuk dan kita pun ikut busuk Seperti bangkai Saya belum maujadi bangkai.
Jalu: Mari Neng Ipah, kita pergi dari tempat ini. Kita mencari. Agar kita punya harapan.
Ipah: Tapi ke mana tujuan kita?
Jalu: Ke mana saja. Pokoknya mencari. Ke bulan
Ipah: Makan apa kita di sana?
Jalu: Kita bawa kerupuk yang banyak
Ipah: Kerupuk habis, kita mati. Tidak! Saya tidak mau ke bulan. Bulan hanya punya cahaya. Kita belum tentu punya harapan. Jangankan di bulan, di sini saja kita susah dapat makan. Satu-satunya yang dapat kita makan hanyalah air mata kita sendiri.
Disadur darI http://epirints.ac.id/4254/1/SKRIPSI%WOHAJRAWATI% 2012511142012.pdf, dunduh 7 September 2019
Pesan moral dalam kutipan naskah darama tersebut adalah . . . . .
1
5.0
Tahapan dalam penceritaan drama yang menginformasikan tokoh dan Iatar adalah...
14
5.0
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia