Urutkan
Paragraf naratif tersebut dikembangkan dengan pola pengembangan ……
1
0.0
"Tapi, apa salah saya, Kyai?" Kadis terlanjur mengajukan pertanyaan itu dan seketika menyesal selama hidupnya tidak pernah membantah gurunya.
"Karena kau tidak belajar apa-apa dari pengajian itu." Perkataan Kyai Dofir kedengaran melengking di telinga Kadis. "Kau pergi mengaji hanya untuk alasan untuk dalih yang dicari-cari supaya kau tidak usah bekerja untuk memberi nafkah pada anak istrimu."
"Tapi, Kyai, selama ini, saya selaku memberi nafkah.
"Ya, memang kau memberi nafkah." suara Kyai Dofir memotong dengan cekatan dan keras, "tapi nafkah itu kau dapat dari hasil meminta-minta pada orang lain. Betul tidak, Kadis?"
("Kadis," Hamzah Rangkuti)
Kalimat komentar yang menyatakan keunggulan sesuai dengan kutipan tersebut adalah ...
1
0.0
Paragraf narasi dibedakan menjadi dua bentuk, yakni…
1
0.0
"Tapi, apa salah saya, Kyai?" Kadis terlanjur mengajukan pertanyaan itu dan seketika menyesal selama hidupnya tidak pernah membantah gurunya.
"Karena kau tidak belajar apa-apa dari pengajian itu." Perkataan Kyai Dofir kedengaran melengking di telinga Kadis. "Kau pergi mengaji hanya untuk alasan untuk dalih yang dicari-cari supaya kau tidak usah bekerja untuk memberi nafkah pada anak istrimu."
"Tapi, Kyai, selama ini, saya selaku memberi nafkah.
"Ya, memang kau memberi nafkah." suara Kyai Dofir memotong dengan cekatan dan keras, "tapi nafkah itu kau dapat dari hasil meminta-minta pada orang lain. Betul tidak, Kadis?"
("Kadis," Hamzah Rangkuti)
Kalimat resensi (penilaian) yang menyatakan keunggulan dalam kutipan tersebut adalah ...
4
0.0
Gagasan utama paragraf tersebut adalah …
1
0.0
Cerita tersebut merupakan cerita …
4
0.0
Konjungsi antarkalimat yang terdapat pada teks tersebut menyatakan…..
3
0.0
Konjungtor sesungguhnya digunakan untuk menyatakan …
2
0.0
Contoh tanggapan yang tepat terhadap informasi yang didengar dari media elektronik yaitu...
2
0.0
Judul 45: Permainan Tradisional Anak Indonesia
Penulis: Sri Mulyani
Penerbit: Langensari Publishing Yogyakarta
Cetakan: I, 2013
Tebal: viii + 130 halaman
Pada zaman dahulu, permainan tradisional adalah permainan yang paling disukai anak-anak. Jenis permainan ini hanya memantaatkan alam/lapangan yang luas, seperti permainan benteng gobag sodor, bekelan. dan jaranan. Sayang, kini permainan-permainan tersebut lambat laun terkalahkan dengan permainan yang canggih dan serbateknologi, seperti mobil remote control, playstation, dan game online.
Sangat tepat penulis membuat buku yang berisi kumpulan permainan tradisional. Ada banyak misi dan manfaat yang banyak didapatkan didalamnya, yaitu kekompakan, kebersamaan, hingga sportivitas. Hal tersebut sangat berbeda jauh dengan permainan berteknologi yang hanya memberi manfaat kesenangan semu.
Membaca kembali buku ini, memahami dan mengingat-ingat cara bermainnya. serta mengenalkan kepada anak dengan cara bermain bersama dapat membawa Anda bernostalgia ke masa kanak-kanak. Mengenalkan kembali permainan tradisional sama artinya menjaga agar permainan tradisional tersebut tidak ditinggalkan oleh anak-anak, apalagi dalam bermain bisa bermain sekaligus bejahar.
Tampilannya cukup menarik, baik sampul maupun isi. Setiap halamannya dilengkapi dengan berbagai grafis dan ilustrasi gambar sehingga tidak membuat jemu untuk selalu membacanya. Buku ini tidak akan ada artinya jika tidak langsung dipraktikkan bersama keluarga ataupun teman-teman.
(Dikutip dari berbagai sumber dengan pengubahan)
Bagian yang tidak dilaporkan pada laporan buku tersebut adalah unsur ....
2
0.0
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia