Urutkan
Apa tujuan dari penulisan teks eksplanasi?
0
0.0
Tuliskan data pribadi yang harus ditulis dalam daftar riwayat hidup.
141
0.0
Tuliskan perbedaan antara teks nonflksi dan teks laporan pengamatan.
1
0.0
Bacalah cerita berikut!
Hari ini Nenek datang. Rencananya Nenek akan menginap di rumah Dinda. Nenek datang bersama sepupu Dinda yang bernama Putri.
"Senangnya ada Nenek," kata Dinda sambil memeluk Nenek.
"Wah, cucu Nenek sudah besar dan cantik, ya," ujar Nenek senang. "Nenek bawa oleh-oleh untuk Dinda, ya?" tanya Dinda.
"Ya, Nenek membawakan Dinda gaun berwarna biru," jawab Nenek.
"Wah, asyik. Aku akan pakai nanti di acara perpisahan sekolah," seru Dinda. "Ayo, Dinda, kamu harus bilang apa kepada Nenek?" tanya lbu.
"Oh iya, terima kasih banyak, ya, Nek," ucap Dinda.
"Ya sayang, sama-sama. Nenekjuga senang karen.a cucu Nenek mendapat nilai yang bagus," kata Nenek.
Watak tokoh Dinda dalam cerita tersebut adalah ....
1
0.0
Bacalah cerita berikut!
Hari ini Nenek datang. Rencananya Nenek akan menginap di rumah Dinda. Nenek datang bersama sepupu Dinda yang bernama Putri.
"Senangnya ada Nenek," kata Dinda sambil memeluk Nenek.
"Wah, cucu Nenek sudah besar dan cantik, ya," ujar Nenek senang. "Nenek bawa oleh-oleh untuk Dinda, ya?" tanya Dinda.
"Ya, Nenek membawakan Dinda gaun berwarna biru," jawab Nenek.
"Wah, asyik. Aku akan pakai nanti di acara perpisahan sekolah," seru Dinda. "Ayo, Dinda, kamu harus bilang apa kepada Nenek?" tanya lbu.
"Oh iya, terima kasih banyak, ya, Nek," ucap Dinda.
"Ya sayang, sama-sama. Nenekjuga senang karen.a cucu Nenek mendapat nilai yang bagus," kata Nenek.
Tokoh dalam cerita tersebut adalah ....
19
0.0
Berikan penilaian atas pembacaan puisi teman Anda dari segi vokal, ekspresi, dan intonasi!
Doa
(Karya Amir Hamzah)
Dengan apakah kubandingkan pertemuan kita,
kekasihku?
Dengan senja samar sepoi, pada masa purnama
meningkat naik, setelah menghalaukan panas payah terik.
Angin malam mengembus lemah, menyejuk badan,
melambung rasa menayang pikir, membawa angan
ke bawah kursimu.
Hatiku terang menerima katamu, bagai bintang
memasang lilinnya.
Kalbuku terbuka rnenunggu kasihmu, bagai sedap
malam menyirak kelopak.
Aduh, kekasihku, isi hatiku dengan katamu, penuhi
dadaku dengan cahayamu, biar bersinar mataku sendu,
biar berbinar gelakku rayu!
1
0.0
Secara bergantian, Anda berlatih membacakan puisi tersebut di depan kelas!
Doa
(Karya Amir Hamzah)
Dengan apakah kubandingkan pertemuan kita,
kekasihku?
Dengan senja samar sepoi, pada masa purnama
meningkat naik, setelah menghalaukan panas payah terik.
Angin malam mengembus lemah, menyejuk badan,
melambung rasa menayang pikir, membawa angan
ke bawah kursimu.
Hatiku terang menerima katamu, bagai bintang
memasang lilinnya.
Kalbuku terbuka rnenunggu kasihmu, bagai sedap
malam menyirak kelopak.
Aduh, kekasihku, isi hatiku dengan katamu, penuhi
dadaku dengan cahayamu, biar bersinar mataku sendu,
biar berbinar gelakku rayu!
2
0.0
Bacalah kedua puisi berikut!
Puisi 1
Doa
(Karya: Chairil Anwar)
kepada pemeluk teguh
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut nama-Mu
Biar susah sungguh
Mengingat Kau penuh seluruh
Caya-Mu panas suci
Tinggal kerlip lilin di kelam sunyi
Tuhanku
Aku hilang bentuk
Remuk
Tuhanku
Aku mengembara di negeri asing
Tuhanku
Di pintu-Mu aku mengetuk
Aku tidak bisa berpaling
Puisi 2
Alamku Indonesia
(Karya: Bambang Lukito)
Alamku Indonesia
Alam yang penuh bahagia
Sawah dan ladang luas menghampar
Bagaikan permadani tergelar.
Bermacam-macam bunga bermekaran
Hawanya sejuk menyehatkan
Hatiku ingin menari
Bagaikan burung yang terbang tinggi.
Gunung-gunung menjulang tinggi
Gelombang laut memecah pantai
ltulah anugerah Tuhan kepada kita
Seluruh bangsa Indonesia.
1
0.0
Judul 45: Permainan Tradisional Anak Indonesia
Penulis: Sri Mulyani
Penerbit: Langensari Publishing Yogyakarta
Cetakan: I, 2013
Tebal: viii + 130 halaman
Pada zaman dahulu, permainan tradisional adalah permainan yang paling disukai anak-anak. Jenis permainan ini hanya memantaatkan alam/lapangan yang luas, seperti permainan benteng gobag sodor, bekelan. dan jaranan. Sayang, kini permainan-permainan tersebut lambat laun terkalahkan dengan permainan yang canggih dan serbateknologi, seperti mobil remote control, playstation, dan game online.
Sangat tepat penulis membuat buku yang berisi kumpulan permainan tradisional. Ada banyak misi dan manfaat yang banyak didapatkan didalamnya, yaitu kekompakan, kebersamaan, hingga sportivitas. Hal tersebut sangat berbeda jauh dengan permainan berteknologi yang hanya memberi manfaat kesenangan semu.
Membaca kembali buku ini, memahami dan mengingat-ingat cara bermainnya. serta mengenalkan kepada anak dengan cara bermain bersama dapat membawa Anda bernostalgia ke masa kanak-kanak. Mengenalkan kembali permainan tradisional sama artinya menjaga agar permainan tradisional tersebut tidak ditinggalkan oleh anak-anak, apalagi dalam bermain bisa bermain sekaligus bejahar.
Tampilannya cukup menarik, baik sampul maupun isi. Setiap halamannya dilengkapi dengan berbagai grafis dan ilustrasi gambar sehingga tidak membuat jemu untuk selalu membacanya. Buku ini tidak akan ada artinya jika tidak langsung dipraktikkan bersama keluarga ataupun ternan-teman.
(Dikutip dari berbagai sumber dengan pengubahan)
Dalam buku tersebut, permainan tradisional memiliki nilai kehidupan, yaitu ....
14
1.0
Perhatikan kedua teks berikut!
Teks 1
Membeli Apel di Pasar
Bu Rinda: "Selamat siang, Pak."
Penjual Buah: "Selamat siang."
Bu Rinda: "Ada apel, Pak?"
Penjual Buah: "Ada. Silakan dipilih dahulu!"
Bu Rinda: "Kalau apel merah harganya berapa, Pak?"
Penjual Buah: "Sekilonya dua puluh lima ribu."
Bu Rinda: "Ya, mahal sekali, Pak"
Penjual Buah: "Memang segitu harganya."
Bu Rinda: "Kalau dua puluh ribu bagaimana, Pak?"
Penjual Buah: "Belum dapat, Bu."
Bu Rinda: " Bagaimana kalau dua puluh satu ribu, Pak?"
Penjual Buah: "Belum dapat, Bu. Saya masih rugi kalau segitu."
Bu Rinda: "Ayolah, Pak. Anak saya ingin sekali makan apel."
Penjual Buah: "Begini saja, bagaimana kalau dua puluh empat ribu."
Bu Rinda: "Dua puluh tiga ribu ya, Pak."
Penjual Buah: "Ya sudah, Bu. Setuju. Hitung-hitung sebagi penglaris. "
Bu Rinda: "Ini uangnya, Pak."
Penjual Buah: "Iya, Bu. Ini apel merahnya, terima kasih."
Bu Rinda: "Sama-sama. Mari, Pak."
Penjual Buah: "Mari, Bu. Hati-hati di jalan."
Teks 2
Demonstrasi Meminta Kenaikan Gaji Buruh PT Permata Citra
Buruh PT Permata Citra melakukan demonstrasi meminta kenaikan gaji. Setelah lama berdemonstrasi, perwakilan PT Permata Citra menerima perwakilan buruh untuk bernegosiasi. Negosiasi tersebut bertangsung tertutup dan dijaga beberapa petugas pengamanan perusahaan.
Wakil Buruh: "Selamat pagi, Pak."
Wakil Pabrik: "Selamat pagi. Mari, silakan duduk."
Wakil Buruh: “Terima kasih, Pak."
Wakil Pabrik: "Saya, Robert. Perkenalkan diri Anda."
Wakil Buruh: "Saya Budi, Pak. Saya wakil dari teman-teman buruh untuk bertemu dengan Anda." (bersalaman)
Wakil Pabrik: "Saya ingin tahu, sebenarnya apa alasan para buruh melakukan aksi demonstrasi?"
Wakil Buruh: "Jadi begini. Pak. Teman-teman buruh ingin memperbaiki kesejahteraan mereka.”
Wakil Pabrik: "Maksudnya?"
Wakil Buruh: "Kami sebagai buruh sudah merasa bekerja keras, Pak. Oleh karena itu, kami meminta pihakperusahaan menaikkan gaji kami."
Wakil Pabrik: "Berapa kenaikan gaji yang diinginkan para buruh?"
Wakil Buruh: "Gaji kami sebagai buruh saat ini Rp1.500.000,00. Gaji tersebut kami rasa tidak dapat mencukupikebutuhan bulanan kami. Apalagi, keadaan sekarang memaksa kami berpikir keras untuk dapat bertahan hidup di kota ini. Oleh karena itu, kami minta kenaikan gaji menjadi Rp2.500.000,00."
Wakil Pabrik: "Itu tidak mungkin. Saat ini perusahaan mempunyai banyak beban produksi. Kenaikan bahan baku menjadi penyebab utama sikap perusahaan. Apalagi, perusahaan harus menanggung biaya listrik dan biaya operasional lainnya. Kenaikan tersebut belum bisa kami lakukan sekarang.”
Wakil Buruh: “Kalau memang begitu adanya. Pak. Kami akan terus melakukan aksi demonstrasi dan mogok kerja."
Wakil Pabrik: “Tidak bisa begitu."
Wakil Pabrik: "Kita cari jalan tengahnya saja. Saya akan mengusulkan kenaikan gaji buruh kepada direksi. Akan tetapi, kenaikan yang dapat saya janjikan hanya sampai Rp2.000.000,00. Anda sebagai perwakilan buruh seharusnya juga memahami kesulitan perusahaan akibat krisis global yang sedang terjadi. Perusahaan mana pun pasti akan kesulitan dalam menangani masalah ini."
Wakil Buruh: “Tidak bisa, Pak. Kami minta gaji kami naik menjadi Rp2.500.000.00."
Wakil Pabrik: "Sudah saya katakan. Saya hanya bisa menaikkan gaji buruh menjadi Rp2.000.000,00."
Wakil Buruh: "Kalau bisa, tolong diusahakan lebih dari itu Pak.”
Wakil Pabrik: "Baiklah. akan saya coba upayakan. Sekarang, tolong kendalikan teman-teman Anda. Kembalilah bekerja."
Wakil Buruh: "Baik, Pak. Terima kasih atas kebijakannya. Boleh saya keluar?”
Wakil Pabrik: "Ya, silakan.”
Wakil Buruh: "Terima kasih. Pak. Selamat siang."
Wakil Pabrik: "Selamat siang.” (keduanya bersalaman)
Tuliskan pada selembar kertas agar dinilai oleh guru!
2
0.0
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia