Urutkan
Aduh-aduh si bunga . . . .
Daunnya lebat seperti . . . .
Aku sering mendengar . . . .
Abang punya kekasih . . . .
Agar terbentuk rima yang padu, diksi yang tepat untuk melengkapi puisi tersebut adalah . . . .
1
1.0
Unsur pembangun puisi secara batin (unsur isi) adalah . . . .
3
0.0
Bacalah teks berikut!
Abrasi Pantai
Abrasi merupakan istilah untuk menggambarkan pengikisan daerah. pantai yang terjadi karena gelombang dan arus laut destruktif. Pengikisan tersebut menyebabkan berkurangnya daerah pantai mulai dari yang paling dekat dengan air laut karena menjadi sasaran pertama pengikisan. Jika dibiarkan, abrasi akan terus menggerogoti bagian pantai sehingga air laut akan menggenangi daerah permukiman ataupun objek wisata pantai.
Abrasi pantai disebabkan oleb beberapa faktor, di antaranya adalah pasang surut air laut, angin di atas lautan yang menghasilkan gelombang, serta arus laut yang berkekuatan merusak. Proses abrasi yang paling dominan disebabkan oleh kinerja gelombang laut. Abrasi sebenarnya sudah dimulai di daerah pinggiran muara sungai pada saat terjadi pasang-surut muka laut. Kemudian, abrasi terjadi semakin besar menuju daerah muara sungai, daerah teluk, dan daerah tebing yang curam.
Abrasi boleh dikatakan sebagai suatu kejadian alam yang bersifat merusak. Sifat merusak ini akan meningkat apabila telah terjadi campur tangan manusia. Campur tangan manusia dapat terlihat secara langsung dan tidak langsung dalam fenomena abrasi pantai. Campur tangan tersebut misalnya mengubah pemanfaatan lahan yang semua merupakan hutan menjadi lahan perkebunan, melakukan penambangan dengan sistem tambang permukaan, mengeruk pasir sungai dan pasir pantai, dan memanfaatkan sungai sebagai arena Iomba kapal cepat.
(Dlsadur dari: Sukandarnurnidi, Bencana Alam dan Bencana Anthropogene, Yogyakarta, Kanisius, 2010)
Teks laporan hasil observasi tersebut membahas….
1
0.0
Pancaran Hidup
Di pagi hari
Aku berangkat bekerja
Tampak olehku seorang lelaki
Mengorek-ngorek tong mencari nasi
Sepintas hatiku sedih
Terasa miskin badan sendiri
Di tengah kekayaan negeri raya
Awak menjadi peminta-minta.
Lalu mataku menoleh ke badannya
Tampak tegap teguh semata
Tiada cacat membuat celaka
Hatiku marah
Orang begini tidak perlu dikasihani
Di dunia Allah penuh rezeki
la tinggal bermalas diri
(Amal Hamzah)
Apa maksud puisi tersebut?
1
0.0
Perhatikan teks kritik berikut!
Cerita Kota Kami adalah kumpulan cerita pendek karya Jasni Matlani yang berisikan delapan belas cerpen. Keunikan dari kumpulan cerpen ini adalah gaya penuturannya yang ringan, mengalir, dan penuh dengan bahasa indah. Bahkan, penulis cenderung mengajak pembaca untuk bertamsya ke lorong-loromg yang penuh rasa dan berbagai peristiwa. Tema-tema yang idsampaikan pun cukup beragam, mulai dari politik, ekonomi, sosial budaya, dan cinta. Meskipun temanya beragam, tetapi penulis tidak mengalami kegamangan atau kekacauan dalm konsep penceritaannya. Selain itu, penggunaan sudut pandang orang pertama membuat cerita ini lebih mudah dipahami.
(Disadur dari: Esti Ismawati, Kritik Sastra, Yogyakarta, Ombak, 2014)
Teks tersebut merupakan bagian kritik ...
1
0.0
Bacalah teks berikut!
Ketidakberdayaan Bahasa Indonesia dalam Interaksi Antarbahasa
Moderator: Selamat pagi. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas banyaknya kosakata bahasa asing yang masuk ke dalam penggunaan bahasa Indonesia. Banyaknya pemakaian kosakata asing dalam bahasa Indonesia karena ketidakberdayaan bahasa Indonesia dalam interaksi antarbahasa. Saya persilakan kepada tim A, tim B, dan tim C untuk mengemukakan pendapatnya mengenai topik ini.
Tim A: Kami setuju bahwa kosakata bahasa asing masuk ke dalam penggunaan bahasa Indonesia karena ketidakberdayaan bahasa Indonesia dalam interaksi antarbahasa. Bahasa Indonesia tidak dapat dilepaskan dari peranan bahasa lain, baik dari bahasa daerah maupun bahasa asing. Peranan bahasa asing dalam bahasa Indonesia membuktikan adanya kontak atau hubungan antarbahasa sehingga timbul penyerapan bahasa-bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia mengandalkan kosakata asing yang kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia. Penyerapan tersebut membuktikan bahwa ketergantungan bahasa Indonesia terhadap bahasa asing menjadikan bahasa Indonesia sulit berinteraksi antarbahasa tanpa bantuan kosakata asing. Masuknya kosakata bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia membuktikan bahwa semakin banyak orang yang mampu berkomunikasi dengan baik sehingga proses transfer ilmu pengetahuan berjalan dengan cepat. Kosakata serapan bahasa asing tersebut mempermudah kita dalam mempelajari, memahami, sekaligus berinteraksi dengan bangsa lain. Tanpa bantuan bahasa asing yang masuk kedalam bahasa Indonesia, bahasa Indonesia belum mampu menunjukkan eksistensinya dalam interaksi antarbahasa. Banyak kosakata serapan bahasa asing dalam bahasa Indonesia sehingga peran bahasa Indonesia masih diragukan. Banyak orang lebih familiar dengan kosakata serapan dari bahasa asing dibandingkan dengan bahasa Indonesia. Dengan demikian, kami tetap setuju bahwa kosakata bahasa asing yang masuk ke dalam bahasa Indonesia membuktikan ketidakberdayaan bahasa Indonesia dalam interaksi antarbahasa.
Tim B: Kami tidak setuju bahwa banyaknya kosakata bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia disebabkan ketidakberdayaan bahasa Indonesia dalam interaksi antarbahasa. Kosakata bahasa asing masuk ke dalam bahasa Indonesia hanya digunakan sebagai padanan kata. Padanan kata ini bagi sebagian orang lebih mudah dipahami. Namun, pada intinya dalam bahasa Indonesia, telah ada kosakata yang berkaitan dengan kosakata asing tersebut. Kata snack, misalnya, lebih sering kita dengar daripada padanan katanya dalam bahasa Indonesia makanan ringan. Dalam permasalahan ini, kosakata asing hanya sebagai variasi kata bagi sebagian kalangan. Bahasa Indonesia mampu berinteraksi dengan bahasa lain karena memiliki banyak variasi kosakata. Kosakata bahasa asing hanya digunakan dan dimengerti bagi kalangan tertentu saja. Namun, bahasa Indonesia dimengerti dan digunakan oleh hampir semua kalangan. Artinya meskipun banyak kosakata bahasa asing yang masuk ke dalam bahasa Indonesia. eksistensi bahasa Indonesia lebih tinggi dibandingkan dengan kosakata bahasa asing baik yang telah dibakukan maupun belum dibakukan ke dalam bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia mampu berinteraksi dengan bahasa lain tanpa bantuan dari kosakata bahasa asing. Masuknya kosakata bahasa asing bukan disebabkan ketidakberdayaan bahasa Indonesia dalam interaksi antarbahasa, melainkan lebih kepada masyarakat yang ingin selalu merasa berpendidikan tinggi dan merasa terhormat jika menggunakan kosakata bahasa asing. Dengan demikian, tim kami tetap tidak setuju jika kosakata bahasa asing yang masuk ke dalam penggunaan bahasa Indonesia menunjukkan ketidakberdayaan bahasa Indonesia dalam interaksi antarbahasa.
Tim C: Kami sebagai pihak netral menganggap bahwa kemampuan bahasa Indonesia dalam interaksi antarbahasa dapat diwujudkan jika porsi penggunaan bahasa Indonesia seimbang dengan kosakata bahasa asing. Apabila seseorang menggunakan bahasa asing yang telah dibakukan seperti kata atom, vitamin, dan unit, tentunya ini bukan merupakan masalah karena bahasa asing itu sudah menjadi padanan dalam bahasa Indonesia. Akan tetapi, apabila pengguna bahasa Indonesia menggunakan bahasa asing yang belum dibakukan, akan mengancam keberadaan bahasa Indonesia. Penggunaan kosakata asing dalam bahasa Indonesia tidak selalu diidentikkan dengan dampak negatif. Penggunaan kosakata asing juga mempunyai sisi positif yakni mempermudah kegiatan berkomunikasi. Namun, dengan adanya sosialisasi padanan bahasa Indonesia dari bahasa asing diharapkan kelak tidak lagi terdapat wacana bahwa kosakata bahasa asing lebih akrab di telinga para pengguna bahasa Indonesia dibandingkan dengan bahasa Indonesia.
Disadur dari: htlps://id.scribd.conrcloc/285837571/MATERI-DEBAT-BAHASA-INDONESIA, diunduh 10 Maret 2016
Setelah membaca teks tersebut, jawablah pertanyaan berikut!
Apakah topik yang diperdebatkan dalam teks tersebut?
30
0.0
Pembangunan Rendah Karbon
Oleh: Boediono
Wakil Presiden Republik Indonesia 2009-2014
Dalam Laporan Panel Antar-pemerintah untuk Perubahan Iklim (IPCC) 2018 baru-baru ini, para ilmuwan memberikan peringatan keras. Ambang kenaikan suhu yang diperbolehkan untuk menyelamatkan bumi kita dari katastropi pemanasan global adalah 1,5 derajat celsius, bukan 2 derajat celsius.
Indonesia adalah salah satu negara penanda tangan kesepakatan internasional mengenai pemanasan global. Bagi kita yang bermukim di anak benua kepulauan terbesar di dunia, yang besar kemungkinan akan paling merasakan dampak pemanasan global, peringatan itu semestinya melipatgandakan rasa urgensi kita.
Berbagai bencana alam ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini di sejumlah negara, termasuk negara kita, menyadarkan kita tentang betapa genting bagi kita untuk bertindak. Sekarang, bukan lima tahun lagi adalah waktunya kita secara sistematis dan substantif mengintegrasikan—tidak sekadar menyisipkan—dampak perubahan iklim ke dalam arus utama perencanaan pembangunan dan perumusan kebijakan publik di Tanah Air.
Dan berbagai penelitian para ahli (Nordhaus, 2014; LECB, 2015), kita belajar bahwa upaya untuk menangani perubahan iklim tidak harus bertentangan dengan tujuan-tujuan lain pembangunan. Tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi, kemajuan kesejahteraan sosial yang berarti, dan lingkungan hidup yang berkualitas dapat bersama-sama diwujudkan.Tidak perlu ada trade-off antara pembangunan dan pelestarian alam. Kuncinya ada pada perumusan kerangka kebijakan yang tepat dan yang secara konsisten dilaksanakan. Saat ini Bappenas, didukung ilmuwan dari dalam dan luar negeri, sedang menyiapkan kerangka kebijakan tersebut. Kerangka kebijakan yang "mengarusutamakan" pertumbuhan rendah karbon ke dalam proses perencanaan pembangunan kita. Kerangka kebijakan ini mengambil wawasan pembangunan jangka panjang, 20-30 tahun ke depan.
Upaya-upaya terobosan dirumuskan untuk mengintegrasikan secara substantif pertumbuhan rendah karbon ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 20202024. Laporan awal yang merangkum upaya mengarusutamakan pertumbuhan rendah karbon ke dalam perencanaan pembangunan kita, akan rampung Maret mendatang.
Sebagai contoh, saya ambil dua di antara sejumlah bidang yang menjadi fokus kajian pembangunan rendah karbon. Kedua contoh tersebut adalah pemanfaatan lahan dan penggunaan energi. Dalam dua dekade terakhir, kebakaran hutan dan gambut telah menjadi sumber emisi karbon yang sangat besar. Peraturan dasar untuk menangani dan mengatasi hal-hal tersebut sudah kita miliki. Namun, kendala utama yang terus berulang terletak pada pelaksanaan di lapangan.
Oleh karena itu, fokus dari exercise adalah pada perumusan kerangka kerja kebijakan komprehensif yang memastikan kontrol serta pencegahan kebakaran hutan dan gambut yang Iebih efektif, tetapi sekaligus juga mengatasi persoalan pangan dan mengendalikan penggunaan lahan yang tak berkelanjutan (sustainable). Perbaikan regulasi masih diperlukan, tetapi pekerjaan utama tampaknya terletak pada peningkatan tata kelola dan efektivitas dari lembaga-lembaga pelaksana, termasuk pemantapan peraturan-peraturan operasionalnya. Karena pelaksanaannya menyangkut masyarakat dan dunia usaha, juga perlu dirumuskan aspek insentif serta skema-skema baru di bidang pembiayaan untuk mendorong investasi dan adopsi teknologi baru yang diperlukan.
Fokus laporan berikutnya adalah penggunaan energi, terutama di sektor listrik dan transportasi serta infrastruktur perkotaan. Saat ini penggunaan energi fosil merupakan sumber emisi karbon yang dominan, terutama di daerah perkotaan. Tanpa langkah-langkah khusus, dalam dekade-dekade mendatang situasi akan semakin parah dan biaya sosialnya akan semakin tinggi. Untuk listrik, perhatian perlu ditujukan pada transisi dari penggunaan bahan bakar fosil (khususnya batubara) ke sumber-sumber energi bersih dan terbarukan, seperti panas bumi, matahari, angin, dan air. Potensi energi ini sungguh berlimpah di negara kita.
Terkait sektor transportasi atau kegiatan perkotaan, kerangka kerja kebijakan yang dikembangkan mencakup percepatan pengembangan sistem transportasi umum, penerapan pajak jalan dan kendaraan yang sesuai, tinjauan atas subsidi bahan bakar, serta perbaikan sistem pengelolaan limbah, pencemaran, penyediaan air bersih, perbaikan kualitas udara, dan fasilitas perkotaan. Semua harus didasarkan pada perhitungan yang cermat dan bermuara pada usulan langkah-langkah konkret.
Di atas kertas semua itu tak terlalu sulit untuk dirumuskan. Namun, perencanaan pembangunan bukan sekadar pekerjaan yang bersifat teknis. Dalam kenyataan, mutlak perlu dilakukan proses koordinasi dan konsultasi intensif dengan para pemangku kepentingan, lembaga-lembaga pemerintahan di tingkat pusat dan daerah, dengan pelaku dunia usaha serta dengan berbagai pemangku kepentingan lain di luar pemerintah. Ini pekerjaan yang harus dilakukan begitu cetak biru rampung.
Keberhasilan pelaksanaan blueprint itu sangat bergantung pada keterlibatan dan partisipasi penuh para pemangku kepentingan tersebut. Imbauan saya kepada semua pemangku kepentingan, inisiatif untuk mengintegrasikan secara substantif pertumbuhan rendah karbon ke dalam penyusunan RPJMN 2020-2024 ini perlu kita dukung dan sambut dengan baik. Sebab, ini merupakan Iangkah awal, tetapi krusial untuk menjamin keberlanjutan pembangunan kita ke depan.
(Disadur dari: https://kompas.id/baca/utama/2019/02/13/pembangunan-rendah-karbon-3/?asaldaftarakun=baca_artikel, diunduh 13 Februari 2019)
Apa saja ciri-ciri opini dan fakta dalam artikel?
7
0.0
Bacalah puisi berikut!
Dipo Negoro
Di masa pembangunan ini
tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.
Karya : Chairil Anwar
Dikutip dari : Chairil Anwar, Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus, Jakarta, Dian Rakyat, 2006
Nada yang digunakan untuk membacakan puisi tersebut adalah ....
1
0.0
Tentukan skema setiap pembicara dalam teks debat tersebut!
1
0.0
Bacalah kutipan artikel berikut!
Para penyuluh yang tergabung dalam Kostratani akan lebih leluasa melakukan penyuluhan tanpa mengabaikan protokol social distancing. Meskipun ada pembatasan kunjungan ke lapangan, penyuluh bisa tetap melakukan pembinaan melalui teleconference dengan wilayah binaan sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Para penyuluh pun akan menjad( ujung tombak kita dalam sosialisasi protokol pencegahan covid -19 kepada para petani. Petani sebagai pelaku utama pembangunan pertanian perlu mendapat perhatian besar dari negara. Kesejahteraan dan kesehatan mereka menjadi prioritas utama. Dengan protokol pencegahan covid-19 yang dijalankan di lapangan, kami harapkan kegiatan produksi pertanian akan tetap berjalan. Produksi pertanian bisa tetap terjaga stabilitasnya demi menyediakan pangan bagi 267 juta jiwa rakyat Indonesia dan memenuhi kebutuhan pasar dunia.
Disadur dari: https://mediaindonesia.com/read/detail/297556· menjaga-ketangguhan-pertanian-di-tengah-krisis diunduh 5 Maret 2020.
Kutipan artikel tersebut merupakan bagian ....
1
0.0
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia