Urutkan
Aku sendiri tidak mampu merumuskan, apakah kalah atau menang sebagaimana istriku juga tidak menimbulkan kesan, bahwa dia menang atau kalah dalam peperangan yang disulut dalam rumah tangganya, rumah tanggaku, rumah tangga kami. Aku pasrah. Dan kepasrahanku memang tidak lanjut dari penerimaanku terhadap takdir. Biarpun tidak mutlak demikian, akan tetapi aku belum menemukan jalan kecuali pasrah. Aku pasrah menerima keadaan, biarpun aku belum ingin berhenti menghadang dan menantang nasib.
(Aku, Keluargaku, Tetanggaku, Darman Munir)
Amanat yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah ....
4
4.5
Telah dua hari Bachtiar menginap di rumahku. Fatima, istriku, dan mertuaku menyambutnya dengan ramah. Mereka menganggap Bachtiar sebagai sanak famili. Apalagi Bachtiar masih sesuku denganku. Kloplah rasanya.
(Ing. Afandi Syaiful)
Keterkaitan nilai budaya dengan kehidupan sehari-hari dalam kutipan tersebut adalah ...
3
0.0
Sukroso : "Telah kukatakan kepada Bibi, bahwa mereka harus dipisahkan."
Perempuan tua :"Tidak perlu kau ulangi lagi. Coba pikirkan andai kata karena obatku ini, mereka bercerita, apa yang akan terjadi dengan Satilawati?"
Sukroso : "Tidak akan terjadi apa-apa."
Perempuan tua : "Ia akan menanggung selama hidupnya. Ia akan merasa ada sesuatu yang hilang dari dadanya."
Sukroso : "Aku yakin, tidak akan begitu jadinya dengan Satilawati. Di kota besar ini pemuda-pemuda lain masih banyak."
Perempuan tua : "Tapi cintanya pada Ishak telah mendalam, kulihat."
Sukroso : "Pokonya Bibi harus memisahkan mereka."
(Kejahatan Membalsa Dendam,Idrus)
Watak tokoh Sukroso dalam kutipan tersebut adalah ...
7
0.0
Telah dua hari Bachtiar menginap di rumahku. Fatima, istriku, dan mertuaku menyambutnya dengan ramah. Mereka menganggap Bachtiar sebagai sanak famili. Apalagi Bachtiar masih sesuku denganku. Kloplah rasanya.
(Ing. Alfandi Syaiful)
Keterkaitan nilai budaya dengan kehidupan sehari-hari dalam kutipan tersebut adalah ...
1
0.0
....
Maka Khoja Bakhti Jamal pun masuk ke dalam lubang itu, dilihatnya di dalam lubang itu ada sesuatu pintu. Di sebalik pintu itu ada sebuah bilik yang diikat dengan batu. Di dalam bilik itu dilihatnya sesuatu dengan pembendaharaan berisi empat puluh buah tempayan, penuh dengan emas. Maka di bawah tempayan berisi emas itu, tempat kedudukan pembendaharaan Karun, tandanya adalah tersurat pada batu di hadapan tempayan berisi emas itu.
Setelah Khoja Bakhti Jamal melihat emas itu terlalu banyak, maka ia pun berfikir di dalam hatinya. "Adapun akan harta ini baithulmal, apa gunanya; baiklah aku memberi tahu sahabatku Alkhis Mentri, supaya harta ini dibagikan kepada segala fakir miskin."<o:p></o:p>
(Hikayat Amir Hamzah)<o:p></o:p>
Nilai moral dari kutipan hikayat tersebut adalah ...
4
2.5
....
Maka Khoja Bakhti Jamal pun masuk ke dalam lubang itu, dilihatnya di dalam lubang itu ada sesuatu pintu. Di sebalik pintu itu ada sebuah bilik yang diikat dengan batu. Di dalam bilik itu dilihatnya sesuatu dengan pembendaharaan berisi empat puluh buah tempayan, penuh dengan emas. Maka di bawah tempayan berisi emas itu, tempat kedudukan pembendaharaan Karun, tandanya adalah tersurat pada batu di hadapan tempayan berisi emas itu.
Setelah Khoja Bakhti Jamal melihat emas itu terlalu banyak, maka ia pun berfikir di dalam hatinya. "Adapun akan harta ini baithulmal, apa gunanya; baiklah aku memberi tahu sahabatku Alkhis Mentri, suapaya harta ini dibagikan kepada segala fakir miskin."
(Hikayat Amir Hamzah)
Kemustahilan dalam kutipan hikayat tersebut adalah ...
1
5.0
Maka ujar Kalila " Hai saudaraku! Ada seekor kera duduk di atas kayu. Maka kera itu pun melihat seorang utas (pencari) duduk di atas pohon kayu membelah kayu itu. Maka orang itu lapar perutnya, lalu ia pulang, maka ditinggalkannya baji dalam belajan kayu itu.
Maka datanglah kera itu duduk di atas kayu itu, maka baji itu digerak-gerakkannya oleh kera itu.
Hatta maka baji pun terbantunlah, maka kayu itupun terkatuplah, maka terjepitlah ekor kera pada belahan kayu itu, tiada dapat dilepaskannya, maka kera itu pun mati seketika. Maka orang yang membelah kayu itu pun datang, dilihatnya seekor kera mati terjepitlah, lalu diambilnya dibuangkannya."
Maka ujar Kalila : "Hai Damina, inilah perinya yang perdulikan pekerjaan orang bukan pekerjaan dirinya. Adalah seperti kata syair yang pekerjaan utas bukannya pekerjaan kera itu, demikian umpamanya."
Nilai moral yang terungkap dalam kutipan hikayat tersebut adalah ...
1
0.0
Status negara berpendapatan menengah menurut Sri Mulyani, ditandai dengan modernisasi, disimbolkan antara lain oleh munculnya gedung-gedung tinggi, hotel berbintang, dan restoran mewah. Namun, pada saat yang sama muncul pula ketertinggalan dan masalah serius akibat pertumbuhan ekonomi tidak merata.
Apabila ingin naik ke peringkat negara maju, bekal yang harus kita miliki tidak cukup hanya kemampuan fisik. Dibutuhkan juga infrastruktur lunak, antara lain, masyarakat yang mengerti hak dan kewajibannya sehingga orang tidak berniat melakukan premanisme. Ini, menurut Sri Mulyani, membutuhkan sistem birokrasi dan hukum yang baik.
Harus diakui bahwa kita belum sanggup menegakkan prasyarat diatas dengan konsisten. Marilah kita bangkit dengan menjadi bangsa yang sanggup merespons tantangan zaman. Tak bisa lain, untuk itu kita harus bekerja keras, menjalankan birokrasi efektif dan konsekuen menegakkan hukum.
Keberpihakan penulis dalam kutipan tajuk rencana tersebut adalah kepada ...
1
0.0
(1) Hasil perhitungan sementara menunjukkan bahwa Rp 3-4 triliun dapat digunakan untuk menutupi kebutuhan operasional di PTN. (2) Angka sebesar itu dapat menutupi biaya di luar SPP, di antaranya uang gedung dan pengembangan. (3) Itulah sebabnya semua mahasiswa PTN nanti hanya membayar SPP, diantaranya uang gedung dan pengembangan sudah ditutupi anggaran pemerintah melalui Bantuan Operasional PTN. (4) Kebijakan itu tidak memiliki payung hukum UU Pendidikan Tinggi (UU Dikti) yang baru disahkan pada 13 Juli 2012. (5) Ke depannya, sebanyak 92 PTN di Indonesia akan membiayai kebutuhan riset, beasiswa dosen, dan pembangunan gedung dari BO PTN.
Tujuan penulis pada paragraf tersebut adalah ...
2
0.0
Tema karya ilmiah: Peran pelajar dalam menciptakan lingkungan yang bersih.
Rumusan masalah karya ilmiah sesuai tema tersebut adalah ....
1
0.0
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia