Roboguru

Upacara penobatan raja dengan cara Hindu disebut ...

Pertanyaan

Upacara penobatan raja dengan cara Hindu disebut ... space

  1. Abishekaspace

  2. Vratyastoma space

  3. Astavidya space

  4. Masatya space

  5. Waprakeswara space

Pembahasan Soal:

Dalam agama Hindu, terdapat upacara penobatan raja yang dinamakan abhiseka. Upacara ini dilambangkan dengan memercikkan air suci di atas kepala seseorang. Upacara ini pada awalnya bermula dari India, tempat kelahiran dari agama Hindu. Namun, seiring dengan berkembangnya agama Hindu, maka upacara abhiseka juga dilakukan di Indonesia. Salah satu orang yang pernah menjalani upacara ini adalah Raden Wijaya dari Kerajaan Majapahit.

Oleh karena penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah A.space 

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

C. Sianturi

Terakhir diupdate 12 September 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Dinasti Sanjaya dan Dinasti Syailendra yang memerintah Kerajaan Mataram Kuno menganut agama berbeda. Rakyat Mataram Kuno pun menganut agama yang berbeda. Meskipun demikian, masyarakat Mataram Kuno mam...

Pembahasan Soal:

Kerajaan Mataram Kuno merupakan salah satu kerajaan besar bercorak Hindu-Buddha di Jawa. Di Kerajaan Mataram Kuno terdapat dua dinasti yang berkuasa yaitu, dinasti Sanjaya beragama Hindu dan dinasti Syailendra yang beragama Buddha. Mereka bergantian menjad raja di Kerajaan Mataram Kuno. Hal yang sama pun terjadi pada rakyat Mataram Kuno yang memiliki keyakinan yang berbeda. Keberadaan dualisme kepercayaan agama ini tidak membawa konflik beragama, namun rakyat bisa hidup berdampingan. Bukti rakyat bisa berdampingan secara harmonis adalah adanya sikap gotong royong antar masyarakat dalam pembangunan candi-candi, seperti dalam pembangunan candi Borobudur masa pemerintahan raja Samaratungga dari dinasti Syailendra yang melibatkan para pemeluk agama Hindu di wilayah Kedu dan lokasi candi Borobudur pun dikelilingi oleh candi-candi Hindu seperti Selogriyo, Gunung Wukir, Gunung Sari, dan Sengi.

Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah D.

0

Roboguru

Agama Hindu-Buddha yang berkembang di Indonesia memiliki perbedaan dengan agama Hindu-Buddha yang berkembang di India. Perbedaan tersebut terjadi karena ...

Pembahasan Soal:

Hindu Buddha mulai masuk dan berkembang di Nusantara, tercatat sejak abad ke-5 masehi, ketika ditemukannya Yupa, sebagai prasasti peninggalan kerajaan bercorak Hindu awal, yakni Kerajaan Kutai. Setelah itu, berangsur-angsur Hindu Buddha mulai berkembang di Nusantara, hal ini ditandai dengan bermunculan berbagai kerajaan bercorak Hindu Buddha seperti Tarumanegara, Sriwijaya, Singasari, Majapahit dan sebagainya. 
Dalam perkembangannya, Hindu Buddha di Nusantara sejatinya memiliki perbedaan dengan sistem Hindu Buddha dari India, hal ini terjadi sebab dalam penyebarannya, Hindu Buddha di Nusantara telah bercampur dengan kebudayaan yang sejatinya telah dimiliki oleh masyarakat Nusantara pra Hindu Buddha. Beberapa percampuran itu terjadi oleh karena kebutuhan dalam penyebarannya, dalam arti agar tidak terjadi guncangan kebudayaan yang hebat, maka para penyebar Hindu Buddha memasukan unsur-unsur kebudayaan yang telah dikenal oleh masyarakat Nusantara, sehingga penyebaran Hindu Buddha bisa diterima dengan baik.
Adapun beberapa contoh yang dapat dilihat dari bercampurnya tradisi lokal dengan Hindu Buddha di Nusantara adalah, fungsi bangunan candi, selain digunakan sebagai sarana peribadatan, juga difungsikan sebagai tempat pemakaman raja. Dalam seni bangunan dikenalnya punden berundak dalam struktur candi yang ada di Nusantara. 

Jadi, opsi jawaban benar adalah A.

1

Roboguru

Terangkan bukti masuknya agama Hindu di Indonesia !

Pembahasan Soal:

Diketahui bahwa masuknya agama Hindu di Indonesia diketahui pada abad ke-4 Masehi. Bukti tertua adanya pengaruh Buddha di Indonesia adalah ditemukannya Arca Buddha dari perunggu di Sempaga, Sulawesi Selatan. Sedangkan bukti adanya pengaruh Hindu adalah dengan ditemukannya tujuh buah Yupa di sekitar Sungai Muara Kaman, Kutai, Kalimantan Timur.

Selain itu, hubungan dagang antara Indonesia dengan India berpengaruh terhadap masuknya budaya Hindu dan Buddha ke Indonesia. Agama Buddha disebarluaskan ke Indonesia oleh para biksu, sedangkan mengenai penyebaran agama Hindu ke Indonesia dikenal dengan empat teori, yakni sebagai berikut.

  1. Teori Brahmana: menurut teori yang dikemukakan oleh J. C. van Leur, Hindu di Indonesia datang dibawa oleh para golongan Brahmana atas undangan pemimpin suku dalam rangka melegitimasi kekuasan mereka.
  2. Teori Ksatria: menurut teori yang dikemukakan oleh F. D. K. Bosch, Hindu masuk ke Indonesia dibawa oleh raja dan bangsawan yang pergi meninggalkan India karena kalah dalam peperangan.
  3. Teori Waisya: menurut teori yang dikemukakan oleh N. J. Krom, Hindu di Indonesia masuk atas dasar karena wilayah Indonesia sudah lama terlibat aktif dalam perdagangan internasional, sehingga dari interaksi ini tidak menutup kemungkinan bahwa Hindu sendiri dibawa oleh para pedagang.
  4. Teori Arus Balik: menurut teori yang dikemukakan oleh G. Coedes, bahwa perkembangan Hindu di Indonesia tidak terlepas dari masyarakat Indonesia sendiri. Tidak sedikit dari mereka yang akhirnya pergi ke India untuk memperdalam agam Hindu. Setelah itu, mereka akan kembali ke Indonesia untuk menyebarkannya.

Maka, bukti masuknya agama Hindu di Indonesia ditunjukkan dengan ditemukannya tujuh buah Yupa di Kalimantan Timur.

0

Roboguru

Masyarakat Mataram Kuno dikenal memiliki keunggulan dalam pembangunan candi, baik candi Hindu maupun Buddha. Candi bercorak Buddha peninggalan Kerajaan Mataram Kuno ditunjukkan oleh pilihan ...

Pembahasan Soal:

Kerajaan Mataram Kuno yang berkembang di Jawa Tengah adalah salah satu kerajaan terbesar di Indonesia. Masyarakatnya sangat ahli dalam membangun candi, terbukti dengan banyaknya peninggalan candi yang bercorak Hindu maupun bercorak Buddha. Corak umum dari candi Buddha biasanya memiliki atap yang berbentuk stupa, terdapat arca Buddha, struktur candi dibagi menjadi tiga bagian dan bangunan candi lebih melebar. Berikut beberapa candi yang bercorak Buddha pada masa Kerajaan Matarm Kuno, antara lain: candi Mendut, candi Ngawen, candi Borobudur, candi Pawon, dan candi Plaosan. 

Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.

0

Roboguru

Pada abad VII Masehi hubungan antara raja dan masyarakat Sriwijaya berlangsung harmonis. Kondisi tersebut digambarkan dalam...

Pembahasan Soal:

Bukti terkait hubungan raja dan masyarakat Sriwijaya yang berlangsung secara harmonis tertuang dalam sebuah prasasti, yaitu prasasti Talang Tuo yang berangka tahun 684 Masehi. Menurut prasasti Talang Tuo, raja Sriwijaya yang bernama Sri Baginda Sri Jayanasa meresmikan taman yang bernama taman Sriksetra. Taman ini menawarkan pemandangan indah, dibuat berbukit dan memiliki lembah. Taman ini juga menyediakan berbagai tanaman dan sumber air yang berguna untuk kepentingan rakyatnya.

Jadi, jawaban yang tepat adalah A.

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved