Iklan

Pertanyaan

Untuk menanggulangi kondisi keuangan yang terjadi di masyarakat pada masa kabinet Hatta II tahun 1950, maka pemerintah mengeluarkan kebijakan pemotongan mata uang Belanda yang disebut ...

Untuk menanggulangi kondisi keuangan yang terjadi di masyarakat pada masa kabinet Hatta II tahun 1950, maka pemerintah mengeluarkan kebijakan pemotongan mata uang Belanda yang disebut ...

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

12

:

46

:

52

Klaim

Iklan

A. Jasmine

Master Teacher

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta

Jawaban terverifikasi

Jawaban

untuk menanggulangi kondisi keuangan yang terjadi di masyarakat pada masa kabinet Hatta II tahun 1950, maka pemerintah mengeluarkan kebijakan pemotongan mata uang Belanda yang disebutGunting Syafruddin.

untuk menanggulangi kondisi keuangan yang terjadi di masyarakat pada masa kabinet Hatta II tahun 1950, maka pemerintah mengeluarkan kebijakan pemotongan mata uang Belanda yang disebut Gunting Syafruddin.undefined

Pembahasan

Gunting Syafruddin adalah kebijakan moneter yang ditetapkan oleh Syafruddin Prawiranegara, Menteri Keuangan dalam Kabinet Hatta II. Kebijakan ini mulai berlaku pada jam 20.00 tanggal 10 Maret 1950.Kebijakan itu dikenal sebagai kebijakan berani yang ditetapkan Pemerintah Indonesia dengan cara menggunting fisik uang kertas. Ketika itu, ada tiga jenis mata uang yang beredar di Indonesia. Ketiga mata uang tersebut adalah Oeang Republik Indonesia (ORI), mata uang peninggalan pemerintah kolonial Hindia Belanda yang dikeluarkan oleh De Javasche Bank, serta mata uang yang digunakan ketika NICA (Belanda) berada di Indonesia pasca-kemerdekaan atau selama masa revolusi fisik. Menurut kebijakan Gunting Syafruddin, "uang merah" (uang NICA) dan uang De Javasche Bank dari pecahan Rp 5 ke atas digunting menjadi dua.Guntingan kiri tetap berlaku sebagai alat pembayaran yang sah dengan nilai setengah dari nilai semula sampai tanggal 9 Agustus pukul 18.00. Mulai 22 Maret sampai 16 April, bagian kiri itu harus ditukarkan dengan uang kertas baru di bank dan tempat-tempat yang telah ditunjuk. Lebih dari tanggal tersebut, maka bagian kiri itu tidak berlaku lagi. Guntingan kanan dinyatakan tidak berlaku, tetapi dapat ditukar dengan obligasi negara sebesar setengah dari nilai semula, dan akan dibayar tiga puluh tahun kemudian dengan bunga 3% setahun. Dengan demikian, untuk menanggulangi kondisi keuangan yang terjadi di masyarakat pada masa kabinet Hatta II tahun 1950, maka pemerintah mengeluarkan kebijakan pemotongan mata uang Belanda yang disebutGunting Syafruddin.

Gunting Syafruddin adalah kebijakan moneter yang ditetapkan oleh Syafruddin Prawiranegara, Menteri Keuangan dalam Kabinet Hatta II. Kebijakan ini mulai berlaku pada jam 20.00 tanggal 10 Maret 1950. Kebijakan itu dikenal sebagai kebijakan berani yang ditetapkan Pemerintah Indonesia dengan cara menggunting fisik uang kertas. Ketika itu, ada tiga jenis mata uang yang beredar di Indonesia. Ketiga mata uang tersebut adalah Oeang Republik Indonesia (ORI), mata uang peninggalan pemerintah kolonial Hindia Belanda yang dikeluarkan oleh De Javasche Bank, serta mata uang yang digunakan ketika NICA (Belanda) berada di Indonesia pasca-kemerdekaan atau selama masa revolusi fisik. 

Menurut kebijakan Gunting Syafruddin, "uang merah" (uang NICA) dan uang De Javasche Bank dari pecahan Rp 5 ke atas digunting menjadi dua. Guntingan kiri tetap berlaku sebagai alat pembayaran yang sah dengan nilai setengah dari nilai semula sampai tanggal 9 Agustus pukul 18.00. Mulai 22 Maret sampai 16 April, bagian kiri itu harus ditukarkan dengan uang kertas baru di bank dan tempat-tempat yang telah ditunjuk. Lebih dari tanggal tersebut, maka bagian kiri itu tidak berlaku lagi. Guntingan kanan dinyatakan tidak berlaku, tetapi dapat ditukar dengan obligasi negara sebesar setengah dari nilai semula, dan akan dibayar tiga puluh tahun kemudian dengan bunga 3% setahun.undefined

Dengan demikian, untuk menanggulangi kondisi keuangan yang terjadi di masyarakat pada masa kabinet Hatta II tahun 1950, maka pemerintah mengeluarkan kebijakan pemotongan mata uang Belanda yang disebut Gunting Syafruddin.undefined

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

3

Iklan

Pertanyaan serupa

Mengapa penyelenggaraan Pemilu 1955 ternyata tidak mampu menciptakan stabilitas politik seperti yang diharapkan ?

10

4.5

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia