Roboguru

Tulislah naskah drama singkat berdasarkan cuplikan cerpen tersebut!

Pertanyaan

Tulislah naskah drama singkat berdasarkan cuplikan cerpen tersebut!undefined 

Pembahasan Soal:

Teks drama adalah suatu teks cerita yang terdiri dari prolog, dialog, dan epilog yang bertujuan untuk dipentaskan di atas panggung atau biasa disebut teater. Teks drama juga bisa dipentaskan di radio, televisi, dan film. Drama secara luas dapat diartikan sebagai salah satu bentuk sastra yang isinya tentang suatu kehidupan yang disajikan atau dipertunjukkan dalam bentuk gerak.

Berikut kerangka menuliskan naskah drama berdasarkan cerpen yang telah ada:

  1. Menentukan topik drama.
  2. Menentukan tokoh atau pelaku cerita.
  3. Membuat kerangka alur.
  4. Mengubah kerangka alur dalam bentuk dialog.
  5. Menyesuaikan dialog yang dibuat dengan struktur drama (prolog, dialog, epilog).

Dengan demikian, kerangka menuliskan naskah drama berdasarkan cerpen yang telah ada terdiri atas menentukan topik dan tokoh drama, membuat kerangka alur lalu mengubahnya menjadi dialog, dan menyesuaikan dialog yang dibuat dengan struktur drama.undefined 

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

A. Acfreelance

Terakhir diupdate 01 Mei 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Berikut ini adalah hal-hal yang perlu dilakukan pada saat menyusun teks drama, kecuali ....

Pembahasan Soal:

Drama merupakan suatu karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog dan dengan maksud dipertunjukkan oleh aktor. Adapun cara menulis teks drama adalah sebagai berikut:

  • menentukan tema/topik
  • menentukan isi cerita
  • menentukan alur
  • membuat kerangka
  • mengembangkan kerangka
  • melakukan evaluasi dan pembenahan

Oleh karena itu, hal-hal yang tidak perlu dilakukan pada saat menyusun teks drama adalah megatur akting pelaku.

Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah D.space 

1

Roboguru

Carilah contoh kerangka naskah lakon!

Pembahasan Soal:

Lakon atau drama adalah karya sastra yang menggambarkan kehidupan manusia dengan gerak. Drama menggambarkan realita kehidupan, watak, serta tingkah laku manusia melalui peran dan dialog yang dipentaskan. Berikut ini contoh kerangka naskah lakon drama:

Judul: Bungkusan

Pelaku:

  1. Luri, pelajar SMP, penakut.
  2. Santi, pelajar SMP, selalu ingin tahu.
  3. Adi, ketua kelas, sok tahu.
  4. Parmo, satpam sekolah, pemberani.

Latar: Sepulang sekolah, di pinggir jalan dekat pintu gerbang sekolah.

Adegan 1

  1. Pulang sekolah, Luri dan Santi menemukan sebuah bungkusan.
  2. Mereka berdebat tentang isi bungkusan.
  3. Santi ingin membongkar isi bungkusan.
  4. Luri takut bila bungkusan itu berbahaya.

Adegan 2

  1. Adi datang.
  2. Adi menduga bungkusan itu berisi bom karena ia baru saja membaca berita tentang bom.
  3. Mereka panik.
  4. Luri memanggil satpam sekolah.

Adegan 3

  1. Luri datang bersama satpam.
  2. Satpam menyarankan mereka membuka bungkusan itu.
  3. Luri, Santi, dan Adi tidak setuju karena takut.
  4. Satpam membuka bungkusan itu.
  5. Mereka terkejut dan tertawa ketika melihat isi bungkusan.

Jadi, kerangka naskah lakon berisi garis besar cerita yang akan dimainkan.space 

0

Roboguru

Boen S. Umaryati membuat pembabakan drama ke dalam 4 periode, yatu: Periode 1976-1942 (periode  kebangkitan), Periode 1942-1945 (periode pembangunan), Periode 1945-1950 (periode awal  perkembangan), d...

Pembahasan Soal:

 

Kutipan teks di atas termasuk ke dalam sejarah drama. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), menyebutkan bahwa drama adalah komposisi syair atau prosa yang diharapkan dapat menggambarkan kehidupan dan watak pelaku melalui tingkah laku atau dialog yang dipentaskan. Drama sering disebut dengan teater, yaitu sandiwara yang dipentaskan sebagai ekspresi rasa keindahan atau seni.

Di dalam sebuah drama ada yang dinamakan dengan pembagian babak atau pembabakan. Pembabakan itu sendiri bertujuan untuk menjadikan ringkas suatu urutan cerita. Salah satu tokoh yang membuat pembakakan drama adalah Boen S. Umaryati.

Boen S. Umaryati membuat pembabakan drama ke dalam 4 periode, yatu:

  1. Periode 1976-1942 (periode kebangkitan) merupakan periode masa kebangkitan sastra drama dengan tema dan motif lakonnya sangat bersifat kepahlawanan, pengungkapannya romantis dan idealistis, serta hadirnya kegiatan teater kecil di pentas. Sastrawan pada masa ini, diantaranya Rustam Efendi dengan karyanya "Bebasari", Muhammad Yamin dengan karyanya "Ken Arok dan Ken Dedes" dan "Kalau Dewi Tara Sudah Berkata", Sanusi Pane dengan karyanya Airlangga, Kertajaya, Sandhyakala Ning Majapahit, dan Manusia Baru, serta Armin Pane dengan karyanya "Lukisan Masa dan Setahun di Bedahulu".
  2. Periode 1942-1945 (periode pembangunan) merupakan masa pembangunan sastra drama yang ditandai dengan tampilnya generasi kelompok romantis-realistis dan kelompok Maya di panggung. Sastrawan pada masa ini, diantaranya: Dr. Abu Hanifah (El Hakim) dengan karyanya "Taufan di Atas Asia", "Dewi Reni", dan "lnsan Kamil", Usmar Ismail dengan karyanya "Citra", "Libwan Seniman", dan "Mutiara di Nusa laut", serta Idrus dengan karyanya "Jinak-jinak Merpati", "Barang Tiada berharga", dan "Antara Bumi dan Langit".
  3. Periode 1945-1950 (periode awal perkembangan) merupakan masa awal perkembangan para penulis lakon yang disebut terakhir melanjutkan usaha kreativitasnya disertai dengan semakin ramainya teater kecil di pentas.
  4. Periode 1950-1965 (periode perkembangan) merupakan masa perkembangan dan masa produktifnya sastra drama dengan hadirnya lakon-lakon asli, saduran, dan terjemahan serta disempurnakan dengan lahirnya Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI) dan berbagai kegiatan teater kecil dan kelompok studi di pentas.


Dengan demikian, penjelasan terhadap masing-masing periode tersebut adalah (1) Periode 1976-1942 (periode kebangkitan) merupakan periode masa kebangkitan sastra drama dengan tema dan motif lakonnya sangat bersifat kepahlawanan, pengungkapannya romantis dan idealistis, serta hadirnya kegiatan teater kecil di pentas. (2) Periode 1942-1945 (periode pembangunan) merupakan masa pembangunan sastra drama yang ditandai dengan tampilnya generasi kelompok romantis-realistis dan kelompok Maya di panggung. (3) Periode 1945-1950 (periode awal perkembangan) merupakan masa awal perkembangan para penulis lakon yang disebut terakhir melanjutkan usaha kreativitasnya disertai dengan semakin ramainya teater kecil di pentas. (4) Periode 1950-1965 (periode perkembangan) merupakan masa perkembangan dan masa produktifnya sastra drama dengan hadirnya lakon-lakon asli, saduran, dan terjemahan serta disempurnakan dengan lahirnya Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI) dan berbagai kegiatan teater kecil dan kelompok studi di pentas.space

0

Roboguru

Dialog Ohim yang tepat untuk menjawab Antum adalah...

Pembahasan Soal:

Dialog adalah percakapan antar tokoh dalam teks drama.

Dialog Ohim yang tepat untuk menjawab Antum adalah:

Maaf Antum, saya hanya main-main.

Dialog tersebut tepat digunakan sebagai jawaban atas pertanyaan Antum, mengapa Ohim membungkus (sesuatu) seperti nangka matang.

Dengan demikian, jawaban yang benar adalah pilihan B.space 

0

Roboguru

Perhatikan kutipan naskah berikut! (1) Anto : (membuka kamar ibu) Mengapa ibu belum tidur? (2) Ibu : Kakakmu belum pulang, Ibu khawatir kalau terjadi hal buruk pada kakakmu! (mondar-mandir sekali-kal...

Pembahasan Soal:

Dialog yang tepat terkandung dalam poin C. Dalam poin tersebut, Anto berusaha untuk menenangkan ibunya dengan mengingatkan bahwa kakak tidak pergi sendiri. Sementara itu, dialog ibu yang terakhir ditutup dengan doa supaya sang kakak baik-baik saja. Oleh karena itu, jawaban yang paling tepat adalah C.

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved