Rima adalah pengulangan bunyi yang berselang, baik di dalam larik sajak maupun pada akhir larik sajak yang berdekatan.
Beberapa jenis rima di antaranya:
1) Rima silang, adalah persamaan bunyi kata dan juga persamaan bunyi suku kata yang diletakkan dengan menyilang. Memiliki pola a-b-a-b.
2) Rima rangkai, adalah persamaan bunyi kata dan juga persamaan bunyi suku kata yang diletakkan dengan beruntun. Bentuk ini dapat kita jumpai dalam bentuk Syair dengan pola a-a-a-a.
3) Rima kembar, adalah persamaan bentuk bunyi kata dan suku kata yang akan saling berpasangan. Bentuk ini dapat kita jumpai dalam bentuk Syair dengan pola a-a-b-b.
Suku kata atau silabel adalah pembentuk kata yang tersusun dari satu fonem atau urutan fonem. Suku kata sama sekali tidak mengandung pengertian.
Terdapat tiga pantun yang menggunakan rima dan suku kata berbeda, berikut adalah penjelasannya:
1) Pantun 1: Pantun tersebut menggunakan rima silang dan terdiri atas 36 suku kata yang terbagi menjadi 9 suku kata pada baris pertama, 8 suku kata pada baris kedua, 9 suku kata pada baris ketiga, dan 10 suku kata pada baris terakhir.
2) Pantun 2: Pantun tersebut menggunakan rima rangkai dan terdiri atas 38 suku kata yang terbagi menjadi 9 suku kata pada baris pertama, 10 suku kata pada baris kedua, 9 suku kata pada baris ketiga, dan 10 suku kata pada baris terakhir.
3) Pantun 3: Pantun tersebut menggunakan rima silang dan terdiri atas 38 suku kata yang terbagi menjadi 10 suku kata pada baris pertama, 9 suku kata pada baris kedua, 9 suku kata pada baris ketiga, dan 10 suku kata pada baris terakhir.