Iklan
Pertanyaan
"Rangga, cepat nih tanganku!" teriak Tigor, berusaha mengatasi suara derasnya arus sungai. Ia tiarap di tepi sungai sambil menjulur-julurkan tangannya. Seragam putihnya kotor dan berlumpur kini.
Namun, Rangga hanya menatap balik Tigor dengan tatapan yang tidak dapat dimengerti Tigor. Meski tangannya kesemutan karena hanya berpegangan pada sebongkah batu di tengan sungai, ia tetap bergeming.
"Rangga! Kok bengong! Cepat raih tanganku!"
"Aah! Berisik! Pergi sana! Aku tak butuh bantuanmu! Aku akan selamat dari hutan ini tanpa bantuanmu!" akhirnya Rangga membalas dengan teriakan yang bahkan lebih keras.
Tigor sempat tidak memercayai pendengarannya. Pada saat darurat begini, bisa-bisanya Tigor masih meributkan persaingan mereka menjadi murid nomor satu di SMA Harapan Bangsa. Ternyata sedalam itu rasa rivalitas di antara mereka bagi Rangga.
"Sekarang bukan saatnya berkeras kepala! Kamu bisa mati!" kata Tigor serius.
"Lebih baik aku mati daripada harus ditolong olehmu!" sengit Rangga.
"Jangan bodoh!" balas Tigor dengan suara keras yang belum pernah ia keluarkan sebelumnya. "Kalau kamu mati, siapa yang bakal jadi rivalku, hah!? Siapa lagi yang menandingiku?
(Novel Rival karya Haqi K.)
Tuliskan pandangan atau nilai yang ingin disampaikan pengarang pada kutipan novel tersebut.
Iklan
R. Trihandayani
Master Teacher
1
5.0 (2 rating)
Iklan
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia