Iklan

Pertanyaan

Bacalah cuplikan hikayat berikut!



Dengan tiba-tiba, Seri Laut duduk menyembah kaki Anggun Dewa.

"Ampun hamba pada kakak, usahlah hati dipermalukan. Jangan bicara diperpanjang. Hamba tahu, hamba arif. Kata kakak, kata menyindir, ngilu tulangku mendengarkannya. Dosa hamba seberat bukit, kesalahan sebesar bumi. Bagaimana hamba akan menurut, bagaimana hamba akan pulang menentang kakak, hamba malu. Bukanlah kakak yang celaka, untung hamba kiranya. Jangan suka mendengar asut petenah, buah bicara orang penghasut. Akhirnya, badan yang menanggung. Menanggung dendam siang malam, hidup bagai hantu rimba," demikianlah kata Seri Laut sambil menangis.

"Manalah Tuan Seri Laut, jangan Tuan panjang bicara. Hari hampir berjuak malam, matahari hampir terbenam. Bawa hamba ke tempat Tuan. Menjemput inang dan pengasuh. Mari kita pulang ke rumah, menjelang ayah dengan bunda."space 

Tuliskan kembali cuplikan hikayat tersebut dengan kalimat Anda sendiri.

Tuliskan kembali cuplikan hikayat tersebut dengan kalimat Anda sendiri.space 

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

16

:

56

:

59

Klaim

Iklan

K. Khoirunnisa

Master Teacher

Mahasiswa/Alumni Universitas Sriwijaya

Jawaban terverifikasi

Pembahasan

Menuliskan kembali cuplikan hikayat dengan kalimat sendiri, dapat dilakukan dengan mengubahnya menjadi cerita pendek dengan bahasamu sendiri. Berikut adalah langkah-langkah mengubah hikayat menjadi cerpen. Meringkas atau membuat sinopsis sebuah penggalan hikayat. Mendaftar konflik-konflik antartokoh dalam penggalan hikayat tersebut. Memilih konflik yang menarik (mengesankan) berdasarkan data konflik yang sudah dirumuskan. Mengembangkan pilihan konflik tersebut menjadi cerita pendek. Isi dari cuplikan hikayat di atas adalah Tiba-tiba Seri Laut duduk menyembah kaki Anggun Dewa dan meminta ampun untuk tidak lagi meneruskan perkataannya yang mempermalukan dirinya. Perkataan tersebutmembuat Seri Laut merasa ngilu mendengarnya, merasa bahwa kesalahnnya sangatlah besar seperti bumi, dan sangat berat bagaikan bukit. Ia tidak berani untuk pulang dan menentang kakaknya, Ia merasa malu. Bukan kakaknya yang celaka, melainkan dirinya yang beruntung karena tidak mendengarkan hasutan orang-orang. Mendengarkan hasutan hanya membuat diri menangggung beban, dan menanggung dendam siang dan malam. Kemudian kakanya berkata: "Sudahlah Seri Laut jangan bicara panjang lebar, hari sudah hampir malam, matahari pun sudah hampir tenggelam. Bawa aku ke tempatmu untuk membawa inang dan pengasuh pulang menemui ayah dan bunda. Dengan demikian, i si dari cuplikan hikayat di atas adalah: Tiba-tiba Seri Laut duduk menyembah kaki Anggun Dewa dan meminta ampun untuk tidak lagi meneruskan perkataannya yang mempermalukan dirinya. Perkataan tersebutmembuat Seri Laut merasa ngilu mendengarnya, merasa bahwa kesalahnnya sangatlah besar seperti bumi, dan sangat berat bagaikan bukit. Ia tidak berani untuk pulang dan menentang kakaknya, Ia merasa malu. Bukan kakaknya yang celaka, melainkan dirinya yang beruntung karena tidak mendengarkan hasutan orang-orang. Mendengarkan hasutan hanya membuat diri menangggung beban, dan menanggung dendam siang dan malam. Kemudian kakanya berkata: "Sudahlah Seri Laut jangan bicara panjang lebar, hari sudah hampir malam, matahari pun sudah hampir tenggelam. Bawa aku ke tempatmu untuk membawa inang dan pengasuh pulang menemui ayah dan bunda .

Menuliskan kembali cuplikan hikayat dengan kalimat sendiri, dapat dilakukan dengan mengubahnya menjadi cerita pendek dengan bahasamu sendiri.

Berikut adalah langkah-langkah mengubah hikayat menjadi cerpen.

  1. Meringkas atau membuat sinopsis sebuah penggalan hikayat.
  2. Mendaftar konflik-konflik antartokoh dalam penggalan hikayat tersebut.
  3. Memilih konflik yang menarik (mengesankan) berdasarkan data konflik yang sudah dirumuskan.
  4. Mengembangkan pilihan konflik tersebut menjadi cerita pendek.

Isi dari cuplikan hikayat di atas adalah

Tiba-tiba Seri Laut duduk menyembah kaki Anggun Dewa dan meminta ampun untuk tidak lagi meneruskan perkataannya yang mempermalukan dirinya. Perkataan tersebut membuat Seri Laut merasa ngilu mendengarnya, merasa bahwa kesalahnnya sangatlah besar seperti bumi, dan sangat berat bagaikan bukit. Ia tidak berani untuk pulang dan menentang kakaknya, Ia merasa malu. 

Bukan kakaknya yang celaka, melainkan dirinya yang beruntung karena tidak mendengarkan hasutan orang-orang. Mendengarkan hasutan hanya membuat diri menangggung beban, dan menanggung dendam siang dan malam. 

Kemudian kakanya berkata: "Sudahlah Seri Laut jangan bicara panjang lebar, hari sudah hampir malam, matahari pun sudah hampir tenggelam. Bawa aku ke tempatmu untuk membawa inang dan pengasuh pulang menemui ayah dan bunda.

Dengan demikian, isi dari cuplikan hikayat di atas adalah:

Tiba-tiba Seri Laut duduk menyembah kaki Anggun Dewa dan meminta ampun untuk tidak lagi meneruskan perkataannya yang mempermalukan dirinya. Perkataan tersebut membuat Seri Laut merasa ngilu mendengarnya, merasa bahwa kesalahnnya sangatlah besar seperti bumi, dan sangat berat bagaikan bukit. Ia tidak berani untuk pulang dan menentang kakaknya, Ia merasa malu. 

Bukan kakaknya yang celaka, melainkan dirinya yang beruntung karena tidak mendengarkan hasutan orang-orang. Mendengarkan hasutan hanya membuat diri menangggung beban, dan menanggung dendam siang dan malam. 

Kemudian kakanya berkata: "Sudahlah Seri Laut jangan bicara panjang lebar, hari sudah hampir malam, matahari pun sudah hampir tenggelam. Bawa aku ke tempatmu untuk membawa inang dan pengasuh pulang menemui ayah dan bunda.space 

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

2

Laura ursula

Pembahasan terpotong

Iklan

Pertanyaan serupa

Kutipan Hikayat Hikayat Singa Betina dengan Pemburu Dalam suatu lembah hiduplah seekor singa betinadengan anaknya dua ekor. Pada suatu hari induk singakeluar pergi mencari makan, dan anaknyadi...

3

0.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia