Roboguru

Tuliskan kembali cuplikan hikayat tersebut dengan kalimat Anda sendiri.

Pertanyaan

Bacalah cuplikan hikayat berikut!



Dengan tiba-tiba, Seri Laut duduk menyembah kaki Anggun Dewa.

"Ampun hamba pada kakak, usahlah hati dipermalukan. Jangan bicara diperpanjang. Hamba tahu, hamba arif. Kata kakak, kata menyindir, ngilu tulangku mendengarkannya. Dosa hamba seberat bukit, kesalahan sebesar bumi. Bagaimana hamba akan menurut, bagaimana hamba akan pulang menentang kakak, hamba malu. Bukanlah kakak yang celaka, untung hamba kiranya. Jangan suka mendengar asut petenah, buah bicara orang penghasut. Akhirnya, badan yang menanggung. Menanggung dendam siang malam, hidup bagai hantu rimba," demikianlah kata Seri Laut sambil menangis.

"Manalah Tuan Seri Laut, jangan Tuan panjang bicara. Hari hampir berjuak malam, matahari hampir terbenam. Bawa hamba ke tempat Tuan. Menjemput inang dan pengasuh. Mari kita pulang ke rumah, menjelang ayah dengan bunda."space 

Tuliskan kembali cuplikan hikayat tersebut dengan kalimat Anda sendiri.space 

Pembahasan:

Menuliskan kembali cuplikan hikayat dengan kalimat sendiri, dapat dilakukan dengan mengubahnya menjadi cerita pendek dengan bahasamu sendiri.

Berikut adalah langkah-langkah mengubah hikayat menjadi cerpen.

  1. Meringkas atau membuat sinopsis sebuah penggalan hikayat.
  2. Mendaftar konflik-konflik antartokoh dalam penggalan hikayat tersebut.
  3. Memilih konflik yang menarik (mengesankan) berdasarkan data konflik yang sudah dirumuskan.
  4. Mengembangkan pilihan konflik tersebut menjadi cerita pendek.

Isi dari cuplikan hikayat di atas adalah

Tiba-tiba Seri Laut duduk menyembah kaki Anggun Dewa dan meminta ampun untuk tidak lagi meneruskan perkataannya yang mempermalukan dirinya. Perkataan tersebut membuat Seri Laut merasa ngilu mendengarnya, merasa bahwa kesalahnnya sangatlah besar seperti bumi, dan sangat berat bagaikan bukit. Ia tidak berani untuk pulang dan menentang kakaknya, Ia merasa malu. 

Bukan kakaknya yang celaka, melainkan dirinya yang beruntung karena tidak mendengarkan hasutan orang-orang. Mendengarkan hasutan hanya membuat diri menangggung beban, dan menanggung dendam siang dan malam. 

Kemudian kakanya berkata: "Sudahlah Seri Laut jangan bicara panjang lebar, hari sudah hampir malam, matahari pun sudah hampir tenggelam. Bawa aku ke tempatmu untuk membawa inang dan pengasuh pulang menemui ayah dan bunda.

Dengan demikian, isi dari cuplikan hikayat di atas adalah:

Tiba-tiba Seri Laut duduk menyembah kaki Anggun Dewa dan meminta ampun untuk tidak lagi meneruskan perkataannya yang mempermalukan dirinya. Perkataan tersebut membuat Seri Laut merasa ngilu mendengarnya, merasa bahwa kesalahnnya sangatlah besar seperti bumi, dan sangat berat bagaikan bukit. Ia tidak berani untuk pulang dan menentang kakaknya, Ia merasa malu. 

Bukan kakaknya yang celaka, melainkan dirinya yang beruntung karena tidak mendengarkan hasutan orang-orang. Mendengarkan hasutan hanya membuat diri menangggung beban, dan menanggung dendam siang dan malam. 

Kemudian kakanya berkata: "Sudahlah Seri Laut jangan bicara panjang lebar, hari sudah hampir malam, matahari pun sudah hampir tenggelam. Bawa aku ke tempatmu untuk membawa inang dan pengasuh pulang menemui ayah dan bunda.space 

Jawaban terverifikasi

Dijawab oleh:

B. Sekar

Mahasiswa/Alumni Universitas Padjadjaran

Terakhir diupdate 07 Oktober 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan serupa

Perhatikan kutipan hikayat berikut! Dimnah Mengajak Syatrabah Menghadap Raja Singa Maka sejak hari itu duduklah Dimnah dekat Raja Singa menjadi kepercayaannya. Pada suatu hari berdatang sembah Dimn...

0

Roboguru

Gaya bahasa hikayat cenderung monoton dan klise yang dapat diubah menjadi cerpen dengan gaya bahasa lebih….

0

Roboguru

Kutipan Hikayat Hikayat Singa Betina dengan Pemburu     Dalam suatu lembah hiduplah seekor singa betina dengan anaknya dua ekor. Pada suatu hari induk singa keluar pergi mencari makan, dan anaknya ...

0

Roboguru

Jelaskan kegunaan parafrasa pada karya sastra!

0

Roboguru

Sebutkan aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam menyampaikan hikayat dalam bentuk cerpen secara lisan!

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved