Iklan

Pertanyaan

SUNGAI BATU

Nenden Lilis Aisyah

aku tak memiliki apa-apa dalam tubuhku
tapi para petani menugalnya seakan tubuhku
tanah
kami akan menanam benih, seru mereka
kau pun datang, begitu saja melinggis dadaku
aku haus tedas darah, desahmu
aku katakan padamu
di dadaku tinggal sungai kering berbatu
tak ada lagi yang mengalir
batu? batu pun tak apa-apa
tiba-tiba kau dan petani-petani itu berebut
"yang kita butuhkan sekarang memang batu!"
dan batu, satu-satunya milikku yang tersisa,
mereka ambil

Sumber: http://www.jendelasastra.com/space 

Tuliskan kata konkret, imaji, dan gaya bahasa pada puisi tersebut!

Tuliskan kata konkret, imaji, dan gaya bahasa pada puisi tersebut!space 

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

21

:

21

:

36

Klaim

Iklan

N. Faizah

Master Teacher

Mahasiswa/Alumni Universitas Suryakancana

Jawaban terverifikasi

Jawaban

imaji yang digunakan adalah imaji penglihatan, kata konkret yang digunakan yaitu kata desahmu, sedangkan gaya bahasa yang digunakan adalah gaya bahasa personifikasi.

imaji yang digunakan adalah imaji penglihatan, kata konkret yang digunakan yaitu kata desahmu, sedangkan gaya bahasa yang digunakan adalah gaya bahasa personifikasi.space 

Pembahasan

Puisi adalah genre karya sastra yang secara tipografi tersusun atas bait-bait dengan kata-kata singkat, penuh simbolis, dan sarat makna.Puisi dibentuk oleh unsur fisik dan unsur batin.Unsur fisik puisi terdiri atas: diksi,kata konkret, pengimajian, majas (gaya bahasa) , ritme/rima, dan tipografi.Unsur · batin puisi terdiri atas: tema, amanat, perasaan, nada, dan suasana. Majas( figurative language ) adalah bahasa kias yang dipergunakan untuk menciptakan kesan tertentu bagi penyimak atau pembacanya. Untuk menimbulkan kesan-kesan tersebut, bahasa yang dipergunakan berupa perbandingan, pertentangan, perulangan, dan perumpamaan.Majas yang biasanya digunakan adalah majas personifikasi, majas paralelisme, majas metafora, majas hiperbola, dan majas perumpamaan. Irama(musikalitas) adalah alunan bunyi yang teratur dan berulang-ulang. Irama berfungsi untuk memberi jiwa pada kata-kata dalam sebuah puisi yang pada akhirnya dapat membangkitkan emosi tertentu seperti sedih, kecewa, marah, rindu, dan bahagia. Rima (persajakan) adalah bunyi-bunyi yang ditimbulkan oleh huruf atau kata-kata dalam larik dan bait atau persamaam bunyi dalam puisi. Kata konotasi adalah kata yang bermakna tidak sebenarnya. Kata itu telah mengalami penambahan-penambahan, baik itu berdasarkan pengalaman, kesan, maupun imajinasi, dan perasaan penyair. Kata-kata dalam puisi memang banyak menggunakan kata-kata bermakna konotatif. Kata-kata itu merupakan kiasan atau merupakan suatu perbandingan. Sebaliknya dari makna kata konotasi, adapun kata denotasi yaitu memiliki makna yang sebenarnya dan dapat dilihat pada KBBI . Lambang atau simbol adalah sesuatu seperti gambar, tanda, ataupun kata yang menyatakan maksud tertentu. Misalnya, rantai dan padi kapas dalam gambar Garuda Pancasila, tunas kelapa sebagai lambang Pramuka. Lambang-lambang itu menyatakan arti tertentu yang bisa dipahami umum. Untuk kata-kata dalam puisi, seperti kata putih yang melambangkan kesucian atau kebersihan, bunga yang melambangkan kecantikan, api yang melambangkan kemarahan, dan baja yang melambangkan kekuatan atau ketangguhan. Pengimajinasian adalah kata atau susunan kata yang dapat menimbulkan khayalan atau imajinasi. Dengan daya imajinasi tersebut, pembaca seolah-olah merasa, mendengar, atau melihat sesuatu yang diungkapkan penyair. Dengan kata-kata yang digunakan penyair, pembaca seolah-olah mendengar suara (imajinasi auditif), melihat benda-benda (imajinasi visual), atau meraba dan menyentuh benda-benda (imajinasi taktil). Tipografi merupakan perwajahan puisi yang mencakup segala yang dapat dilihat dengan mata ketika membaca puisi, seperti pengaturan baris serta penulisan huruf, kata dan tanda baca. Diksi adalah pemilihan kata dalam sebuah puisi. Dimana setiap kata dalam puisi mewakili suatu makna. Pemilihan kata biasanya dilakukan penyair dengan mempertimbangkan rima, nada dan estetikanya. Kata konkret yaitu kata yang mempunyai rujukan berupa objek yang dapat diserap oleh panca indera. Kata konkret memiliki ciri bisa dirasakan, bisa dilihat, diraba, didengar, dan bisa dicium. Hasil analisis puisi di atas yaitu. imaji yang digunakan yaitu imaji penglihatan. Hal ini dapat dibuktiikan dengan larik berikut. di dadaku tinggal sungai kering berbatu tak ada lagi yang mengalir konkret pada puisi tersebut yaitu dibuktiukan dengan kata desahmu dan mereka ambil gaya bahasa. Penyair menggunakan majas personifikasi dalam penggambarannya. Sudut pandang yang digunakan adalah aku sebagai alam yang dieksploitasi.Hal ini dapat dibuktikan dari larik tiba tiba kau dan petani itu berebut. yang kita butuhkan sekarang memang batu . Dengan demikian, imaji yang digunakan adalah imaji penglihatan, kata konkret yang digunakan yaitu kata desahmu, sedangkan gaya bahasa yang digunakan adalah gaya bahasa personifikasi.

Puisi adalah genre karya sastra yang secara tipografi tersusun atas bait-bait dengan kata-kata singkat, penuh simbolis, dan sarat makna. Puisi dibentuk oleh unsur fisik dan unsur batin. Unsur fisik puisi terdiri atas: diksi,kata konkret, pengimajian, majas (gaya bahasa) , ritme/rima, dan tipografi. Unsur · batin puisi terdiri atas: tema, amanat, perasaan, nada, dan suasana. 

  • Majas (figurative language) adalah bahasa kias yang dipergunakan untuk menciptakan kesan tertentu bagi penyimak atau pembacanya. Untuk menimbulkan kesan-kesan tersebut, bahasa yang dipergunakan berupa perbandingan, pertentangan, perulangan, dan perumpamaan. Majas yang biasanya digunakan adalah majas personifikasi, majas paralelisme, majas metafora, majas hiperbola, dan majas perumpamaan.
  • Irama (musikalitas) adalah alunan bunyi yang teratur dan berulang-ulang. Irama berfungsi untuk memberi jiwa pada kata-kata dalam sebuah puisi yang pada akhirnya dapat membangkitkan emosi tertentu seperti sedih, kecewa, marah, rindu, dan bahagia. Rima (persajakan) adalah bunyi-bunyi yang ditimbulkan oleh huruf atau kata-kata dalam larik dan bait atau persamaam bunyi dalam puisi.
  • Kata konotasi adalah kata yang bermakna tidak sebenarnya. Kata itu telah mengalami penambahan-penambahan, baik itu berdasarkan pengalaman, kesan, maupun imajinasi, dan perasaan penyair. Kata-kata dalam puisi memang banyak menggunakan kata-kata bermakna konotatif. Kata-kata itu merupakan kiasan atau merupakan suatu perbandingan. Sebaliknya dari makna kata konotasi, adapun kata denotasi yaitu memiliki makna yang sebenarnya dan dapat dilihat pada KBBI.
  • Lambang atau simbol adalah sesuatu seperti gambar, tanda, ataupun kata yang menyatakan maksud tertentu. Misalnya, rantai dan padi kapas dalam gambar Garuda Pancasila, tunas kelapa sebagai lambang Pramuka. Lambang-lambang itu menyatakan arti tertentu yang bisa dipahami umum. Untuk kata-kata dalam puisi, seperti kata putih yang melambangkan kesucian atau kebersihan, bunga yang melambangkan kecantikan, api yang melambangkan kemarahan, dan baja yang melambangkan kekuatan atau ketangguhan.
  • Pengimajinasian adalah kata atau susunan kata yang dapat menimbulkan khayalan atau imajinasi. Dengan daya imajinasi tersebut, pembaca seolah-olah merasa, mendengar, atau melihat sesuatu yang diungkapkan penyair. Dengan kata-kata yang digunakan penyair, pembaca seolah-olah mendengar suara (imajinasi auditif), melihat benda-benda (imajinasi visual), atau meraba dan menyentuh benda-benda (imajinasi taktil).
  • Tipografi merupakan perwajahan puisi yang mencakup segala yang dapat dilihat dengan mata ketika membaca puisi, seperti pengaturan baris serta penulisan huruf, kata dan tanda baca.
  • Diksi adalah pemilihan kata dalam sebuah puisi. Dimana setiap kata dalam puisi mewakili suatu makna. Pemilihan kata biasanya dilakukan penyair dengan mempertimbangkan rima, nada dan estetikanya.
  • Kata konkret yaitu kata yang mempunyai rujukan berupa objek yang dapat diserap oleh panca indera. Kata konkret memiliki ciri bisa dirasakan, bisa dilihat, diraba, didengar, dan bisa dicium.

Hasil analisis puisi di atas yaitu.

  • imaji yang digunakan yaitu imaji penglihatan. Hal ini dapat dibuktiikan dengan larik berikut.

di dadaku tinggal sungai kering berbatu
tak ada lagi yang mengalir

  • konkret pada puisi tersebut yaitu dibuktiukan dengan kata desahmu dan mereka ambil
  • gaya bahasa. Penyair menggunakan majas personifikasi dalam penggambarannya. Sudut pandang yang digunakan adalah aku sebagai alam yang dieksploitasi.Hal ini dapat dibuktikan dari larik tiba tiba kau dan petani itu berebut. yang kita butuhkan sekarang memang batu.

Dengan demikian, imaji yang digunakan adalah imaji penglihatan, kata konkret yang digunakan yaitu kata desahmu, sedangkan gaya bahasa yang digunakan adalah gaya bahasa personifikasi.space 

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

9

Iklan

Pertanyaan serupa

Rima puisi tersebut adalah ...

3

0.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia