Roboguru

Trias Van Deventer merupakan sebuah konsep yang berisi mengenai...

Pertanyaan

Trias Van Deventer merupakan sebuah konsep yang berisi mengenai...

  1. Irigasi, Edukasi, dan Migrasi

  2. Irigasi, Transportasi, dan Edukasi

  3. Edukasi, Reformasi, dan Revolusi

  4. Edukasi, Transportasi, dan Transmigrasi

  5. Migrasi, Transmigrasi, dan Irigasi

Pembahasan Soal:

Pada tahun 1899, Van Deventer memaparkan gagasannya dalam majalah de Gids. Ia mengemukakan ide Een erschuld (utang budi), yaitu utang yang harus dilunasi untuk menjaga kehormatan. Dalam artikel tersebut, ia menjelaskan bangsa Belanda berutang budi pada bangsa Indonesia yang telah memberian keuntungan yang besar bagi bangsa Belanda. Utang budi tersebut, harus dibalas dengan memajukan Indonesia melalui sektor pengajaran, pengairan, dan pemindahan penduduk (edukasi, irigasi, dan transmigrasi) yang dikenal dengan nama Trias van Deventer.

Dengan demikian, maka jawaban yang tepat adalah A.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

I. Agung

Mahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan Indonesia

Terakhir diupdate 12 Agustus 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Salah satu dari Trilogi Van Deventer adalah melaksanakan transmigrasi. Tapi pada kenyataannya, yang diterapkan adalah sistem emigrasi, yaitu bangsa Indonesia dipindahkan ke negara…

Pembahasan Soal:

Memasuki akhir abad XIX, pemerintah kolonial Belanda dihujani oleh kritikan dari tokoh-tokoh humanis terkait nasib bumiputra, salah satunya adalah Eduard Douwes Dekker. Ia menerbitkan sebuah buku berjudul Max Havelaar pada tahun 1860. Kehadiran buku tersebut menjadi pemantik bagi tokoh-tokoh humanis lain untuk menyuarakan pemikiran serupa. Mereka menuntut pemerintah kolonial Belanda untuk meningkatkan peranan orang-orang bumiputra dalam kegiatan ekonomi dan pemerintahan di Indonesia. Pemikiran tersebut dituangkan dalam sebuah konsep kebijakan baru yang dikenal sebagai politik etis atau politik balas budi.

Salah satu tokoh humanis di balik gagasan  politik etis adalah Conraad Theodore van Deventer. Politik Etis ini terangkum dalam program Trias van Deventer. Sesuai namanya, program Trias van Deventer ini terbagi menjadi tiga, yaitu Irigasi, Emigrasi, dan Edukasi. Kebijakan Politik Etis dan program Trias van Deventer ini kemudian diterapkan di Hindia Belanda pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Alexander W.F. Idenburg dari tahun 1909 hingga tahun 1916. Berikut isi Trias van Deventer

  1. Irigasi atau pengairan. Pemerintah Hindia Belanda akan membangun dan memperbaiki pengairan-pengairan dan bendungan untuk keperluan pertanian.
  2. Imigrasi. Melalui imigrasi, pemerintah Hindia Belanda akan mengajak penduduk Hindia Belanda untuk bertransmigrasi untuk mengurangi kepadatan di pulau Jawa.
  3. Edukasi. Pemerintah Hindia Belanda akan memperluas bidang pengajaran dan pendidikan bagi bumiputera di Hindia Belanda.

Namun, dalam pelaksanaan politik etis ini terjadi penyimpangan. Berikut penyimpangan-penyimpangan yang terjadi.

  1. Irigasi lebih banyak mengalirkan air ke perkebunan-perkebunan swasta asing dan tanah-tanah pertanian milik pengusaha swasta.
  2. Imigrasi dilakukan untuk memenuhi permintaan tenaga kerja di daerah perkebunan di Sumatera Utara, terutama di Suriname, Deli, dan lain-lain. Para migran dijadikan kuli kontrak dengan ancaman yang tertuang dalam Poenale Sanctie. Poenale Sanctie ini mengatur agar para kuli kontrak tidak melarikan diri.
  3. Edukasi, dalam bidang edikasi penyimpangan terjadi karena pendidikan utamanya ditujukan agar pemerintah Hindia Belanda mendapatkan tenaga administrasi yang bagus dan murah. Pendidikan juga hanya berlaku bagi mereka yang mampu membayar dan anak-anak pegawai negeri. Hal ni mendorong terjadinya diskriminasi pendidikan berupa pengajaran di sekolah kelas I hanya untuk anak orang-orang berharta dan anak-anak pegawai negeri, sementara sekolah kelas II hanya untuk anak-anak pribumi dan umum.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka jawaban yang tepat adalah C.

1

Roboguru

Irigasi, Emigrasi dan Edukasi merupakan isi dari politik...

Pembahasan Soal:

Berbagai kebijakan kolonial yang melahirkan kemiskinan dan penderitaan rakyat telah mendapat kritik keras dari politikus dan intelektual Belanda C.H. Van Deventer. Kritik itu mendapat perhatian dari pemerintah Belanda. Kemudian dibuatlah kebijakan meningkatkan kesejahteraan rakyat yang dikenal dengan Politik Etis. Politik etis ini meliputi bidang pendidikan, irigasi/ pertanian, dan emigrasi/transmigrasi.

Dengan demikian Irigasi, Emigrasi dan Edukasi merupakan isi dari politik Etis.

0

Roboguru

Van Deventer adalah tokoh yang menentang dilaksanakannya praktik liberalisme yang gagal memperbaiki nasib kehidupan rakyat Indonesia. Gagasan Van Deventer terkenal dengan nama Trilogi Van Deventer, ya...

Pembahasan Soal:

Penderitaan rakyat Hindia Belanda ketika di jajah oleh Belanda memicu kritik melalui tulisan dari kaum etis yang dipelopori wartawan koran De Locomotief, Pieter Broosshooft (1845-1921), dan seorang politikus Belanda Conrad Theodore van Deventer (1857-1915). Pada intinya, mereka menyatakan agar pemerintah kolonial Belanda harus lebih memperhatikan nasib pribumi di tanah jajahan dan memiliki tanggung jawab moral terhadap kesejahteraan masyarakat pribumi. Kritik mereka mempengaruhi lahirnya politik etis. Dalam pidatonya pada 17 September 1901, Ratu Wilhelmina dengan tegas menyatakan pemerintah Belanda memiliki panggilan moral terhadap kaum pribumi Hindia Belanda. Orasi ratu Belanda dalam sidang pembukaan parlemen itu kemudian umum disepakati sebagai momentum kelahiran paham atau aliran etis dalam kancah politik kolonial. Ratu Wilhelmina kemudian menuangkan panggilan moral tadi ke dalam apa yang kelak disebut trias van Deventer, yang meliputi sebagai berikut. 

  1. Irigasi (Pengairan), yaitu membangun dan memperbaiki pengairan dan bendungan untuk keperluan pertanian.
  2. Migrasi, yaitu mendorong transmigrasi sehingga terjadi keseimbangan jumlah penduduk.
  3. Edukasi, yaitu menyelenggarakan pendidikan dengan memperluas bidang pengajaran dan pendidikan. 

Terlihat sekilas, trias van Deventer sangat mulia. Namun praktiknya di lapangan tidak seindah gagasannya. Pemerintah kolonial tidak menerjemahkan politik etis ke dalam kebijakan kolonial yang dilaksanakan secara konsekuen. Gagasan ini juga tidak mengakar secara luas dalam masyarakat Belanda di Hindia Belanda. Di negeri jajahan yang kemudian bernama Indonesia, politik etis hanya di pahami oleh sekelompok kecil pejabat, cendekiawan, sastrawan, dan wartawan yang memiliki pengaruh besar kendati jumlahnya kecil. Akibatnya, banyak terjadi penyimpangan penerapan politik etis di lapangan. 


Berdasarkan penjelasan di atas jawabannya adalah C. 

0

Roboguru

Belanda melancarkan siasat politik etis atau balas budi yang berisi 3 program yaitu...

Pembahasan Soal:

Politik Etis adalah kebijakan Belanda yang dilakukan sebagai dampak dari Sistem Tanam Paksa. Penduduk asli Indonesia harus menderita karena harus bekerja dengan gaji kecil dan kondisi berat dalam Sistem Tanam Paksa, sementara belanda memperoleh keuntungan

Politik Etis juga didorong desakan kelompok Liberal di Belanda pada akhir abad ke 19 M, seperti Conrad Theodore van Deventer. Pemerintah Belanda menjalankan Politik Etis atau Politik Balas Budi ini dalam tiga kebijakan yang disebut dengan “Trias van Deventer”, yaitu Irigasi, Edukasi dan Imigrasi. Irigasi adalah kebijakan bangsa Belanda untuk memperbaiki bendungan serta memberikan sarana pangairan modern terhadap perkebunan pribumi, adapun kebijakan edukasi ialah memberikan pendidikan bagi pribumi, dan kebijakan imigrasi adalah pemerataan penduduk pribumi.


Dengan demikian, tiga program politik etis atau politik balas budi tersebut adalah Irigasi, Edukasi, Imigrasispace space 

0

Roboguru

Politik Balas Budi atau Etische Politic memiliki program khusus seperti ...

Pembahasan Soal:

Selama menjajah sejumlah kebiajakn pun pernah diberlakukan oleh pemerintah kolonial Belanda selama menduduki Indonesia termasuk didalamnya ialah politik etis atau balas budi. Politik etis atau balas budi merupakan suatu pemikiran yang menyatakan bahwa pemerintah kolonial memegang tanggung jawab moral bagi kesejahteraan bumiputera. Digagas oleh C.Th. van Deventer dan resmi diterapkan di Indonesia pada tahun 1901. Tiga program pokok disebut dengan Trias van Deventer yaitu Irigasi, Edukasi dan Emigrasi. Irigasi berkaitan dengan aktivitas pertanian serta perkebunan ynag perlu disokong, lalu Edukasi ialah peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, dan Emigrasi ialah meratakan kepadatan penduduk. 

Dengan demikian program khusus yang diterapkan dalam kebijakan politik etis meliputi irigasi, edukasi, dan emigrasi.undefined 

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved