Tragedi Trisakti adalah peristiwa penembakan terhadap mahasiswa ketika melakukan demonstrasi di Universitas Trisakti menuntut Presiden Suharto turun dari jabatannya. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 12 Mei 1998. Kejadian ini menewaskan empat mahasiswa Universitas Trisakti di Jakarta.
Setelah sebelumnya mahasiswa melalui HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) Denpasar melakukan unjuk rasa menuntut reformasi, pada tanggal 4 Mei 1998, empat organisasi mahasiswa mengajukan usulan melalui Sidang Umum MPR kedua. Berbagai usaha terus dilakukan untuk membawa reformasi di Indonesia, mulai dari diskusi antar guru besar hingga unjuk rasa. Sampai akhirnya, pada tanggal 12 Mei 1998 terjadi demonstrasi besar-besaran di depan Universitas Trisakti, Jakarta. Perisitiwa ini memakan enam korban jiwa dari kalangan mahasiswa akibat tembakan aparat keamanan yang diantaranya adalah Elang Mulya Lesmana, Hery Hertanto, Hendirawan Lesmana, dan Hafidhin Royan. Peristiwa ini kemudian dikenal dengan nama Tragedi Trisakti.
Tragedi Trisakti tidak membuat semangat mahasiswa surut dan justru menyulut adanya demonstrasi yang lebih besar pada 13-14 Mei 1998. Di Jawa Tengah, mahasiswa menduduki kantor DPRD Jawa Tengah dan memaksa para wakil rakyat untuk turut dalam aksi keprihatinan. Selain di Jawa Tengah, kerusuhan juga terjadi di wilayah Indonesia lainnya, termasuk Jakarta. Aksi tersebut diperparah dengan penjarahan di berbagai belahan Jakarta.
Puncaknya, pada tanggal 18 Mei 1998, mahasiswa berhasil menduduki atap gedung DPR/MPR RI di Senayan. Di hari yang sama, ketua MPR/DPR RI, Harmoko, menyarankan presiden untuk mengundurkan diri. Mahasiswa pun menuntut dilakukannya Sidang Istimewa. Meski begitu, Presiden Suharto masih belum mau mundur dari jabatannya.
Berbagai usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil. Pada tanggal 19 Mei 1998, beberapa menteri kabinet Suharto memutuskan untuk mundur dari jabatannya. Kondisi yang semakin tidak terkendali akhirnya memaksa Presiden Suharto untuk meletakkan jabatannya di depan Mahkamah Agung pada tanggal 21 Mei 1998 pukul 10.00 pagi. Pada saat yang sama, Suharto kemudian menunjuk wakilnya, yaitu B.J. Habibie untuk menggantikan posisinya sebagai presiden ketiga.
Dengan demikian Tragedi Trisakti adalah peristiwa penembakan terhadap mahasiswa yang sedang berdemonstrasi di Universitas Trisakti Jakarta. Dalam peristiwa ini, gugur enam orang mahasiswa yang diantaranya adalah Elang Mulya Lesmana, Hery Hertanto, Hendirawan Lesmana, dan Hafidhin Royan.