Iklan
Pertanyaan
Perhatikan kutipan novel sejarah berikut ini!
"Silakan menunggu di perahu kalian dulu. Kami akan bermusyawarah."
Dan langsung ia berdiri, diikuti kawan-kawan sekampungnya, tegak berjalan menuju ke balai kampung yang disebut o halu, yang berbentuk segi delapan di tengah lingkaran berderet sebentuk bulan sabit. Bahder Musang menunjukkan gigi-giginya yang memang harus diakui sangat rapi, sepasang taring melongos runyam, tetapi terpaksalah ia si dubalang Istana membiarkan mereka. Berkacak pinggang sambil menunggu, lalu meletus mengumpat-umpat ia di samping perahunya.
Dikutip dari: Y.B. Mangunwijaya, lkan-lkan Hiu, Ido, Homa, Jakarta, Buku Kompas, 2015
Tindakan tokoh Bahder Musang yang tidak patut dicontoh adalah ....
Meremehkan kemampuan orang lain.
Mengumpat karena disuruh menunggu.
Melanggar aturan yang sudah ditetapkan.
Memaksakan kehendak yang diinginkannya.
Menunjukkan sikap tidak acuh kepada orang lain.
Iklan
N. Puspita
Master Teacher
5
3.6 (3 rating)
Iklan
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2025 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia