Hubungan interaksi antarmolekul dengan titik didih pada suatu senyawa adalah semakin kuat gaya antarmolekul yang dimiliki maka semakin tinggi titik didihnya. Sebab dengan adanya gaya antarmolekul yang kuat maka membutuhkan energi dan suhu yang besar untuk memutuskan ikatannya.
Faktor yang mempengaruhi titik didih antarmolekul adalah :
1. Kekuatan ikatan antarmolekul.
Urutan kekuatan ikatan antarmolekul: ikatan ion> ikatan hidrogen> gaya dipol-dipol> gaya london.
2. Massa molekul relatif (Mr).
Semakin besar massa molekul relatif suatu senyawa, semakin besar titik didihnya.
Untuk menentukan urutan titik didih dari senyawa-senyawa tersebut, dapat diketahui dari jenis ikatan dan massa molekul relatif senyawanya.
Unsur silikon dan karbon termasuk unsur segolongan, yaitu golongan IVA. Senyawa silika (
) mempunyai nilai Mr = 60, sedangkan senyawa karbondioksida (
) mempunyai nilai Mr = 44. Kedua senyawa tersebut termasuk gaya london (senyawa non polar). Sehingga titik didih senyawa silika (
) lebih tinggi daripada senyawa karbon dioksida (
).
Maka, Silika (
) adalah zat yang titik didihnya tinggi karena perbedaan massa molekul relatif dengan karbon dioksida (
).