Pemimpin Perang Maluku perempuan adalah Martha Christina Tiahahu.
Untuk lebih jelasnya, yuk pahami penjelasan berikut:
Martha Christina Tiahahu tercatat sebagai seorang pejuang kemerdekaan yang terjun dalam medan pertempuran melawan tentara kolonial Belanda dalam Perang Pattimura tahun 1817. Di kalangan para pejuang dan masyarakat sampai di kalangan musuh, ia dikenal sebagai gadis pemberani dan konsekuen terhadap cita-cita perjuangannya.
Dalam Perang Pattimura, banyak pejuang yang ditangkap dan menjalani hukuman seperti mati digantung atau dibuang ke Pulau Jawa, termasuk ayah dari Martha Christina Tiahahu, yaitu Kapitan Paulus Tiahahu yang divonis hukum mati tembak. Martha Christina Tiahahu berjuang untuk melepaskan ayahnya dari hukuman mati, tetapi ia tidak berdaya dan meneruskan bergerilyanya di hutan. Akhirnya, ia tertangkap dan diasingkan ke Pulau Jawa.
Di Kapal Perang Eversten, Martha Christina Tiahahu menemui ajalnya dan dengan penghormatan militer jasadnya diluncurkan di Laut Banda menjelang tanggal 2 Januari 1818. Untuk menghargai jasa dan pengorbanannya, Martha Christina Tiahahu dikukuhkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia.