Roboguru

Siang masih terlalu muda. Pada sebuah rumah nan besar lagi megah. Kuketuk pintu. Seorang perempuan tua membuka pintu. Sedikit membungkuk, perempuan tua itu mempersilahkan aku masuk ke dalam rumah. Lukisan besar karya Bunga Jeruk. Di situ aku menunggu. Hanya empat menit. Berbaju kebaya modern, Susan muncul dari dalam rumah. Di belakangnya menyusul ayahnya. Tanpa ada sapa, tanpa ada tanya. Langsung Susan duduk di pinggir. Ayah Susan tepat di hadapanku. Pertemuan pertama yang sungguh kaku, teramat kaku. Dikutip dari: A.M. Lilik Agung, “Ada Susan di Tepi Sungai Rhein” dalam Kelas Bercerita, Jakarta, Kompas, 2018. Latar suasana pada kutipan cerpen tersebut adalah . . . .

Pertanyaan

Siang masih terlalu muda. Pada sebuah rumah nan besar lagi megah. Kuketuk pintu. Seorang perempuan tua membuka pintu. Sedikit membungkuk, perempuan tua itu mempersilahkan aku masuk ke dalam rumah. Lukisan besar karya Bunga Jeruk. Di situ aku menunggu. Hanya empat menit.

Berbaju kebaya modern, Susan muncul dari dalam rumah. Di belakangnya menyusul ayahnya. Tanpa ada sapa, tanpa ada tanya. Langsung Susan duduk di pinggir. Ayah Susan tepat di hadapanku. Pertemuan pertama yang sungguh kaku, teramat kaku.

Dikutip dari: A.M. Lilik Agung, “Ada Susan di Tepi Sungai Rhein” dalam Kelas Bercerita, Jakarta, Kompas, 2018.


Latar suasana pada kutipan cerpen tersebut adalah . . . .undefined 

  1. cemasundefined 

  2. senangundefined 

  3. bahagiaundefined 

  4. khawatirundefined 

  5. canggungundefined 

Pembahasan:

Latar suasana digunakan untuk menggambarkan suasana kejadian pada cerpen. Latar suasana dapat diketahui dengan menganalisis konteks cerita, seperti tindakan tokoh, dialog tokoh, dan konflik yang dialami tokoh dalam cerita. Suasana yang dibentuk dalam sebuah cerpen akan menghidupkan jalan cerita sehingga pembaca ikut merasakan konflik dan permasalahan yang dialami oleh tokoh dalam cerpen.

Latar suasana pada kutipan cerpen tersebut adalah canggung. Hal ini tampak pada kalimat berikut: "Tanpa ada sapa, tanpa ada tanya. Langsung Susan duduk di pinggir. Ayah Susan tepat di hadapanku. Pertemuan pertama yang sungguh kaku, teramat kaku".

Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah pilihan E.undefined 

Jawaban terverifikasi

Dijawab oleh:

L. ISTANTI,

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Surabaya

Terakhir diupdate 05 Oktober 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan serupa

Darman mengangguk-angguk. Ia bukan orang Mandar. Tidak seperti Sabang dan Kakek Songkok. Ia tak pernah menikmati kebersamaan memindah rumah panggurig beramai-ramai. Kebersamaan yang menyatukan warga k...

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved