Roboguru

Setiap pengukuran dapat terjadi kesalahan. Kesalahan pengukuran ada dua jenis, yaitu kesalahan sistematis dan kesalahan acak (random). Apakah pengertian dari kesalahan acak (random) dalam pengukuran?

Pertanyaan

Setiap pengukuran dapat terjadi kesalahan. Kesalahan pengukuran ada dua jenis, yaitu kesalahan sistematis dan kesalahan acak (random). Apakah pengertian dari kesalahan acak (random) dalam pengukuran?space 

Pembahasan Soal:

Salah satu tahapan penting dalam eksperimen adalah tahap pengukuran. Eksperimen dikatakan baik apabila memiliki kesalahan sekecil mungkin dalam pengukuran. Kesalahan yang dapat terjadi saat melakukan pengukuran salah satunya adalah kesalahan acak (random). Kesalahan acak adalah kesalahan yang biasa terjadi karena faktor pengamat dan lingkungan antara lain paralaks, kesalahan menaksir, kondisi berubah-ubah.space

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

J. Khairina

Mahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan Indonesia

Terakhir diupdate 07 Oktober 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Pernyataan berikut yang benar tentang kesalahan dalam pengukuran adalah …

Pembahasan Soal:

Uji setiap pilihan jawaban :

A) Kesalahan kalibrasi termasuk kesalahan acak (SALAH)

Kesalahan sistematis : kesalahan kalibrasi, kesalahan titik nol, kesalahan komponen lain dan kesalahan paralaks.

B) Pengukuran akurat adalah suatu pengukuran yang kesalahan sistematisnya relatif kecil (SALAH)

Sekumpulan bacaan hasil ukur memiliki kesalahan sistematis relatif kecil, pengukuran itu adalah akurat. Jika kesalahan sistematis besar, pengukuran adalah tidak akurat.

C) Kesalahan acak dapat diminimalkan dengan beberapa kali pengukuran. (BENAR)

Kesalahan acak memang tidak dapat dihilangkan, tetapi dapat dikurangi dengan mengambil rata-rata dari semua bacaan hasil pengukuran, caranya yaitu dengan mengulangi  pengukuran  beberapa  kali.

D) Suatu kesalahan sistematis dapat terjadi karena adanya fluktuasi-fluktuasi yang halus pada kondisi-kondisi pengukuran. (SALAH)

Adanya fluktuasi-fluktuasi yang halus pada kondisi-kondisi pengukuran merupakan kesalahan acak.

E) Kesalahan cara pandang membaca nilai-nilai skala jika ada jarak antara jarum dan garis-garis skala termasuk kesalahan acak. (SALAH)

Kesalahan cara pandang membaca nilai-nilai skala jika ada jarak antara jarum dan garis-garis skala termasuk kesalahan sistematis , bukan kesalahan acak

Sehingga, pernyataan yang tepat adalah C.

0

Roboguru

Dari pengukuran hambatan suatu resistor yang dilakukan berulang sebanyak lima kali diperoleh nilai 12,5; 12,4; 12,7; 12,3; dan 12,1 dengan satuan ohm. Analisis data hasil pengukuran tersebut dan tentu...

Pembahasan Soal:

 Diketahui:

NR1R2R3R4R5======512,5Ω12,4Ω12,7Ω12,3Ω12,1Ω 

Ditanya: R equals R with minus on top plus capital delta R equals blank ? 

Pembahasan:
Kesalahan acak disebabkan fluktuasi halus pada pengukuran. Kesalahan acak menghasilkan simpangan yang tidak dapat diprediksi terhadap nilai benar. Kesalahan acak tidak dapat dihilangkan, tetapi dapat dikurangi dengan mengambil rata-rata dari semua hasil pengukuran.

Kita bisa mencari nilai rata-rata dari resistor dengan rumus sebagai berikut:

R with minus on top equals fraction numerator R subscript 1 plus R subscript 2 plus horizontal ellipsis plus R subscript n over denominator N end fraction 

RR==512,5+12,4+12,7+12,3+12,112,4Ω 

Untuk mencari nilai ketidakpastian, kita bisa menggunakan rumus berikut ini:

capital delta R equals square root of fraction numerator sum left parenthesis R subscript i minus R with minus on top right parenthesis squared over denominator blank left parenthesis N minus 1 right parenthesis end fraction end root 

  

Selanjutnya kita bisa mencari nilai ketidakpastian

table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row cell capital delta R end cell equals cell square root of fraction numerator sum left parenthesis R subscript i minus R with minus on top right parenthesis squared over denominator blank left parenthesis N minus 1 right parenthesis end fraction end root end cell row cell capital delta R end cell equals cell square root of fraction numerator 0 , 2 over denominator blank left parenthesis 5 minus 1 right parenthesis end fraction end root end cell row cell capital delta R end cell equals cell square root of fraction numerator 0 , 2 over denominator blank 4 end fraction end root end cell row cell capital delta R end cell equals cell square root of 0 , 05 end root end cell row cell capital delta R end cell equals cell 0 , 22 end cell end table 

Kita telah mendapatkan nilai R with minus on top space text dan end text space capital delta R , kita tuliskan hasilnya seperti berikut:

R equals R with minus on top plus capital delta R R equals left parenthesis 12 , 4 plus-or-minus 0 , 22 right parenthesis blank straight capital omega 

Jadi, jawaban yang tepat adalah (12,4±0,22)Ω.

0

Roboguru

Apakah penyebab terjadinya kesalahan dalam pengukuran? Bagaimana cara mengatasi atau memperkecil kesalahan pengukuran?

Pembahasan Soal:

Salah satu tahapan penting dalam eksperimen adalah tahap pengukuran. Eksperimen dikatakan baik apabila memiliki kesalahan sekecil mungkin dalam pengukuran. Kesalahan yang dapat terjadi saat melakukan pengukuran antara lain:

  1. Kesalahan sistematis disebabkan oleh kesalahan dalam peneraan (kalibrasi) alat ukur, kesalahan akibat pengaruh cuaca lingkungan, atau alat tidak bekerja secara konsisten. Kesalahan sistematis dapat diperkecil dengan mengkalibrasi dan menyusun alat dengan benar serta melakukan eksperimen di tempat yang sesuai.
  2. Kesalahan acak dapat terjadi karena alat kurang sensitif, adanya gangguan luar, proses statistika perhitungan atau error pada objek pengukuran. Cara memperkecil kesalahan acak yaitu dengan melakukan pengukuran berulang.space 

0

Roboguru

Dengan menggunakan aturan ketelitian, kesalahan acak, dan angka penting, lakukan analisis tehadap kebenaran hasil pengukuran panjang suatu benda pada tabel berikut.

Pembahasan Soal:

Data di atas merupakan hasil pengukuran tunggal pada masing masing alat pengukur panjang. Pada pengukuran tunggal, nilai yang dijadikan pengganti nilai benar adalah hasil pengukuran itu sendiri. Adapun kesalahan acaknya dinyatakan dengan nilai ketidakpastian (Δx) yang diperoleh dari setengah nilai skala terkecil. 

Pada mistar, angka ketelitian atau skala terkecilnya sebesar 1 mm sehingga ketidakpastian mistar yang diukur dengan pengukuran tunggal adalah Δx = 1/2 x 1 mm = 0,5 mm. Maka penulisan hasil yang benar berdasarkan aturan angka penting adalah:

 ℓ = x ± Δx = (18 ± 0,5) mm

Pada jangka sorong, ketelitiannya adalah 0,1 mm sehingga ketidakpastian jangka sorong adalah:

Δx = 0,05 mm, maka penulisan hasil pengukurannya adalah:

ℓ = ( 18,3 ± 0,05) mm

Pada mikrometer sekrup, ketelitiannya adalah 0,01 mm sehingga ketidakpastian mikrometer adalah: Δx = 0,005 mm, maka penulisan hasil pengukurannya adalah:

ℓ = ( 18,24 ± 0,005) mm

0

Roboguru

Pengukuran hambatan suatu resistor yang dilakukan berulang sebanyak 5 kali diperoleh nilai 12,5; 12,4; 12,7; 12,3; 12,1 dengan satuan ohm. Analisis data hasil pengukuran tersebut dan tentukan hambatan...

Pembahasan Soal:

Data pengukuran berulang hambatan: 12,5; 12,4; 12,7; 12,3; 12,1

Analisis data:

Menghitung nilai rata-ratanya hambatan

table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row cell top enclose R end cell equals cell fraction numerator sum for blank of R subscript i over denominator N end fraction end cell row blank equals cell fraction numerator 12 comma 5 plus 12 comma 4 plus 12 comma 7 plus 12 comma 3 plus 12 comma 1 over denominator 5 end fraction end cell row blank equals cell 12 comma 4 space Ohm end cell end table

Menghitung kesalahan acak atau ketidakpastian increment R

table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row cell R subscript 1 minus top enclose R end cell equals cell 12 comma 5 minus 12 comma 4 equals 0 comma 1 end cell row cell R subscript 2 minus top enclose R end cell equals cell 12 comma 4 minus 12 comma 4 equals 0 end cell row cell R subscript 3 minus top enclose R end cell equals cell 12 comma 7 minus 12 comma 4 equals 0 comma 3 end cell row cell R subscript 4 minus top enclose R end cell equals cell 12 comma 3 minus 12 comma 4 equals negative 0 comma 1 end cell row cell R subscript 5 minus top enclose R end cell equals cell 12 comma 1 minus 12 comma 4 equals negative 0 comma 3 end cell row cell increment R end cell equals cell square root of fraction numerator sum for i of open parentheses R subscript i minus top enclose R close parentheses squared over denominator n minus 1 end fraction end root end cell row blank equals cell square root of fraction numerator 0 comma 1 squared plus 0 comma 3 squared plus 0 comma 1 squared plus 0 comma 3 squared over denominator 5 minus 1 end fraction end root end cell row blank equals cell square root of 0 comma 05 end root end cell row blank equals cell 0 comma 22 end cell end table

Sehingga hasil analisis data berdasarkan kesalahan acak dan aturan angka penting dapat dituliskan:

left parenthesis top enclose R plus-or-minus increment R right parenthesis equals open parentheses 12 comma 4 plus-or-minus 0 comma 22 close parentheses 

1

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved