Iklan

Pertanyaan

Setelah pagi-pagi hari, maka berkatalah si Miskin kepada isterinya, “Ya, tuanku, matilah rasaku ini, sangat sakit rasanya tubuhku ini. Maka tiadalah berdaya lagi; hancurlah rasanya anggotaku ini.” Maka ia pun tersedu-sedulah menangis, maka terlalu belas rasa hati isterinya, melihat laku suaminya demikian itu; maka ia pun menangis pula seraya mengambil daun kayu, lalu dimamahnya, maka disapukannyalah seluruh tubuhb suaminya, sambil ia berkata, “Diamlah tuan, jangan menangis! Sudahlah dengan untung kita, maka jadi selaku ini!” Adapun si Miskin itu, asalnya daripada raja keinderaan. Maka, kena sumpah Batara Indera, maka jadilah ia demikian itu. Maka, adalah suaminya itu pun segarlah sedikit tubuhnya. Setelah itu, maka suaminya pun masuk ke dalam hutan mencari umbut yang muda, yang patut dimakannya; maka dibawanyalah kepada isterinya. Maka demikianlah laki bini itu. (Hikayat Si Miskin) Karakteristik yang menggambarkan bahwa naskah tersebut karya sastra Melayu Klasik adalah….

Setelah pagi-pagi hari, maka berkatalah si Miskin kepada isterinya, “Ya, tuanku, matilah rasaku ini, sangat sakit rasanya tubuhku ini. Maka tiadalah berdaya lagi; hancurlah rasanya anggotaku ini.” Maka ia pun tersedu-sedulah menangis, maka terlalu belas rasa hati isterinya, melihat laku suaminya demikian itu; maka ia pun menangis pula seraya mengambil daun kayu, lalu dimamahnya, maka disapukannyalah seluruh tubuhb suaminya, sambil ia berkata, “Diamlah tuan, jangan menangis! Sudahlah dengan untung kita, maka jadi selaku ini!” Adapun si Miskin itu, asalnya daripada raja keinderaan. Maka, kena sumpah Batara Indera, maka jadilah ia demikian itu. Maka, adalah suaminya itu pun segarlah sedikit tubuhnya. Setelah itu, maka suaminya pun masuk ke dalam hutan mencari umbut yang muda, yang patut dimakannya; maka dibawanyalah kepada isterinya. Maka demikianlah laki bini itu.

(Hikayat Si Miskin)

Karakteristik yang menggambarkan bahwa naskah tersebut karya sastra Melayu Klasik adalah….

  1. Struktur kalimat dan kesaktian tokoh

  2. Istanasentris dan perilaku tokoh

  3. Struktur kalimat dan kesengsaraan tokoh

  4. Penggunaan kata “maka” dan istanasentris

  5. Kesaksian tokoh dan kemustahilan

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

05

:

23

:

18

Klaim

Iklan

M. Robo

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Pembahasan

Karakteristik yang menggambarkan bahwa naskah tersebut karya sastra melayu ada dua, yaitu struktur kalimat dan kesaktian tokoh.

Karakteristik yang menggambarkan bahwa naskah tersebut karya sastra melayu ada dua, yaitu struktur kalimat dan kesaktian tokoh.

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

2

Iklan

Pertanyaan serupa

Maka, sahut perdana menteri, hai nakoda kapal! Apa gunanya tuan hamba membawa kain yang baik-baik ini kepada hamba? Karena sebab berdakwa ini tuan hamba mengupah hamba. Tiadalah hamba mau mengambil di...

31

3.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia