Iklan
Pertanyaan
Setelah pagi-pagi hari, maka berkatalah si Miskin kepada isterinya, “Ya, tuanku, matilah rasaku ini, sangat sakit rasanya tubuhku ini. Maka tiadalah berdaya lagi; hancurlah rasanya anggotaku ini.” Maka ia pun tersedu-sedulah menangis, maka terlalu belas rasa hati isterinya, melihat laku suaminya demikian itu; maka ia pun menangis pula seraya mengambil daun kayu, lalu dimamahnya, maka disapukannyalah seluruh tubuhb suaminya, sambil ia berkata, “Diamlah tuan, jangan menangis! Sudahlah dengan untung kita, maka jadi selaku ini!” Adapun si Miskin itu, asalnya daripada raja keinderaan. Maka, kena sumpah Batara Indera, maka jadilah ia demikian itu. Maka, adalah suaminya itu pun segarlah sedikit tubuhnya. Setelah itu, maka suaminya pun masuk ke dalam hutan mencari umbut yang muda, yang patut dimakannya; maka dibawanyalah kepada isterinya. Maka demikianlah laki bini itu.
(Hikayat Si Miskin)
Karakteristik yang menggambarkan bahwa naskah tersebut karya sastra Melayu Klasik adalah….
Struktur kalimat dan kesaktian tokoh
Istanasentris dan perilaku tokoh
Struktur kalimat dan kesengsaraan tokoh
Penggunaan kata “maka” dan istanasentris
Kesaksian tokoh dan kemustahilan
Iklan
M. Robo
Master Teacher
2
0.0 (0 rating)
Iklan
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia