Iklan

Pertanyaan

Seorang ibu memberitahu anaknya bahwa kebahagian dan kesedihan itu datang silih berganti. Tuliskan sebuah puisi berdasarkan ilustrasi tersebut!

Seorang ibu memberitahu anaknya bahwa kebahagian dan kesedihan itu datang silih berganti.


Tuliskan sebuah puisi berdasarkan ilustrasi tersebut!space 

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

14

:

25

:

27

Klaim

Iklan

N. Fatimah

Master Teacher

Mahasiswa/Alumni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Jawaban terverifikasi

Jawaban

dalam pembuatan puisi tentangkebahagiaan dan kesedihan datang silih berganti memuat unsur fisik dan batin yaitu tema, rasa, nada, amanat, gaya bahasa, rima, tipografi, imaji, kata konkret.

dalam pembuatan puisi tentang kebahagiaan dan kesedihan datang silih berganti memuat unsur fisik dan batin yaitu tema, rasa, nada, amanat, gaya bahasa, rima, tipografi, imaji, kata konkret.space 

Pembahasan

Unsur intrinsik adalah unsur yang terdapat di dalam karya sastra (puisi). Unsur intrinsik terbagi menjadi dua yaitu, unsur batin dan unsur fisik. Unsur fisik dan batin puisi yaitu sebagai berikut. Tema, adalah pokok pikiran dasar untuk mengembangkan dan membuat puisi. Rasa, yaitu sikap penyair terhadap pokok permasalahan yang terdapat dalam puisinya. Pengungkapan tema dan rasa erat kaitannya dengan latar belakang sosial dan psikologi penyair, misalnya latar belakang pendidikan, agama, jenis kelamin, kelas sosial, kedudukan dalam masyarakat, usia, pengalaman sosiologis dan psikologis, dan pengetahuan. Nada, yaitu sikap penyair terhadap pembacanya. Nada juga berhubungan dengan tema dan rasa. Penyair dapat menyampaikan tema dengan nada menggurui, mendikte, bekerja sama dengan pembaca untuk memecahkan masalah, menyerahkan masalah begitu saja kepada pembaca, dengan nada sombong, menganggap bodoh dan rendah pembaca, dll. Amanat/tujuan/maksud, yaitu pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca atau pendengar. Gaya bahasa, dalam sebuah puisi akan banyak dijumpai rangkaian kata yang bersifat konotatif, berlebihan, ataupun terkesan merendahkan diri. Inilah yang disebut sebagai gaya bahasa dalam puisi. Biasanya tiap penulis cenderung memiliki gaya bahasanya sendiri, yang paling mudah dilihat melalui majas-majas, seperti personifikasi, metafora, eufemisme, bahkan tak jarang ada yang menggunakan majas ironi. Jadi, gaya bahasa merupakan cara pemakaian bahasa dalam karangan atau bagaimana seorang pengarang mengungkapkan sesuatu yang akan dikemukakan. Rima, yaitu kesamaan nada atau bunyi. Rima bisa dijumpai tidak hanya di akhir tiap larik atau baris, namun dapat juga berada di antara tiap kata dalam baris. Tipografi, yaitu bentuk penulisan puisi. Secara umum, sering ditemukan puisi dalam bentuk baris, namun ada juga puisi yang disusun dalam bentuk fragmen-fragmen bahkan dalam bentuk yang menyerupai apel, zigzag, ataupun model lainnya. Imaji, penyair juga sering menciptakan pengimajian atau pencitraan dalam puisinya. Pengimajian dapat berupa kata atau rangkaian kata-kata yang dapat memperjelas apa yang ingin disampaikan oleh penyair karena menggugah rasa imajinasi pembaca melalui penginderaan. Kata konkret, ada keinginan penyair untuk menggambarkan sesuatu secara lebih konkret atau berwujud. Oleh karena itu, dipilih kata-kata yang membuat segala hal terkesan dapat disentuh. Bagi penyair, hal itu dirasakan lebih jelas. Dalam pembuatan puisi harus memuat unsur batin dan unsur fisik tersebut. Puisi berdasarkan ilustrasi "seorang ibu memberitahu anaknya bahwa kebahagian dan kesedihan itu datang silih berganti" yaitu sebagai berikut. Tema: tema puisi ini yaitu tentang kebahagiaan dan kesedihan datang silih berganti. Rasa: rasa yang dihadirkan pada puisi ini yaitu rasa bahagia dan sedih. Nada: Nada yang ditampilkan pada puisi ini yaitu nada menggurui, nada menasihati, dan nada serius. Amanat: pesan yang ingin disampaikan pada puisi ini yaitu tentang kebahagiaan dan kesedihan sifatnya sementara dan keduanya akan selalu datang bergantian. Gaya bahasa: gaya bahasa yang digunakan disesuaikan dengan tema puisi yaitukebahagiaan dan kesedihan datang silih berganti. Rima: rima yang digunakan pada puisi ini sesuai dengan temakebahagiaan dan kesedihan datang silih berganti. Tipografi: bentuk puisi ini yaitu bentuk tipografi konvensional. Imaji: citraan yang digunakan puisi ini yaitu citra penglihatan, pendengaran, pengecapan, perabaan, dan perasaan. Kata konkret: kata-kata yang dipilih yaitu kata-kata yang membuat segala hal terkesan dapat disentuh dan disesuaikan dengan tema puisi yaitukebahagiaan dan kesedihan datang silih berganti. Dengan demikian, dalam pembuatan puisi tentangkebahagiaan dan kesedihan datang silih berganti memuat unsur fisik dan batin yaitu tema, rasa, nada, amanat, gaya bahasa, rima, tipografi, imaji, kata konkret .

Unsur intrinsik adalah unsur yang terdapat di dalam karya sastra (puisi). Unsur intrinsik terbagi menjadi dua yaitu, unsur batin dan unsur fisik. Unsur fisik dan batin puisi yaitu sebagai berikut.

  1. Tema, adalah pokok pikiran dasar untuk mengembangkan dan membuat puisi.
  2. Rasa, yaitu sikap penyair terhadap pokok permasalahan yang terdapat dalam puisinya. Pengungkapan tema dan rasa erat kaitannya dengan latar belakang sosial dan psikologi penyair, misalnya latar belakang pendidikan, agama, jenis kelamin, kelas sosial, kedudukan dalam masyarakat, usia, pengalaman sosiologis dan psikologis, dan pengetahuan.
  3. Nada, yaitu sikap penyair terhadap pembacanya. Nada juga berhubungan dengan tema dan rasa. Penyair dapat menyampaikan tema dengan nada menggurui, mendikte, bekerja sama dengan pembaca untuk memecahkan masalah, menyerahkan masalah begitu saja kepada pembaca, dengan nada sombong, menganggap bodoh dan rendah pembaca, dll.
  4. Amanat/tujuan/maksud, yaitu pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca atau pendengar.
  5. Gaya bahasa, dalam sebuah puisi akan banyak dijumpai rangkaian kata yang bersifat konotatif, berlebihan, ataupun terkesan merendahkan diri. Inilah yang disebut sebagai gaya bahasa dalam puisi. Biasanya tiap penulis cenderung memiliki gaya bahasanya sendiri, yang paling mudah dilihat melalui majas-majas, seperti personifikasi, metafora, eufemisme, bahkan tak jarang ada yang menggunakan majas ironi. Jadi, gaya bahasa merupakan cara pemakaian bahasa dalam karangan atau bagaimana seorang pengarang mengungkapkan sesuatu yang akan dikemukakan.
  6. Rima, yaitu kesamaan nada atau bunyi. Rima bisa dijumpai tidak hanya di akhir tiap larik atau baris, namun dapat juga berada di antara tiap kata dalam baris.
  7. Tipografi, yaitu bentuk penulisan puisi. Secara umum, sering ditemukan puisi dalam bentuk baris, namun ada juga puisi yang disusun dalam bentuk fragmen-fragmen bahkan dalam bentuk yang menyerupai apel, zigzag, ataupun model lainnya.
  8. Imaji, penyair juga sering menciptakan pengimajian atau pencitraan dalam puisinya. Pengimajian dapat berupa kata atau rangkaian kata-kata yang dapat memperjelas apa yang ingin disampaikan oleh penyair karena menggugah rasa imajinasi pembaca melalui penginderaan.
  9. Kata konkret, ada keinginan penyair untuk menggambarkan sesuatu secara lebih konkret atau berwujud. Oleh karena itu, dipilih kata-kata yang membuat segala hal terkesan dapat disentuh. Bagi penyair, hal itu dirasakan lebih jelas.

Dalam pembuatan puisi harus memuat unsur batin dan unsur fisik tersebut. Puisi berdasarkan ilustrasi "seorang ibu memberitahu anaknya bahwa kebahagian dan kesedihan itu datang silih berganti" yaitu sebagai berikut.

  1. Tema: tema puisi ini yaitu tentang kebahagiaan dan kesedihan datang silih berganti.
  2. Rasa: rasa yang dihadirkan pada puisi ini yaitu rasa bahagia dan sedih.
  3. Nada: Nada yang ditampilkan pada puisi ini yaitu nada menggurui, nada menasihati, dan nada serius.
  4. Amanat: pesan yang ingin disampaikan pada puisi ini yaitu tentang kebahagiaan dan kesedihan sifatnya sementara dan keduanya akan selalu datang bergantian.
  5. Gaya bahasa: gaya bahasa yang digunakan disesuaikan dengan tema puisi yaitu kebahagiaan dan kesedihan datang silih berganti.
  6. Rima: rima yang digunakan pada puisi ini sesuai dengan tema kebahagiaan dan kesedihan datang silih berganti.
  7. Tipografi: bentuk puisi ini yaitu bentuk tipografi konvensional.
  8. Imaji: citraan yang digunakan puisi ini yaitu citra penglihatan, pendengaran, pengecapan, perabaan, dan perasaan.
  9. Kata konkret: kata-kata yang dipilih yaitu kata-kata yang membuat segala hal terkesan dapat disentuh dan disesuaikan dengan tema puisi yaitu kebahagiaan dan kesedihan datang silih berganti.

Dengan demikian, dalam pembuatan puisi tentang kebahagiaan dan kesedihan datang silih berganti memuat unsur fisik dan batin yaitu tema, rasa, nada, amanat, gaya bahasa, rima, tipografi, imaji, kata konkret.space 

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

1

Mutia Fata Adelia

Jawaban tidak sesuai

Anisah Nur

Jawaban tidak sesuai

Iklan

Pertanyaan serupa

Buatlah 1 bait puisi bertema cita-cita dengan memperhatikan ketentuan yang ada!

1

4.2

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia